Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33306 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hsu Chong Jen; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Suriadi, Indra Maryunif
Abstrak:
Rumah sakit merupakan tempat layanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sedangkan dewasa ini rumah sakit terus bertambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga sangat penting bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Oleh karena itu penilaian kinerja rumah sakit sangat dibutuhkan agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan dapat bersaing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui analisis kinerja rumah sakit menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige di rumah sakit Tzu Chi Hospital tahun 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran serentak, dimana penelitian kuantitatif dan kualitatif dilakukan pada waktu yang sama untuk mendapatkan persepsi penilaian kinerja dari sudut karyawan dan pimpinan. Sampel penelitian kuantitatif didapatkan dengan cara propotional stratified random sampling dengan jumlah 283 responden dan penelitian kualitatif dengan sampel 8 orang dengan purposive sampling yang terdiri dari pimpinan rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan kinerja kepemimpinan mendapatkan nilai 71,47 (60%), Perencanaan strategis 45,64 (54%), Fokus pelanggan 52,13 (61%), pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan 50,15 (56%), Tenaga kerja 49,43 (58%), Operasional 49,52 (59%), Hasil 256,73 (57%), dengan total nilai 565,7 (56,7%) yang artinya kinerja rumah sakit pada tingkat good performance. Masing-masing kategori dimensi proses memiliki hubungan dengan dimensi hasil (pvalue 0,001), dengan kategori fokus tenaga kerja yang memiliki hubungan paling kuat dengan hasil (r 0,713).

The hospital is a place for health services to improve the health status of the community, while today the number of hospitals continues to grow to meet the needs of the community, so it is very important for hospitals to provide quality services. Therefore, hospital performance appraisal is needed in order to provide maximum service and be competitive. This research was conducted with the aim of knowing the analysis of hospital performance using the Malcolm Baldrige approach at Tzu Chi Hospital in 2023. The research method uses a simultaneous mixed methods approach, where quantitative and qualitative research is carried out at the same time to get perceptions of performance appraisal from the point of view of employees and leader. Quantitative research samples were obtained by means of proportional stratified random sampling with a total of 283 respondents and qualitative research with a sample of 8 people with purposive sampling consisting of hospital leaders. The results showed that leadership performance scored 71.47 (60%), strategic planning 45.64 (54%), customer focus 52.13 (61%), measurement, analysis and knowledge management 50.15 (56%). Workforce 49.43 (58%), Operations 49.52 (59%), Results 256.73 (57%), with a total score of 565.7 (56.7%) which means the hospital's performance is at a good performance level. Each category of process dimension has a relationship with the results dimension (p-value 0.001), with the workforce category having the strongest relationship with results (r 0.713).
Read More
T-7152
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astia Dwiputri Lestari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Budi Imam Santoso, Amila Megraini
Abstrak: Salah satu kunci dari kesuksesan rumah sakit dalam menjalankan program JKN adalah manajemen klaim yang baik. Jika kinerja bagian klaim buruk maka akan berdampak pada operasional rumah sakit. Malcolm Baldrige merupakan salah satu kerangka model bisnis untuk meningkatkan kinerja organisasi yang dapat diaplikasikan di bidang pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis secara komprehensif tentang analisis pengelolaan klaim pasien BPJS dengan menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige di Unit Rekam Medis RSUPN DR. Cipto Mangunkusumo. Desain penelitian ini adalah sequential eksplanatory design (urutan pembuktian), dengan didahului oleh penelitian kuantitatif pada 32 orang dengan cara pengisian 60 pertanyaan kuesioner dan dilanjutkan penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dengan teknik snowball pada empat orang informan. Hasil penelitian menunjukan variabel manajemen proses dan pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan yang memiliki p value < 0.05 (0.009 dan 0.049). Simpulan dari penelitian ini adalah hanya variabel manajemen proses dan pengukuran, analisa dan manajemen pengetahuan yang secara signifikan dapat untuk memprediksi hasil kerja pengelolaan proses klaim BPJS di unit rekam medis RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Sistem rekam medis elektronik, pelatihan pegawai, kebijakan kelengkapan penulisan resume medis disarankan untuk mempercepat pengelolaan proses klaim BPJS. Kata kunci: Klaim, BPJS, Malcolm Baldrige, Manajemen Rumah Sakit One of the keys to success when hospital implemented a national health insurance program is a good claims management. If hospital had a poor performance claims unit it will have an impact on hospital operations. Malcolm Baldrige framework is one business model to improve organizational performance that can be applied in the field of health care. The purpose of this study was to determine and analyze in a comprehensive analyze of the claim national health insurance management using the Malcolm Baldrige approach in Medical Record Unit RSUPN DR. Cipto Mangunkusumo. Design of this study is a sequential explanatory design, preceded by a quantitative study on 32 people fill out 60 questions of a questionnaire and continued qualitative research with in-depth interviews with the snowball technique on four informants. The results showed variable process management and measurement, analysis, and knowledge management has p value less than 0.05 (0.009 and 0.049). Conclusions from this study is only variable process management and measurement, analysis and knowledge management that can significantly to predict the result of the management of the claims process in medical record unit RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Electronic medical record system, employee training, policies about completeness writing medical resume advisable to accelerate the claims management process. Keyword: Claims, National Health Insurance, Malcolm Baldrige, Hosiptal Management
Read More
T-4822
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deasy Febriyanty; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Suprijanto Rijadi, Slamet Effendy, Inggit Meliana
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisa mutu pelayanan unit hemodialisa ditinjau dari Kriteria Baldrige di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi Tahun 2015. Hal ini didasari karena saat ini unit hemodialisa menjadi rumah sakit dengan tindakan hemodialisa terbesar ke dua di Jawa Barat, sehingga perlu diketahui kekuatan dan kelemahan dalam pelayanan unit hemodialisa. Hal lain karena belum dilakukan kajian terhadap mutu pelayanan, maka dilakukan analisa dengan menggunakan kriteria Baldrige. Kriteria Baldrige digunakan karena fleksibel, tidak mengukur satu aspek saja, namun terhadap faktor organisasi, operasional dan hasil pelayanan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pengolahan dan analisa data menggunakan petunjuk/panduan penilaian kriteria Baldrige.

Hasil penelitian menemukan bahwa mutu pelayanan unit hemodialisa telah mencapai poin 527,75 dari total skor dalam kriteria Baldrige yakni 1000 poin. Dalam penilaian ini, unit hemodialisa menuju tahap pengembangan dan perbaikan. Aspek yang terkuat dalam pelayanan unit hemodialisa terletak pada kepuasan pelanggan (pasien), operasional dan berorientasi terhadap pelayanan, namun terdapat aspek yang perlu perbaikan yakni dalam hal strategi, monitoring dan evaluasi serta kepemimpinan.

Saran penelitian ini agar unit memperhatikan, membuat program kerja, pedoman pelayanan/standar operasional prosedur, sistem keamanan dan keselamatan pasien dan karyawan guna mencapai pelayanan yang bermutu tinggi.

Kata kunci : kriteria Baldrige, mutu pelayanan, rumah sakit
Read More
T-4410
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Wulandari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dumilah Ayuningtyas, Didik Supriyono, Wayan Sri Agustini
Abstrak:
Untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar, beberapa puskesmas di Indonesia telah dinaikkan statusnya menjadi puskesmas rawat inap, termasuk juga di Kabupaten Bogor. Jumlah kunjungan pasien rawat inap selama beberapa tahun terakhir tidak mengalami peningkatan yang berarti, bahkan selama 2 tahun terakhir mengalami penurunan. Padahal selama kurun waktu tersebut ada penambahan dua puskesmas rawat inap. Masih belum diketahui apakah rendahnya kunjungan pasien tersebut berhubungan dengan kinerja unit rawat inap yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil kinerja dan faktor-faktor orgasnisasi yang berhubungan dengan kinerja unit pelayanan rawat inap di puskesmas Kabupaten Bogor tahun 2020 berdasarkan kriteria Malcolm Baldrige, yaitu kepemimpinan; perencanaan strategis; fokus pada pelanggan/pasien; pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan; fokus pada tenaga kerja, dan manajemen proses. Desain penelitian ini adalah sequential explanatory dengan menggunakan metode gabungan (mixed methods) antara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan 168 responden dari 13 puskesmas rawat inap di Kabupaten Bogor, untuk selanjutnya dilakukan analsis data menggunakan Uji Chi Square dan regresi logistik ganda. Wawancara mendalam dilakukan terhadap 8 orang informan dari beberapa puskesmas terpilih dan 1 orang informan dari dinas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden yang menilai kinerja unit pelayanan rawat inap sudah baik (54,2%) lebih besar daripada proporsi responden yang menilai kinerja unit pelayanan rawat inap kurang baik (45,8%). Berdasarkan skor Malcolm Baldrige, sembilan puskesmas berada pada kriteria benchmark leader sedangkan empat puskesmas lainnya berada pada kriteria industry leader. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara perencanaan strategis (p-value=0,011), pengukuran analisis dan manajemen pengetahuan (p-value=0,003) dan manajemen proses (p-value=0,011) dengan hasil kinerja unit pelayanan rawat inap. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kinerja dalam penelitian ini adalah variabel pengukuran analisis dan manajemen pengetahuan (OR=7,678). Rekomendasi penelitian ini adalah percepatan pembuatan payung hukum perda retribusi BLUD oleh pemerintah daerah Kabupaten Bogor, penambahan frekuensi pengadaan kegiatan update keilmuan dan pelatihan untuk tenaga kesehatan dan tenaga pengelola data dan informasi puskesmas, pengelolaan suara pelanggan yang lebih baik oleh puskesmas, serta sistem penghargaan yang lebih kreatif dan inovatif oleh kepala puskesmas.

To increase community affordability towards basic health services, several Public Health Center (PHC) in Indonesia have been upgraded to inpatient PHC, including in Bogor Regency. The number of inpatient visits during the last few years did not increase significantly, even during the last 2 years decreased. Even though during that period there were two new inpatient PHC unit. It is still unknown whether the low level of patient visits is related to the performance of that inpatient PHC unit. The purpose of this study was to determine the performance description and organizational factors related to the performance of inpatient PHC unit at the Bogor  Regency in 2020 based on Malcolm Baldrige's criteria: leadership; strategic planning; patient focus; measurement, analysis and knowledge management; workforce focus, and process management. The design of this research is sequential explanatory by using mixed methods between quantitative and qualitative. The study involved 168 respondents from 13 inpatient PHC in Bogor Regency. Data analized with Chi Square Test and multiple logistic regression. In-depth interviews were conducted with 8 informants from selected PHC and 1 informant from Bogor Public Health Office. The results showed that the proportion of respondents who rated the performance of the inpatient PHC unit as good (54.2%) was greater than the proportion of respondents who rated the performance of the inpatient PHC unit as not good (48.2%). Based on Malcolm Baldrige's score, nine PHC are in the benchmark leader criteria while four other PHC are in the industry leader criteria. The results also show that there is a relationship between strategic planning (p-value=0.011), measurement analysis and knowledge management (p-value=0.003) and process management (p-value=0.011) with the results of the performance of inpatient services. The most dominant variable related to performance in this research is measurement, analysis and knowledge management (OR = 7.678). Recommendations for this study are the acceleration of BLUD legal protection making by the local government of Bogor Regency, increasing the frequency of scientific update activities and training for health workers and data management personnel at the PHC, better management of patient voices by the PHC, and a better reward system by the chief of PHC.

Read More
T-5963
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wati Mekarsari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Puput Oktamianti, Amila Megraini, Amy Rahmadanti
Abstrak: Kementerian Kesehatan Indonesia pada masa pandemi Covid 19 mengeluarkan instrument tentang Daftar Tilik Rumah Sakit Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran komponen-komponen Hospital Readiness Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan pada masa pandemi covid 19 dengan instrumen Rapid Hospital Readiness Checklist WHO di tahun 2021-2022.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari aplikasi mutufasyankes.kemkes.go.id dengan menarik data dari 34 Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan di tahun 2021 dan data 20 RS Vertikal Kementerian Kesehatan di Tahun 2022. Pengukuran ini menggunakan Instrument WHO Rapid Hospital Readiness Checklist yang terdiri dari 12 komponen yang diukur dan hasil penilaian berupa score dan persentasi penilaian yang secara sistematis hasil dari 12 komponen .Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terendah hasil penilaian Hospital Readiness Checklist Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan tahun 2021 dan 2022 adalah komponen ke-10 yaitu kesehatan kerja, kesehatan mental, dan dukungan psikososial dimana tahun 2021 sebesar 77% sedangkan ditahun 2022 sebesar 91%. Sedangkan persentase tertinggi didapatkan bahwa sebesar 95% ditahun 2021 yaitu komponen ke-12 terkait pencegahan dan pengendalian infeksi, pada tahun 2022 persentase tertinggi yakni komponen ke-5 terkait administrasi, keuangan, dan kelangsungan bisnis. Penelitian ini memunculkan saran agar dapat membuat program di rumah sakit vertikal untuk peningkatan mutu pelayanan terkait kesehatan kerja, kesehatan mental dan dukungan psikososial dengan melibatkan stakeholder terkait sehingga mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit terwujud. Kata Kunci : Hospital readiness, UPT Rumah Sakit Vertikal, Covid 19
The Indonesian Ministry of Health in order to prepare hospitals during the Covid 19 pandemic issued an instrument regarding Hospital Readiness During the 2019 Corona Virus Disease (Covid-19). This studi for know about componens Hospital Readiness in Vertical Hospitals as UPT of the Ministry of Health in 2021 and 2022. This study uses a quantitative method using secondary data taken from the Mutufasyankes.kemkes.go.id application by pulling data from 34 Vertical Hospitals of the Ministry of Health in 2021 and data from 20 Vertical Hospitals of the Ministry of Health in 2022. This measurement uses the WHO Rapid Instrument. Hospital Readiness Checklist which consists of 12 components that are measured and the results of the assessment are in the form of scores and percentages of assessments which systematically the results of the 12 components form a spider web. The research results show that The results of the analysis found that the lowest percentage of the results of an overview of the readiness of the vertical ministry of health in 2021 and 2022 was the 10th component, namely occupational health, mental health, and psychosocial support where in 2021 it was 77% while in 2022 it was 91%. While the highest percentage is found to be 95% in 2021, namely the 12th component related to infection prevention and control, in 2022 the highest percentage is the 5th component related to administration, finance, and business continuity.This research raises suggestions for making policies on the quality of services related to occupational health, mental health and psychosocial support by involving relevant stakeholders so that the quality of service and patient safety in hospitals is realized. Keywords: Hospital readiness,UPT Vertical Hospital, Covid 19
Read More
T-6833
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akprilini Mustikawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Sandi Iljanto, Nienne Aridayanthi Hainun, Bambang Wisnubroto
Abstrak: Tesis ini membahas gambaran tentang kinerja rawat inap Rumah Sakit ABC melaluipendekatan balanced scorecard (BSC). Desain penelitian adalah analitik deskriptif denganpendekatan kuantitatif dan untuk mendukung hasil yang diperoleh juga dilakukanpendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara, telaah dokumen mengenai empatperspektif pada Balanced Scorecard. Hasil penelitian tahun 2013-2017 menunjukkan :(1).Perspektif keuangan : rata-rata tingkat pertumbuhan pendapatan rawat inap tidak ideal,rata-rata tingkat pengeluaran biaya ideal, perbandingan pendapatan dan pengeluaran ideal,(2). Perspektif pelanggan : kepuasan pasien rawat inap tidak ideal, retensi pelanggan tidakideal, akuisi pelanggan tidak ideal, (3). Perspektif proses bisnis internal : BOR tidak ideal,AvLOS tidak ideal, BTO ideal, TOI tidak ideal, NDR ideal, GDR ideal, pertumbuhanpasien rawat inap ideal, (4) Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran : kepuasan karyawantidak ideal, turn over karyawan ideal, akses terhadap pendidikan dan pelatihan tidak ideal.Saran secara umum hendaknya Rumah Sakit ABC mengukur kinerjanya denganmenggunakan pendekatan balanced scorecard, yang efektif dalam mengukur kinerja rumahsakit secara komprehensif, efektif dan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang ada,serta dapat membantu manajemen rumah sakit untuk menentukan langkah-langkahperbaikan demi meningkatkan kinerja rumah sakit khususnya kinerja rawat inap.
Kata kunci:Instalasi Rawat Inap, Kinerja, Balanced Scorecard.
This thesis discusses the description of hospitalization performance of ABC hospitalthrough balanced scorecard (BSC) approach. The research design is descriptive analyticalwith quantitative approach and to support the results obtained also conducted qualitativeapproach by conducting interviews, study documents on four perspectives on BalancedScorecard. The results of the year 2013-2017 show : (1). Financial perspective : averageinpatient income growth is not ideal, average cost of spending is ideal, ratio income andexpenditure is ideal, (2). Customer perspective: inpatient satisfaction is not ideal,customer retention is not ideal, customer acquisition is not ideal, (3). Internal businessprocess perspective: BOR is not ideal, AvLOS is not ideal, BTO is ideal, TOI is not ideal,NDR is ideal, GDR is ideal, inpatient growth is ideal, (4) Perspective of growth andlearning : employee satisfaction is not ideal, turn over employee is ideal, access toeducation and training is not ideal. General advice should ABC Hospital measure itsperformance by using balanced scorecard approach, which is effective in measuringhospital performance comprehensively, effectively and can identify problems, and canassist hospital management to determine improvement measures to improve performancehospitals especially inpatient performance.
Keywords :Inpatient Installation, Performance, Balanced Scorecard (BSC).
Read More
T-5294
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stevani Dharma Yanti; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Iin Dewi Astuty, Aldrin Neilwan P.
Abstrak:
Electronic Medical Record (EMR) sebagai salah satu upaya pengelolaan satu data kesehatan berbasis individu masih belum terlaksana berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan 24/2022. Peraturan mewajibkan seluruh fasyankes menyelenggarakan rekam medis berbasis digital dan terintegrasi maksimal tanggal 31 Desember 2023. Hingga saat ini terdapat 2.000 dari 3.000 RS yang belum menyelenggarakan EMR sesuai peraturan. Salah satu penyebab adalah kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM). Padahal EMR memudahkan beberapa kegiatan pelayanan hingga meningkatkan kualitas dan organisasi pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan teori FITT Framework dan manajemen perubahan oleh Kotter untuk menganalisis kesiapan SDM dan strategi untuk mempercepat implementasi EMR. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling terdiri dari manajemen rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan, dan pihak mitra penyelenggara EMR. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu hasil pengumpulan data dan data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM di lokasi penelitian tidak siap terhadap kebutuhan, keterlibatan, penyediaan teknologi, dan ketersediaan kebijakan penyelenggaraan EMR. Ketidaksiapan SDM disebabkan kurang jelasnya regulasi, kurangnya dukungan dan komitmen manajemen terhadap perannya, dan kurangnya motivasi, komunikasi, koordinasi antar SDM. Kesimpulan penelitian adalah dibutuhkan penerapan manajemen perubahan secara bertahap bagi pihak terlibat untuk mempercepat implementasi EMR di lokasi penelitian.

Electronic Medical Record (EMR) as an effort to manage the entire individual-based health data is still not implemented based on The Regulation of Minister of Health 24/2022. Regulation requires all of health facilities to organize digital-based and integrated medical record by December 31st 2023. However, 2.000 out of 3.000 hospitals have not implemented EMR according to the regulation yet. One of the causes is a lack of human resources (HR) readiness. In fact, EMR can facilitate several service activities and improve the organizations and quality of health service. The study used the FITT Framework theory and Kotter’s change management to analyze the HR readiness and the strategies needed to accelerate the implementation. This study used a qualitative method with case study design. The informants of the study were determined using the purposive sampling method consisted of hospital management, medical personnel, health workers, and the organizing partner. The data collected is primary data from data collection and secondary data through document review. The study results showed that the HR at the research location is not ready for needs, engagement, providing technology and policy for impelementing EMR. The unreadiness of the HR is caused by the lack of clarity in the regulation, the lack of management support dan commitment to their role, and lack of motivation, communication, and coordination between the HR. The research conclusion is that implementing change management gradually is needed for the parties involved to accelerate the EMR implementation at the research location.
Read More
T-6863
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ardhani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Prastuti Soewondo, Heribertua Dedy. K.Y, Sulistyo
Abstrak:
Indonesia memiliki jumlah penderita TB terbanyak kedua di dunia dengan notifikasi kasus yang masih rendah, ini menandakan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam program TB masih rendah salah satunya rumah sakit khusus gigi dan mulut. Padahal tindakan perawatan gigi dan mulut memiliki risiko infeksi yang tinggi dan lebih dari 15% pasien TB yang memiliki masalah gigi dan mulut. RSGM UGM Prof. Soedomo merupakan salah satu RS khusus dengan angka penemuan kasus yang rendah. Tujun Penelitian : Evaluasi program penanggulangan tuberkulosis di RSGM UGM Prof. Soedomo Tahun 2023. Metode : Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data akan diperoleh dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi di RSGM. Informan berjumlah 9 dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil : Komponen program TB mulai dari komponen input, proses, dan monitoring dan evaluasi sudah dijalankan sesuai dengan regulasi tetapi terdapat komponen yang perlu diperbaiki seperti pada klinik isolasi dan bilik dahak yang jarang terpakai, keterlambatan pelaporan kasus TB, leaflet TB yang habis tidak diisi kembali, monitor TV tidak selalu hidup, dan monev TB yang belum rutin. Komponen output (angka penemuan kasus) masih berada dibawah target yang ditetapkan yaitu 0 (zero), ini disebabkan oleh tidak adanya pasien TB yang datang ke RS mengingat RS merupakan RS Khusus Gigi dan Mulut. Kesimpulan : RSGM UGM ikut berperan aktif dalam program TB khusussnya penemuan ,dilihat dari seluruh komponen program TB telah dijalankan sesuai dengan regulasi meskipun terdapat komponen yang perlu dimaksimalkan.

Indonesia has the second highest number of TB sufferers in the world with case notifications which are still low, this indicates that hospital involvement in the TB program is still low, one of which is a special dental and oral hospital. Even though dental and oral care procedures have a high risk of infection and more than 15% of TB patients have dental and oral problems. RSGM UGM Prof. Soedomo is a special hospital with a low case discovery rate. Research Aim: Evaluation of the tuberculosis control program at RSGM UGM Prof. Soedomo Year 2023. Method: Research uses qualitative methods. Data will be obtained by in-depth interviews, document review, and observations at RSGM. Nine informants were selected using purposive sampling technique. Results: TB program components starting from input, process, and monitoring and evaluation components have been carried out in accordance with regulations but there are components that need to be improved, such as isolation clinics and sputum chambers which are rarely used, delays in reporting TB cases, TB leaflets which are used up and not refilled. , the TV monitor is not always on, and TB monitoring and evaluation is not routine. The output component (case discovery rate) is still below the set target, namely 0 (zero), this is due to the absence of TB patients coming to the hospital considering that the hospital is a special dental and oral hospital. Conclusion: RSGM UGM plays an active role in the TB program, especially discovery, it can be seen that all components of the TB program have been carried out in accordance with regulations, although there are components that need to be maximized.
Read More
T-6963
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Indah Rosana Djajadiredja, Amila Megraini
Abstrak: Akreditasi merupakan salah satu kebijakan pemerintah meningkatkan pelayanankesehatan puskesmas yang bermutu dan berkesinambungan. Malcolm Baldrige sebagaikerangka kerja ekselen untuk evaluasi sistem pelayanan kesehatan dengan menilai diridan memperbaiki mutu organisasi. Penelitian ini menggunakan kuesioner MalcolmBaldrige dan bab 7 (tujuh) akreditasi Permenkes yaitu layanan klinis berorientasi pasienuntuk mengetahui gambaran mutu layanan layanan klinis rawat jalan puskesmasakreditasi dan non akreditasi dan mengetahui hubungan kepemimpinan, strategi, fokuspasien, manajemen pengetahuan dan informasi, fokus staf dan proses kerja dengan hasil.Penelitian kuantitatif dengan skoring Malcolm Baldrige, sampel penelitian sebanyak126 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil skor Malcolm Baldrigediperoleh skor rata-rata A-D-L-I (approach-deployment-learning-integration) dan Le-T-C-I (level-trend-comparison-integration) < 30%. Kedua jenis puskesmas berada padalevel kinerja poor. Puskesmas akreditasi berada pada kriteria early result dan nonakreditasi dengan kriteria early development. Kepemimpinan, strategi, fokus pasien,informasi dan analisis, fokus staf, dan proses mempunyai hubungan signifikan denganhasil layanan klinis rawat jalan. Puskesmas belum banyak dokumentasi layanan klinisrawat jalan, pendekatan belum optimal, perbaikan bila ada masalah dan belumterintegrasi antar unit layanan. Puskesmas akreditasi dan non akreditasi perlumeningkatkan mutu layanan klinis rawat jalan dan mengevaluasi diri dengan kerangkakerja ekselen Malcolm Baldrige.
Read More
T-5298
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Idawati Muas; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Sandi Ilyanto, Puput Oktamianti, Soewarta Kosen, Hendrianto Trisnowibowo
Abstrak: [

ABSTRAK Nama : Idawati Muas Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan : Ekonomi Kesehatan Judul : “Analisis Pertumbuhan Profil Keuangan Rumah Sakit Pemerintah Di Jawa Barat Tahun 2013-2015” Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia sejak tahun 2014 telah mengubah pola pembayaran pelayanan kesehatan di rumah sakit dari sistem pembayaran berdasarkan pelayanan menjadi sistem paket INA CBGs. Hal ini memberikan dampak terhadap kinerja keuangan rumah sakit, termasuk rumah sakit pemerintah yang sebagian pendanaan berasal dari pasien JKN dan pihak manajemen ditantang untuk melakukan berbagai upaya untuk keberlangsungan operasional rumah sakit. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran kinerja keuangan RS pemerintah di Jawa Barat meliputi pertumbuhan total aset, pertumbuhan pendapatan, ratio likuiditas dan rasio aktifitas serta diketahui hubungan antara kunjungan rawat jalan dan kasus rawat inap dengan total aset dan hubungan antara kunjungan rawat jalan dan kasus rawat inap dengan pendapatan di tahun 2013-2015. Menggunakan data sekunder dari survei, penelitian deskriptif ini mengamati perubahan di kinerja keuangan rumah sakit dalam era Jaminan Kesehatan Nasional. Total aset di RS pemerintah  kelas A  di Jawa Barat mengalami peningkatan di tahun 2014 tetapi menurun di tahun 2015, tetapi total pendapatan RS pemerintah kelas A mengalami peningkatan di tahun 2014 dan 2015. Pertumbuhan pendapatan rumah sakit secara prosentase lebih tinggi di kelas C dibanding kelas B. Terdapat hubungan yang signifikan antara kunjungan rawat jalan dan kasus rawat inap dengan total aset yang menunjukkan semakin banyak kunjungan rawat jalan dan kasus rawat inap maka semakin tinggi  total aset. Dan hubungan yang signifikan antara kasus rawat inap dengan pendapatan yang menunjukkan semakin banyak kasus rawat inap maka semakin tinggi pendapatan. Rasio likuiditas yang diukur dengan rasio kas, rasio cepat dan rasio lancar di RS pemerintah di Jawa Barat terjadi peningkatan untuk tahun 2014 dan tahun 2015. Rasio aktifitas di RS pemerintah di Jawa Barat tahun 2014 dan tahun 2015 terjadi peningkatan perputaran total aset namun periode penagihan hutang mengalami penurunan tahun 2014 dan 2015 sedangkan lama penagihan hutang mengalami penurunan. Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Kinerja Keuangan, Rumah Sakit


ABSTRACT Name : Idawati Muas Study Programe : Public Health Majority : Health Economic Title : “Growth on Financial Profille of Public Hospitals in West Java in year of 2013 – 2015" The implementation of the Indonesia’s national health insurance (JKN) in Indonesia in early 2014 has changed the pattern of health service payments in hospitals from the service-based payment system to the INA CBGs package system. This has an impact on the financial performance of hospitals, including public hospitals that are partly funded by JKN patients and management is challenged to adapt and evolve to sustain the hospital's operations. This study aims to understand the financial performances of public hospitals in West Java in 2013 – 2015, uncovering total asset growth, revenue growth, liquidity ratio and activity ratio; while also analyzing the relationship between outpatient visit and inpatient case with total assets and relationship between outpatient visit and inpatient case with revenue in the period of 2013 – 2015. Using secondary survey data, this descriptive study observes the changes in the financial performance of hospitals as it transitions into the JKN era. Total assets in type A public hospital in West Java have increased in 2014 but decreased in 2015, while income of Type A public hospital has increased in 2014 and 2015. The growth of hospital income in percentage is higher in type C than type B. The study also found a significant relationship between outpatient visits and inpatient cases with total assets, indicating larger outpatient visits and inpatient cases had higher total assets. The same significant relationship was found to be true between in-patient cases and income. Liquidity ratio that was measured by cash ratio, fast ratio and current ratio in public hospital in West Java has increased for 2014 and 2015. In the activity ratio, there was an increase in total asset turnover in 2014 and 2015, however debt collection period experienced a decline in 2014 and 2015 while the duration of debt collection decreased. Keywords : National Health Insurance, Financial Performance, Hospital

, ]
Read More
T-5259
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive