Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38121 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ramadhani; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Trisari Anggondowati, Syafridawati, Tiska Yumeida
Abstrak:
Provinsi Sumatera Barat termasuk 5 provinsi dengan proporsi SC tertinggi yaitu 23,6%. Proporsi SC di Kota Pariaman dan RSUD Pariaman Pariaman termasuk kategori sangat tinggi lebih dari 40%. Sejumlah penelitian menunjukkan usia maternal dan paritas sebagai faktor yang konsisten dan berkontribusi besar terhadap tingginya proporsi persalinan SC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia maternal dan paritas dengan persalinan SC. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan populasi sumber ibu bersalin di RSUD Pariaman tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana. Analisis data mencakup analisis deskriptif, bivariat, stratifikasi, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia maternal dengan persalinan SC setelah dikontrol faktor paritas, dan riwayat SC (RR=1,27; 95%CI=1,020 –1,597) dan terdapat hubungan paritas dengan persalinan SC setelah dikontrol faktor usia maternal, riwayat SC dan komplikasi kehamilan (RR=1,85; 95%CI=1,37 – 2,50). Dapat disimpulkan, ibu dengan usia maternal lanjut dan ibu nullipara berisiko lebih besar melahirkan secara SC. Oleh karena itu perlu diprioritaskan intervensi menurunkan SC yang fokus pada kelompok ibu usia maternal lanjut dan nullipara

West Sumatra province includes 5 provinces with the highest proportion of SC, which is 23.6%. The proportion of SC in Pariaman City and Pariaman Public Hospital is in the very high category of more than 40%. Numerous studies point to maternal age and parity as consistent factors that contribute greatly to the high proportion of SC deliveries. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity with SC delivery. The design of this study is a retrospective cohort, with the source population being maternity mothers at RSUD Pariaman in 2023. Sampling is done using a simple random technique. Data analysis includes descriptive, bivariate, stratified, and multivariate analyses. The results showed a significant relationship between maternal age and SC delivery after controlling for parity and SC history (RR = 1,27; 95% CI = 1,020–1,597), and there was a significant association between parity and SC delivery after controlling for maternal age, SC history, and pregnancy complications (RR = 1,85; 95% CI = 1,37–2,50). It can be concluded that mothers with advanced maternal age and nulliparity are at greater risk of giving birth to SC. Therefore, it is necessary to prioritize interventions to reduce SC that focus on advanced maternal age, and nullipara groups.
Read More
T-6912
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilida Fitriana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Renti Mahkota, Eni Gustina, Agus Rahmanto
Abstrak: Angka kejadian asfiksia neonatorum masih menjadi masalah serius di Indonesia.Salah satu penyebab tingginya kematian bayi di Indonesia adalah asfiksianeonatorum yaitu sebesar 33,6%. Salah satu faktor persalinan yang berhubungandengan kejadian asfiksia neonatorum adalah persalinan dengan sectio caesarea.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persalinan tindakan dengansectio caesarea dengan kejadian asfiksia neonatorum setelah di kontrol variabel kovariat. Penelitian ini menggunakan rancangan desain kasus control dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis ibu bersalin di RSIA BudiKemuliaan, Jakarta pada tahun 2013. Sampel penelitian ini adalah neonatusasfiksia. Analisis menggunakan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan66,2% bayi asfiksia dilahirkan dengan persalinan sectio caesarea. Selain didapatkan bahwa hubungan persalinan tindakan sectio caesarea dan kejadianasfiksia secara statistik mempunyai hubungan yang bermakna dengan p-value 0,042 dimana ibu yang melahirkan dengan persalinan tindakan sectio caesarea memiliki resiko 2 kali (95% CI 1,03-4,32) untuk terjadi asfiksia pada bayi yang dilahirkan dibanding ibu yang melahirkan dengan persalinan pervaginam (normal)setelah dikontrol dengan variabel kelainan letak, gawat janin, dan preeklamsi.Kata kunci: Sectia Caesarea, Asfiksia
The incidence of neonatal asphyxia remains a serious problem in Indonesia. Oneof the causes of the high infant mortality in Indonesia is asphyxia neonatorum isequal to 33.6%. One of the factors associated with the incidence of birth asphyxianeonatorum is the Sectio Caesarea delivery. The purpose of this study was todetermine the relationship of labor action by sectio Caesarea with the incidence ofneonatal asphyxia after covariate control variables. This study used a case controldesign design using secondary data from maternal medical records in RSIA BudiKemuliaan, Jakarta in 2013 samples of this study was neonatal asphyxia. Analysisusing logistic regression. The results showed 66.2% of babies born with birthasphyxia sectio Caesarea. In addition it was found that labor relations act sectioCaesarea and asphyxia events have statistically significant association with a p-value of 0.042 where the mother who gave birth to the labor action sectioCaesarea has 2 times the risk (95% CI 1.03 to 4.32) for the case of asphyxia ininfants born to mothers who gave birth compared with vaginal delivery (normal)after controlled with variable layout abnormalities, fetal distress, andpreeclampsia.Keywords : Sectio caesarea, asphyxia
Read More
T-4169
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jauhari Oka Reuwpassa; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda; Rahmadewi
Abstrak: Kehamilan tidak diharapkan seringkali berakhir dengan dengan aborsi illegal yang membahayakan ibu dan bayinya. Hal ini tentu menambah beban masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh paritas terhadap kehamilan tidak diharapkan pada wanita usia subur (WUS) di Indoensia. Penelitian ini menggunakan data sekunder survey demografi kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Total 15.316 responden memenuhi kriteria eligible penelitian. Data di analisis menggunakan regresi cox untuk melihat crude dan adjusted asosiasi. Besar signifikansi dinilai dari 95% rentang kepercayaan (CI95%)
Read More
T-5695
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Yovsyah, Luzi Adriyanti
Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator dari kualitas hidup ibu. Kualitas hidup masa nifas sangat penting dan perlu diperhatikan terutama masa nifas post operasi sectio caesarea. Keadaan tidak sehat ibu dan atau janin berdampak pada kualitas hidup ibu postpartum. Pada masa postpartum ibu harus dimotivasi untuk melakukan aktivitas fisik sesegera mungkin atau mobilisasi dini karena penting untuk meningkatkan kualitas hidup ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan kualitas hidup ibu post sectio caesarea di RSUD Koja Jakarta Utara. Analisis yang digunakan adalah Cox Regression yang mengestimasi nilai Prevalence Ratio. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan analisis Cox Regression mengungkapkan bahwa ibu yang melakukan mobilisasi dini memiliki prevalence ratio sebesar 1,686 kali (p value 0,06; :95% CI 0,978-2,908) dibanding ibu yang tidak mobilisasi dini setelah dikontrol oleh variabel pendidikan. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa hubungan mobilisasi dini tidak signiifikan dengan mempertimbangkan nilai p value >0,05 dan 95% Confidence Interval yang rentangnya diatas angka 1. . Kata Kunci : Kualitas Hidup; Mobilisasi Dini; Post Sectio Caesarea RELATIONS EARLY MOBILIZATION WITH QUALITY OF LIFE OF MOTHER POST SECTIO CAESAREA IN RSUD KOJA NORTH JAKARTA, 2017 The maternal mortality is one of an indicator of life quality of mother.The quality of life of the puerperium is very important and attention should be given to especially the puerperium post operation sectio of cæsarea. State of being unwell mother and or fetus have an impact on life quality of mother postpartum.In the postpartum have to be motivated to do physical activity as soon as possible or early mobilization because it is important to improve the quality of life mother.Research aims to understand early mobilization relations with quality of life of mother post section cæsarea in RSUD Koja hospital North Jakarta.The analysis used is coc regression who estimate value prevalence ratio.The results of the analysis multivariate with using analysis cox regression revealed that mother who performs mobilization of early having prevalence ratio of 1,686 times (p value 0,06; :95% CI 0,978-2,908) compared mother who do not early mobilization after controlled by education variable. The analysis result show that relationship early mobilization is signiifikan considering value p value >0.05 and 95 % of confidence intervals the value passed the 1. Keywords : Quality of Life; Early Mobilization; Post Sectio of Cæsarea
Read More
T-5023
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anung Respati; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Dede Kusmana, Sudijanto Kamso, Rusbandi Sarpini
Abstrak:

Tingginya prevalensi hipertensi dan stroke pada masyarakat kota Pariaman dan kebiasaan duduk di lapau, sebagai gaya hidup sedentari pada laki-laki, yang dilatarbelakangi budaya. Penelitian dilakukan dengan disain Kasus-Kontrol tidak berpasangan, pada 117 Kasus dan 117 Kontrol, laki-laki berusia 21 - 40 tahun. Kasus dipilih dari orang yang berkunjung ke RSUD Pariaman dan sebuah rumah sakit swasta di Pariaman, sedangkan Kontrol adalah tetangga Kasus dari rumah yang terdekat melingkupi rumah Kasus dan dipilih secara acak (Population based control). Kasus adalah penderita hipertensi ringan tanpa komplikasi yang berkunjung ke rumah sakit pada tahun 2006, dan pada saat wawancara mempunyai tekanan darah sistolik 140 -159 mmHg atau diastolik 90 -99 mmHg. Regresi logistik dilakukan untuk menganalisis hubungan ini. Terdapat 35,9% responden dari kelompok Kasus beraktivitas rendah dibandingkan dengan 14,S% dari kelompok Kontrol. Pada waktu bekerja terdapat 32,5% responden dari kelompok Kasus dengan indeks rendah dibandingkan dengan 22,2% dari kelompok Kontrol. Terdapat 17,1% responden dari kelompok Kasus dengan indeks olah raga rendah dibandingkan dengan 6,8% dari kelompok Kontrol, dan pada waktu senggang terdapat 24,8% responden dari kelompok Kasus dengan indeks rendah dibandingkan dengan 27,4% dari kelompok Kontrol. Laki-laki Pariaman usia 21 - 40 tahun dengan tingkat aktivitas fisik rendah mempunyai risiko untuk mengalami hipertensi ringan 4,06 kali lebih besar (OR 4,06 ;95%CI 1,81 - 9,10) dibandingkan laki-laki Pariaman usia 21 - 40 tahun dengan tingkat aktivitas fisik tinggi setelah dikontrol dengan status gizi dan frekuensi kebiasaan makan roti isi. Aktivitas fisik yang rendah berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi ringan. Kebiasaan duduk di lapau harus diimbangi dengan meningkatkan kebiasaan olah raga Dinas Kesehatan Kota Pariaman didukung jajaran lain terkait perlu lebih mempromosikan upaya peningkatan aktivitas fisik di masyarakat dengan kampanye olah raga dan jalan kaki.


The high prevalence on hypertension and stroke among the people city of Pariaman and the sitting habit in the lapau, coffee stalls, as a sedentary life's style of men that culturally set up. Study is using an impaired case-control design with 117 cases and 117 controls of men aged 21 - 40 years old. Cases are chosen from visitors of General Hospital of the Distric of Pariaman ang of one Private Hospital in Pariaman, while controlsare the cases?neighbours from the closest house which surround the cases? houses and randomly selected (Population based control). Cases are stage I hypertension (JNC 7) patients without any comlpication who visit to hospital on 2006 and while interviewedis having blood pressure of systolic on 140 - 159 mmHg or diastolic on 90- 99 mmHg. Logistic regression is performed to analyze this association. There are 35.9% of low physical activities among cases' group compare to 14.5% of controls' group. During work time, there are 32-5% of respondents of case group that having low index, while 22.2% of control group. Seventeen point one percent (17.1%) respondent from the cases' group have low sport index compared to 6.8% of controls' group. During leissure time, there are 24.8% respondents irom the cases' group are having low index, while 27.4% of controls' group. Men in the city of Pariaman aged 21 - 40 years with low level of physical activity have a risk to develop stage I of hypertension 4.06 times greater (OR 4.06; 95%CI : 1.81 - 9.10) than men in the city of Pariaman aged 21 - 40 years with high level of physical activity after being controlled for overweight status and habitual frequency of stuffed bread consumption. Low physical activity influences the occurrence of 1st stage hypertension. Sitting habit in the lapau must be balanced with more higher habit of exercising. The Health Autority of kota Pariaman, supported by its related components, should increase the promotion on the importance of physical activities of the community, such as a campaign on community exercise and walking.

Read More
T-2538
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Lidya Savitri; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Helda, Rohmawati
S-9602
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfa Nurul Qomariah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Mugia Bayu Raharja
Abstrak: Komplikasi kehamilan menjadi penting karena komplikasi kehamilan adalah salah satufaktor penyebab kematian ibu. Kejadian komplikasi kehamilan di Indonesia telahmengalami peningkatan dari 11% di tahun 2007 menjadi 19 % di tahun 2017 berdasarkandata SDKI 2017. Tujuan dari penelitian ini yaitu menemukan hubungan antara usia ibu,paritas, dan aktivitas bekerja dengan kejadian komplikasi kehamilan di Indonesiaberdasarkan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Desain penelitian iniadalah case control. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Demografi danKesehatan Indonesia Tahun 2017. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang menjadisampel pada penelitian Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2017, terdiri dari 73kasus dan 73 sampel. Hasil penelitian secara statistik diperoleh variabel yang memilikihubungan signifikan dengan kejadian komplikasi kehamilan yaitu usia ibu (OR 3,086; 95%Cl 1,104-4,458; p value 0.028) dan paritas (OR 2,218; 95%Cl 1,104-4,458; p value 0,037).Kata kunci : Ibu Hamil, Komplikasi Kehamilan, Usia Ibu, Paritas, Aktivitas Bekerja.
Read More
S-10309
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Ayu Lestari; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Ratna Djuwita
Abstrak:
Prehipertensi pada usia dewasa muda berisiko berkembang menjadi hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko perilaku merokok dan obesitas terhadap kejadian prehipertensi pada kelompok usia 18–34 tahun di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sampel yang dianalisis sebanyak 1.895 responden dewasa muda. Analisis dilakukan untuk melihat hubungan dan efek interaksi antara merokok dan obesitas terhadap kejadian prehipertensi. Hasil menunjukkan prevalensi prehipertensi sebesar 54,93%. Risiko prehipertensi paling tinggi ditemukan pada kelompok obesitas yang tidak merokok dengan PR = 1,34 (95% CI: 1,02–1,44). Ditemukan pula interaksi biologis antagonis antara merokok dan obesitas. Hasil ini menunjukkan bahwa obesitas menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan merokok dalam meningkatkan risiko prehipertensi pada dewasa muda. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada pengendalian obesitas dan perilaku hidup sehat melalui layanan Posbindu PTM serta promosi kesehatan digital yang menjangkau kelompok usia muda.

Prehypertension in young adults poses a risk of progressing to hypertension and cardiovascular disease. This study aimed to assess the risk associated with smoking behavior and obesity on the incidence of prehypertension among individuals aged 18–34 years in Indonesia. This quantitative analytic study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI). A total of 1,895 young adult respondents were included in the analysis. The study examined the relationship and interaction effects of smoking and obesity on prehypertension. The results showed a prehypertension prevalence of 54.93%. The highest risk was found in the group of obese individuals who did not smoke, with a prevalence ratio (PR) of 1.34 (95% CI: 1.02–1.44). An antagonistic biological interaction was observed between smoking and obesity. These findings suggest that obesity is a more dominant factor than smoking in increasing the risk of prehypertension among young adults. Preventive efforts should focus on obesity control and healthy lifestyle promotion through community health posts (Posbindu PTM) and digital health campaigns targeting the younger population.
Read More
T-7443
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusnilawati; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono, Renti Mahkota; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Felly Philipus Senewe
T-2344
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desri Magdalena Purba; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Ari Kusuma
S-7756
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive