Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35185 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Elfrida Rooslanda Putri Venesha; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Masyitoh, Devi Maryori
Abstrak:
Lamanya waktu tunggu pelayanan pasien pulang rawat inap di RSUD KiSA Kota Depok mengakibatkan lamanya perpindahan pasien dari IGD yang perlu dilakukan rawat inap. Hal ini merupakan alasan pentingnya pemantauan proses pemulangan pasien yang selama ini belum pernah dilakukan, dan perlunya ditentukan target waktu tunggu proses pemulangan pasien rawat inap. Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi Lean Six Sigma pada proses pasien pulang rawat inap dalam upaya perbaikan mutu pelayanan rawat inap di RSUD KiSA, dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve dan Control berfokus pada penurunan aktivitas non value added serta pemborosan dengan meningkatkan aktivitas value added. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain action research, menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen, serta implementasi perbaikan proses pemulangan pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan waktu tunggu pelayanan pasien pulang rawat inap. Kondisi awal proses pemulangan pasien diketahui ratio VA hanya 23,9% dan ratio NVA sebesar 76,1% dengan Lead Time 315,08 menit. Setelah dilakukan pendekatan Lean Six Sigma dapat diidentifikasi pemborosan dan dilakukan upaya perbaikan. Sehingga terjadi penurunan Lead Time menjadi 192,50 menit dengan peningkatan rasio VA menjadi 30,6%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya penetapan alur proses pemulangan pasien serta dilakukan pemantauan waktu tunggu melalui indikator mutu unit rawat inap. Proses evaluasi dilakukan untuk menilai mutu layanan yang diberikan sudah memberikan manfaat bagi pasien dan operasional pelayanan rumah sakit.

The long waiting time for inpatient services at the KiSA Hospital in Depok City resulted in a long transfer of patients from the emergency room who had to be treated at the hospital. This is the reason for the importance of monitoring the patient discharge process which has never been done before, and the need to set a target waiting time for the inpatient discharge process. The research objective was to determine the application of Lean Six Sigma to the inpatient discharge process in an effort to improve the quality of inpatient services at KiSA Hospital, with the Define, Measure, Analyze, Improve and Control stages which focus on reducing non-value, adding activity and waste by increasing value added activity. . This study used a qualitative approach with an action research design, using in-depth interviews, observation and document review, as well as implementing improvements to the inpatient process. The results showed an increase in waiting time for inpatient discharge services. The initial condition of the patient discharge process was that the VA ratio was only 23,9% and the NVA ratio was 76,1% with a lead time of 315,08 minutes. After taking the Lean Six Sigma approach, waste can be identified and efforts to fix it can be made. So that there is a decrease in Lead Time to 192,50 minutes with an increase in the VA ratio of 30,6%. The recommendation from this study is the need to determine the flow of the patient discharge process and monitor waiting time through inpatient unit quality indicators. The evaluation process is carried out to assess the quality of services provided which have benefited patients and hospital service operations.
Read More
T-6798
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Prasetyo Wahyu Wijayati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Novita Dwi Istanti, M. Arza Putra
Abstrak: Waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai ukuran kinerja pelayanan merupakan syarat penting membuktikan kualitas pelayanan laboratorium. Kecepatan waktu hasil pemeriksaan laboratorium mempengaruhi penetapan diagnosis serta terapi pasien. Indikator sasaran mutu laboratorium menetapkan target waktu tunggu pemeriksaan hasil laboratorium kimia 120 menit. Pencapaian sasaran indikator mutu di tahun 2020 baru 70% dari target yang ditetapkan, juga masih terdapat keluhan lambatnya hasil pemeriksaan. Studi pendahuluan bulan Januari sampai Febuari 2021 terdapat 18% waktu tunggu diatas 120 menit. Metode Lean six sigma fokus terhadap perbaikan dengan mendorong peningkatan secara tajam dalam kecepatan, kualitas dan profitabilitas. Penelitian ini merupakan operational research untuk memberikan rekomendasi perbaikan waktu tunggu pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan pendekatan metode DMAIC terdiri dari siklus Define (mendefinisi), Measure (mengukur), Analyze (menganalisis), Improve (rekomendasi perbaikan), dan Control (pengendalian) Hasil penelitian mendapatkan gambaran terjadinya pemborosan di tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik yang berdampak terhadap waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemborosan yang paling dominan terjadi di tahap pra analitik. Persentase value added pelayanan pemeriksaan Laboratorium sebelum penerapan Lean six sigma sebesar 67.30% dan non value added sebesar 33.83%. Setelah penerapan Lean six sigma nilai value added meningkat 38.48% menjadi 91.32% dan value added menurun 28.42% menjadi 8.68 %. Ditemukan adanya delapan jenis pemborosan, sebagian besar merupakan pemborosan defect, over processing, delays (waiting time), over production. Pemborosan banyak terjadi di tahap pra analitik dan pasca analitik. Sumber terjadinya pemborosan berdasarkan hasil analisis fishbone adalah man dan method dikarenakan kuantitas ATLM (Analis Teknis Medik Laboratorium) belum mencukupi dan belum efektifnya penanganan spesimen laboratorium serta metode serah terima.Usulan perbaikan disusun menggunakan lean tools seperti standardized work, visual management, error profing, dan penerapan 5S (Short, Stabilize, Shine, Standardize, Sustain) Intervensi yang dilakukan dengan usulan alur pemeriksaan laboratorium, metode serah terima spesimen, serta edukasi ulang tentang penanganan spesimen laboratorium dan usulan pelatihan Flebotomi
Waiting time for laboratory test results as a measure of service performance is an important requirement to prove the quality of laboratory services. The timing of the results of laboratory examinations affects the determination of the patient's diagnosis and therapy. The laboratory quality target indicator sets a target waiting time for the examination of chemical laboratory results of 120 minutes. The achievement of the quality indicator targets in 2020 is only 70% of the target set, there are also complaints about the slowness of the inspection results. Preliminary study from January to February 2021 showed 18% waiting time above 120 minutes.methods Lean six sigma focus on improvement by driving sharp improvements in speed, quality and profitability. This research is anoperational research to provide recommendations for improving waiting time for laboratory examinations using the DMAIC method approach consisting of a cycle of Define (defining), Measure (measure), Analyze (analyze), Improve (recommendation for improvement) and Control (Controlling). The results of the study get an overview of the occurrence of waste in the pre-analytical, analytical and post analytic stages which have an impact on the waiting time for laboratory results. The most dominant wastage occurred in the pre-analytic stage. The percentage of value added of laboratory inspection services before the implementation of Lean six sigma is 67.30% and non value added is 33.83%. After the implementation of Lean six sigma, the value added increased by 38.48% to 91.32% and the value added decreased by 28.42% to 8.68%. It was found that there were eight types of waste, most of which were defects, over processing, delays (waiting time), over production. A lot of waste occurs in the preanalytic and post-analytic stages. Sources of waste based on analysis results fishbone are man and method due to quantity of ATLM (Laboratory Medical Technical Analyst) and ineffective handling of laboratory specimens and handover methods. Improvement proposals are prepared using lean tools such as standardized work, visual management, error profiling, and the application of 5S(Short, Stabilize, Shine, Standardize, Sustain) Interventions carried out with the proposed flow of laboratory examinations, specimen handover methods, as well as re-education on handling laboratory specimens and proposed phlebotomy training
Read More
T-6132
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Saptorini Rahmadhani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Sabarinah, Puput Oktomianti, Budi Prasetyo, Anwar Fachri
Abstrak: Pelayanan yang bermutu adalah pelayanan yang efisien, efektif, tepat waktu dan tepat biaya dengan mengedepankan kepuasan serta keselamatan pasien. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama wajib memberikan pelayanan yang bermutu kepada pasien. Hasil Indeks Kepuasan Masyarakat menunjukkan dari setiap dimensi mutu, unsur kecepatan pelayanan menjadi elemen ketidakpuasan paling tinggi. Perlu dilakukan upaya perbaikan waktu pelayanan rawat jalan di UPT Puskesmas Unit II Kecamatan Sumbawa dengan menggunakan metode Lean Six Sigma untuk mengidentifikasi dan meminimalisasi pemborosan. Penelitian ini merupakan operations research untuk memperbaiki pelayanan rawat jalan dengan penerapan metode lean six sigma melalui tahapan mendefinisi (define), mengukur (measure), menganalisa (analyze), memperbaiki (improve), dan mengendalikan (control) pada unit pelayanan rawat jalan. Hasil penelitian mendapatkan gambaran terjadinya penumpukan pasien dan lama waktu tunggu pelayanan rawat jalan di loket pendaftaran, ruang poli, ruang konsul dokter dan ruang pelayanan apotek yang merupakan hambatan (bottleneck) dalam proses pelayanan rawat jalan. Persentase value added pelayanan rawat jalan sebelum penerapan lean six sigma adalah sebesar 20,32% dan non value added sebesar 79,68%. Setelah penerapan lean six sigma nilai value added meningkat 33,19% dari sebelumnya menjadi 53.51%, dan non value added menurun 33,19% menjadi 46,49%. Ditemukan adanya delapan jenis pemborosan yang terjadi pada pelayanan rawat jalan, sebagian besar merupakan pemborosan over processing dan waiting. Waste banyak terjadi di ruang loket pendaftaran dan rekam medis serta ruangan konsul dokter. Sumber terjadinya pemborosan berdasarkan hasil analisis fishbone adalah man dikarenakan kurangnya kuantitas dan kualitas tenaga, beban kerja, kedisiplinan terhadap waktu kerja, serta kepatuhan petugas terhadap standar operasional prosedur (SOP). Usulan perbaikan disusun menggunakan lean tools seperti visual management, 5 S, Erorr Profing dan kaizen. Intervensi yang dilakukan untuk memperbaiki lama waktu pelayanan adalah dengan cara melakukan penyederhanaan alur pelayanan rawat jalan, pembagian tugas beberapa tenaga yang diposisikan sebagai tenaga UKP dan tenaga UKM, menerapkan budaya 5 S, perbaikan dokumen berkas rekam medis serta melakukan relokasi penempatan ruangan sesuai standar Permenkes 75 tahun 2014.
Read More
T-5752
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bulan Kamillah; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh, Situ Fatimah, Ryan Augustian
Abstrak:
Peningkatan jumlah kunjungan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RS Islam Jakarta Pondok Kopi berdampak langsung pada meningkatnya beban kerja Unit Farmasi Rawat Jalan, khususnya dalam pelayanan resep obat. Data rumah sakit menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep pasien JKN masih melebihi standar pelayanan yang ditetapkan, terutama pada pelayanan resep obat jadi/nonracikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keluhan pasien, menurunkan kepuasan, serta memengaruhi mutu pelayanan farmasi rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan resep obat jadi/nonracikan pasien JKN di Unit Farmasi Rawat Jalan RS Islam Jakarta Pondok Kopi dengan menggunakan pendekatan manajemen lean. Penelitian ini menggunakan desain operational research dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui time and motion study untuk mengukur waktu tunggu, lead time, cycle time, value added time, dan non value added time. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen untuk menggali hambatan pelayanan serta faktor penyebab terjadinya pemborosan. Analisis dilakukan dengan menggunakan Value Stream Mapping untuk memetakan kondisi awal dan kondisi setelah perbaikan, identifikasi aktivitas value added dan non value added, analisis waste, diagram Pareto, diagram fishbone, serta penerapan lean tools secara terbatas seperti 5S, Kanban, dan Spaghetti Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya waktu tunggu pelayanan resep pasien JKN dipengaruhi oleh tingginya volume resep, keterbatasan tenaga kefarmasian, alur kerja yang belum efisien, pergerakan petugas yang belum optimal, serta pemanfaatan sistem informasi yang masih perlu diperkuat. Identifikasi waste menunjukkan bahwa aktivitas waiting, overprocessing, dan defect merupakan pemborosan yang dominan dalam proses pelayanan. Setelah dilakukan uji coba perbaikan terbatas berbasis manajemen lean, terjadi penurunan waktu tunggu pelayanan resep obat jadi/nonracikan. Rata-rata lead time menurun dari 2 jam 15 menit 13 detik pada kondisi current state menjadi 58 menit 34 detik pada kondisi future state. Penurunan ini menunjukkan bahwa perbaikan alur kerja, penataan area kerja, penerapan sistem Kanban, dan penguatan koordinasi antarunit dapat menurunkan aktivitas non value added serta mempercepat proses pelayanan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan manajemen lean dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber inefisiensi dan mengurangi waktu tunggu pelayanan resep obat jadi/nonracikan pasien JKN di Unit Farmasi Rawat Jalan. Rekomendasi penelitian ini meliputi evaluasi waktu tunggu secara berkala, penyesuaian jumlah tenaga kefarmasian dengan beban kerja, penguatan sistem informasi, standardisasi alur kerja, serta keberlanjutan penerapan lean tools untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan farmasi rawat jalan.

The increase in the number of National Health Insurance (JKN) patient visits at Jakarta Pondok Kopi Islamic Hospital has had a direct impact on the workload of the Outpatient Pharmacy Unit, particularly in prescription services. Hospital data show that waiting times for JKN patient prescription services still exceed established service standards, especially for ready-to-use/non-compounded medications. This situation has the potential to lead to patient complaints, lower satisfaction, and affect the quality of outpatient pharmacy services. This study aims to analyze the waiting time for ready-to-use/non-compounded medication prescriptions for JKN patients at the Outpatient Pharmacy Unit of Jakarta Pondok Kopi Islamic Hospital using a lean management approach. This study employed an operational research design with both descriptive quantitative and qualitative approaches. The quantitative approach involved a time-and-motion study to measure waiting time, lead time, cycle time, value-added time, and non-value-added time. The qualitative approach utilized in-depth interviews and document reviews to identify service barriers and factors contributing to waste. Analysis was performed using Value Stream Mapping to map the initial conditions and conditions after improvement, identify value-added and non-value-added activities, analyze waste, and utilize Pareto diagrams, fishbone diagrams, and a limited application of lean tools such as 5S, Kanban, and Spaghetti Diagrams. The research findings indicate that the waiting time for prescription services for JKN patients is influenced by high prescription volume, limited pharmacy staff, inefficient workflows, suboptimal staff movement, and the need to strengthen the use of information systems. The identification of waste revealed that waiting, overprocessing, and defects are the dominant forms of waste in the service process. Following a limited pilot improvement project based on lean management, there was a reduction in waiting times for ready-to-use and non-compounded prescription services. The average lead time decreased from 2 hours, 15 minutes, and 13 seconds in the current state to 58 minutes and 34 seconds in the future state. This reduction demonstrates that workflow improvements, workspace reorganization, the implementation of the Kanban system, and strengthened inter-unit coordination can reduce non-value-added activities and accelerate the service process. The conclusion of this study indicates that the lean management approach can be used to identify sources of inefficiency and reduce waiting times for ready-to-dispense and non-compounded prescription services for JKN patients in the Outpatient Pharmacy Unit. The recommendations of this study include periodic evaluation of wait times, adjusting the number of pharmacy staff to match the workload, strengthening the information system, standardizing workflows, and continuing the application of lean tools to support improvements in the quality of outpatient pharmacy services.
Read More
T-7699
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafilia Yunitasari; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Ede Surya Darmawan, Ilham Juniarta
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang proses pemulangan pasien rawat inap dengan pendekatan lean six sigma terhadap pasien dengan metode pembayaran asuransi swasta dan jaminan perusahaan di instalasi rawat inap RS Hermina Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah (non value added) sehingga pemborosan (waste) dapat diidentifikasi dan segera dapat diminimalisasi atau dihilangkan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Adapun metode penelitian kualitatif dilaksanakan dengan observasi, wawancara mendalam, dan telaah data sekunder. Sedangkan metode penelitian kuantitatif dilaksanakan dengan perhitungan statistik waktu pada proses pemulangan pasien rawat inap. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan time and motion studies, yakni mengukur keahlian dan kecepatan karyawan dalam proses pemulangan pasien rawat inap. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rata-rata waktu proses pemulangan pasien rawat inap di RS Hermina Bogor adalah 289 menit dengan kegiatan value added 35 menit (12,17%) dan non value added 254 menit (87,83%). Proses yang membutuhkan waktu paling lama terjadi pada cycle LPRWI 1, yaitu 110 menit. Sedangkan proses yang memiliki waste waktu paling lama terjadi pada cycle Administrasi, yaitu 95 menit. Penerapan lean dalam penelitian ini dapat menurunkan presentase kegiatan non value added sebesar 19,31%, yakni menjadi 67,83%.
Read More
S-10166
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Ayu Mirah Dwijayanti Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Robiana Modjo, Evi Martha, Atika, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari Direktur, Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Komite Mutu, Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medis, Kepala Satuan Pelayanan Keperawatan, Kepala Satuan Pelayanan Rawat Inap, petugas rawat inap, pasien rawat inap, petugas Puskesmas dan masyarakat. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa faktor internal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu ketersediaan fasilitas seperti jarak antar tepi tempat tidur masih kurang standar serta kurangnya promosi dari pihak rumah sakit. Sedangkan dari faktor ekternal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu banyaknya pesaing sehingga minat masyarakat untuk melakukan rawat inap masih rendah serta masyarakat memilih berobat ke pelayanan fasilitas kesehatan primer sebelum memutuskan untuk melakukan rawat inap. Dengan begitu perlu adanya perhatian khusus manajemen untuk melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai hal-hal terkait efisiensi dan pemanfaatan pelayanan rumah sakit terutama pelayanan rawat inap.
Read More
T-5816
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rame Manurita Verysanti Siahaan; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Robiana Modjo, Gafar Hartatiyanto, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Waktu tunggu merupakan bagian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan yang akan menunjukkan kesan terhadap rumah sakit akan ketanggapan dan kinerja pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut sehingga lamanya waktu tunggu secara tidak langsung menunjukkan rendahnya kinerja pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya perbaikan waktu tunggu rawat jalan di Poli Kebidanan dan Kandungan RSUD Mampang Prapatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah riset operasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui enam tahap penelitian yaitu identifikasi input, identifikasi proses, pengamatan output, identifikasi penyebab masalah, identifikasi alternatif solusi dan perancangan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah SDM di bagian Rekam Medis belum mencukupi, hanya ada 1 orang runner yang mendistribusikan dokumen rekam medis ke semua poli; jam mulai pelayanan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dokter sering tidak tepat waktu dalam memulai pelayanan; jarak ruangan Rekam Medis berada di gedung terpisah sedangkan bagian pendaftaran di lantai 1 dan Poli ada di Lantai 2, pasien datang terlalu cepat merupakan masalah utama yang berkontribusi terhadap lamanya waktu tunggu. Rata-rata total waktu tunggu di Poli Kebidanan dan Kandungan adalah 117.66 menit dan belum sesuai dengan SPM RS yaitu ≤60 menit. Rancangan intervensi yang disepakati adalah membuat SPO dan SK tentang pendaftaran pasien dilakukan 30 menit sebelum jadwal pelayanan dokter. Disaranan melakukan penjadwalan ulang jadwal praktek Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga ada kejelasan jam mulai pelayanan, membuat sistem reservasi yang optimal secara bertahap mulai dari offline sampai dengan online, menambah 2 orang petugas di bagian Rekam Medis dan menerapkan rekam medis elektronik
Read More
T-5800
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermina M. Basrie; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Hafizurrachman, Puput Oktamianti, Budi Rahayu
T-3433
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmini; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Peter Patinama, Agustin Kusumayati, Rini Sutjiati
Abstrak:
Sehubungan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu layanan kesehatan, maka fungsi pelayanzm kesehatan secara bertahap harus terus ditingkatkan. Supervisi keperawatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kctrampilan petugas pelayanan kesehatan khususnya perawat pelaksana Pcrawat yang trampil akan berdampak pada mutu asuhan keperawatan yang diberikan. Supervisi keperawalan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya umur, pendidikan, lamakerja penyelia, pelatihan, sarana dan pmsarana, SOP dan bimbingan, serla perawat pelaksana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran faktor pada penyelia, faktor pada perawat pelaksana, faktor sarana, faktor SOP, faktor bimbingan dan pelaksanaan supervisi keperawatan. Rancangan pcnelitian adalah croxs sectional, dilakukan di ruang rawat inap Rumah sakit dr Cipto Mangunkusumo pada bulan Mei dan Juni 2001. Populasi penelitian semua kepala ruang rawat inap, adapun sampei total populasi yaitu 47 responden. Hasil penelitian rnenunjukl-can bahwa pclaksanaan supervisi keperawatan di mang rawat inap Rumah Sakit dr Cipro Mangunkusumo berjalan tidak efek1i£ Dari sepuluh variabel indepcndcn yang diteliti, hanya satu yang bermakna yaitu variabel bimbingan terdapat hubungan bcrmakna dengan pelaksanaan supervisi keperawatan. Adapun faktor yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan supervisi keperawatan adalah bimbingan Pcningkatan mutu pelayanan asuhan keperawatan harus dilakukan SCC312 terus menerus, salah satu upaya adalah dcngan mcngefektiikan pelaksanaan supervisi keperawatan. Melalul program pelatihan khusus supcrvisi keperawatan diharapkan kepala mang rawat inap dapat bekerja sesuai fhngsinya sebagai supervisor tingkat tcrbawah.

As the increase of public demand for the quality of health services, the function of health services shall be gradually improved. Nursing supervision is one etfort to improve the skill of health service officers specially the nurse. The qualified nurse will effect to the quality of nursing care. Nursing supervision is influences many factors, such as age, education, experiences, training, intra structure, standard operating procedures, guidance and the nurse itself. The purpose of this research is to gain infomation between factors of experience, nurse, infra structure, standard procedure, and tutorial to which have more influence to the performance of nursing supervision. Research design is carried out by cross sectional the ward in Dr Cipto Mangunkusumo Hospital during May to June 200l. Research population are all head nurse ofthe wards and total samples population are 47 respondent. The result of this research shows that nursing supervision at wards of Dr Cipto Mangunlcusumo hospital was done effectively. From ten of independent variable to be analysed, only one of which is tutorial give a.n effect to perfonnance of nursing supervision. The improvement of the nursing ServiCCS quality Shall be continually carried out by implementing effective nursing supervision. By special training program of the nursing supervision, head of wards are hoped to with comply to their function as the supervisor to their subordinate.
Read More
T-1118
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Palupi; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mulyadi Muchtar, Sarah Zaidan
Abstrak: Abstrak

Persaingan antar rumah sakit memberikan pengaruh dalam manajemen rumah sakit baik milik pemerintah, swasta dan asing dengan tujuan akhir adalah untuk meningkatkan pelayanan Sarana pelayanan kesehatan di era globalisasi ini, berupaya meningkatkan kualitas jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif.

Pelayanan farmasi di rumah sakit merupakan suatu bagian atau fasilitas di rumah sakit. Unit farmasi adalah salah satu revenue center di rumah sakit dimana mempunyai pengaruh besar terhadap pendapatan rumah sakit. Kinerja layanan unit farmasi dapat diukur dari lamanya waktu tunggu pelayanan dalam proses penyiapan obat sesuai resep dokter.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ketidak berhasilan pencapaian Key Performance Indikator (KPI) unit farmasi rawat jalan,melakukan pengembangan standar yang dibutuhkan, mengidentifikasi gap analysis yang ada dan membuat action plan guna peningkatan kualitas pelayanan.

Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara pengamatan (observasional), telaah dokumen dan wawancara mendalam. Teknik penelitian ini adalah teknik triangulasi data, guna penguatan informasi-informasi dengan beberapa cara untuk mengurangi bias yang ada.

asil penelitian ini menunjukkan tren jumlah resep yang masuk pada hari, shift dan jam tertentu, dimana berguna untuk pengaturan komposisi staf yang ada. Selain itu penelitian ini menunjukkan adanya ketidak efisen an waktu proses pada tahap penerimaan resep dan penyerahan resep. Dan penelitian ini menyarankan adanya pengitungan ulang terhadap pola ketenaan unit farmasi rawat jalan.


Competition among hospitals provide hospital management influence in both government-owned, private and foreign with the ultimate goal is to improve health care facilities in this era of globalization, working to improve the quality of services offered to the public. This is because the quality of service can be used as a tool to achieve competitive advantage.

Pharmacy services in hospitals is a part of the hospital or facility. Pharmaceutical unit is one revenue center at the hospital, which had a major impact on hospital revenue. Pharmaceutical unit service performance can be measured by the length of the waiting time in the service of the process of preparing the drug as prescribed.

This study aims to determine the cause of the unsuccessful achievement of Key Performance Indicators (KPI) outpatient pharmacy unit, to develop the required standards, identifying a gap analysis of existing and create action plan to improve the quality of care.

This is a descriptive study, with quantitative and qualitative approaches in the observations (observational), document review and in-depth interviews. This research technique is the technique of triangulation of data, in order to strengthen the information in several ways to reduce the bias that exists.

Results of this study show a trend in the number of prescriptions coming days, shifts and hours specified, which is useful for setting the composition of existing staff. Moreover this study showed a lack of time efisen an admission process at the stage of recipes and recipe submission. And this study suggests a re-calculation of the pattern ketenaan outpatient pharmacy unit.

Read More
T-3963
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive