Ditemukan 33184 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kanker serviks merupakan kanker yang menduduki urutan pertama dari kejadian kanker ginekologi perempuan. Kanker serviks merupakan kanker kedua paling banyak pada wanita yang tinggal di negara yang tertinggal dengan perkiraan 570.000 kasus baru pada tahun 2018. Kanker serviks sangat mempengaruhi kualitas hidup penderita dan keluarganya serta beban pembiayaan kesehatan oleh pemerintah. Masih tingginya kejadian kanker serviks bisa disebabkan karena faktor risiko yang belum tertangani secara baik di masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan menggunakan disain studi case control. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Terdapat sebanyak 166 sampel yang terdiri dari 83 kasus dan 83 kontrol sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara usia pertama kontak seksual dengan kejadian kanker serviks dengan nilai odds ratio sebesar 3,20 (p value: 0,001.; 95% CI: 1,626-6,299). Selain itu faktor risko lain seperti jumlah pasangan (OR=4,91; p value: 0,000; 95% CI: 1,884-12,845), paritas (OR=2,84; p value: 0,001; 95% CI: 1,510-5,357), pil oral kontrasepsi (OR=2,74; p value: 0,002.; 95% CI: 1,452-5,197) juga berhubungan secara signifikan dengan kejadian kanker serviks. Terdapat beberapa faktor risiko yang tidak berhubungan secara statistik antara lain merokok (OR=2,23; p value: 0,075; 95% CI: 0,910-5,564), personal hygiene (OR=1,48; p value: 0,212; 95% CI: 0,799-2,727) dan status gizi (OR=1,18; p value: 0,755; 95% CI: 0,356-4,150). Penting untuk membuat berbagai program promosi kesehatan dengan kegiatan sosialisasi dan KIE terkait faktor risiko kejadian kanker serviks . Kata Kunci : Kanker serviks, faktor Risiko, usia kontak seksual, jumlah pasangan seksual, paritas, pil oral kontrasepsi, merokok, personal hygiene,status gizi.
Cervical cancer is the most common type of gynecologic cancer in women. In the least developed countries, cervical cancer is the second most common type of cancer with 570.000 new cases in 2018 . Cervical cancer significantly influences patients’ quality of life and places a financial burden on the government. The high number of cervical cancer cases can be due to poor management of its risk factor in society. This is a quantitative case-control study using primary data. A total of 166 samples are gathered based on inclusion and exclusion criteria. These samples were then divided equally into the control and case groups, making each group have 83 subjects. Based on data analysis, there is a significant relationship between the age of first sexual intercourse and cervical cancer with an odds ratio of 3,20 (p-value: 0,001.; 95% CI: 1,626-6,299). Moreover, other risk factors such as the number of sexual partners (OR=4,91; p-value: 0,000; 95% CI: 1,884-12,845), parity (OR=2,84; p-value: 0,001; 95% CI: 1,510-5,357), usage of oral contraception (OR=2,74; p-value: 0,002.; 95% CI: 1,452-5,197) also play a significant part in the occurrence of cervical cancer. On the other hand, some risk factors does not correlate with cervical cancer statistically, including smoking (OR=2,23; p-value: 0,075; 95% CI: 0,910-5,564), personal hygiene (OR=1,48; p-value: 0,212; 95% CI: 0,799-2,727) and nutritional status (OR=1,18; p-value: 0,755; 95% CI: 0,356- 4,150). It is important to develop various health promotion programs including social activities and counseling about risk factors of cervical cancer. Keywords: Cervical cancer. risk factors, age of first sexual intercourse, number of sexual partners, parity, oral contraception, smoking, personal hygiene, nutritional status.
Kata Kunci : Pelaporan insiden, pengalaman kerja, jam kerja, setifikasi pelatihan, pengetahuan, kepemimpinan transformasional, Budaya keselamatan pasien
ABSTRAK Nama : Dyah Kartika Sari Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesintasan Hidup Pasien Kanker Serviks di RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2011-2016 Pembimbing : Dr.dr. Tri Yunis Miko Wahyono, MSc Kanker serviks menduduki peringkat keempat kanker yang paling sering terjadi pada semua wanita dan peringkat kedua kanker yang paling sering ditemukan pada wanita usia 15-44 tahun di dunia, menyebabkan 265.672 kematian pada tahun 2012.Di dunia setiap 2 menit seorang perempuan meninggal akibat kanker serviks, sedangkan di Indonesia setiap 1 jam. Provinsi Jambi menurut Pusdatin 2015, estimasi jumlah kasus kanker serviks tahun 2013 adalah 1.792 dan semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. RSUD Raden Mattaher Jambi sebagai rumah sakit rujukan mengalami peningkatan jumlah pasien kanker serviks dengan total pasien baru 318 sejak 20112016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kesintasan hidup secara keseluruhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada pasien di RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2011-2016. Jumlah sampel yang didapat adalah 180 penderita yang pernah dirawat di RSUD ini dari Januari 2011-Desember 2016. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan metode Kaplan meier. Kesintasan hidup pasien kanker serviks secara keseluruhan yaitu 23,2% dengan median survival 24 bulan. Faktor – faktor yang mempengaruhi yaitu umur, perkawinan, kadar haemoglobin saat pertama kali didiagnosa, komorbid, stadium dan terapi. dengan faktor yang paling dominan yaitu komorbid (HR=4,711). Kata kunci: Kesintasan hidup, kanker serviks, event, sensor.
ABSTRACT Name : Dyah Kartika Sari Study Program : Public Health Title : Affecting Survival Rate Factors Of Cervical Cancer Patients At A Raden Mattaher Hospital Jambi In 2011 - 2016 Counsellor : Dr.dr. Tri Yunis Miko Wahyono, MSc Cervical cancer ranked fourth most common cancer in all woman and ranked second most common cancer found in women aged 15-44 years in the world causing 265.672 deaths in 2012. Every 2 minutes a woman dies from cervical cancer in the world, while in Indonesia every 1 hour. In Jambi province according to Pusdatin 2015 estimated number of caces of cervical cancer in 2013 is 1792 and increasing from the year before. Raden Mattaher hospital in Jambi as a referral hospital has increasing number of cervical cancer patients with a total of 318 new patients since 2011-2016. The purpose of this study was to determine the overall survival rate and factors that affect the patients in Raden Mattaher Hospital Jambi in 2011-2016. The number of patients obtained is 180 patients who had been treated in this hospital from Januari 2011 to December 2016. The design used in this study was a retrospective cohort with the Kaplan meier method. Overall survival of cervical cancer patients was 23.2 percent with a median survival of 24 months. The factors that influence are age, marriage, hemoglobin when first diagnosed, comorbid, stage and therapy. With the most dominant factor is comorbid. (HR=4.711). Key words: Survival rate, cervical cancer, event, cencor
