Ditemukan 39134 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tulus Riyanto
BPZ Ed.36
Jakarta : Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, 2022
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hashem Sulaiman Hasan Arkok; Promotor: Tri Yunis Miko Wahyono; Kopromotor: Nurhayati Adnan, Dipo Aldila; Penguji: Dian Ayubi, Syahrizal Syarif, Hariadi Wibisono, Soewarta Kosen, Vivi Setiawaty
Abstrak:
Read More
Virus Hepatitis B (HBV) tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan pencapaian target Organisasi Kesehatan Dunia untuk eliminasi pada tahun 2030 membutuhkan penguatan pemahaman epidemiologis, pemodelan prediktif, dan penilaian kesadaran masyarakat. Disertasi ini bertujuan untuk memberikan evaluasi terpadu terhadap kemajuan Indonesia menuju eliminasi hepatitis B melalui tiga komponen penelitian komplementer: (1) analisis tren temporal dan spasial infeksi HBV, skrining, dan cakupan vaksinasi bayi baru lahir; (2) pengembangan dan penerapan model transmisi SIVRM (Susceptible–Infected–Vaccinated–Recovered–Mortality) yang diperluas; dan (3) penilaian pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) di antara pasien hepatitis B. Tren temporal dan distribusi spasial infeksi HBV, skrining, dan cakupan vaksinasi bayi baru lahir diperiksa menggunakan kumpulan data nasional, dengan analisis temporal dilakukan di SPSS-27 dan pengelompokan spasial dianalisis di ArcGIS Pro menggunakan statistik Global Moran's I dan LISA. Temuan mengungkapkan pola HBV yang berfluktuasi dari waktu ke waktu dan kesenjangan geografis yang signifikan, dengan klaster provinsi berisiko tinggi memerlukan intervensi yang ditargetkan. Model SIVRM yang diperluas yang terdiri dari 14 kompartemen dibangun untuk membedakan transmisi vertikal dan horizontal, menggabungkan dinamika vaksinasi, kehilangan kekebalan, dan reaktivasi HBV di antara individu yang pulih. Parameter dipasang menggunakan data BPJS Kesehatan (2019–2023), dan derivasi analitik menghasilkan angka reproduksi dasar (R0) sebesar 4,39, yang menunjukkan penularan berkelanjutan yang berkelanjutan. Proyeksi simulasi menggunakan MATLAB 2018 menunjukkan bahwa strategi pengendalian saat ini tidak cukup untuk mencapai eliminasi pada tahun 2030; namun, analisis skenario menunjukkan bahwa meningkatkan cakupan vaksinasi orang dewasa hingga setidaknya 59%, di samping vaksinasi bayi baru lahir sebesar 70%, dapat mengurangi R0 menjadi 0,90 dan secara substansial mengurangi beban penyakit. Survei KAP cross-sectional terhadap 128 pasien hepatitis B di Jakarta menemukan kesadaran keseluruhan yang moderat, dengan skor KAP rata-rata 51,31 (65,0% dari total skor). Pengetahuan, sikap, dan domain praktik juga menunjukkan kinerja moderat, menyoroti kesenjangan dalam pemahaman pasien. Kesalahpahaman substansial tetap ada mengenai gejala (10,9%), rute penularan (10,2%), dan komplikasi (18,8%). Terlepas dari sikap positif yang umum, praktik berisiko tetap ada, dengan 46,1% melaporkan berbagi barang-barang pribadi yang dapat memfasilitasi penularan. Tingkat pendidikan muncul sebagai penentu utama kesadaran, dengan pasien yang memiliki pendidikan tinggi menunjukkan pengetahuan yang jauh lebih baik dan skor KAP secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang berpendidikan lebih rendah. Korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan praktik menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran dapat meningkatkan perilaku pencegahan. Secara kolektif, temuan ini menyoroti kesenjangan epidemiologis yang terus-menerus, strategi imunisasi yang tidak memadai, dan faktor risiko perilaku yang sedang berlangsung. Penguatan surveilans, perluasan program vaksinasi orang dewasa, kebijakan intervensi regional yang adil, dan inisiatif pendidikan yang ditargetkan sangat penting untuk memajukan upaya eliminasi hepatitis B di Indonesia.
Hepatitis B virus (HBV) remains a major public health concern in Indonesia, and achieving the World Health Organization’s target of elimination by 2030 requires strengthened epidemiological understanding, predictive modeling, and assessment of community awareness. This dissertation aimed to provide an integrated evaluation of Indonesia’s progress toward hepatitis B elimination through three complementary research components: (1) temporal and spatial trend analysis of HBV infection, screening, and newborn vaccination coverage; (2) development and application of an extended SIVRM (Susceptible–Infected–Vaccinated–Recovered–Mortality) transmission model; and (3) assessment of knowledge, attitudes, and practices (KAP) among hepatitis B patients. Temporal trends and spatial distribution of HBV infection, screening, and newborn vaccination coverage were examined using national datasets, with temporal analysis conducted in SPSS-27 and spatial clustering analyzed in ArcGIS Pro using Global Moran’s I and LISA statistics. Findings revealed fluctuating HBV patterns over time and significant geographic disparities, with high-risk provincial clusters requiring targeted intervention. An extended SIVRM model comprising 14 compartments was constructed to distinguish vertical and horizontal transmission, incorporate vaccination dynamics, loss of immunity, and HBV reactivation among recovered individuals. Parameters were fitted using BPJS Kesehatan data (2019–2023), and analytical derivations produced a baseline reproduction number (R0) of 4.39, indicating ongoing sustained transmission. Simulation projections using MATLAB 2018 showed that current control strategies are insufficient to achieve elimination by 2030; however, scenario analysis demonstrated that increasing adult vaccination coverage to at least 59%, alongside newborn vaccination at 70%, could reduce R0 to 0.90 and substantially reduce disease burden. A cross-sectional KAP survey of 128 hepatitis B patients in Jakarta found moderate overall awareness, with a mean KAP score of 51.31 (65.0% of the total score). Knowledge, attitude, and practice domains also showed moderate performance, highlighting gaps in patient understanding. Substantial misconceptions persisted regarding symptoms (10.9%), transmission routes (10.2%), and complications (18.8%). Despite generally positive attitudes, risky practices persisted, with 46.1% reporting sharing personal items that may facilitate transmission. Educational level emerged as a major determinant of awareness, with patients holding higher education showing markedly better knowledge and overall KAP scores compared with those with lower education. Significant positive correlations among knowledge, attitudes, and practices indicated that improved awareness may enhance preventive behaviors. Collectively, these findings highlight persistent epidemiological disparities, inadequate immunization strategies, and ongoing behavioral risk factors. Strengthened surveillance, expanded adult vaccination programs, equitable regional intervention policies, and targeted educational initiatives are essential to advance hepatitis B elimination efforts in Indonesia.
D-605
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Santoso
616.9652 SAN f
Jakarta : Balitbangkes, 2016
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
614.4 PET p
Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2017
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
614.4 IND p
Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Putu Madri Dewi; Pembimbing: Pandu Riono; Tri Yunis Mio=ko Wahyono, Mohammad Noor Farid, I Ketut Diarmita, Wilfried H. Purba
Abstrak:
Rabies adalah penyakit virus yang fatal dan menyebabkan kematian pada hewandan manusia, dan dilaporkan di semua benua. Bali adalah satu dari 34 propinsi diIndonesia yang melaporkan kasus rabies sejak pertama kali dideteksi tahun 2008.Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah untuk memberantas rabies denganmelaksanakan program eliminasi dengan fokus utama vaksinasi rabies massalpada anjing. Meskipun program telah diupayakan, kasus rabies masih dilaporkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh program eliminasi rabiesterhadap kasus rabies di Bali, 2008-2015.Data agregat dikumpulkan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan PropinsiBali, Dinas Kesehatan Propinsi Bali dan Balai Besar Veteriner Kota Denpasar.Disain penelitian adalah observasional dengan penelitian ekologi dan dianalisissecara statistik dengan panel poisson. Analisis adalah deskripsi kasus dan programdan menghitung perubahan rata-rata dan perubahan proporsi kasus rabies di Bali,2008-2015.Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan rata-rata dan perubahan proporsirata kasus rabies anjing karena pengaruh vaksinasi rabies anjing, depopulasianjing dan kepadatan anjing menaikkan kasus 1.0, kecuali perubahan rata-ratakarena luas cakupan vaksinasi menurunkan kasus rabies anjing 0.86. Perubahanrata-rata dan perubahan proporsi karena kasus rabies anjing, gigitan anjing,pemberian vaksin anti rabies pada manusia yang tergigit, depopulasi anjing danrasio manusia dan anjing menaikkan kasus rabies manusia 1.0 pada setiapkenailkan 1 unit variabel.Kesimpulannya, program eliminasi rabies di Bali, 2008-2012, belum berhasilmenurunkan kasus rabies di hewan dan manusia. Banyak faktor yang mungkinberpengaruh tetapi tidak diteliti, misalnya jenis vaksin yang digunakan, informasi-edukasi-komunikasi yang dilaksanakan dan surveilans rabies pada anjing.Vaksinasi rabies anjing harus dilaksanakan di semua area minimum di tingkatdesa dengan jumlah populasi anjing tertarget yang benar.Kata kunci: rabies, Indonesia, panel poisson, vaksinasi.
Read More
T-4797
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Budi Tri Akoso
616.953 BUD p
Yogyakarta : Kanisius, 2007
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Berita Epidemiologi, April 1994, hal. 10-14. ( ket. ada di bendel 1993 - 1994 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tulus Riyanto
BPZ Ed.38
Jakarta : Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, 2023
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
P 306 ADI m
[s.l.] :
Jakarta: Seminar Kompas, 2006, s.a.]
Prosiding Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
