Ditemukan 34772 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Almira Nurul Qisti; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Haryoto Kusno Putranto, Ariyanto
Abstrak:
Read More
Dalam rangka pengurangan sampah yang diangkut ke TPA, pentingnya melakukan pengelolaan sampah yang dimulai dari masyarakat yang dapat dilakukan secara sinergis melalui program nasional yaitu bank sampah. Namun hingga saat ini, bank sampah masih belum berfungsi secara maksimal. Pengurangan sampah yang berhasil dilakukan baru mencapai 27,73% dari target sebesar 30% total sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah pada bank sampah dan mengetahui strategi yang tepat untuk bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu agar dapat berkelanjutan dan dapat mengurangi sampah yang diangkut ke TPA. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT melalui perhitungan bobot dan rating pada indikator kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman berdasarkan aspek-aspek pengelolaan sampah yang ada pada teori Integrated Sustainable Waste Management (ISWM). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 13 petugas bank sampah, observasi secara langsung ke 4 bank sampah, dan telaah dokumen bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu. Hasil analisis SWOT diperoleh bahwa nilai internal atau Internal Factors Analysis Summary (IFAS) sebesar 0,732 dan nilai eksternal atau External Factors Analysis Summary (EFAS) sebesar -1,406 menunjukan bahwa bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu sudah berada di posisi yang cukup baik, yaitu berada pada kuadran 2 pada posisi antara sumbu kekuatan (strength) dan ancaman (threat). Posisi ini dapat diartikan bahwa bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu disarankan untuk melakukan strategi diversifikasi, yaitu dengan menggunakan kekuatan dari segi internal untuk mengatasi ancaman. Kesimpulannya, bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu telah berjalan dengan baik. Namun, untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas bank sampah, penting dukungan dari semua pihak dimulai dari masyarakat setempat, RT dan RW, pemerintah setempat, hingga lembaga swasta.
To reduce waste transported to the trash yard, it is important to carry out waste management starting from the community which can be carried out synergistically through a national program, waste bank. However, the waste bank is still not functioning optimally. The successful reduction of waste banks has only reached 27.73% of the target of 30% of total waste. This study aims to analyze the waste management system at the waste bank and find out the right strategy for the waste bank in Pasar Minggu District so that it can be sustainable and can reduce the waste transported to the trash yard. Data analysis was carried out using the SWOT analysis approach by calculating weights and ratings on indicators of strengths, weaknesses, opportunities, and threats based on aspects of waste management in the Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) theory. Data collection was carried out through in-depth interviews with 13 waste bank officers, direct observation of 4 waste banks, and review of waste bank documents in Pasar Minggu District. The results of the SWOT analysis showed that the internal value (IFAS) was 0.732 and the external value (EFAS) was -1.406 indicating that the waste bank in Pasar Minggu District is in a fairly good position, which is in quadrant 2 in the position between the strength and threats. This position can be interpreted that the waste bank in Pasar Minggu District is advised to carry out a diversification strategy, namely by using strength from an internal perspective to overcome threats. In conclusion, the waste bank in Pasar Minggu District is running well. However, to continue to maintain and improve the quality of bank waste, support from all parties is important, starting from the local community, RT and RW, local government, to private institutions.
S-11269
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aulia Salmaddiina; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Aulia Maulidha
Abstrak:
Sampah pasar merupakan sumber sampah kedua pada sampah perkotaan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi akar masalah pada sistem pengelolaansampah padat pada pasar di Kota Y pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenispenelitian kualitatif dengan melakukan obervasi menggunakan daftar tilik dan telaahdokumen. Untuk menentukan akar masalah pada sistem pengelolaan sampah padat dipasar peneliti menggunakan fishbone diagram yang dianalisis berdasarkan empat aspekyaitu, aspek kelembagaan, aspek teknis, aspek lingkungan, dan aspek sosial-budaya.Hasil penelitian menunjukkan akar masalah dari sistem pengelolaan sampah berdasarkananalisis fishbone diagram dan perhitungan skoring adalah aspek lingkungan karena tidakditemukannya penerapan dari semua kriteria aspek ini. Kesimpulan dari penelitian ini,untuk menyelesaikan permasalahan pada aspek lingkungan diperlukannya analisisstakeholder, serta perlu adanya penguatan peran dari pengelola pasar yang dapatdibangun dengan pengadaan mekanisme fit and proper test. Selain itu penting untukmelakukan asesmen kebutuhan sarana-prasarana pengelolaan sampah berdasarkan luaspasar.
Kata kunci: fishbone diagram, limbah padat, pasar, analisis masalah
Read More
Kata kunci: fishbone diagram, limbah padat, pasar, analisis masalah
S-10229
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Eka Desrina Purwanti; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Diah Wati S.
Abstrak:
Tanpa pengelolaan yang baik, sampah dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang aman merupakan salah satu indikator kesehatan lingkungan dalam STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Pengelolaan sampah rumah tangga bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, namun masyarakat pun mempunyai kewajiban dalam pengelolaan sampah rumah tangganya. Bank sampah merupakan kelompok swadaya masyarakat dimana kegiatannya adalah menerima tabungan berupa sampah sebagai upaya reduce, reuse, dan recycle dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah di Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Adapun meode yang digunakan adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengetahuan dan sikap berhubungan dengan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sikap merupakan faktor dominan dalam penelitian ini dibanding faktor lainnya. Kesimpulan penelitian ini bahwa peran serta masyarakat Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah cukup baik, yaitu 63,8% Kata kunci: Bank sampah; pengelolaan sampah rumah tangga; peran serta. Without good management, waste can have a negative impact on public health. Safe waste management is one of the indicators of environmental health in STBM (Community-Based Total Sanitation). Household waste management is not just the responsibility of the government. But also has an obligation in household waste management. Waste Bank is a self-help group where the activity is to receive savings in the form of garbage as efforts reduce, reuse, and recycle in the field of waste management. This study discusses the factors that influence the participation of the community in waste management through the garbage bank in Tambun Utara Subdistrict, Bekasi Regency in 2018. The method used is Quantitative method with cross sectional approach. The result of the research shows that knowledge and attitude relate to community participation in waste management through waste bank. Attitude is the dominant factor in this study compared to other factors. The conclusion of this research is that community participation of Tambun Utara Sub-district of Bekasi Regency in waste management through garbage bank is good enough, that is 63,8%. Key words: Commnity participation; household waste management; waste bank.
Read More
S-9687
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zakianis; Promotor: I Made Djaja; Kopromotor: Sabarinah, Haruki Agustina; Penguji: Alin Halimatussadiah, Ririn Arminsih Wulandari, Rita Damayanti, Sonny P. Warouw
Abstrak:
ABSTRAK Kegagalan dalam pengelolaan sampah berarti kegagalan dalam menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini mengembangkan indikator kinerja TPS3R dan bank sampah serta indikator tingkat kepuasaan rumah tangga terhadap layanan pengelolaan sampah di TPS3R dan bank sampah. Diterapkan pendekatan gabungan, yaitu studi kualitatif untuk menggali indikator kinerja, serta studi kuantitatif untuk memeriksa validitas dan reliabilitas instrumen pengukur kinerja TPS3R dan bank sampah. Data memperlihatkan bahwa validitas dan reliabilitas instrumen yang dikembangkan cukup baik. Skor kinerja TPS3R yang berkinerja baik (skor 60 atau lebih) lebih banyak (48,61%) dari pada bank sampah (24,04%). Terungkap asosiasi secara statistik antara indikator masukan dan keluaran kinerja di TPS3R, namun tidak demikian halnya di bank sampah. Pemerintah daerah disarankan dapat memakai instrumen yang dikembangkan ini untuk mengukur kinerja TPS3R dan bank sampah. Namun tetap diperlukan studi lain guna memperbaiki indikator kinerja di wilayah yang lebih luas. Kata kunci: pengelolaan sampah padat, skala pemukiman, TPS3R, bank sampah ABSTRACT Solid waste mismanagement means failure to maintain and protect public health and the environment. This study developed performance indicator of TPS3R and waste bank, as well as household satisfaction indicators towards services done byTPS3R and waste bank. A combined qualitative approach to explore performance indicators, and quantitative study to test the validity and reliability of instruments, was employed. The validity and reliability of developed instruments were satisfied. Using total score, it was revealed that TPS3R good performance (score 60 or higher) was found more frequent (48,61%) than the waste bank (24,04%). The association of input and output performance indicators was statistically found in TPS3R, but not in waste bank. The local government to assess the level of performance of TPS3R and waste bank might use these instruments. Hence, it still calls for more studies to improve indicators in a wider area. Keywords: solid waste management, community, TPS3R, waste bank
Read More
D-393
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ananda Haman Sunarko; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Ariyanto
Abstrak:
Read More
Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi suatu permasalahan yang krusial termasuk daerah Ibukota yang akan meningkatkan risiko terjangkit penyakit pada pekerja Bank Sampah. Salah satunya masalah diare sebagai penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan utama kesehatan masyarakat hingga saat ini dan merupakan penyakit 10 besar di hampir seluruh puskesmas di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Data Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan tahun 2022 menunjukkan bahwasannya terdapat kasus diare pada semua umur berjumlah 7.417 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi terhadap penyakit diare pada pekerja Bank Sampah Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan tahun 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan dari bulan Januari sampai Maret 2023. Metode dalam pengambilan data melalui wawancara dan observasi langsung dengan menggunakan kuesioner dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 74 responden. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji statistik dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% pekerja Bank Sampah mengalami penyakit diare dan 48,6% tidak mengalami penyakit diare. Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit diare pada penelitian ini adalah kebiasaan cuci tangan tangan dengan p-value sebesar 0,000 dan OR = 15.300 [95% CI 3.209 - 72.941], penggunaan APD dengan p-value sebesar 0,001 dan OR = 9.333 [95% CI 2.420 - 36.001], ketersediaan air bersih dengan p-value sebesar 0,001 dan OR = 8.000 [95% CI 2.365 - 27.057] dan keberadaan vektor penular penyakit dengan p-value sebesar 0,000 dan OR = 18.857 [95% CI 4.873 - 72.978]. Disarankan kepada pekerja Bank Sampah Kecamatan Pesanggrahan untuk menerapkan kebiasaan cuci tangan, menggunakan sarung tangan saat bekerja, dan memperhatikan kondisi sanitasi lingkungan serta keberadaan vektor penular penyakit di Bank Sampah.
The waste problem in Indonesia is still a crucial problem, including in the capital city, which will increase the risk of contracting disease among Waste Bank workers. One of them is the problem of diarrhea as an environment-based disease which is still a significant public health problem to date and is a top 10 disease in almost all health centers in Pesanggrahan District, South Jakarta. Data from the Public Health Centre of Pesanggrahan District in 2022 showed that there were cases of diarrhea at all ages totaling 7,417 people. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and sanitation on diarrhea disease in Waste Bank workers in Pesanggrahan District, South Jakarta, 2022. This research is a type of quantitative research using a cross-sectional study design which was conducted from January to March 2023. The data was collected through interviews and direct observation using a questionnaire with 74 respondents. The data obtained were then tested statistically with the chi-square test. The results showed that 51.4% of Waste Bank workers had diarrhea, and 48.6% did not. Factors associated with diarrhea disease in this study were hand washing habits p-value 0,000 and OR = 15.300 [95% CI 3.209 - 72.941], use of PPE p-value 0,001 and OR = 9.333 [95% CI 2.420 - 36.001], availability of clean water p-value 0,001 and OR = 8.000 [95% CI 2.365 - 27.057], and disease-transmitting vectors p-value 0,000 and OR = 18.857 [95% CI 4.873 - 72.978]. It is suggested that Waste Bank workers in Pesanggrahan District apply hand washing habits, wear gloves when working, and pay attention to environmental sanitation conditions and disease-transmitting vectors in the Waste Bank.
S-11236
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sabrina Handayani Suciyono Astuti; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Apri Yulda
Abstrak:
Read More
Pasar adalah kontributor sampah terbesar kedua di Indonesia setelah rumah tangga. Sebagian besar sampah pasar masih dilakukan pengelolaan secara tradisional yang tidak memadai, yaitu sampah yang terkumpul diangkut ke Tempat Penampungan Sementara kemudian sampah dibawa truk pengangkut untuk dibuang, dan belum menerapkan pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah menilai kelayakan ekonomi dari pengelolaan sampah di Pasar X dan Pasar Y dengan pertimbangan nilai biaya dan manfaat. Pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan studi kasus evaluasi ekonomi Cost Benefit Analysis pada pengelolaan sampah Pasar X dibandingkan dengan Pasar Y. Hasil total biaya pengelolaan sampah Pasar X adalah Rp593.412.023 dan total manfaat yang diperoleh sebesar Rp31.707.992. Dari total biaya dan total manfaat tersebut dihasilkan net value senilai -561.704.031 dan BCR 0,053. Total biaya yang dikeluarkan untuk Pasar Y sebesar Rp662.910.538 dan total manfaat yang didapatkan sejumlah Rp11.406.250. Dari total biaya dan total manfaat tersebut, dihasilkan net value senilai -651.504.288 dan BCR 0,017. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan sampah Pasar X lebih memungkinkan untuk dilakukan dibanding Pasar Y meskipun sama-sama tidak menguntungkan dan tidak layak secara ekonomi untuk dilakukan.
Markets are the second largest contributor to waste in Indonesia after households. Most market waste is still managed using traditional methods that are inadequate, namely waste is collected and transported to temporary shelter, then transported by trucks for disposal, without processing. This study aims to assess the economic feasibility of waste management at X Market and Y market by considering the costs and benefits involved. A descriptive quantitative approach based on a case study of economic evaluation using Cost-Benefit Analysis (CBA) was applied to compare waste management at X Market with waste management at Y Market. The total cost of waste management at X Market amounted to Rp593,412,023, with total benefits is Rp31,707,992. From the total costs and total benefits, a net value of -561,704,031 and a BCR of 0.053 were obtained. The total costs for Y Market amounted to Rp662,910,538, and the total benefits obtained is Rp11,406,250, resulting in a net value of -651,504,288 and a BCR of 0.017 were obtained. This study concludes that waste management at X Market is relatively more feasible than at Y Market, although both are unprofitable and economically unfeasible to implement.
Markets are the second largest contributor to waste in Indonesia after households. Most market waste is still managed using traditional methods that are inadequate, namely waste is collected and transported to temporary shelter, then transported by trucks for disposal, without processing. This study aims to assess the economic feasibility of waste management at X Market and Y market by considering the costs and benefits involved. A descriptive quantitative approach based on a case study of economic evaluation using Cost-Benefit Analysis (CBA) was applied to compare waste management at X Market with waste management at Y Market. The total cost of waste management at X Market amounted to Rp593,412,023, with total benefits is Rp31,707,992. From the total costs and total benefits, a net value of -561,704,031 and a BCR of 0.053 were obtained. The total costs for Y Market amounted to Rp662,910,538, and the total benefits obtained is Rp11,406,250, resulting in a net value of -651,504,288 and a BCR of 0.017 were obtained. This study concludes that waste management at X Market is relatively more feasible than at Y Market, although both are unprofitable and economically unfeasible to implement.
S-12030
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hana Huwaida Athifa; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Roy Marthin Sihombing
S-12074
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahma Febrina; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Sofwan
S-6939
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Restu Yenni Inaya; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Read More
Perilaku manusia dapat memicu peningkatan produksi sampah yang melebihi kemampuan untuk mengelola dan membuang sampah yang dihasilkan. Tanggung jawab pengelolaan sampah rumah tangga sebagai hasil dari kegiatan sehari-hari di dalam keluarga mayoritas menjadi tanggung jawab ibu rumah tangga. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku ibu rumah tangga dalam pemilahan sampah di Kelurahan Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pengambilan sampel secara simpel random sampling dengan rumus uji dua proporsi sejumlah 90 sampel dipilih sesuai kriteria inklusi yaitu ibu rumah tangga di kelurahan Pondok Kelapa RW 04, 09 dan 014 yang bekerja maupun tidak bekerja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Faktor yang mungkin berhubungan adalah umur responden, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, sarana, pengawasan dan peraturan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,2% ibu rumah tangga melakukan pemilahan di rumahnya. Secara statistik, ditemukan adanya hubungan signifikan pada ketersediaan sarana, pengawasan dan peraturan terhadap perilaku pemilahan sampah (p = 0,000), sementara untuk umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan kebiasaan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku pemilahan sampah.
Human behavior can trigger an increase in waste production that exceeds the ability to manage and dispose of the generated waste. The responsibility for managing household waste as a result of daily activities in the majority of families is most responsibility of housewives. The main objective of this research is to describe the behavior of housewives in waste sorting in Pondok Kelapa Subdistrict. This study used a cross-sectional study design with simple random sampling with a two-proportion test formula with a total of 90 samples selected according to inclusion criteria, namely housewives in Pondok Kelapa RW 04, 09 and 014 who worked or did not work. Data collection was carried out using a questionnaire. Factors that may be related are the age of the respondent, level of education, knowledge, attitudes, habits, facilities, supervision and regulations. The results showed that 52.2% of housewives did waste sorting at their home. Statistically, it was found that there was a significant relationship between the availability of facilities, supervision and regulations on waste sorting behavior (p = 0.000), while age, education level, knowledge, attitudes and habits had no significant relationship to waste sorting behavior.
S-11422
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mirza Oktariani Anggina Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak:
Di Indonesia upaya pengurangan sampah dilakukan melalui TPS3R dan bank sampah dengan target nasional sebesar 30% pada periode 2017-2025 berdasarkan Peraturan Presiden No.97 Tahun 2017. Akses masyarakat terhadap pelayanan tersebut baru mencakup 79,8% di seluruh Indonesia dengan akses terbanyak dirasakan oleh penduduk kota dibanding desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase sampah yang terolah di TPS3R dan bank sampah berdasarkan sebarannya di 3 kota, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Tangerang Selatan Tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif yang bersumber dari data pencatatan, kebijakan daerah, dan berita resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase efektivitas pengurangan sampah ke TPA di ketiga kota belum mencapai target yakni masih dibawah 5%. Ketersediaan akses terhadap TPS3R yang paling baik adalah Kota Tangerang Selatan sementara Kota Depok mempunyai ketersediaan akses terhadap bank sampah yang paling baik. Nilai efektivitas pengurangan sampah tertinggi diraih oleh Kota Depok yang mempunyai peraturan daerah terkait 3R. Kota dengan alokasi dana terhadap pengelolaan sampah terbesar adalah Kota Depok, namun Kota Bogor dengan alokasi dana sebesar 2.2% dapat mencapai nilai efektivitas setengah dari nilai efektivitas Kota Depok dan persentase pembinaan dan pemantauan yang paling besar di antara ketiga kota lainnya. Kota Tangerang Selatan dengan cakupan pelayanan TPS3R yang paling baik mempunyai nilai efektivitas terendah meskipun nilai Indeks Pembangunan Manusia adalah tertinggi. Nilai efektivitas yang dicapai ketiga kota belum memenuhi target pengurangan sampah nasional dengan persentase efektivitas diraih TPS3R lebih tinggi dibanding bank sampah.
Kata Kunci: Pengelolaan Sampah Padat, TPS3R, Bank Sampah, Efektivitas, Akses.
In Indonesia, waste reduction efforts are done through TPS3R and waste bank with a national target of 30% in the period 2017-2025 under Presidential Regulation No.97 Year 2017. An effective waste reduction effort can be measured by two indicators, namely primary indicators through the percentage of recycled waste, and other indicators related to legal, monitoring, financial, service coverage, and community participation. This research aims to know the percentage of waste managed in TPS3R and waste bank in 3 cities, Depok City, Bogor City, and South Tangerang City. The type of this research is cross-sectional which sourced from recording data, regional policy, and official government news. The results showed that the percentage effectiveness of waste reduction to landfill in three cities has not reached the target that is still below 5%. The highest effectiveness of waste reduction by TPS3R and waste bank was achieved by Depok City which had 3R related local regulation. The city with largest budgeting allocation for waste management is Depok City, but Bogor City with a budget allocation of 2.2% can achieve the value of half effectiveness of Depok City and the highest percentage of training and monitoring from government among the three cities. South Tangerang City with the best coverage of TPS3R services has the lowest effectiveness value despite its high Human Development Index value. The effectiveness of the three cities still not yet reached a national target of waste reduction efforts with the percentage of effectiveness achieved by TPS3R higher than the waste bank.
Key words: Solid Waste Management, TPS3R, Waste Bank, Effectiveness, Access.
Read More
Kata Kunci: Pengelolaan Sampah Padat, TPS3R, Bank Sampah, Efektivitas, Akses.
In Indonesia, waste reduction efforts are done through TPS3R and waste bank with a national target of 30% in the period 2017-2025 under Presidential Regulation No.97 Year 2017. An effective waste reduction effort can be measured by two indicators, namely primary indicators through the percentage of recycled waste, and other indicators related to legal, monitoring, financial, service coverage, and community participation. This research aims to know the percentage of waste managed in TPS3R and waste bank in 3 cities, Depok City, Bogor City, and South Tangerang City. The type of this research is cross-sectional which sourced from recording data, regional policy, and official government news. The results showed that the percentage effectiveness of waste reduction to landfill in three cities has not reached the target that is still below 5%. The highest effectiveness of waste reduction by TPS3R and waste bank was achieved by Depok City which had 3R related local regulation. The city with largest budgeting allocation for waste management is Depok City, but Bogor City with a budget allocation of 2.2% can achieve the value of half effectiveness of Depok City and the highest percentage of training and monitoring from government among the three cities. South Tangerang City with the best coverage of TPS3R services has the lowest effectiveness value despite its high Human Development Index value. The effectiveness of the three cities still not yet reached a national target of waste reduction efforts with the percentage of effectiveness achieved by TPS3R higher than the waste bank.
Key words: Solid Waste Management, TPS3R, Waste Bank, Effectiveness, Access.
S-9668
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
