Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39508 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maulita Rizqi Shafira; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Rizka Maulida, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Indonesia mengalami peningkatan beban penyakit tidak menular, salah satunya dari penyakit jantung koroner (PJK). Salah satu provinsi dengan prevalensi PJK tertinggi adalah Provinsi DI Yogyakarta, yaitu mencapai 2%. Peningkatan ini terus terjadi salah satunya disebabkan oleh tingkat urbanisasi yang tinggi. Tingkat urbanisasi menyebabkan pelimpahan aktivitas perkotaan ke wilayah perdesaan sekitarnya, sehingga masyarakat mengembangkan karakteristik seperti populasi perkotaan, tetapi karakteristik wilayahnya masih perdesaan. Wilayah ini disebut sebagai wilayah semi-perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian PJK pada populasi dewasa di wilayah semi-perkotaan Provinsi DI Yogyakarta tahun 2022 menggunakan data Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penduduk usia >18 tahun dan diolah menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini menemukan bahwa usia, hipertensi, diabetes melitus, dan merokok merupakan faktor risiko yang memprediksi kejadian PJK. Sementara itu, orang dengan riwayat PJK keluarga dan obesitas berisiko lebih rendah untuk mengalami PJK. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan program dan kebijakan kesehatan terkait PJK dan dalam pelaksanaan penelitian selanjutnya.

Indonesia is experiencing an increasing burden of non-communicable diseases, one of which is coronary heart disease (CHD). One of the provinces with the highest prevalence of CHD is DI Yogyakarta Province, which reaches 2%. This increase continues to occur partly due to the high level of urbanization. The level of urbanization causes the spillover of urban activities to the surrounding rural areas, so that the community develops characteristics such as urban population, but the characteristics of the area are still rural. These areas are referred to as semi-urban areas. This study aims to identify factors associated with CHD in the adult population in semi-urban areas of Yogyakarta Province in 2022 using data from the Non-Communicable Disease Information System, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The design of this study was cross-sectional with a sample of population aged >18 years and processed using univariate to multivariate analysis. This study found that age, hypertension, diabetes mellitus, and smoking are risk factors that predict the incidence of CHD. Meanwhile, people with a family history of CHD and obesity had a lower risk of developing CHD. The results of this study are expected to be taken into consideration for the preparation of health programs and policies related to CHD and for further research.
Read More
S-11576
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yolliindria Sari; Pembimbing: Helda; Penguji: Zakianis, Najmi Khomariah, Mawari Edy
Abstrak:
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada jemaah haji. Karakteristik jemaah haji Indonesia yang didominasi kelompok usia lanjut serta tingginya prevalensi penyakit tidak menular berpotensi meningkatkan risiko terjadinya PJK. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko penyakit jantung koroner pada jemaah haji Provinsi Sumatera Barat tahun 2025 serta menggambarkan risiko gangguan kesehatan jemaah haji berdasarkan pendekatan risiko bencana. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sumber data sekunder pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang berasal dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) terhadap 4.688 jemaah haji. Analisis faktor risiko dilakukan menggunakan regresi logistik ganda. Analisis risiko gangguan kesehatan dilakukan menggunakan kerangka risiko bencana yang mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas adaptif (adaptive capacity), kemudian divisualisasikan dalam bentuk pemetaan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi PJK sebesar 6,53%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian PJK adalah jenis kelamin laki-laki (aPOR=1,29; 95%CI:1,02–1,63), usia lanjut (lansia muda aPOR=2,12; 95%CI:1,63–2,76; lansia madya aPOR=2,40; 95%CI:1,69–3,40; lansia tua aPOR=2,05; 95%CI:1,09–3,86), dan anemia (aPOR=4,37; 95%CI:1,13–16,86). Anemia memiliki besaran risiko tertinggi namun dengan interval kepercayaan yang relatif lebar sehingga perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Hasil analisis risiko gangguan kesehatan berdasarkan pendekatan risiko bencana menunjukkan adanya variasi tingkat risiko antar kabupaten/kota, dengan Kota Padang termasuk dalam kategori risiko sangat tinggi, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Kota Solok memiliki risiko yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan Diperlukan integrasi data kesehatan antara Siskohatkes dan BPJS Kesehatan untuk mendukung pemantauan kesehatan jemaah secara longitudinal, penguatan pembinaan kesehatan berbasis faktor risiko melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sejak memperoleh nomor porsi hingga keberangkatan, penilaian kembali istitaah kesehatan pada masa praembarkasi, serta peningkatan kapasitas adaptif di wilayah prioritas guna menurunkan risiko gangguan kesehatan jemaah haji.

Coronary heart disease (CHD) is one of the leading causes of morbidity and mortality among Hajj pilgrims. The characteristics of Indonesian Hajj pilgrims, who are predominantly older adults and have a high prevalence of non-communicable diseases, may increase the risk of CHD. This study aimed to analyze the risk factors for coronary heart disease among Hajj pilgrims from West Sumatra Province in 2025 and to describe the risk of health problems among Hajj pilgrims using a disaster risk approach. A cross-sectional study design was employed using secondary data from the Integrated Hajj Health Information System (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (SISKOHATKES) involving 4,688 Hajj pilgrims. Risk factor analysis was performed using multiple logistic regression. The analysis of health problem risk was conducted using a disaster risk framework integrating the components of hazard, vulnerability, and adaptive capacity, and the results were visualized through spatial mapping. The results showed that the prevalence of CHD was 6.53%. Factors associated with CHD were male sex (aPOR=1.29; 95% CI: 1.02–1.63), older age (young-old: aPOR=2.12; 95% CI: 1.63–2.76; middle-old: aPOR=2.40; 95% CI: 1.69–3.40; oldest-old: aPOR=2.05; 95% CI: 1.09–3.86), and anemia (aPOR=4.37; 95% CI: 1.13–16.86). Anemia had the strongest association with CHD; however, its relatively wide confidence interval indicates that the finding should be interpreted with caution. The disaster risk analysis demonstrated variations in the level of health risk across districts and municipalities, with Padang City classified as a very high-risk area, while Mentawai Islands Regency, Pesisir Selatan Regency, Solok Regency, and Solok City were classified as high-risk areas. This study recommends integrating health data between SISKOHATKES and BPJS Kesehatan to support longitudinal health monitoring of Hajj pilgrims, strengthening risk-based health coaching through the Chronic Disease Management Program (Prolanis) from the time pilgrims obtain their Hajj registration number until departure, conducting a reassessment of health istita'ah during the pre-embarkation period, and enhancing adaptive capacity in priority areas to reduce the risk of health problems among Hajj pilgrims.
Read More
T-7629
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natalia Kurniawati; Pembimbing: NurhayatA Prihartono; Penguji: Yovsyah, Yoan Hotnida Naomi,
S-8763
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thifal Kiasatina; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Tiersa Vera Junita
Abstrak: Faktor dominan yang didapatkan yakni riwayat diabetes melitus pada keluarga. Sehingga diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penguatan program Posbindu PTM dalam mengendalikan dan mencegah risiko diabetes melitus tipe 2 pada pegawai Kementerian Kesehatan RI.
Read More
S-9949
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isnaeni; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Felly Philips Sinewe
T-4076
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resti Dwi Hasriani; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Nurhayati Adnan, Misti, Rindu Rachmiaty
Abstrak:
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian pada kelompok kardiovaskular. Obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap progresivitas dari prediabetes menjadi DM tipe 2 dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kondisi prediabetes dengan obesitas meningkatkan risiko kejadian PJK berdasarkan Cardiometabolic Disease Staging (CMDS). Penelitian ini menggunakan desain studi kohor retrospektif dengan data sekunder studi kohor faktor risiko PTM tahun 2011-2018. Sampel adalah 493 penduduk penduduk dewasa yang obesitas yang menjadi responden Studi Kohor Faktor Risiko PTM, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil analisis multivariat menggunakan cox regression setelah dikontrol dengan usia dan durasi obesitas menemukan bahwa prediabetes memiliki nilai HR=0,80 (95%CI:0,462-1,387), p=0,429, yang berarti hubungan prediabetes dengan kejadian PJK pada penduduk dewasa yang obesitas tidak bermakna secara statistik.

Coronary Heart Disease (CHD) is a leading cause of death in the cardiovascular group. Obesity could increase a person's risk of progression from prediabetes to type 2 DM and increase the risk of cardiovascular disease. Prediabetes with obesity increases the risk of CHD events based on Cardiometabolic Disease Staging (CMDS). This study was used a retrospective cohort study design using secondary data on NCD Risk Factor Cohort Study in 2011-2018. The sample was 493 obese adult respondents in population of NCD Risk Factor Cohort Study whom met this study inclusion and exclusion criteria. The results of multivariate analysis using cox regression after being controlled by age and duration of obesity found that prediabetes had HR = 0.80 (95% CI: 0.462- 1.387), p = 0.429 which means the relationship between prediabetes with CHD events in obese adult respondents was not statistically significant.

Read More
T-5829
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwo Setiyo Nugroho; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Putri Bungsu, Julianty Pradono, Punto Dewo
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Purwo Setiyo Nugroho Program Studi :  Magister Epidemiologi Judul :  Hubungan Diabetes Melitus Dengan Penyakit Jantung Koroner (Analisis Data Baseline Kohor PTM Tahun 2011). Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi yang berakibat munculnya penyakit lainnya. Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit terbesar pada penderita diabetes mellitus. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit kardiovaskuler terbanyak dibandingkan penyakit kardiovaskuler lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diabetes mellitus dengan penyakit jantung koroner pada studi data Baseline Kohor PTM Kementrian Kesehatan. Analisis yang digunakan adalah Cox Regression yang mengestimasi nilai Prevalens Ratio. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan analisis cox regression mengungkapkan bahwa orang yang menderita diabetes melitus memiliki prevalens rasio sebesar 1,094 kali (p value 0,929 CI 95 % 0,149 – 8,026) dibanding responden yang tidak menderita diabetes melitus. Namun, hasil analisis ini menunjukkan bahwa hubungan diabetes melitus terhadap penyakit jantung koroner tidak signifikan dengan mempertimbangkan nilai p value > 0,05 dan 95 % Confidence Interval yang rentangnya melewati angka 1. Dalam peneltian ini minim terjadinya bias seleksi karena tidak missing data pada sampel eligible sebanyak 1937 responden. Begitu pula minim terjadinya bias informasi karena pengukuran variabel penelitian menggunakan alat ukur yang baku. Namun penelitian ini memiliki kelemahan dalam temporality sehingga hasil penelitian tidak dapat di justifikasi bahwa diabetes mellitus merupakan penyebab penyakit jantung koroner. Serta nilai asosiasi prevalence ratio bukan merupakan nilai risiko yang sebenarnya. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Penyakit Jantung Koroner, Baseline Kohor, Penyakit Tidak Menular


ABSTRACT Name :  Purwo Setiyo Nugroho Program :  Master of Epidemiology Title :  Association of Diabetes Mellitus With Coronary Heart Disease (Baseline Data Analysis of Non-Communicable Disease, 2011). Diabetes mellitus is a disease that can cause complications that lead to the emergence of other diseases. Cardiovascular disease is the biggest disease in patients with diabetes mellitus.  This study aims to determine the relationship of diabetes mellitus and coronary heart disease in the Baseline Data Non-Communicable Disease Cohort Study. The analysis is the Cox Regression estimate the Prevalence Ratio. Multivariate analysis using Cox regression analysis revealed that people suffering from diabetes mellitus have a prevalence ratio of 1.094 times (p value = 0.929 95% CI 0.149 to 8.026) than respondents who do not have diabetes mellitus. However, the results of this analysis showed that the association of diabetes mellitus against coronary heart disease is not significant considering p value <0.05 and 95% Confidence Intervals range is exceeded 1. This study the minimal selection bias because there is missing data on a sample of eligible total 1937 respondents. Similarly, the minimal bias variable measurement information for research using standard measurement tools. However, this study has weaknesses in temporality so that research results can not be justified that diabetes mellitus is a cause of coronary heart disease. Tthe value of association prevalence ratio is not the value of the actual risk. Keywords: Diabetes Mellitus, Coronary Heart Disease, Baseline Cohort, Non Communicable Disease

Read More
T-4835
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatikhatul Mabruroh; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Misti, Dian Meutia Sari
Abstrak:
Penyakit Jantung Koroner (PJK) dikenal sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko PJK terus mengalami peningkatan dan dikhawatirkan dapat meningkatkan pula angka morbiditas dan mortalitas akibat PJK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko obesitas terhadap timbulnya PJK di Kota Bogor. Data yang digunakan adalah data kohor Penyakit tidak menular yang dikumpulkan sejak tahun 2011 – 2015. Disain studi yang digunakan adalah nested-case control dengan variabel kovariat yang dikumpulkan antara lain usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, kolesterol total, HDL, LDL, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, stres dan riwayat keluarga. Analisis yang digunakan adalah analisis multivariat unconditional logistic regression untuk mengetahui nilai OR adjusted. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi PJK sebesar 35,1% dan prevalensi obesitas adalah 50,4%. Berat badan normal ditemukan lebih tinggi baik pada kelompok kasus maupun kontrol (45,4% dan 52,8%,). Besar nilai OR adjusted didapatkan sebesar 1,585 (CI 95% 1,2541 – 2,004) dengan nilai p 0,000. Diharapakan masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat, seperti meningkatkan aktivitas fisik, pola diet yang sehat, tidak merokok tidak stres dan istrihat yang cukup, khusunya pada jenis kelamin laki-laki dimana pada penelitian ini jenis kelamin laki-laki dan memiliki berat badan obesitas berrisiko untuk mengalami PJK. Obesitas, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Tidak Menular.

Coronary Heart Disease (CHD) was known as a public health problem in the world. Obesity, which is a risk factor for CHD, continues to increase and it is feared that it can also increase the morbidity and mortality rates due to CHD. This study aims to see the big risk of CHD in the city of Bogor. The data used was cohort data for non- communicable diseases collected from 2011 - 2015. The research used was nested-case control with covariate variables, age, gender, hypertension, diabetes mellitus, total cholesterol, HDL, LDL, consumption. alcohol, physical activity, stress and family history. The analysis used was multivariate unconditional logistic regression analysis to determine the adjusted OR value. The results of the analysis in this study indicate that the proportion of CHD was 35.1% and the prevalence of obesity was 50.4%. Normal body weight was found to be higher in both the case and control groups (45.4% and 52.8%, respectively). The adjusted OR value was 1.585 (95% CI 1.2541 – 2.004) with p value of 0.000. It is hoped that the community can implement a healthy lifestyle, such as increasing physical activity, a healthy diet, not smoking, not stressing and getting enough rest, especially for the male gender where in this study male gender and having obesity are at risk for developing obesity. experiencing CHD. Keyword : Obesity, Coronary Heart Disease, Non-Communicable Disease Research.
Read More
T-6267
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fina Nurillah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Cut Putri Arianie
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan PJK pada penduduk usia 3 15 tahun di Jawa Barat tahun 2019. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan menggunakan data Posbindu PTM Jawa Barat 2019.
Read More
S-10411
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pramita Mandasari; Pembimbing: Helda; Penguji: Nasrin Kodim, Chita Septiawati
S-8861
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive