Ditemukan 35597 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Hani Niayu Adiva; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Bambang Widanarko
Abstrak:
Read More
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui gambaran risiko kesehatan dan tingkat risiko kesehatan pada area workshop dan warehouse PPI Cakung PT United Tractors Tbk. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode semi-kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bahaya fisika berupa kebisingan, getaran, pencahayaan, iklim kerja, dan radiasi ultraungu dan bahaya kimia berupa oli, solar, thinner, debu, cooler, benzene, toluene, xylene, dan fume dari hasil pengelasan. Tingkat risiko residu berkisar pada kategori low (rendah) hingga medium (sedang). Pengendalian sudah diterapkan untuk banyak risiko dan terdapat penerapan pengendalian yang efektif menurunkan tingkat risiko medium menjadi low. Meski demikian, masih perlu dilakukan identifikasi bahaya dan risiko secara komprehensif yang meliputi observasi dan wawancara karena masih terdapat bahaya yang tingkat risikonya belum diketahui dan agar sesuai dengan kondisi di lapangan.
This research is a descriptive study conducted to describe health risks and health risk levels in the PPI Cakung workshop and warehouse area of PT United Tractors Tbk. The research design used is descriptive with a semi-quantitative method. The data used is secondary data obtained from the company. The results showed that there were physical hazards such as noise, vibration, lighting, extreme temperature, and ultraviolet radiation and chemical hazards such as oil, diesel, thinner, dust, cooler, benzene, toluene, xylene, and fumes from welding activity. Residual risk levels range from low to medium. Controls have been implemented for many risks and there are effective controls implemented to reduce the medium risk level to low. However, it is still necessary to carry out a comprehensive hazard and risk identification which includes observation and interviews because there are still hazards whose level of risk is unknown and to suit conditions in the field.
S-11471
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wina Anggraeni; Pembimbing: Robiana Modjo, Herman Syah Putra
M-2378
Depok : FKM UI, 2007
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiara Ratnanig Pamungkas; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Hanny Harjulianti
S-7911
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eriena Nur Alam; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Vetra Ikhsan Fajri
Abstrak:
Kompleksitas industri manufaktur mesin dan perlengkapan melibatkan beragam jenis proses produksi, salah satunya adalah pekerjaan pengelasan. Proses pekerjaan pengelasan merupakan salah satu proses industri terpenting dalam menggabungkan komponen logam atau baja. Beragam bahaya ditemukan pada proses pengelasan seperti percikan logam las, percikan api las, emisi asap las, dan manual handling selama pekerjaan berlangsung menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pekerjaan pengelasan di area fabrikasi PT XYZ. Tahap identifikasi bahaya dan risiko dilakukan secara kualitatif melalui observasi, kegiatan brainstorming, wawancara, dan telaah dokumen perusahaan menggunakan metode Hazard and Operability Study (Studi HAZOP). Setelah itu, dilakukan analisis penilaian risiko semi kuantitatif dengan menilai perkalian dari kriteria probability dan severity berdasarkan matriks penilaian risiko PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 tahapan proses pekerjaan pengelasan. Teridentifikasi 52 bahaya dengan dengan 49 risiko dari proses pekerjaan pengelasan. Tingkat risiko yang didapatkan meliputi 23 risiko dengan kategori sangat tinggi, 9 risiko dengan kategori tinggi, dan 17 risiko dengan kategori sedang. Penilaian risiko melibatkan pengendalian risiko sehingga nilai tingkat risiko dapat diturunkan melalui pengendalian yang telah ada dan rekomendasi pengendalian yang diberikan peneliti.
The complexity of the machinery and equipment manufacturing industry involves various types of production processes, one of which is welding work. Welding is one of the most important industrial processes in joining metal or steel components. Various hazards found in the welding process such as welding metal sparks, welding sparks, welding fumes emissions, and manual handling during work pose risks to occupational safety and health for workers. This study aims to identify and assess occupational safety and health risks in the welding work process in the PT XYZ fabrication area. The hazard and risk identification stage is carried out qualitatively through observation, brainstorming activities, interviews, and reviewing company documents using the Hazard and Operability Study (HAZOP Study). After that, a semi-quantitative risk assessment analysis was carried out by assessing the multiplication of probability and severity criteria based on PT XYZ's risk assessment matrix. The results showed that there were 12 stages of the welding work process. Identified 52 hazards with 49 risks from the welding work process. The level of risk obtained includes 23 risks with very high categories, 9 risks with high categories, and 17 risks with moderate categories. Risk assessment involves risk control so that the value of the risk level can be reduced through existing controls and control recommendations provided by researchers.
Read More
The complexity of the machinery and equipment manufacturing industry involves various types of production processes, one of which is welding work. Welding is one of the most important industrial processes in joining metal or steel components. Various hazards found in the welding process such as welding metal sparks, welding sparks, welding fumes emissions, and manual handling during work pose risks to occupational safety and health for workers. This study aims to identify and assess occupational safety and health risks in the welding work process in the PT XYZ fabrication area. The hazard and risk identification stage is carried out qualitatively through observation, brainstorming activities, interviews, and reviewing company documents using the Hazard and Operability Study (HAZOP Study). After that, a semi-quantitative risk assessment analysis was carried out by assessing the multiplication of probability and severity criteria based on PT XYZ's risk assessment matrix. The results showed that there were 12 stages of the welding work process. Identified 52 hazards with 49 risks from the welding work process. The level of risk obtained includes 23 risks with very high categories, 9 risks with high categories, and 17 risks with moderate categories. Risk assessment involves risk control so that the value of the risk level can be reduced through existing controls and control recommendations provided by researchers.
S-10976
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hermaningsih; Pembimbing: Robiana Modjo, Herman Syah Putra
M-2333
Depok : FKM UI, 2007
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fanny Agoestin Anugrah Falah; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Diana Tianora Mustafa
Abstrak:
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Tahun 2008 sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan penyakit kardiovaskular. Lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi sebelum usia 60 tahun. Di PT Harmoni Panca Utama, dalam medical check up tahun 2016 menunjukkan tingkat overweight sebesar 38,75%, obesitas 7,50%, hipertensi stadium 1 3,75%, kolesterol 32,50%, gula darah puasa terganggu 10%, diabetes 7,5%, kelainan pada pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) 2,86% yang termasuk dalam faktor risiko penyakit kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan faktor risiko penyakit kardiovaskular pada karyawan head office di PT Harmoni Panca Utama tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan tingkat risiko dan distribusi penyakit kardiovaskular dari medical check up tahun 2016 menggunakan Skor Kardiovaskular Jakarta dan Framingham Risk Score. Pendekatan kualitatif untuk mengetahui kesadaran dan pengetahuan mengenai penyakit kardiovaskular, pola hidup sehat untuk mengurangi penyakit tersebut, dan upaya preventif perusahaan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko penyakit kardiovaskular menggunakan Skor Kardiovaskular Jakarta adalah 49 orang risiko rendah, 21 orang risiko sedang, dan 10 orang risiko tinggi serta dengan menggunakan Framingham risk score adalah 26 orang kategori low risk dan 8 orang kategori intermediate risk. Sebagian besar karyawan mengetahui apa itu penyakit kardiovaskular, tetapi sebagian kecil karyawan tidak mencegah faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular tersebut. Sebagian besar karyawan sudah mengetahui bagaimana pola hidup sehat, tetapi sebagian kecil karyawan masih mengabaikan pola hidup sehat. Upaya perusahaan yang telah dilakukan diantaranya program Medical Check Up, weekly sharing, BMI challenge, dan pemberian makan pada saat makan siang. Kata kunci: Penyakit Kardiovaskular, Faktor Risiko, Skor Kardiovaskular Jakarta, Framingham Risk Score
Read More
S-9364
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hani Septyaningrum; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Mayarni
S-6978
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agoesti Novalentina; Pembimbing: Hendra; Penguji: Abdul Kadir, Yulian Marstianto
Abstrak:
Read More
Komputer merupakan salah satu alat kerja perkantoran yang digunakan untuk menunjang kebutuhan pekerjaan. Dampak dari penggunaan komputer yang berlebihan adalah Computer Vision Syndrome (CVS). Karyawan Head Office PT X berisiko untuk terkena CVS karena sehari-hari bekerja menggunakan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian CVS dan faktor risiko yang berhubungan pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan pengukuran langsung kepada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75% responden mengalami kejadian CVS. Gejala CVS yang paling banyak dirasakan oleh responden adalah mata tegang (72%), mata gatal (68%), dan mata kering (67%). Gejala CVS lebih banyak ditemukan pada karyawan perempuan (79,3%), karyawan yang istirahat dengan durasi 15 menit (75,6%), karyawan yang bekerja menggunakan laptop (76%), karyawan yang menggunakan komputer tanpa lapisan anti glare (75,8%), serta karyawan yang menggunakan komputer mode terang (78,1%). Analisis hubungan dengan menggunakan uji chi square, didapatkan hubungan yang signifikan antara penggunaan alat bantu penglihatan (p=0,019, OR=3,35), jarak pandang (p=0,047, OR=3,08), dan intensitas pencahayaan (p=0,047, OR=3,08) dengan kejadian CVS. Semua faktor risiko CVS berkontribusi terhadap kejadian CVS pada karyawan, tetapi tidak semua variabel berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan yang mencakup ketiga faktor tersebut dalam rangka menurunkan gejala CVS pada karyawan Head Office PT X.
The computer is one of the office work tools used to support work needs. The impact of excessive computer use is Computer Vision Syndrome (CVS). Head Office employees of PT X are at risk of developing CVS because they work daily using computers. This study aims to determine the incidence of CVS and associated risk factors in PT X employees. This study used a quantitative method with a cross sectional approach. Data collection used questionnaires, observation, and direct measurement to 100 respondents. The results showed that 75% of respondents experienced CVS. The most common CVS symptoms felt by respondents were eye strain (72%), itchy eyes (68%), and dry eyes (67%). CVS symptoms were more common among female employees (79,3%), employees who took breaks with a duration of 15 minutes (75,6%), employees who worked on laptops (76%), employees who used computers without anti glare coating (75,8%), and employees who used bright mode computers (78.1%). Relationship analysis using the chi square test showed a significant relationship between the use of visual aids (p=0,019, OR=3.35), visibility (p=0,047, OR=3.08), and lighting intensity (p=0,047, OR=3.08) with the incidence of CVS. All CVS risk factors contributed to the incidence of CVS in employees, but not all variables were significantly associated. Therefore, it is necessary to make improvement efforts that include all three factors in order to reduce CVS symptoms in PT X Head Office employees.
S-11686
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Cantika; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Ike Pujiriana
S-8308
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khurnia Kusumas Adi Pratama; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7030
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
