Ditemukan 41391 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Silvia Fitriana; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Read More
Peningkatan populasi penduduk di suatu perkotaan berdampak pada meingkatnya beban terhadap sistem transportasi, salah satunya adalah kecelaaan lalu lintas. Berada pada urutan kesembilan sebagai penyebab utama kematian di dunia dan diperkiran berada pada urutan keempat pada 2030. Kecelakaan lalu lintas di Jakarta utara memiliki indeks fatalitas tertinggi di Jakarta. Pada tahun 2022-2023, terdapat peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dengan penyebab dan korban didominasi oleh pengemudi sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia (usia, jenis kelamin, lengah, mengantuk atau lelah, tidak tertib lalu lintas, penggunaan alat pelindung diri, dan kepemilikan SIM) dan faktor lingkungan (geometri jalan, permukaan jalan, waktu kejadian, dan cuaca) dalam kecelakaan lalu lintas pada pengemudi sepeda motor di Kota Jakarta Utara Tahun 2022-2023. Menggunakan desain strudi cross sectional dengan metode kuantitatif dan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% (p-value=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin (p-value=0,005; OR=2,667), tidak tertib lalu lintas (p-value<0,001; OR=4,108), dan cuaca (p-value=0,001; OR=3,774) dengan kecelakaan lalu lintas. Variabel yang paling berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah tidak tertib lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis spasial, titik lokasi kecelakaan lalu lintas terbanyak berada di Jalan Raya Cilincing, Jalan R. E. Martadinata, dan Jalan. Yos Sudarso.
The increasing population of urban areas has resulted in an increasing burden on the trasportation system, including traffic accident. Traffic accident is the ninth leading cause of death in the world and are expected to foruth by 2023. Traffic accident in North Jakarta have the highest fatality index in Jakarta. In 2022-2023, there was an increase in the number of traffic accident with casuse and victims dominated by motorcyclist. This study aims to analyze human factors (age, gender, inattention, drownsiness or fatigue, traffic violation, use of personal protective equipment, and possession of driver’s license) and environmental factors (road geometry, road surface, time of accident, and weather) in traffic accident among motorcyclist in North Jakarta City in 2022-2023. This study used a cross-sectional study design with quantitative methods and total sampling as sampling techniques. Statistical analysis was perfomed using the chi-square test and binary logistic regression with 95% confident level (p-value=0,005). The result showed and association between gender (p-valu=0,005; OR=2,667), traffic violation (p-value<0,001; OR=4,108), and weather (p-value=0,001; OR=3,774) with traffic accident among motorcyclyst. The most influential variabel in the occurrence of traffic accident among motorcyclist is traffic violation. Based on the spatial analysis, the most location of traffic accident are Jalan Raya Cilincing, Jalan R. E. Martadinata, and Jalan Yos Sudarso.
S-11710
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sulis Setiawati; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, H. Suhli
S-6278
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Angela Olivia Sitompul; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Read More
Transportasi merupakan sarana yang dipergunakan untuk melakukan perpindahan manusia maupun barang. Transportasi darat menjadi transportasi yang paling banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan keuntungan bagi kehidupan, disisi lain transportasi juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya, bilamana terjadi kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan konsekuensi serius pada kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor risiko kecelakaan (faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan) dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah pengemudi yang terlibat kejadian kecelakaan lalu lintas mayoritas mengalami cedera/luka dan gambaran distribusinya didominasi oleh kelompok usia ≤ 35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan, mengalami kecelakaan akibat perilaku lengah dan kondisi jalan berlubang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor manusia, yaitu pendidikan dan kecepatan tinggi. Dimana pengemudi dengan pendidikan tinggi lebih berisiko 62,7 kali untuk mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah dan pengemudi yang berkendara dengan kecepatan tinggi lebih berisiko 0,04 kali mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berkendara dalam kecepatan rendah. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor kendaraan dan faktor lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor manusia memiliki peran penting dalam terjadinya kecelakaan.
Transportation is a tool used to carry out the movement of people and goods. Land transportation is the most widely used transportation by humans in everyday life. In addition to providing benefits for life, on the other hand transportation can also have a negative impact on its users, if a traffic accident occurs which then has serious consequences for public health. The purpose of this study was to analyze the relationship between accident risk factors (human, vehicle, and environmental factors) and traffic accidents in the Administrative City of East Jakarta in 2023. The research design used was a cross-sectional with quantitative methods and simple random sampling technique. The results of this study are that the majority of drivers involved in traffic accidents experience injuries and the distribution is dominated by the age group ≤ 35 years, male, highly educated, has a job, has accidents due to negligent behavior and potholes potholes on the road. There is a significant relationship between traffic accidents and human factors, namely education and high speed. Where drivers with higher education are 62.7 times more at risk of experiencing traffic accidents than those with low education and drivers who drive at high speeds are 0.04 times more at risk of experiencing traffic accidents than those who drive at low speeds. There is no significant relationship between traffic accidents and vehicle and environmental factors. The conclusion of this study is that the human factor has an important role in the occurrence of accidents.
S-11393
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yova Tsalvina Rizka; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Dewi Susanna, Joko Irwanto
Abstrak:
Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di duniayang disebabkan oleh tiga faktor risiko utama yaitu faktor manusia yang meliputi faktor sosialdemografi dan faktor perilaku, kedaraan, dan lingkungan/infrastruktur. Dampak yangditimbukan dari kecelakaan lalu lintas di Indonesia berdasarkan data Kepolisian setiap jammeyebabkan tiga orang meninggal dunia. Terdapat perbedaan angka kecelakaan lalu lintas disetiap daerah di Indonesia serta terdapat perbedaan faktor risiko penyebab kecelakaan lalulintasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko kecelakaandengan kecelakaan lalu lintas di Kota Cilegon tahun 2017-2018. Penelitian ini inimenggunakan desain cross sectional dengan variabel independennya adalah faktor risikokecelakaan yang meliputi faktor manusia, faktor kendaraan, dan faktorlingkungan/infrastruktur. Variabel dependennya adalalah kecelakaan lalu lintas. Data yangdigunakan merupakan data sekunder terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang didapatkan dariPolres Kota Cilegon. Pengambilan dan pemasukkan data dilakukan di Polres Kota Cilegon.Digunakan analisis data univariat dan bivariat dengan Uji Chi Square. Hasil ananlisismenunjukkan bahwa proporsi faktor jenis kelamin laki-laki memiliki presentase tertinggi yaitusebesar 91,8% pada tahun 2017 dan 87,6% pada tahun 2018. Dari 14 variabel yang diuji, tidakada variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kecelakaan lalu lintas di KotaCilegon.Kata kunci:Kecelakaan lalu lintas, meninggal dunia, faktor risiko manusia, faktor risiko kendaraan, faktorrisiko lingkungan/infrastruktur.
Read More
S-10245
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Astri Getriana; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Budi Hartono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Masdianto , Astuti
Abstrak:
Pendahuluan: Pada tahun 2020 kematian akibat kecelakaan kendaraan di jalan raya diprediksi akan menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia setelah sebelumnya masih diposisi sepuluh. Jumlah sepeda motor mendominasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan, maka diperlukan upaya pengendalian kasus dan faktor risiko untuk mencegahnya yaitu perlunya melakukan analisis kejadian kecelakaan lalu lintas dari sisi kesehatan masyarakat. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spasial dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed method. Terdapat 136 sampel desain kuantitatif dan 6 informan untuk desain kualitatif, setelah ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi. Data diperoleh dari laporan registrasi Ditlantas Polres Metro Jakarta Selatan dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis spasial, uji statistik dan analisis kualitatif. Hasil: (1) Kecamatan yang banyak terdapat kejadian kecelakaan terletak di Kebayoran Lama, Pasar Minggu dan Cilandak. (2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor umur, kepemilikan SIM dan hari terhadap akibat kejadian kecelakaan. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor jam kejadian dengan akibat kejadian kecelakaan. Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengguna jalan di Jakarta Selatan dan sebagai bahan masukan bagi pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan di jalan. Kata Kunci: Kecelakaan, sepeda motor
Read More
T-5059
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zulkifli; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Indra Kusuma Cahyadi
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Kecelakan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan utama dalam bidang kesehatan masyarakat dan keselamatan transportasi di tingkat global, regional maupun nasional. Berdasarkan laporan yang telah dikeluarkan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia tahun 2023 sekitar 152.720 kasus kecelakan lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Kecelakaan lalu lintas di kota Depok pada tahun 2020-2024 memiliki tingkat kecelakaan yang cukup tinggi yang disebabkan oleh faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan. Tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara faktor faktor risiko kecelakaan seperti faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok pada tahun 2020-2024. Metode: menggunakan desain studi ekologi dengan metode kuantitatif yaitu uji korelasi dan pengambilan sampel menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Data Satlantas Polres Metro Depok tahun 2020-2024. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu kejadian memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r=0,154), kondisi kendaraan dan jenis kendaraan yang terlibat memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r=0,144) dan kondisi jalan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r= -0,523). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara waktu kejadian, kondisi kendaraan, jenis kendaraan yang terlibat dan kondisi jalan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok.
Background: Traffic accidents represent a major public health and transportation safety challenge at global, regional, and national levels. According to reports issued by the Indonesian National Police Traffic Corps, approximately 152,720 traffic accident cases occurred in Indonesia in 2023. Between 2020 and 2024, Depok City experienced a high rate of traffic accidents driven by vehicle factors, environmental factors, and road factors. Objective: To identify and analyze the relationship between accident risk factors specifically vehicle, environmental, and road factors and the occurrence of traffic accidents in Depok City from 2020 to 2024. Methods: This study employed an ecological study design with a quantitative approach, utilizing correlation tests. Sampling was conducted using secondary data obtained from the Depok Metro Police Traffic Unit reports for the 2020–2024 period. Results: The findings indicate that the time of occurrence has a significant relationship with traffic accident events in Depok City (p<0.001, r=0.154). Vehicle condition and the type of vehicle involved also showed a significant relationship (p<0.001, r=0.144). Furthermore, road conditions were significantly related to traffic accidents in Depok City (p<0.001, r=-0.523). Conclusion: There are significant relationships between the time of occurrence, vehicle condition, type of vehicle involved, and road conditions with the incidence of traffic accidents in Depok City. .
S-12184
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indah Kurniawati; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih, Ali Isha Wardhana, Dwinda Ramadhoni
Abstrak:
Kebisingan lalu lintas menjadi sumber utama dari kebisingan yang ada di perkotaan. Kebisingan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Paparan kebisingan dapat meningkatkan kerusakan fisik yang dinilai sebagai bahaya kesehatan seperti risiko penyakit kardiovaskuler. Paparan jangka panjang dari kebisingan transportasi telah terbukti berhubungan dengan prevalensi kejadian hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit pembuluh darah yang sering tidak menimbulkan gejala, disebut silent killer. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kebisingan lalu lintas di pelabuhan Tanjung Priok dengan terjadinya hipertensi pada petugas pelabuhan tahun 2015. Desain studi yang digunakan adalah studi crossectional dengan populasi adalah petugas operasional pelabuhan Tanjung Priok. Subjek penelitian ini adalah petugas operasional pelabuhan Tanjung Priok yang terpajan bising sejumlah 178 orang. Hasil analisa multivariat didapatkan bahwa petugas pelabuhan yang terpapar kebisingan >70 dBA berisiko 2,249 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan petugas pelabuhan yang terpapar kebisingan ≤70 dBA dengan dikontrol oleh variabel usia, status perkawinan, status gizi dan jam kerja responden. Penyakit hipertensi pada petugas pelabuhan Tanjung Priok dapat terjadi karena tingkat kebisingan lalu lintas yang melebihi NAB, usia pekerja yang lebih dari 39 tahun, status gizi berlebih dan jam kerja yang lama sehingga perlunya upaya-upaya untuk menurunkan morbiditas hipertensi pada petugas pelabuhan dengan melakukan penamanan pohon untuk mereduksi suara bising, melakukan olahraga secara rutin, memperbaiki pola makan, dan memenuhi waktu kerja sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang. Kata kunci : Kebisingan lalu lintas, hipertensi, petugas pelabuhan
Read More
T-4375
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Rosdiana ; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Ema Hermawati, Zakianis, Rudy Joegyantoro; Slamet Isworo
Abstrak:
Read More
Cedera lalu lintas sebagai penyebab utama kematian ke delapan bagi semua usia. Riskesdas 2018 menunjukkan proporsi kejadian cedera jalan raya di Indonesia fluktuatif sejak tahun 2007-2018. Proporsi penyebab cedera kecelakaan lalu lintas tahun 2018 di Indonesia juga didominasi kendaraan bermotor. Saat pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia telah melakukan kebijakan diantaranya kekarantinaan kesehatan yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar sejak 1 April 2020 yang dapat mempengaruhi pola mobilitas masyarakat dan berdampak pada kecelakaan lalu lintas [3]. Tujuannya untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian cedera lalu lintas dan gambaran titik kejadian kecelakaannya. Kota Tangerang Selatan ditetapkan sebagai wilayah urban dan Kabupaten Pandeglang sebagai wilayah rural. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan uji chi square, uji T dan regresi logitik pada semua faktor risiko. Analisis spasial untuk menggambarkan titik kejadian kecelakaan lalu lintas. Pengumpulan data dilakukan Bulan April-Juni 2023. Sumber data penelitian berasal dari data sekunder rekam medis RSUD tipe tertinggi dan kepolisian. Tidak ada perbedaan antara kejadian kecelakaan dan kejadian cedera sebelum dan saat pandemi di dua wilayah tersebut. Sebelum pandemi, kecepatan tinggi berhubungan dengan cedera berat baik di wilayah urban (p 0,000) maupun rural (p 0,003). Saat pandemi, status korban (p 0,001) dan jenis kecelakaan (0,011) signifikan terhadap kejadian cedera berat di wilayah rural. Di rural baik pandemi maupun sebelumnya jalan berlubang (p 0,02 dan p=0,04) berhubungan dengan cedera berat. Waktu kejadian saat pandemi di wilayah rural berhubungan dengan cedera berat (p 0,048). Faktor yang paling berpengaruh kejadian cedera di wilayah rural saat pandemi yaitu status korban, kejadian kecelakaan, dan jalan berlubang. Analisis spasial menggambarkan kejadian kecelakaan di dua wilayah banyak terjadi di pusat ibukotanya dan jalur utama menuju kota lain.
Traffic injuries as the eighth leading cause of death all ages[1]. Riskesdas 2018 shows that proportion of road injuries in Indonesia has fluctuated since 2007-2018[2]. The proportion of causes of traffic accident injuries in 2018 in Indonesia is also dominated by motorized vehicles[2]. During the COVID-19 pandemic, Indonesia implemented policies including health quarantine, Large-Scale Social Restrictions since April 1 2020 which could affect people's mobility patterns and have an impact on traffic accidents [3]. The aim is to find out the factors that most influence the occurrence of traffic injuries and an overview of points accident. South Tangerang City is designated as an urban and Pandeglang Regency as a rural. This study used a cross sectional study with the chi square test, T test and logistic regression on all risk factors. Spatial analysis to describe the point of occurrence of traffic accidents. Data collection was carried out in April-June 2023. The source of research data came from secondary data medical records of the highest type of hospital and police. There is no difference between incidence of accidents and injuries before and during the pandemic in the two regions. Before pandemic, high speed was associated with serious injury in urban (p 0.000) and rural (p 0.003). During pandemic, victim status (p 0.001) and type of accident (0.011) were significant for the incidence of serious injuries in rural. In rural, both the pandemic and previous potholes (p 0.02 and p=0.04) were associated with serious injuries. The timing of pandemic in rural is associated with serious injuries (p 0.048). The factors that most influenced the incidence of injuries in rural during pandemic were victim status, accidents, and potholes. Spatial analysis describes the occurrence of accidents in two areas mostly occurring in the center of the capital and the main route to other cities.
T-6639
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitiri Rakhmania; Pembimbbing: Ema Hermawati; Penguji: R. Budi Haryanto, Aturut Yansen
Abstrak:
Read More
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyebar melalui udara. Jakarta Timur menjadi kota dengan jumlah kasus TB semua tipe tertinggi selama 6 berturut-turut dari tahun 2016-2021. Kejadian TB dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor-faktor risiko TB yaitu faktor lingkungan (jumlah rumah sehat dan kepadatan penduduk), faktor individu (jenis kelamin), dan faktor pelayanan kesehatan (angka keberhasilan pengobatan TB) dengan prevalence rate tuberkulosis di setiap kecamatan (10 kecamatan) di Kota Jakarta Timur pada tahun 2021 dengan desain studi ekologi. Hasil penelitian analisis tren kasus tuberkulosis menurut jenis kelamin, diketahui bahwa kasus tuberkulosis lebih lebih banyak diderita oleh laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Terdapat 3 kecamatan yang telah mencapai target global angka keberhasilan pengobatan TB sebesar 90% yaitu Kecamatan Cakung (91%), Ciracas (91%), dan Duren Sawit (90%). Kecamatan Cakung dapat menjadi salah satu contoh berjalannya program pengobatan TB yang sudah efektif karena memiliki angka keberhasilan pengobatan TB (success rate TB) tertinggi (91%) dengan prevalence rate tuberkulosis terendah (129,80 per 100.000 penduduk). Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah rumah sehat dengan prevalence rate tuberkulosis pada 7 dari 10 kecamatan yaitu Cakung (p=0,009; r=-0,713), Ciracas (p=0,033; r=-0,615), Duren Sawit (p=0,005; r=0,748), Jatinegara (p=0,048; r=-0,580), Kramat Jati (p=0,013; r=0,692), Makasar (p=0,020; r=-0,657), dan Matraman (p=0,045; r=0,587). Selain itu, hubungan yang signifikan juga didapatkan antara kepadatan penduduk dengan prevalence rate tuberkulosis pada 7 dari 10 kecamatan yaitu Cakung (p=0,009; r=0,713), Ciracas (p=0,033; r=0,615), Duren Sawit (p=0,005; r=0,748), Jatinegara (p=0,048; r=0,580), Kramat Jati (p=0,013; r=0,692), Makasar (p=0,020; r=0,657), dan Matraman (p=0,045; r=0,587). Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan kegiatan edukasi terkait rumah sehat dan edukasi terkait tuberkulosis kepada kelompok masyarakat, serta mengoptimalkan gerakan penanggulangan tuberkulosis dan penataan tata kota pada wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis and spread through the air. East Jakarta has been the city with the highest number of TB cases of all types for 6 consecutive years from 2016-2021. The incidence of TB can be influenced by several risk factors. The purpose of this study was to analyze the relationship of TB risk factors, namely environmental factors (number of healthy houses and population density), individual factors (gender), and health service factors (success rate TB) with the prevalence rate of tuberculosis in each sub-district (10 sub-districts) in East Jakarta City in 2021 with an ecological study design. The results of the study analyzed the trend of tuberculosis cases by gender, it was found that tuberculosis cases were more prevalent among men than women. There are 3 sub-districts that have reached the global target of 90% success rate TB, namely Cakung (91%), Ciracas (91%), and Duren Sawit (90%). Cakung sub-district can be an example of an effective TB treatment program because it has the highest success rate TB (91%) with the lowest TB prevalence rate (129.80 per 100,000 population). Correlation test results showed a significant relationship between the number of healthy houses and TB prevalence rate in 7 out of 10 sub-districts, namely Cakung (p=0.009; r=-0.713), Ciracas (p=0.033; r=-0.615), Duren Sawit (p=0.005; r=0.748), Jatinegara (p=0.048; r=-0.580), Kramat Jati (p=0.013; r=0.692), Makasar (p=0.020; r=-0.657), and Matraman (p=0.045; r=0.587). In addition, a significant relationship was also found between population density and tuberculosis prevalence rate in 7 out of 10 sub-districts, namely Cakung (p=0.009; r=0.713), Ciracas (p=0.033; r=0.615), Duren Sawit (p=0.005; r=0.748), Jatinegara (p=0.048; r=0.580), Kramat Jati (p=0.013; r=0.692), Makasar (p=0.020; r=0.657), and Matraman (p=0.045; r=0.587). Therefore, it is recommended to increase educational activities related to healthy homes and tuberculosis-related education to community groups, as well as optimize the tuberculosis prevention movement and urban planning in areas with high population density.
S-11277
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rusli; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Budi Haryanto, Rachmat Suherwin, Inswiasari
T-3023
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
