Ditemukan 21303 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yovita Agrippina Haryanto; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Read More
Perilaku makan kurang sehat banyak dijumpai pada remaja secara global maupun nasional. Perilaku makan yang kurang sehat dapat mempengaruhi asupan zat gizi dan kesehatan remaja dalam jangka panjang. Kurang konsumsi kelompok makan tertentu dapat menimbulkan defisiensi zat gizi. Sedangkan, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Di satu sisi, perkembangan penggunaan media sosial sangat pesat, khususnya TikTok yang merupakan media sosial berbasis short video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh short video pada TikTok terhadap perilaku makan remaja. Penelitian dilakukan menggunakan desain kuasi eksperimen dengan satu kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol yang tidak dipilih secara acak. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 75 siswa/i SMAN 1 Tangerang. Hasil uji menggunakan Paired T Test menunjukan perubahan signifikan pada perilaku makan, pengetahuan gizi, dan sikap pada kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah intervensi. Lebih lanjut, berdasarkan Independent T Test terdapat perbedaan signifikan nilai perilaku makan dan pengetahuan gizi antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai sikap antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh paparan short video TikTok terhadap perubahan perilaku makan, pengetahuan gizi, dan sikap remaja pada kelompok perlakuan.
Unhealthy eating behaviours are common among adolescents globally and nationally. Unhealthy eating behaviours can affect nutrient intake and long-term health of adolescents. Under-consumption of certain food groups can lead to nutrient deficiencies. Meanwhile, excessive consumption of sugar, salt and fat can lead to health problems such as obesity, cardiovascular disease, diabetes and other chronic diseases. On the one hand, the development of social media use is very rapid, especially TikTok which is a short video-based social media. This study aims to determine the effect of short videos on TikTok on adolescent eating behaviour. The research was conducted using a quasi-experimental design with one treatment group and one control group that was not randomly selected. The samples used in the study were 75 students of SMAN 1 Tangerang. Paired T Test results showed significant changes in eating behaviour, nutritional knowledge, and attitudes in the treatment group between before and after the intervention. Furthermore, based on the Independent T Test, there was a significant difference in the value of eating behaviour and nutritional knowledge between the treatment group and the control group. However, there was no significant difference in attitude scores between the treatment and control groups. It can be concluded that there is an effect of short videos on TikTok on changes in eating behaviour, nutritional knowledge, and attitudes of adolescents in treatment group.
S-11454
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adelita Wahyu Ramadani; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Dyah Setyatie
Abstrak:
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital mempengaruhi kehidupan manusia dan berdampak pada peningkatan penggunaan media sosial seperti TikTok dengan berbagai tujuan terutama dalam hal mempromosikan produk makanan dengan menyasar pada remaja. Hal ini menyebabkan remaja mengikuti tren makanan yang ada di media sosial, namun pilihan yang dibuat seringkali kurang sesuai dengan pedoman gizi seimbang sehingga menjadi pemicu timbulnya masalah gizi bagi remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan media sosial TikTok dengan perilaku makan remaja di kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 200 responden dan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner. Analisis data dimulai dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan dilanjutkan dengan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Variabel yang mempunyai hubungan signifikan terhadap perilaku makan remaja adalah durasi dan frekuensi terpapar konten makanan masing-masing dengan nilai-p < 0,05. Sedangkan variabel lain seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status IMT, uang saku, pola asuh keluarga, dan pengaruh teman sebaya tidak berkaitan secara signifikan terhadap perilaku makan remaja di kota Malang. Saran bagi Dinas Kesehatan diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan program edukasi mengenai pola makan dan gizi seimbang melalui media sosial terutama TikTok dengan melibatkan influencer.
The development of digital information and communication technology affects human life and has an impact on increasing the use of social media such as TikTok with various purposes, especially to promote food products targeting teenagers. This causes teenagers following food trends on social media, but the choices they make are not good, which triggers nutritional problems for adolescents. This study aims to determine the relationship between TikTok social media and adolescent eating behavior in Malang. This research is a quantitative study with a cross sectional design of 200 respondents and was carried out from May to June 2022. The data was collected through questionnaires. Data analysis began with the Kolmogorov-Smirnov normality test and the Chi-square test with 95% confidence. Variables that have a significant relationship to adolescent eating behavior are duration and frequency of exposure to food content, with a p-value <0.05. Meanwhile, other variables such as age, gender, education level, BMI, pocket money, family upbringing, and peer influence were not significantly related to adolescent eating behavior in Malang. Suggestions for the Health Office are that this research can be used as a reference in planning educational programs regarding balanced diet through social media, especially TikTok by involving influencers.
Read More
The development of digital information and communication technology affects human life and has an impact on increasing the use of social media such as TikTok with various purposes, especially to promote food products targeting teenagers. This causes teenagers following food trends on social media, but the choices they make are not good, which triggers nutritional problems for adolescents. This study aims to determine the relationship between TikTok social media and adolescent eating behavior in Malang. This research is a quantitative study with a cross sectional design of 200 respondents and was carried out from May to June 2022. The data was collected through questionnaires. Data analysis began with the Kolmogorov-Smirnov normality test and the Chi-square test with 95% confidence. Variables that have a significant relationship to adolescent eating behavior are duration and frequency of exposure to food content, with a p-value <0.05. Meanwhile, other variables such as age, gender, education level, BMI, pocket money, family upbringing, and peer influence were not significantly related to adolescent eating behavior in Malang. Suggestions for the Health Office are that this research can be used as a reference in planning educational programs regarding balanced diet through social media, especially TikTok by involving influencers.
S-11133
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rayi Kinanti Anandilla; Pembimbng: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Yuwanita Karlina
Abstrak:
Read More
Penyakit akibat pangan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan rendahnya penerapan higiene dan sanitasi pangan serta perilaku konsumsi yang kurang selektif, khususnya pada konsumsi makanan jajanan kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan konten ulasan makanan di TikTok dengan perilaku selektif konsumsi makanan jajanan kaki lima pada remaja dan dewasa muda di Provinsi DKI Jakarta tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring kepada 207 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward Likelihood Ratio (LR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,2% responden telah terpapar konten ulasan makanan di TikTok dan 52,7% memiliki perilaku selektif yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa paparan konten, jenis kelamin, dan pengetahuan keamanan pangan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku konsumsi (p < 0,05), sedangkan usia dan pendidikan yang sedang ditempuh tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan keamanan pangan merupakan faktor yang paling dominan (OR = 10,526), diikuti oleh paparan konten ulasan makanan di TikTok (OR = 3,484), dan jenis kelamin (OR = 2,341). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa paparan konten digital dan faktor individu berperan dalam membentuk perilaku selektif konsumsi makanan jajanan kaki lima. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi keamanan pangan perlu dioptimalkan guna meningkatkan pengetahuan serta mendorong perilaku konsumsi yang lebih aman serta sehat pada remaja dan dewasa muda.
Foodborne diseases remain a public health concern associated with inadequate food hygiene and sanitation practices as well as less selective consumption behavior, particularly in the consumption of street food. This study aimed to analyze the relationship between exposure to food review content on TikTok and selective consumption behavior of street food among adolescents and young adults in DKI Jakarta Province in 2026. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. Data were collected through an online questionnaire from 207 respondents who met the inclusion criteria. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression with the Backward Likelihood Ratio (LR) method. The results showed that 51.2% of respondents had been exposed to food review content on TikTok and 52.7% demonstrated good selective consumption behavior. Bivariate analysis indicated that content exposure, gender, and food safety knowledge were significantly associated with consumption behavior (p < 0.05), while age and current educational level were not significantly associated. Multivariate analysis revealed that food safety knowledge was the most dominant factor (OR = 10.526), followed by exposure to TikTok food review content (OR = 3.484) and gender (OR = 2.341). These findings suggest that digital content exposure and individual factors play a role in shaping selective street food consumption behavior. Therefore, optimizing the use of social media as a platform for food safety education is necessary to improve knowledge and promote safer and healthier consumption behavior among adolescents and young adults.
S-12233
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amelia Chandraningtyas; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma
Abstrak:
Read More
Permasalahan sampah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi tantangan serius seiring dengan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan meningkatnya konsumsi masyarakat. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional tahun 2024 menunjukkan bahwa timbulan sampah di Jakarta mencapai 3.171.247,60 ton per tahun, dengan sisa makanan sebagai komponen utama (49,87%). Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar sampah tidak terkelola dengan baik. Di sisi lain, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, dengan tingkat akses mencapai 77,28% di Jakarta. Platform seperti media sosial Y dan Z, yang digunakan lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia, memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan lingkungan dan mendorong perubahan perilaku melalui kekuatan visual, jangkauan luas, dan interaksi tinggi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan survei daring terhadap 415 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan terakhir, paparan konten pada media sosial Y dan Z, green influencer, ketersediaan sarana, serta sikap peduli lingkungan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah, sedangkan usia, jenis kelamin, dan persepsi tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa paparan konten pada media sosial Y dan Z menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi perilaku pengelolaan sampah. Temuan ini mengindikasikan agar optimalisasi media sosial Y dan Z sebagai media edukasi pengelolaan sampah terus ditingkatkan guna mendorong perilaku masyarakat yang lebih baik dalam pengelolaan sampah.
The waste management problem in the Special Capital Region of Jakarta had become a serious challenge along with population growth, urbanization, and increasing public consumption. Data from the National Waste Management Information System in 2024 showed that the volume of waste in Jakarta had reached 3,171,247.60 tons per year, with food waste as the main component (49.87%). The low level of public awareness and participation in waste management had caused most waste to be poorly managed. On the other hand, social media had become an essential part of people’s daily lives, with an access rate of 77.28% in Jakarta. Platforms such as social media Y and Z, which were used by more than 100 million users in Indonesia, had great potential to convey environmental messages and encourage behavior change through visual strength, broad reach, and high interaction. This study employed a cross-sectional design using an online survey involving 415 respondents. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (multiple logistic regression) analyses. The bivariate analysis results showed that educational background, exposure to content on social media Y and Z, green influencers, availability of waste management facilities, and pro-environmental attitudes were significantly related to waste management behavior, while age, gender, and perception were not significantly associated. The multivariate analysis indicated that exposure to content on social media Y and Z was the most dominant factor influencing waste management behavior. These findings suggested that the optimization of social media Y and Z as educational media for waste management should be continuously enhanced to promote better public behavior in managing waste.
The waste management problem in the Special Capital Region of Jakarta had become a serious challenge along with population growth, urbanization, and increasing public consumption. Data from the National Waste Management Information System in 2024 showed that the volume of waste in Jakarta had reached 3,171,247.60 tons per year, with food waste as the main component (49.87%). The low level of public awareness and participation in waste management had caused most waste to be poorly managed. On the other hand, social media had become an essential part of people’s daily lives, with an access rate of 77.28% in Jakarta. Platforms such as social media Y and Z, which were used by more than 100 million users in Indonesia, had great potential to convey environmental messages and encourage behavior change through visual strength, broad reach, and high interaction. This study employed a cross-sectional design using an online survey involving 415 respondents. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (multiple logistic regression) analyses. The bivariate analysis results showed that educational background, exposure to content on social media Y and Z, green influencers, availability of waste management facilities, and pro-environmental attitudes were significantly related to waste management behavior, while age, gender, and perception were not significantly associated. The multivariate analysis indicated that exposure to content on social media Y and Z was the most dominant factor influencing waste management behavior. These findings suggested that the optimization of social media Y and Z as educational media for waste management should be continuously enhanced to promote better public behavior in managing waste.
S-12053
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Frima Elda; Promotor: Kusharisupeni; Ko-Promotor: Ahmad Syafiq, Abas Basuni Jahari; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, Diah Mulyawati Utari, Besral, Fawzia Hadis, Anies Irawati, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Salah satu transisi gaya hidup yang terjadi adalah perubahan perilaku makan.Diet yang dilakukan seringkali tidak sesuai dengan kaidah kesehatan dan gizi yangdapat menjurus ke arah penyimpangan perilaku makan PPM. Untuk jangka panjang,penyimpangan perilaku makan memberikan dampak yang cukup serius yaituKurang Energi Kronis KEK, dimana remaja putri sebagai calon ibu yang akanmenentukan kualitas hidup generasi yang akan datang. Untuk mengatasi maslaahini perlu dilakukan suatu upaya salah satunya denga memberikan edukasi gizi melaluimedia yang bisa dipahami oleh remaja. Studi ini bertujuan untuk melihat pengaruh keterpajanan media gizi seimbangterhadap perubahan kecenderungan penyimpangan perilaku makan pada siswi SMAdi Jakarta. Media yang diberikan yaitu berupa poster banner dan leaflet booklet.Studi dengan desain quasi eksperimen dilakukan pada 7 sekolah terpilih di DKIJakarta yang dibagi dalam tiga kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompokposter banner dan kelompok leaflet booklet. Sejumlah 504 siswi SMA dijadikansampel dalam penelitian yang, yang dilakukan selama 7 bulan. Dari sebanyak 504 responden yang disaring. maka di dapatkan jumlah siswiSMA yang mengalami kecenderungan PPM pada kelompok kontrol sebesar 90.1 .pada kelompok dengan poster dan banner sebesar 95.9 dan kelompok denganleaflet dan booklet sebesar 97.1. Faktor personal yang mempunyai hubungansignifikan dengan perubahan skor PPM, yaitu riwayat diet post intervensi pvalue=0.001, citra tubuh post intervensi p value=0.016, konsumsi protein hewani p value=0.045, konsumsi protein hewani p value=0.019, skor PPM pre intervensi p value=0.000, skor sikap post intervensi p value=0.009, skor pengetahuan postintervensi 0.000. Faktor lingkungan yang mempunyai hubungan signifikan denganperubahan skor PPM, yaitu kritik dari orang tua p value=0.011, ejekan pvalue=0.011, dan pengaruh media massa untuk memulai olahraga p value=0.008. Hasil uji menunjukkan ada pengaruh intervensi media terhadap perubahanskor PPM p value=0.007. Variabel yang paling mempengaruhi perubahan skorPPM adalah skor PPM pre intervensi p value=0.000, yang memberikansumbangan terhadap perubahan skor PPM sebesar 0.355. Terdapat perbedaan yangsignifikan dari intervensi media pada kelompok kontrol dengan kelompokleaflet booklet dan intervensi media pada kelompok poster banner dengankelompok leaflet booklet. Rata-rata perubahan skor PPM setelah pada kelompokleflet booklet yaitu sebesar 2.43 poin, pada kelompok poster banner yaitu sebesarxiii Universitas Indonesia1.61 poin dan kelompok kontrol sebesar 1.24 poin. Secara keseluruhan mediabooklet leaflet lebih efektif menurunkan skor gejala kecenderungan PPM sebesar41 dibandingkan media poster banner. Perkembangan teknologi yang menyebabkan terjadinya PPM pada remaja,maka perlu segera dilakukan penanganan dalam hal pencegahan. Dari hasil penelitianini dapat dimanfaatkan booklet dan leaflet untuk bahan edukasi, sebagai salah satucara untuk menangkal efek yang lebih buruk dari akibat perkembangan teknologi,terutama dalam industri makanan.Kata kunci : intervensi media, edukasi gizi, penyimpangan perilaku makan, giziremaja
One of the lifestyle transition which occurred is a change in behavior. Adiet that often do not correspond to the rules of health and nutrition that can lead toeating disorders ED. For the long term, eating disorders give a pretty serious impactapplies less energy chronic KEK, which young women as potential mothers whowill determine the quality of life of generations to come will be. For it can make thistagline affairs carried out an attempt by a radical way of providing nutrition educationthrough the media that can be understood by teenagers. The aims of this study is knowing the influence of balanced nutritionmedia to changes in eating disorders tendency on high school students in Jakarta.Applies the given media in the form of poster banner, brochure booklet. Quasiexperimental design with studies done on 7 selected schools in Jakarta are divided inthree groups apply the control group, the group 39 s poster banner, the group`s brochure booklet. A number of 504 students high school made the samples in the study,conducted over the past 7 months. From 504 respondents are filtered out, then get thenumber of high school students who experience the tendency of PPM in the controlgroup amounted to 90.1, in the group with posters and banners of 95.9 and withleaflets and booklets of 97.1. Personal factors that have a significant relationshipwith the change score PPM, diet history post intervention p value 0.001, bodyimage post intervention p 0.016, consumption of animal protein p value 0045, consumption of vegetable protein p value 0.019, score PPM pre intervention pvalue 0000, score the attitude of post intervention p 0.009, score of knowledgepost intervention 0000. Environmental factors that have a significant relationshipwith the change score PPM, valid criticism from parents value of p 0,011, ridicule value of p 0,011, and the influence of the mass media to start sports value p 0.008.
Read More
Test results showed there is the influence of media on intervention changesscore PPM p 0.007. The variables most influence the change score PPM is scorePPM pre intervention p value 0000, which contribute to the change score PPM of0.355 poin. There is a significant difference from the intervention of the media in thecontrol group with the group of brochure booklet and intervention of media group ofposter banner with the group brochure booklet. The average score on the group afterthe change of PPM, the group of brochure booklet applies of 2.43 points, on a groupof poster banner applies of 1.61 points and a control group of 1.24 points. Overallxv Universitas Indonesiamedia brochure booklet more effectively lowers the score symptoms tendency of41 compared to PPM media poster banner.
Technological developments that led to the PPM on teenagers, then thetagline immediately done handling in terms of prevention. From the results of thisresearch can be utilized booklet and brochure for educational materials, as one way toward off the effect worse than the development of technology, especially theauthenticity in the food industry.
D-373
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mirani; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Dien Anshari, Arief Ramdhan
S-6314
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gusti Indah Lestari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-9720
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jennifer Vidya; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Pinondang Situmorang
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari media komik terhadap kecenderungan PMM pada remaja perempuan di SMA WR. Supratman 2 Medan. Media komik yang diberikan berbentuk webtoon. Penelitian menggunakan rancangan kuasi eksperimen, yang dilakukan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol secara tidak acak. Total sampel yang digunakan adalah sejumlah 63 siswi. Hasil penelitian diperoleh melalui kuesioner secara daring, menunjukan adanya pengaruh media komik terhadap perubahan pengetahuan PMM setelah diberikan media komik pada kelompok perlakuan (nilai p= 0,032).
Read More
S-10664
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indriyani Prihatiningsih; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlalla Hadi, Fajar Hardiantio
S-8041
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anestia Wardhani; Pembimbing: Ella Nurlela Hadi; Penguji: Ahmad Syafiq, Syaefuddin
S-5500
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
