Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36591 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Naura Athira Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Soewarta Kosen, Suparmi
Abstrak:
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, mulai dari 3 tahun sampai dengan permanen. Jenis kontrasepsi yang termasuk ke dalam MKJP adalah IUD, implan, tubektomi/MOW, dan vasektomi/MOP. Prevalensi penggunaan MKJP memiliki angka yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan non-MKJP. Menurut data SDKI 2017, terdapat 29% pengguna suntik KB dan 12% pengguna pil KB di Indonesia. Sedangkan, hanya terdapat masing-masing 5% pengguna IUD dan Implan, 4% pengguna MOW, dan < 1% pengguna MOP di Indonesia. Padahal, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang lebih praktis dan aman untuk mencegah kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi penggunaan MKJP di wilayah pedesaan di Indonesia, menggambarkan karakteristik individu di wilayah pedesaan di Indonesia, dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada wanita usia 15-49 tahun di wilayah pedesaan di Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan data sekunder milik SDKI 2017. Uji yang digunakan adalah Uji Chi-Square dan Uji Regresi Cox. Hasil penelitian yang didapatkan adalah ada hubungan yang signifikan antara usia (APR = 1,4; 95% CI = 1,28-1,56), tingkat pendidikan (APR = 1,3; 95% CI = 1,18-1,44), tingkat ekonomi (APR=1,2; 95% CI=1,05-1,33), paritas (APR = 1,4; 95% CI = 1,24-1,51), pengetahuan tentang kontrasepsi (APR = 1,5; 95% CI = 1,32-1,59), sumber pelayanan kontrasepsi (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20), keterpaparan informasi KB (APR = 1,1; 95% CI = 1,00-1,21), dan dukungan suami (APR = 1,7; 95% CI = 1,13-2,68). Faktor yang paling dominan dalam penelitian ini adalah sumber pelayanan kontrasepsi (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20).

The Long-Term Contraceptive Method (LTCM) is a contraceptive method that can be used for a long time, start from 3 years to permanent. Contraceptive method that are included in LTCM are IUD, implant, tubectomy, and vasectomy. According to the 2017 IDHS data, LTCM utilization prevalence is much lower in number, compared to the Short-Term Contraceptive Method utilization, even though LTCM is more efficient and safe way to prevent pregnancy. The most used contraceptive method is injectables (29%) and pills (12%) Meanwhile, there are only 5% use IUD, 5% use Implant, 4% use tubectomy, and <1% use vasectomy. This study’s objective is to describe the prevalence of LTCM utilization in Indonesia’s rural areas, describe the individual characteristics in Indonesia’s rural areas, and determine the associated factors of LTCM utilization in women aged 15-49 in Indonesia’s rural areas. This is a cross-sectional study using secondary data from IDHS 2017. The analysis used in this study is Chi-Square test and Cox Regression test. The results found that there are significant association between age (APR = 1,4; 95% CI = 1,28-1,56), education level (APR = 1,3; 95% CI = 1,18-1,44), economic status (APR=1,2; 95% CI=1,05-1,33), parity (APR = 1,4; 95% CI = 1,24-1,51), knowledge of contraception (APR = 1,5; 95% CI = 1,32-1,59), source of contraception service (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20), family planning information exposure (APR = 1,1; 95% CI = 1,00-1,21), and partner support to the utilization of LTCM (APR = 1,7; 95% CI = 1,13-2,68). Source of contraception service is the predominant factor in this study (PR = 2; 95% CI = 1,80-2,20).
Read More
S-11226
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Apande; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Helda, Nia Reviani
Abstrak:
Berdasarkan cakupan Indeks Ketimpangan Gender, Provinsi Banten dan Bengkulu memiliki cakupan IKG yang sama. Namun capaian penggunaan MKJP berdasarkan SDKI berbeda di Provinsi Banten memiliki capaian penggunaan yang konsisten rendah dan Provinsi Bengkulu memiliki capaian penggunaan konsisten tinggi. Sehingga terdapat faktor yang mempengaruhi penggunaan MKJP di kedua wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh faktor yang mempengaruhi penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi antara Provinsi Banten dan Bengkulu. Sampel yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 319 di Provinsi Banten dan 254 di Provinsi Bengkulu. Hasil studi ini menunjukkan bahwa proporsi penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi sebesar 20,5% di Provinsi Banten dan 31% di Provinsi Bengkulu. Faktor yang paling dominan mempengaruhi penggunaan MKJP di Provinsi Banten adalah sumber pelayanan KB, wanita yang pelayanan KB-nya dilakukan di sektor pemerintah memiliki risiko 7 kali lebih tinggi untuk menggunakan MKJP (PR 7,05 95% CI 4,60-10,8). Faktor yang dominan mempengaruhi penggunaan MKJP di Provinsi Bengkulu adalah tempat tinggal, wanita yang tinggal di perkotaan memiliki risiko 1,8 kali untuk menggunakan MKJP dibandingkan wanita yang tinggal di pedesaan (PR 1,88 95% CI 1,34-2,64).

Based on the coverage of the Gender Inequality Index, Banten and Bengkulu provinces have the same coverage. However, the achievement of LACM utilization based on the IDHS is different in Banten Province has a consistently low utilization rate and Bengkulu Province has high consistent usage achievements. Therefore, there are factors that influence the use of LACM in these two regions. This study aims to determine the differences in the influence of factors affecting the use of LACM in women who do not want more children between Banten and Bengkulu Provinces. The samples analyzed in this study were 319 in Banten Province and 254 in Bengkulu Province. The results of this study showed that the proportion of LACM use among women who did not want more children was 20.5% in Banten Province and 31% in Bengkulu Province. The most dominant factor influencing the use of LACM in Banten Province was the source of family planning services, women whose family planning services were conducted in the government sector had a 7 times higher risk of using LACM (PR 7.05 95% CI 4.60-10.8). The dominant factor affecting the use of LACM in Bengkulu Province is place of residence, women who live in urban areas have a 1.8 times risk of using LACM compared to women who live in rural areas (PR 1.88 95% CI 1.34-2.64).
Read More
T-7024
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syeri Febriyanti; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Woro Riyadina, Ajeng Tias Endarti
Abstrak:
Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan dunia. Prevalensi hipertensi diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2025 nanti. Di Indonesia, penderita hipertensi didominasi oleh penduduk berjenis kelamin perempuan. Salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan kejadian hipertensi adalah penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal pasca salin dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur. Desain penelitian adalah cross sectional dilakukan pada Januari-Juni 2023 menggunakan data Riskesdas 2018. Kelompok terpajan adalah 45.178 responden yang menggunakan kontrasepsi hormonal dan kelompok tidak terpajan adalah 30.845 responden yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengguna kontrasepsi hormonal pasca salin dengan kejadian hipertensi setelah mengendalikan umur dan indeks masa tubuh dengan nilai PR=1,10 (1,06– 1,12). Pada penelitian ini juga menilai hubungan antara jenis kontrasepsi hormonal pasca salin diantaranya kontrasepsi suntikan 3 bulan dengan nilai PR=1,08 (CI 95% 1,05-1,12); kontrasepsi suntikan 1 bulan dengan nilai PR 0,99 (CI 95% 0,93-1,05); kontrasepsi implan PR 0,90 (CI 95% 0,84-0,96); dan kontrasepsi pil PR 1,30 (CI 95% 1,23-1,35). Hal ini diharapkan bisa menjadi gambaran bahwa pemilihan kontrasepsi sangatlah penting untuk mencegah hipertensi dikemudian hari.  

Hypertension is one of diseases caused world health problems. The prevalence of hypertension is predicted will be increase. Hypertension in Indonesia are dominated by the female population. One of the risk factors caused hypertension is the use of hormonal contraception. This study aims to determine the association between the last birth hormonal contraception and the prevalence of hypertension. The research design was cross-sectional from January to June 2023 used the 2018 Riskesdas data. The exposed group was 45,178 respondents who used hormonal contraception and the unexposed group was 30,845 who did not use hormonal contraception. The results showed that there was a significant association between the use of hormonal contraception and the prevalence of hypertension after controlling for age and body mass index with AdjPR 1.10 (95% CI 1.06–1.12). This study also assessed the association between types of hormonal contraception including 3-month injection contraception with AdjPR value of 1.08 (95% CI 1.05-1.12); 1-month injectable contraception with AdjPR value of 0.99 (95% CI 0.93-1.05), implant contraceptive AdjPR 0.90 (95% CI 0.84-0.96), and contraceptive pill AdjPR 1.30 (95% CI 1.23-1.35). This is expected to illustrate the importance of choosing the right contraception to prevent the hypertension

Read More
T-6601
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meyrisca Fatmarani; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Rahmadewi
S-8859
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risna Ilmi Aulia; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Renti Mahkota, Yoan Hotnida Naomi Hutabarat
Abstrak:
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2020, insiden kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus di tahun 2020. Walaupun prevalensi kanker serviks di Indonesia tinggi, skrining nasional kanker serviks masih rendah yaitu 9,3% hingga tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan sumber data Riset PTM 2016. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perempuan usia 25-64 tahun di Indonesia yang menjadi responden dalam Riset PTM 2016, yaitu sebanyak 32.564 responden. Hasil penelitian menemukan bahwa prevalensi lesi prakanker serviks pada wanita usia 25-64 tahun di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 7,3%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, terdapat hubungan yang signifikan antara usia (POR=1,38; 95% CI: 1,27–1,50) dan penggunaan kontrasepsi hormonal (POR=1,23; 95% CI: 1,11–1,36) dengan kejadian lesi prakanker serviks dan terdapat hubungan yang signifikan dengan efek protektif antara paritas (POR=0,91; 95% CI: 0,84–0,99) dan usia pertama melahirkan (POR=0,86; 95% CI: 0,78–0,96) dengan kejadian lesi prakanker serviks. Pemerintah perlu melakukan pemerataan dalam penyediaan peralatan skrining kanker serviks (terutama IVA) ke puskesmas dan fasilitas kesehatan primer lainnya untuk meningkatkan cakupan skrining nasional.

Cervical cancer is one of the leading causes of cancer deaths in women. Based on data from GLOBOCAN 2020, the incidence of cervical cancer in Indonesia reached 36,633 cases in 2020. Despite the high prevalence of cervical cancer in Indonesia, national cervical cancer screening is still low at 9.3% until 2022. This study aims to determine the factors associated with the incidence of cervical precancerous lesions in Indonesia. This study used a cross-sectional study design with the 2016 NCD Research data source. The sample in this study was women aged 25-64 years in Indonesia who were respondents in the 2016 NCD Research, totaling 32,564 respondents. The results of the study found that the prevalence of cervical precancerous lesions in women aged 25-64 in Indonesia in 2016 was 7.3%. Based on the results of bivariate analysis, there is a significant relationship between age (POR=1,38; 95% CI: 1,27–1,50) and the use of hormonal contraception (POR=1,23; 95% CI: 1,11–1,36) with the incidence of cervical precancerous lesions and there is a significant relationship with a protective effect between parity (POR=0,91; 95% CI: 0,84–0,99 and age at first birth (POR=0,86; 95% CI: 0,78–0,96) with the incidence of cervical precancerous lesions. The government needs to ensure equity in the provision of cervical cancer screening equipment (especially VIA) to community health centers (puskesmas) and other primary health facilities to increase national screening coverage.
Read More
S-11626
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Sora Yullyana; pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Renti Mahkota, Rahmadewi
Abstrak: Penggunaan kontrasepsi merupakan strategi untuk menunda dan mengontrol kelahiran dengan mengurangi kemungkinan terjadinya fertilitas ovum olehspermatozoa. Namun, cakupan penggunaan kontrasepsi di Provinsi Papua masih jauh dari target yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penggunaan kontrasepsi pada 15-49 tahun berdasarkan faktor predisposisi dan faktor pendukung di Provinsi Papua tahun 2012. Metodepenelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan analisis data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. Sampel penelitian ini adalah wanita usia subur usia 15-49 tahun yang tercatat sebagai responden pada data SDKI 2012serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi penggunaan kontrasepsi pada WUS 15-49 tahun di Provinsi Papua adalah 14,6 persen. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara distribusi penggunaan kontrasepsi pada WUS dengan usia >35 tahun (PR: 7,823; CI 95% 3,210-19,067), pendidikan tinggi (PR: 4,751;CI 95% 2,884-7,827), bekerja (PR: 0,435; CI 95% 0,318-0,595), jumlah paritas 3-4 anak (PR: 3,254; CI 95% 2,286-4,633), tinggal di perkotaan (PR: 2,694; CI 95%1,960-3,703), ekonomi menengah (PR: 2,666; CI 95% 1,798-3,953), pengetahuan tinggi (PR: 3,970; CI 95% 2,863-5,507), dan pernah terpapar informasi KB (PR:3,091; CI 95% 2,255-4,236) dengan nilai p value <0,005. Oleh karena itu,diperlukan peningkatan upaya promosi kesehatan secara intensif dan penyebarluasan informasi oleh tenaga kesehatan mengenai manfaat akan pentingnya penggunaan kontrasepsi pada WUS, memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas dalam memperoleh alat/metode KB.
Kata kunci : Keluarga Berencana, Metode Kontrasepsi, Wanita Usia Subur
The use of contraception is a strategy to delay pregnancy and to do birth control,with the possibility of reducing fertility of ovum by spermatozoa. However,coverage of the use of contraceptive in Papua is still far from the target set. Thisstudy aims to determine the distribution of contraceptive use based on WUS 15-49years predisposing factors and enabling factors in Papua Province in 2012. Thisresearch used cross sectional design method with secondary data analysis ofDemographic Health Survey of Indonesia 2012. This study sample were womenage is 15-49 years, listed as respondents in the data IDHS 2012, and meet theinclusion and exclusion criteria. The results showed that the distribution ofcontraceptive use on WUS 15-49 years in Papua province was 14.6 percent. Theresults of analysis showed there is a significant relationship between thedistribution of contraceptive use on WUS with age >35 years (PR: 7.823; 95% CI3.210 to 19.067), higher education (PR: 4.751; 95% CI 2.884 to 7.827),employment status (PR: 0.435; 95% CI 0.318 to 0.595), number of parity 3-4children (PR: 3.254; 95% CI 2.286 to 4.633), urban residence (PR: 2.694; 95% CI1.960 to 3.703), middle income (PR: 2.666; 95% CI 1.798 to 3.953), higherknowledge (PR: 3.970; 95% CI 2.863 to 5.507), and have been exposed to familyplanning information (PR: 3,091; 95% CI 2.255 to 4.236) with a p value <0.005.Therefore, an increase in the effort required of health promotion, intensivecounseling and dissemination of information by health professionals about thebenefits of the importance of contraceptive use on WUS, providing qualitycontraceptive services in obtaining the tools/methods of family planning.
Keywords: Family Planning, Methods of Contraception, Women of Reproductive Age
Read More
S-8283
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Sari; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati
S-6805
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mira Sri Gumilar; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Krisnawati Bantas, Yuli Farianti, Nindya Savitri
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Mira Sri Gumilar Program Studi : Epidemiologi Judul :    Hubungan Merokok Dengan Risiko Kehamilan Ektopik Pada Wanita Usia 15-49 Tahun Di Indonesia Tahun 2012 Pembimbing :    Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator utama kesehatan ibu. Pada tahun 2015, angka kematian ibu mengalami penurunan menjadi sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, namun angka ini masih belum memenuhi target MDGs.  Apabila dibandingkan secara global, AKI di Indonesia masih berada di atas AKI Global. Tiga penyebab terbesar kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh perdarahan, hipertensi, dan infeksi. Perdarahan dan komplikasi kehamilan pada masa kehamilan bisa terjadi pada awal kehamilan dan akhir kehamilan. Perdarahan dan komplikasi kehamilan pada masa awal kehamilan dapat disebabkan oleh aborsi dan kehamilan ektopik. Berdasarkan beberapa penelitian, salah satu faktor risiko kehamilan ektopik yaitu merokok. Prevalensi perokok wanita di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan terutama pada tahun 2010 prevalensi perokok wanita adalah sebesar 4% dan menduduki urutan ke 17 di dunia. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya besaran masalah kehamilan ektopik di Indonesia, mengetahui sebaran variabel kehamilan ektopik dan merokok berdasarkan provinsi, dan diketahuinya hubungan antara merokok dengan terjadinya kehamilan ektopik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kejadian kehamilan ektopik dan variabel independen utamanya adalah merokok, sedangkan variabel kovariat terdiri dari status pendidikan, metode penggunaan kontrasepsi, jumlah paritas ibu, riwayat menderita Penyakit Menular Seksual (PMS), status urban dan perokok pasif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) SDKI tahun 2012. Kriteria responden pada penelitian ini adalah responden wanita yang diwawancarai dengan kuisioner wanita SDKI 2012. Jumlah responden yang dianalisis adalah sebesar 32.269 wanita yang eligibel. Analisis yang dilakukan terdiri dari analisis univariat, bivariat dan multivariat. Penelitian ini menunjukan prevalensi kehamilan ektopik di Indonesia adalah sebesar 0,56% dan prevalensi merokok sebesar 3,31%. Analisis bivariat menunjukan responden yang merokok memiliki risiko 2,64 kali untuk mengalami kehamilan ektopik dibandingkan dengan yang tidak merokok. Setelah dikontrol dengan variabel pendidikan, metode penggunaan kontrasepsi, riwayat menderita penyakit menular seksual (PMS), dan status urban, responden yang merokok memiliki risiko 3,28 kali untuk mengalami kehamilan ektopik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa merokok memiliki hubungan dengan risiko terjadinya kehamilan ektopik. Kata kunci: Kehamilan ektopik, Merokok, Indonesia


ABSTRACT Name : Mira Sri Gumilar Study Program :    Epidemiology Title :    The Association Between Smoking and Ectopic Pregnancy Risk in Women Aged 15-49 Years in Indonesia 2012 Counsellorr :    Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH Maternal mortality rate is a primary indicator for maternal health. In 2015, maternal mortality rate has decreased to 305 for 100.000 live birth, nevertheless this rate does not meet with the MDGs target. Indonesia’s maternal mortality rate is still above from global rate. In Indonesia, there are Three cases that caused maternal death, bleeding, hypertension, and infection. Bleeding can be occurred in early pregnancy or in the end of pregnancy. Bleeding in early pregnancy can be caused by abortion and ectopic pregnancy. Some research showed that one of the risk factor of ectopic pregnancy was smoking. Prevalence of female smoker in Indonesia is 4% in 2010 and increasing in every year. Indonesia has 17 th in rank of prevalence female smoker in the world. This study aim to know about prevalence ectopic pregnancy in Indonesia that can showing the problem about ectopic pregnancy, to know the distribution of ectopic pregnancy and female smoker by province in Indonesia, and to know about the association between smoking and ectopic pregnancy. This study is cross sectional study with ectopic pregnancy as a dependent variable and smoking as main independent variable. Covariate variables for this study are education, contraception method, parity, history of sexually transmitted diseases, urban status and passive smoker. This study use Indonesia Demographic And Health Survey (IDHS) 2012. Responden’s criteria was women that to be interviewed with women questionnaire IDHS 2012. Thera are 32.269 woman who is elgible to include in this study. This study does three step analysis, univariate, bivariate, and multivariate analysis. The result shows that prevalence of ectopic pregnancy in Indonesia is 0,56% and prevalence of women smoking in Indonesia is 3,31%. From bivariate analysis shows that female smoker had 2,64 fold to experience ectopic pregnancy compared with non smoker female. After controlled by education, contraception method, history of sexually transmitted diseases, and responden’s residence, female smoker has 3,28 fold to experience ectopic pregnancy comparing with non smoker female. This study has showed that smoking has a relationship with ectopic pregnancy. Key words:Ectopic Pregnancy, Smoking, Indonesian

Read More
T-5447
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juita Ayu Bima Putri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Lintje
Abstrak: Selama tahun 2015-2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia diperkirakan akan terkonsentrasi di sembilan negara salah satunya adalah Indonesia. Pada tahun 2015 persentase penggunaan metode kontrasepsi modern sebesar 58,99%. Sebagian besar PUS peserta KB di Indonesia masih mengandalkan kontrasepsi suntikan (59,57%), sedangkan persentase pengguna MKJP adalah 17,01% (Susenas, 2015). Data Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2016, proporsi peserta KB aktif yang menggunakan MKJP berjumlah 4.024 (9,3%) PUS. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia 15-49 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2017. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 sampel untuk kelompok kasus (pengguna MKJP) dan 60 sampel untuk kelompok kontrol (pengguna Non MKJP). Uji statistik menggunakan Chi Square test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur, status pekerjaan, jumlah anak hidup, pengetahuan tentang MKJP, sikap terhadap MKJP, biaya pelayanan KB, keterpaparan informasi mengenai MKJP, dukungan tenaga kesehatan terhadap penggunaan MKJP, dukungan suami terhadap penggunaan MKJP, dan pengambilan keputusan ber-KB dengan penggunaan MKJP.
Kata Kunci : Faktor Risiko, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

During 2015-2050, half of the world population growth is expected to be concentrated in nine countries, one of which is Indonesia. By 2015 the percentage of modern contraceptive method usage is 58.99%. Most of the couples of reproductive age participants in Indonesia still rely on injectable contraception (59.57%), while the percentage of LTCM users is 17.01% (Susenas, 2015). Data of Puskesmas Kecamatan Cipayung in 2016, the proportion of active family planning participants using LTCM amounted to 4,024 (9.3%). The purpose of this research is to know the overview of factors associated to the use of long-term contraception method (LTCM) in women aged 15-49 years in work area of Puskesmas Kecamatan Cipayung East Jakarta year 2017. The research design use case control. Sampling was done by simple random sampling. The number of samples in this study were 60 samples for case group (LTCM users) and 60 samples for control group (Non LTCM user). Statistical test using Chi Square test. The results of the study showed that there was a relationship between age, occupation status, number of live children, knowledge of LTCM, attitudes toward LTCM, cost of family planning services, exposure of information about LTCM, support of health workers on the use of LTCM, husband support for LTCM use, and family planning decision making with the use of LTCM.
Keywords: Risk Factor, Long Term Contraception Method (LTCM)
Read More
S-9443
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Ayu Sindy Prabayuni; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sandra Fikawati, Farida Ekasari
S-8574
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive