Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39306 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dyah Hardiarini; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, Nurrahmiati, Ida Farida
Abstrak:

Produktivitas dokter gigi sangat krusial dalam pemberian layanan kesehatan gigi kepada pasien. Dokter gigi juga harus menjalankan peran lain di pusksemas. Dokter gigi harus dapat menjawab tantangan ini dengan tetap mempertahankan produktivitasnya. Penelitian ini mengukur produktivitas dokter gigi di kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Rasio produktivitas dihitung dengan determinan dari dua faktor individu (jenis kelamin, umur, masa kerja, pelatihan, kehadiran dan status pegawai) dan organisasi (Jumlah Kunjungan pasien, Jumlah dental unit, tunjangan kinerja dan kepesertaan JKN). Menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengukuran produktivitas menggunakan metode Ilyas, dengan penghitungan jumlah kunjungan pasien dibagi dengan hari kerja dokter gigi di tahun 2023. Jumlah kunjungan pasien dan kepesertaan menjadi faktor tingginya produktivitas dokter gigi sedangkan faktor umur, jenis kelamin, masa kerja, pelatihan, jumlah dental unit dan tunjangan kinerja tidak ditemukan korelasi yang signifikan. Untuk produktivitas tertinggi di angka 13,25 dan terendah di angka 0,61, dengan rerata nilai 6,68. Produktivitas dokter gigi PNS sebesar 3,81 kurang dari setengah rasio Non PNS yang mencapai 8,48. Gap produktivitas ini merupakan konsekuensi rangkap jabatan fungsional dokter gigi PNS dan tugas strukturalnya. Untuk menjalankan dua fungsi ini secara seimbang, disarankan untuk membuat standar minimal jumlah pasien gigi harian dan pengukuran produktivitas dokter gigi secara periodik.


The productivity of dentists is crucial in providing dental health services to patients. Dentists also have other roles to play in community health centers. Dentists must be able to respond to these challenges while maintaining their productivity. This study measures the productivity of dentists in the Palmerah district, West Jakarta. Productivity ratios are calculated based on determinants from two individual factors (gender, age, length of service, training, attendance, and employment status) and organizational factors (number of patient visits, number of dental units, performance benefits, and participation in national health insurance). The study uses an analytical observational method with a cross-sectional design. The measurement of productivity uses the Ilyas method, by calculating the number of patient visits divided by the number of working days of the dentist in 2023. The number of patient visits and participation are factors contributing to the high productivity of dentists, while factors such as age, gender, length of service, training, the number of dental units, and performance allowances were not found to have a significant correlation. The highest productivity is at 13.25 and the lowest at 0.61 with an average value of 6.68. Civil servant dentist productivity is at 3.81, less then of non-civil servant dentists with 8.48. This gap is a consequence of the multiple functional roles and structural duties especially for civil servant dentists. To balance these two roles, it is recommended to establish minimum standards for daily dental patient numbers and periodically measure dentist productivity.

Read More
T-7155
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Ashari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mardiati Nadjib, Murniwati, Suci Rahmasari
Abstrak:
Saat ini masalah yang sering dihadapi rumah sakit pada umumnya yaitu belum mampu memberikan apa yang sebenarnya yang diharapkan pasien. Kurangnya kepedulian dan lambatnya penanganan dari pelaku kesehatan juga menjadi kendala mengapa pelayanan rumah sakit. Pasien menuntut sikap terhadap kepuasan pasien terhadap kualitas dan kepercayaan kepada pemberi jasa layanan. RSGM UNAND merupakan rumah sakit kesehatan gigi dan mulut dibawah naungan Fakultas Kedokteran Gigi UNAND yang memiliki mahasiswa profesi atau dokter gigi muda. Setiap tindakan dokter gigi muda masih berada dibawah supervisi dokter pembimbingnya. Dokter gigi muda yang menjalani pendidikan harus tetap memberikan perawatan sesuai keluhan dan diagnosis pasien tetapi juga harus menyelesaikan treatment kasus yang telah ditetapkan dalam menyelesaikan pendidikan. Dalam studi pre klinik tentunya ini menjadi tantangan bagi dokter gigi muda maupun pihak RSGM UNAND untuk memberikan layanan yang berkualitas sehingga pasien dapat percaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kepuasan dan kepercayaan pasien pada dokter gigi muda di RSGM Universitas Andalas. Penelitian kuantitatif menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan 228 sampel yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Dari hasil data analisis secara univariat dan path analysis ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=47,7%), hubungan kualitas layanan yang signifikan terhadap kepuasan pasien (p value= <0,001, B=37,4%), hubungan kepuasan layanan yang signifikan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=32,2%), dan hubungan kepuasaan pasien signifikan sebagai mediator pengaruh kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=12%).

Currently, the problem that hospitals often face in general is that they have not been able to provide what patients actually expect. The lack of concern and slow handling of health actors is also an obstacle to why hospital services. Patients demand an attitude towards patient satisfaction with quality and trust in service providers. RSGM UNAND is a dental and oral health hospital under the auspices of the Faculty of Dentistry UNAND which has dental preclinical students. Every action of dental preclinical students is still under the supervision of his supervising doctor. Dental preclinical students undergoing education must continue to provide treatment according to the patient's complaints and diagnosis but also must complete the case treatment that has been determined in completing education. In pre-clinical studies, of course, this is a challenge for dental preclinical students and the RSGM UNAND to provide quality services so that patients can trust. This study aimed to determine the effect of the quality of oral health services on patient satisfaction and trust in dental preclinical students at RSGM Universitas Andalas. Quantitative research using descriptive research with a cross sectional approach using 228 samples determined by accidental sampling technique. From the results of univariate data analysis and path analysis, it was found that there is a significant relationship between service quality and patient trust (p value = <0.001, B = 47.7%), a significant relationship between service quality and patient satisfaction (p value = <0.001, B = 37.4%), a significant relationship between service satisfaction and patient trust (p value = <0.001, B = 32.2%), and a significant relationship between patient satisfaction as a mediator of the effect of service quality on patient trust (p value = <0.001, B = 12%).
Read More
T-6806
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wendy Eszwara; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adang Bachtiar, Jaslis Ilyas, Novalino, Rahmi Syaflida Dalimunthe
Abstrak:
Kesehatan gigi dan mulut merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang merata di Indonesia, memengaruhi individu dari berbagai kelompok usia. Kesehatan gigi yang buruk tidak hanya mengurangi kualitas hidup tetapi juga meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes. Tingginya prevalensi masalah gigi seperti karies, kehilangan gigi, dan penyakit gusi menunjukkan perlunya strategi promosi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak berbagai metode edukasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Dengan menilai efektivitas pendekatan ini, penelitian ini bertujuan memberikan wawasan dalam meningkatkan praktik kebersihan gigi dan kesehatan umum pasien.

Oral health is a pervasive public health issue in Indonesia, affecting individuals across all demographics. Poor oral health not only diminishes quality of life but also exacerbates risks for systemic diseases such as cardiovascular conditions and diabetes. The prevalence of dental problems like cavities, tooth loss, and gum disease underscores the urgent need for effective health promotion strategies. This study focuses on evaluating the impact of various educational methods on enhancing patients' knowledge of dental and oral health at the Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia Dental Hospital. By assessing the effectiveness of these approaches, the research aims to contribute insights into improving oral hygiene practices and overall health outcomes among patients.
Read More
T-7114
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ardhani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Prastuti Soewondo, Heribertua Dedy. K.Y, Sulistyo
Abstrak:
Indonesia memiliki jumlah penderita TB terbanyak kedua di dunia dengan notifikasi kasus yang masih rendah, ini menandakan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam program TB masih rendah salah satunya rumah sakit khusus gigi dan mulut. Padahal tindakan perawatan gigi dan mulut memiliki risiko infeksi yang tinggi dan lebih dari 15% pasien TB yang memiliki masalah gigi dan mulut. RSGM UGM Prof. Soedomo merupakan salah satu RS khusus dengan angka penemuan kasus yang rendah. Tujun Penelitian : Evaluasi program penanggulangan tuberkulosis di RSGM UGM Prof. Soedomo Tahun 2023. Metode : Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data akan diperoleh dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi di RSGM. Informan berjumlah 9 dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil : Komponen program TB mulai dari komponen input, proses, dan monitoring dan evaluasi sudah dijalankan sesuai dengan regulasi tetapi terdapat komponen yang perlu diperbaiki seperti pada klinik isolasi dan bilik dahak yang jarang terpakai, keterlambatan pelaporan kasus TB, leaflet TB yang habis tidak diisi kembali, monitor TV tidak selalu hidup, dan monev TB yang belum rutin. Komponen output (angka penemuan kasus) masih berada dibawah target yang ditetapkan yaitu 0 (zero), ini disebabkan oleh tidak adanya pasien TB yang datang ke RS mengingat RS merupakan RS Khusus Gigi dan Mulut. Kesimpulan : RSGM UGM ikut berperan aktif dalam program TB khusussnya penemuan ,dilihat dari seluruh komponen program TB telah dijalankan sesuai dengan regulasi meskipun terdapat komponen yang perlu dimaksimalkan.

Indonesia has the second highest number of TB sufferers in the world with case notifications which are still low, this indicates that hospital involvement in the TB program is still low, one of which is a special dental and oral hospital. Even though dental and oral care procedures have a high risk of infection and more than 15% of TB patients have dental and oral problems. RSGM UGM Prof. Soedomo is a special hospital with a low case discovery rate. Research Aim: Evaluation of the tuberculosis control program at RSGM UGM Prof. Soedomo Year 2023. Method: Research uses qualitative methods. Data will be obtained by in-depth interviews, document review, and observations at RSGM. Nine informants were selected using purposive sampling technique. Results: TB program components starting from input, process, and monitoring and evaluation components have been carried out in accordance with regulations but there are components that need to be improved, such as isolation clinics and sputum chambers which are rarely used, delays in reporting TB cases, TB leaflets which are used up and not refilled. , the TV monitor is not always on, and TB monitoring and evaluation is not routine. The output component (case discovery rate) is still below the set target, namely 0 (zero), this is due to the absence of TB patients coming to the hospital considering that the hospital is a special dental and oral hospital. Conclusion: RSGM UGM plays an active role in the TB program, especially discovery, it can be seen that all components of the TB program have been carried out in accordance with regulations, although there are components that need to be maximized.
Read More
T-6963
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Puji Lestari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, H. Endang Rahmat
S-5413
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoan Christine Hutabarat; Pembimbing: Sulistiadi, Wachyu; Penguji: Anhari Achadi, Permansari, Vetty Yulianty, Jusuf Kristianto, Yeni Yuliani
Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu faktor kesehatan penting dan berhubungan erat dengan kualitas hidup seseorang. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 57,6% populasi di Indonesia memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut, dan hanya 10,2% yang menerima perawatan kesehatan gigi dan mulut (Kemenkes RI 2018). Dokter Gigi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mempunyai peran penting dalam usaha pencegahan, promosi dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Sejak dimulainya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) jumlah klinik dokter gigi yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan meningkat cukup pesat di seluruh Indonesia. Namun hal ini sangatlah kontras dengan dokter gigi di Jakarta, dimana dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) BPJS Online didapatkan hanya 1 praktik dokter gigi saja yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor faktor apa saja yang melatarbelakangi kurang antusiasnya respon dokter gigi di DKI Jakarta untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan 115 responden dokter gigi di wilayah DKI Jakarta. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sikap (p value 0,002) berhubungan erat dengan respon dokter gigi di DKI Jakarta untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Disarankan kepada BPJS Kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi program kerjasama dengan dokter gigi, reevaluasi pembiayaan kapitasi dokter gigi dan melibatkan dokter gigi yang aktif berpraktik dalam penyusunan program kerjasama di masa yang akan datang
Read More
T-5624
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Chrestanto; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ede Surya Darmawan, Andy Sambiono, Homer Masanang
Abstrak:
Dental unit merupakan sarana utama dalam pelayanan kesehatan gigi yang berpengaruh terhadap mutu dan efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelaikan dental unit dalam mendukung efektivitas pelayanan pemeriksaan gigi pada Puskesmas di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap dokter gigi, perawat gigi, kepala puskesmas, serta Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum dental unit masih layak digunakan untuk pelayanan pemeriksaan gigi yang didukung oleh kompetensi tenaga kesehatan dalam pengoperasian alat. Namun, efektivitas pelayanan belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan pemeliharaan teknis, belum tersedianya tenaga elektromedis di puskesmas maupun dinaskesehatan kota, keterbatasan anggaran, serta belum terlaksananya pemeliharaan preventif dan kalibrasi secara rutin. Beberapa dental unit juga mengalami penurunan fungsi akibat usia alat dan keterbatasan suku cadang. Meskipun pelayanan tetap berjalan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas dalam pelayanan kesehatan gigi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelaikan dental unit di Puskesmas Kota Jayapura masih berada pada kategori layak pakai, namun diperlukan penguatan sistem pemeliharaan, dukungan sumber daya, dan pengelolaan alat kesehatan yang lebih terencana untuk menjamin efektivitas pelayanan secara berkelanjutan. Kata kunci: dental unit, kelaikan alat kesehatan, efektivitas pelayanan, pemeliharaan alat kesehatan, pelayanan kesehatan gigi.

Dental units are the primary facilities in dental healthcare services and play a crucial role in determining the quality and effectiveness of service delivery. This study aimed to analyze the feasibility of dental units in supporting the effectiveness of dental examination services at Community Health Centers (Puskesmas) in Jayapura City. A qualitative approach was employed using in-depth interviews, observations, and document reviews involving dentists, dental nurses, heads of Community Health Centers, and representatives from the Jayapura City Health Office. The findings revealed that, in general, dental units remained suitable for use in dental examination services, supported by the competency of healthcare personnel in operating the equipment. However, service effectiveness had not been fully optimized due to limitations in technical maintenance, the absence of biomedical engineering personnel at both the Community Health Center and Health Office levels, budget constraints, and the lack of routine preventive maintenance and calibration. Several dental units also experienced functional deterioration as a result of aging equipment and limited availability of spare parts. Although dental services continued to be delivered, these conditions had the potential to affect the quality of dental healthcare services. This study concludes that the dental units at Community Health Centers in Jayapura City are still considered fit for use; however, strengthening maintenance systems, resource support, and more systematic medical equipment management is necessary to ensure sustainable service effectiveness.  Keywords: dental unit, medical equipment feasibility, service effectiveness, medical equipment maintenance, dental healthcare services.
Read More
T-7719
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Tantina; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Allin Hendalin Mahdaniar, Lisa Fantina
Abstrak:
Produktivitas bidan secara individu dapat dipengaruhi faktor predisposisi seperti motivasi dan penguat perilaku lainnya seperti disiplin, pembagian kerja, absensi kerja, indeks massa tubuh dalam melaksanakan tugasnya sebagai bidan. Penelitian dengan desain potong lintang dengan metode kuantitatif bertujuan mengetahui hubungan antar determinan yang mempengaruhi produktivitas bidan di Puskesmas Kota Tangerang Selatan. Studi ini dilaksanakan di 35 puskesmas wilayah kerja Kota Tangerang Selatan pada bulan Desember 2023 sd April 2024. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada 175 responden. Berdasarkan hasil penelitian, Ditemukan hubungan antara produktivitas bidan puskesmas dengan motivasi .

The productivity of individual midwives can influenced by predisposing factors such as motivation and other behavioral reinforcements such as discipline, division of work, work absenteeism, body mass index in carrying out their duties as amidwife. Research using a cross-sectional design with quantitative methods aims to determine the relationship between determinants that influence the productivity of midwives at the South Tangerang City Health Center. This study was carried out in 35 Health Centers in the working area of South Tangerang City from December 2023 to April 2024. Data was collected using questionnaires from 175 respondents. Base on the research, a relationship was found between the productivity of community health center midwives and motivation.
Read More
T-7122
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jorra Putri Anggun Kusumasari; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Adang Bachtiar, Purnawan Junadi, Yunita Arihandayani, Sri Puji Wahyuni
Abstrak:

Tingginya prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, belum diimbangi dengan capaian target skrining kesehatan jiwa nasional. Puskesmas Palmerah menunjukkan keberhasilan signifikan dalam mencapai target skrining melalui implementasi E-Jiwa. Tujuan: menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tercapainya target program skrining kesehatan jiwa di Puskesmas X. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen terhadap pelaksanaan program. Hasil: tercapaianya target program skrining dengan E-Jiwa di Puskesmas Palmerah DKI Jakarta karena didukung oleh sumber daya manusia yang memadai, infrastruktur dan teknologi berbasis digital seperti E-Jiwa, serta manajemen yang efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Masih terdapat beberapa tantangan terkait tenaga kesehatan yang rangkap tugas dan belum terintegrasinya sistem skrining E-Jiwa dengan SIMKESWA. Puskesmas mampu mencapai target hingga 96,3% hingga trwiulan ketiga. Kesimpulan: bahwa program skrining dengan E-Jiwa di Puskesmas Palmerah telah berjalan sesuai regulasi yang ada, namun masih membutuhkan improvisasi pada beberapa komponen seperti SDM dan teknologi sagar dapat berjalan lebih optimal.

Kata kunci: e-jiwa, kesehatan jiwa, puskesmas, skrining


The high prevalence of mental disorders in Indonesia, especially in DKI Jakarta, has not been balanced with the achievement of the national mental health screening target. Puskesmas Palmerah has shown significant success in achieving the screening target through the implementation of E-Jiwa. Research aims:  analyze the factors that affect the achievement of the target of the mental health screening program at the Puskesmas Palmerah. Method: This study uses a qualitative approach with an in-depth interview method and document review of the implementation of the program. Results: the achievement of the target of the screening program with E-Jiwa at the Puskesmas Palmerah DKI Jakarta because it is supported by adequate human resources, digital-based infrastructure and technology such as E-Jiwa, as well as effective management in planning, implementation, and supervision. There are still several challenges related to health workers who have dual duties and the E-Jiwa screening system has not been integrated with SIMKESWA. The health center was able to achieve the target of up to 96.3% until the third trimester. Conclusion: the screening program with E-Jiwa at Puskesmas Palmerah has been running according to existing regulations, but still needs improvisation on several components such as human resources and technology so that it can run more optimally.  Key words: e-jiwa, health center, mental health, screening 

Read More
T-7202
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evita Diniawati; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Ina Rosalina
Abstrak: Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat diwujudkan melalui pelayanan konvensional dantradisional. Pelayanan kesehatan tradisional mengusung paradigma sehat yang menitikberatkan pada sisisehat, komplementer dari pelayanan kesehatan konvensional dan upaya promotif preventif. Puskesmasmerupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang mengutamakan promotif dan preventif untukmeningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Indikator puskesmas yang menyelenggarakan kesehatantradisional apabila memenuhi salah satu kriteria: mempunyai tenaga terlatih kesehatan tradisional, melaksanakan pembinaan, dan melaksanakan asuhan mandiri kesehatan tradisional. Provinsi Jawa Baratmempunyai jumlah puskesmas menyelenggarakan kesehatan tradisional lebih sedikit dibandingkandengan provinsi lain di pulau Jawa. Kabupaten Bogor sebagai kabupaten terpadat di Jawa Barat sudahmempunyai bidan/perawat terlatih akupresur di Puskesmas Ciawi, Puskesmas Caringin, dan PuskesmasCiomas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali informasi implementasi kesehatan tradisional diPuskesmas Ciawi, Puskesmas Caringin, dan Puskemas Ciomas. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif dengan metode telaah dokumen, pengamatan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak dilaksanakan pelayanan akupresur di ketiga puskesmas karena dipengaruhioleh beban kerja tenaga kesehatan, pembinaan kesehatan tradisional dapat ditingkatkan melaluiinventarisasi data kesehatan tradisional, identifikasi pelayanan kesehatan tradisional di wilayah kerjanya,dan pembinaan kepada penyehat tradisional. Ketiga puskesmas karena tidak mempunyai tenaga terlatihasuhan mandiri namun dapat dilaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan TOGA dan sosialiasasiakupresur untuk keluhan ringan.
Kata kunci: Implementasi, kesehatan tradisional, puskesmas
Increasing public health status can be manifested through conventional and traditional medicines.Traditional medicines carry a health paradigm that focuses on the healthy, complementary side ofconventional medicine and preventive promotive efforts. Puskesmas is a health service facility thatprioritizes promotive and preventive to improve community health status. Puskesmas can be saidimplementing traditional health if they meet one of the criteria: have traditional medicine-trained staff,carry out coaching, and perform self-care traditional medicine. West Java Province has a smaller numberof health centers providing traditional health compared to other provinces in Java. Kabupaten Bogor(District of Bogor) as the most densely populated in the West Java Province has its midwives and nursesAnalisis implementasi..., Evita Diniawati, FKM UI, 2018ixUniversitas Indonesiacertified in acupressure in these Puskesmas: Ciawi, Caringin, and Ciomas. This study aims to discoverinformation of how traditional health program being implemented in Puskesmas Ciawi, PuskesmasCaringin, and Puskesmas Ciomas. This qualitative study uses following methods: document review,observation, and in-depth interview. The study reveals there were no acupressure services in those threepuskesmas because the health workers were kept occupied by other workload, traditional health guidancecould be improved through an inventory of traditional health data, identification of traditional healthservices in their working areas, and guidance to traditional health professionals. The three puskesmas didnot implement self-care traditional medicine because they do not have trained independent care staff butcan be implemented by community empowerment with TOGA and acupressure socialization for minorcomplaints.
Key words: implementation, integration, traditiona l medicine, primary health care
Read More
T-5334
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive