Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33722 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhamad David Setiadi; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Tri Yunis Miko Wahyono, Tri Krianto Karjoso;Tri Yunis Miko Wahyono;Adang Mulyana; Mochamad Hidayat
Abstrak: Deteksi dini atau screening merupakan salah satu strategi penting dalam tatalaksana diabetes melitus, skrining perlu dilakukan karena memiliki manfaat positif, antara lain dapat mendeteksi faktor resiko penyakit kronis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui intensi pada golongan dewasa muda dalam melakukan screening penyakit diabetes wilayah kerja Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan populasi dewasa muda (usia 18 - 40 tahun) dengan pendekatan Theory of Planned Behavior. Hasil analisis menunjukkan variabel yang mempunyai hubungan signifikan dengan intensi yaitu sikap, norma subjektif dan perceived behavior control, sedangkan yang paling dominan adalah variabel sikap. Responden dengan sikap positif mempunyai peluang 7,34 kali untuk memiliki intensi melakukan skrining diabetes yang baik setelah dikontrol oleh variabel norma subjektif dan perceived behavior control.
Early detection or screening is an important strategy in managing diabetes mellitus, screening needs to be done because it has positive benefits, including being able to detect risk factors for chronic disease. The purpose of this study was to determine the intention of young adults in carrying out screening diabetes in the working area of the Bojonggede Public Health Center, Bogor Regency. The research method used is cross sectional with the young adult population (age 18 -40 years) with the approach Theory of Planned Behavior. The results of the analysis show that the variables that have a significant relationship with intention are attitudes, subjective norms and perceived behavior control, while the most dominant is the physical variable. Respondents with a positive attitude have a 7.34 times chance of having the intention to do a good diabetes screening after being controlled by the variable subjective norms and perceived behavior control.
Read More
T-6697
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bety Nurul Afni; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Indyah Rukmi Wirastuti
Abstrak:
Prevalensi stunting di Indonesia berada pada posisi 115 dari 151 negara di dunia pada tahun 2020. Secara nasional, Indonesia menunjukkan penurunan namun masih diperlukan penurunan untuk mencapai target di tahun 2024. Menurut hasil SSGI tahun 2021 prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat sebesar 24,5%. Berdasarkan Buku Profil Informasi Kesehatan Kabupaten Bogor 2019, prevalensi stunting di Puskesmas Ragajaya sebesar 41,98% lebih tinggi daripada prevalensi Kabupaten Bogor yaitu sebesar 19,08%. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok sasaran dalam pencegahan stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Stunting dapat terjadi akibat asupan nutrisi ibu hamil kurang. Theory of Planned Behavior (TPB) mencakup strategi untuk meningkatkan kepercayaan ibu terhadap kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Perilaku pencegahan stunting dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ragajaya. Desain penelitian ini cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 90 ibu hamil. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65.5% ibu hamil memiliki perilaku pencegahan stunting yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan sikap (p=0.004), norma subjektif (p=0.045), dan persepsi kontrol perilaku (p=0.001) berhubungan dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah stunting. Saran bagi fasilitas kesehatan diharapkan memberikan pendidikan kesehatan secara rutin sebagai salah satu langkah preventif baik melalui pelayanan konsultasi kesehatan ibu hamil, berbagai platform media sosial, serta kegiatan – kegiatan diskusi terkait dengan kesehatan ibu hamil terutama mengenai gizi ibu hamil dalam pencegahan stunting.

In 2020, the prevalence of stunting in Indonesia will be the 115th highest out of 151 countries in the world. Nationally, Indonesia is showing a decline, but a gradual decrease is still needed to reach the target in 2024. According to the results of SSGI in 2021, the prevalence of stunting in West Java Province is 24.5%. Based on the 2019 Bogor Regency Health Information Profile Book, the prevalence of stunting in the Ragajaya Health Center is 41.98%, which is higher than the Bogor Regency prevalence of 19.08%. Pregnant women are one of the target groups in stunting prevention. Stunting can be prevented from the first 1000 days of life (HPK), or from pregnancy to the age of two. Stunting can occur due to the insufficient nutritional intake of pregnant women. The Theory of Planned Behavior (TPB) includes strategies to increase the mother's confidence in her ability to meet nutritional needs during pregnancy. Stunting prevention behavior can be influenced by various factors, such as attitudes, subjective norms, and perceptions of behavior control. This study aims to determine the relationship between attitudes, subjective norms, and perceptions of behavior control with stunting prevention behavior in pregnant women in the working area of the Ragajaya Health Center. The research design is cross-sectional. The research sample consisted of 90 pregnant women. Data collection was carried out in December 2022. The results showed that 65.5% of pregnant women had good stunting prevention behavior. The results of the bivariate analysis showed that attitude (p = 0.004), subjective norm (p = 0.045), and perceived behavioral control (p = 0.001) were related to pregnant women's behavior in preventing stunting. Suggestions for health facilities are expected to provide routine health education as one of the preventive measures both through pregnant women's health consultation services, various social media platforms, and discussion activities related to the health of pregnant women, especially regarding nutrition for pregnant women in preventing stunting.
Read More
S-11297
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lela Mustikawati; Pembimbing: Ella N. Hadi; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Anwar Hassan, Imran Pambudi, Wayan Sri Agustini
Abstrak: Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dapat menjadi upaya untukmenurunkan kematian ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuigambaran pemilihan penolong persalinan dan determinannya di wilayah kerjaPuskesmas Rumpin Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan disain crosssectional, pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner pada200 ibu yang melahirkan tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan 59,5% ibumemilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan. Pendidikan, dukungankeluarga dan masalah pada kehamilan dan persalinan berhubungan denganpemilihan penolong persalinan. Dukungan keluarga merupakan faktor yangdominan berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan, ibu yang memilikidukungan keluarga yang kuat mempunyai peluang 22 kali untuk memilih tenagakesehatan sebagai penolong persalinan dibanding ibu yang dukungan keluarganyakurang setelah dikontrol oleh masalah pada kehamilan dan persalinan, ANC danpendidikan.
Kata kunci : penolong persalinan, tenaga kesehatan, parajiDaftar Pustaka : 55 (1997-2015)
Deliveries attended by health workers may become an effort to reduce maternalmortality. The aim of this study is to analyze factors associated with the birthattendants selection in Rumpin Public Health Center. Cross sectional design, andinterview using a questionnaire on 200 maternity mothers 2015 were used in thisstudy. The results showed 59,9% were delivered by health workers. Education,family support and problem in pregnancy and delivery are associated with birthattendants selection. Family support was a dominant factor associated with birthattendants selection, mothers who are certain had 22 times opportunity fordeliveries attended by health workers than mothers who uncertain, oncecontrolled by problem in pregnacy and delivery, education and ANC.
Keywords: birth attendant, health workers, parajiReferences : 55 (1997-2015)
Read More
T-4695
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tsalitsa Putri; Pembimbing: Dian Ayubi; Pennguji: Ella Nurlaella Hadi, Tri Yunis Miko Wahyono, Liska Sari, Eem Suhaemi
Abstrak:
Anak usia 6-12 tahun memiliki kerentanan terhadap karies gigi. Kesehatan gigi anak perlu mendapat perhatian orang tua khususnya dari ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku ibu dalam pencegahan karies gigi anak berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 140 ibu siswa. Terpilih enam SDN dengan teknik cluster random sampling. Jumlah sampel dihitung dengan rumus proportional sampling dan sampel diambil secara systematic random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan 53,6 % ibu berperilaku kurang dalam pencegahan karies gigi anak. Persepsi individu yang berhubungan dengan perilaku ibu adalah persepsi kerentanan dan efikasi diri. Efikasi diri adalah faktor paling dominan berhubungan dengan perilaku ibu, artinya ibu dengan efikasi diri rendah berpeluang 3,4 kali untuk memiliki perilaku kurang dalam pencegahan karies gigi anak dibandingkan ibu dengan efikasi diri yang tinggi setelah dikontrol oleh persepsi kerentanan dan persepsi hambatan (OR:3,475,95%CI:1,653-7,306). Untuk itu, perlu ditingkatkan efikasi diri ibu dengan edukasi dan penyuluhan serta membentuk kelompok dukungan ataupun forum online

Children aged 6-12 years have vulnerabilities to dental caries. Children's dental health needs to get good attentions of parents, especially from mothers. This study aims to determine the determinants of maternal behavior in preventing dental caries in children based on the theory of the Health Belief Model. This study used a cross-sectional design on 140 students’ mothers. Six elementary schools were selected using the cluster random sampling technique. The number of samples were calculated using the proportional sampling formula and the samples were collected using systematic random sampling. Data was gathered by interviewes using questionnaires which were analyzed by univariate, bivariate and multivariate. The results showed that 53.6% of mothers had poor behaviors in preventing children dental caries. Individual perceptions related to mother's behavior are perceptions of vulnerability and self-efficacy. Self-efficacy is the most dominant factor related to maternal behavior, meaning that mothers with low self-efficacy are 3.4 times more likely to demonstrate deficiencies in preventing dental caries in children than those with high self-efficacy after being controlled by perceived vulnerability and perceived obstacles (OR: 3,475 .95%CI:1.653-7.306). For this reason, it is esenssial to increase mothers’ self-efficacy with education and counseling as well as forming support groups or online forums.
Read More
T-6706
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Aji Jati Kartika; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Tri Krianto, Winarto
S-8906
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Ratnawati; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Evi Martha, Rita Damayanti, Dwi Wahyu Balebu, Melyana
Abstrak:
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Meskipun pengobatan hipertensi tersedia, banyak penderita yang tidak sepenuhnya mematuhi pengobatan yang diberikan oleh tenaga medis. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan dalam kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Toili II. Penelitian menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 152 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan two-stage cluster sampling, dan data dikumpulkan secara primer pada bulan Mei 2025. Variabel independen adalah literasi kesehatan, variabel dependen yaitu kepatuhan pengobatan, serta variabel konfonder meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, dan dukungan sosial. Instrumen yang digunakan MMAS-8 untuk kepatuhan pengobatan, HLS-EU-Q16 untuk literasi kesehatan, dan DUFSSQ untuk dukungan sosial. Analisis data meliputi univariat, bivariat (menggunakan uji Pearson dan t-test independen), serta multivariat dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan dan kepatuhan pengobatan (r= 0,156; p= 0,05). Adanya hubungan positif antara literasi kesehatan dan kepatuhan pengobatan. Artinya semakin tinggi tingkat literasi kesehatan seseorang, maka semakin besar pula kecenderungan untuk patuh dalam menjalani pengobatan hipertensi, namun literasi kesehatan bukan satu-satunya faktor penentu. Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi pasien dan keluarga terkait pentingnya kepatuhan pengobatan jangka panjang melalui penyuluhan yang terjadwal dan strategi komunikasi yang sesuai, terutama bagi lansia dan kelompok berpendidikan rendah. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal atau kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor kepatuhan pengobatan hipertensi.

Hypertension, or high blood pressure, is one of the most common health problems worldwide, including in Indonesia. Although treatment for hypertension is available, many patients do not fully adhere to the prescribed medication regimen. One of the factors influencing medication adherence in hypertensive patients is health literacy. This study aims to examine the relationship between health literacy and medication adherence among hypertensive patients in the working area of Toili II Public Health Center. This research employed a cross-sectional design involving 152 respondents. Sampling was conducted using a two-stage cluster sampling technique, and primary data were collected in May 2025. The independent variable was health literacy, the dependent variable was medication adherence, and the confounding variables included age, sex, education level, and social support. The instruments used were MMAS-8 for medication adherence, HLS-EU-Q16 for health literacy, and DUFSSQ for social support. Data analysis included univariate, bivariate (using Pearson correlation and independent t-test), and multivariate analysis with multiple linear regression. The results showed a significant relationship between health literacy and medication adherence (r = 0.156; p = 0.05). The existence of a positive relationship between health literacy and medication adherence. However, health literacy alone is not the sole determinant. Community health centers (Puskesmas) are expected to enhance patient and family education regarding the importance of long-term treatment adherence through scheduled health counseling and appropriate communication strategies, especially for the elderly and those with low educational backgrounds. Future research is recommended to employ longitudinal or qualitative designs to explore in greater depth the factors influencing hypertension treatment adherence.
Read More
T-7276
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Ayu Rohana Siagian; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Yani Haryani Sachmar
Abstrak:
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dalam 20 tahun terakhir ini terus menunjukkan angka kejadian yang meningkat. Prevalensi Diabetes Melitus di Puskesmas Ratu Jaya juga masih mengalami peningkatan yaitu sebanyak 1378 pada tahun 2022 menjadi 1571 kasus pada tahun 2023. Kejadian diabetes dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko yang dapat diubah seperti pola makan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, obesitas, penggunaan alkohol, aktivitas fisik kurang dan faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga yang menderita diabetes. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan perilaku aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ratu Jaya Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi (cross-sectional) dengan data sekunder dari hasil skrining faktor risiko PTM dan didapatkan sampel sebanyak 5435 responden. Analisis data yang dilakukan terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 190 (3,5%) responden diabetes dan 1207 (22,2%) responden yang kurang beraktivitas fisik. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku aktivitas fisik (p=0,011; OR=1,52 (95% CI 1,11-2,09) dengan kejadian diabetes melitus. Oleh karena itu perlu meningkatkan peran masyarakat dalam pengaplikasian perilaku hidup sehat guna mencegah dan mengendalikan perilaku aktivitas fisik dan penyakit diabetes melitus.

Diabetes mellitus is a non-communicable disease that has shown an increasing incidence rate over the past 20 years. The prevalence of Diabetes Mellitus at the Ratu Jaya Public Health Center has also increased from 1378 cases in 2022 to 1571 cases in 2023. The occurrence of diabetes is influenced by various modifiable risk factors such as unhealthy eating patterns, smoking habits, obesity, alcohol use, and physical inactivity, as well as non-modifiable risk factors such as age, gender, and family history of diabetes. The purpose of this study is to examine the relationship between physical activity behavior and the incidence of diabetes mellitus in the working area of UPTD Ratu Jaya Public Health Center in 2023. This study uses a cross-sectional design with secondary data from the results of NCD risk factor screening, and a sample of 5435 respondents was obtained. Data analysis consists of univariate and bivariate analyses using the chi-square test (CI 95%). The results of the study showed that 190 (3.5%) respondents had diabetes and 1207 (22.2%) respondents were physically inactive. There is a significant relationship between physical activity behavior (p=0.011; OR=1.52 (95% CI 1.11-2.09)) and the incidence of diabetes mellitus. Therefore, it is necessary to enhance community involvement in the application of healthy living behaviors to prevent and control physical inactivity and diabetes mellitus.
Read More
S-11634
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Fitri; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Nadira, Siti Zubaidah
Abstrak:
Nama : Rahmi Fitri Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Analisis Dukungan Keluarga Terhadap Pencegahan Penularan Tuberculosis Oleh Penderita TBC Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Tahun 2023 Pembimbing : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hulu merupakan peringkat ke – 3 tertinggi jumlah kasus penderita TBC Paru dari 12 kab/kota yang ada di Provinsi Riau. Puskesmas Ujung Batu merupakan salah satu puskesmas yang memiliki kasus penderita TBC terbanyak se-Kabupaten Rokan Hulu. Faktor penyebab dari tingginya angka penderita TBC Paru dapat disebabkan oleh praktik perilaku pencegahan penularan penyakit TBC Paru yang rendah sehingga mempercepat penyebaran TBC Paru. Faktor- faktor yang mempengaruhi pencegahan penularan TBC Paru adalah faktor pengetahuan, sikap dan tindakan dari individu. Dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi penderita TBC Paru dalam berperilaku untuk mencegah penularan TBC Paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru di wilayah kerja Puskesmas Ujung Batu. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap lima orang informan utama dan lima orang informan kunci. Hasil dari penelitian ini diperoleh mayoritas penderita TBC Paru berjenis kelamin laki-laki yang berusia 30 - 60 tahun,status sosial ekonomi keluarga berada di level menengah kebawah dengan tingkat pendidikan mayoritas tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), praktik dalam keluarga sebagian besar sudah menerapkan perilaku pencegahan penularan TBC Paru, budaya dalam batuk /bersin sebagian penderita sudah berperilaku menutup mulut dengan tangan / masker namun budaya meludah masih disembarang tempat. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh kuat terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Bagi puskesmas sebaiknya mengoptimalkan sosialisasi terkait peran dukungan keluarga bagi penderita TBC Paru, sehingga masyarakat khususnya keluarga dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Kata Kunci : Dukungan keluarga, perilaku pencegahan penularan TBC Paru

Name : Rahmi Fitri Study Program : Public Health Sciences Title : Analysis of Family Support for Transmission Prevention Tuberculosis by Pulmonary TB Patients in the Working Area of Ujung Batu Health Center, Rokan Hulu Regency, Riau Province in 2023 Advisor : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Based on health profile data for Riau Province, Rokan Hulu Regency is ranked 3rd with the highest number of cases of pulmonary TB sufferers from 12 districts/cities in Riau Province. Ujung Batu Health Center is one of the health centers that has the most TB cases in Rokan Hulu Regency. The causal factor for the high number of patients with pulmonary tuberculosis can be caused by the low level of practice of prevention of transmission of pulmonary tuberculosis, thereby accelerating the spread of pulmonary tuberculosis. The factors that influence the prevention of transmission of pulmonary tuberculosis are the factors of knowledge, attitudes and actions of individuals. Support from the family is the most important element in increasing the self-confidence and motivation of people with pulmonary tuberculosis in behavior to prevent transmission of pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to determine the description of family support for the behavior of preventing disease transmission in patients with pulmonary tuberculosis in the working area of the Ujung Batu Health Center. Methods This research uses qualitative methods with case studies through in-depth interviews with five key informants and five key informants. The results of this study obtained that the majority of pulmonary TB sufferers were male aged 30-60 years, the socioeconomic status of the family was at the lower middle level with the education level of the majority graduating from junior high school (SMP), most of the practices in the family had implemented behavioral prevention of pulmonary TB transmission, culture in coughing / sneezing, some sufferers have the behavior of covering their mouths with their hands / masks, but the culture of spitting is still everywhere. This study shows that family support has a strong effect on disease prevention behavior in patients with pulmonary tuberculosis. It is better for puskesmas to optimize socialization related to the role of family support for pulmonary tuberculosis sufferers, so that the community, especially families, can play an active role in providing support to improve disease transmission prevention behavior in pulmonary tuberculosis sufferers. Keywords: Family support, behavior to prevent pulmonary TB transmission
Read More
T-6704
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tantri Juliyanti; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Yunita Sitorus
S-9624
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisrina Sajid Nurutami; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Rosidah
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok di dalam rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Cibodasari Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode multistage sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan jumlah responden yaitu 106 kepala keluarga. Pada penelitian ini, analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square untuk menguji hubungan masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian kecil responden yang merokok di dalam rumah, merokok di ruang tamu dan ruang keluarga ketika santai, setelah makan, dan saat menonton televisi.
Read More
S-10842
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive