Ditemukan 32718 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Melisa Nyamukondiwa; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Lhuri Dwianti Rahmartani, Poppy Elvira Deviani
Abstrak:
Read More
Malaria merupakan ancaman yang signifikan terhadap perempuan hamil dan bayi baru lahir di Tanzania, negara dengan beban malaria yang tinggi. Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi intervensi malaria di kalangan wanita hamil, dengan fokus pada penggunaan kelambu berinsektisida (ITN) dan penggunaan pengobatan pencegahan intermiten pada kehamilan dengan Sulfadoxine-Pyrimethamine (IPTp-SP). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Tanzania (DHS) tahun 2022, menganalisis data dari 1.408 ibu hamil. Sebagian besar peserta berusia 20-29 tahun dan tinggal di daerah pedesaan. Sebagian besar perempuan melakukan kunjungan layanan antenatal (ANC) pertama pada usia kehamilan 12 minggu, dan lebih dari setengahnya menghadiri setidaknya empat kali kunjungan ANC. Kepemilikan dan penggunaan ITN tinggi, dengan 83,03% memiliki jaring dan 86% menggunakannya pada malam sebelum wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dan independen, dengan uji Hosmer-Lemeshow untuk menilai kecocokan model. Pengetahuan tentang penggunaan ITN mempunyai hubungan yang signifikan dengan penggunaan ITN yang sebenarnya, sedangkan pengetahuan tentang pengobatan pencegahan malaria mempunyai hubungan yang berbanding terbalik. Kesadaran akan tindakan pencegahan lainnya masih rendah. Faktor-faktor seperti pendidikan (OR: 1.15, CI:0.98-2.53, P-value:0.08), frekuensi ANC (OR:1.14, CI:1.03-1.22, P-value:0.02), kerentanan yang dirasakan (OR:1.54, CI :0.91-1.31, P-value:0.17), dan kepercayaan diri dalam melakukan perilaku terkait malaria (OR:1.13, CI:0.91-1.26, P-value:0.21), surat kabar sebagai sumber pesan malaria (OR:0.13, CI:0.10-1.19, Pvalue:0.08) dan pengetahuan pengobatan preventif dalam pencegahan malaria (OR:0.37, CI:0.12-0.88, Pvalue:0.02) berpengaruh signifikan terhadap penggunaan ITN. Untuk serapan IPTp-SP, faktor yang signifikan meliputi pendidikan (OR:1.74, CI:1.18-1.56, Pvalue:0.00), wilayah (OR:1.74, CI:1.50-1.87, Pvalue:0.00), pekerjaan (OR:1.11, CI :0.89-1.28, Pvalue:0.31), waktu kunjungan ANC pertama (OR:1.12, CI:0.72-1.35, Pvalue:0.51), kepercayaan diri dalam melakukan perilaku terkait malaria (OR:1.41, CI:0.91-1.82, Pvalue:0.03) dan pesan dari penyedia layanan kesehatan (OR:1.86, CI:0.83-2.81, Pvalue:0.12). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan (OR:0.62, CI:0.40-0.96, Pvalue:0.03), wilayah tempat tinggal (OR:0.14, CI:0.06-1.10, Pvalue:0.77), tingkat keparahan yang dirasakan (OR:0.66, CI:0.43 -0.98, Pvalue:0.04) dan menerima pesan dari penyedia layanan kesehatan (OR:0.47, CI:0.14-1.46, Pvalue:0.20) secara signifikan mempengaruhi penerapan intervensi ITN dan IPTp-SP. Rekomendasinya mencakup investasi dalam pelatihan petugas layanan kesehatan, meningkatkan strategi pendidikan dan komunikasi, meningkatkan kehadiran ANC, dan mobilisasi masyarakat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami tantangan petugas kesehatan dan dampak pandemi COVID-19 terhadap penerapan intervensi malaria.
Malaria poses a significant threat to pregnant women and newborns in Tanzania, a country with a high malaria burden. This study investigates factors influencing the adoption of malaria interventions among pregnant women, focusing on the use of insecticide-treated mosquito nets (ITNs) and the uptake of intermittent preventive treatment in pregnancy with Sulfadoxine-Pyrimethamine (IPTp-SP). The research utilized secondary data from the 2022 Tanzania Demographic and Health Survey (DHS), analyzing data from 1,408 pregnant women. Most participants were aged 20-29 and lived in rural areas. A significant proportion had their first antenatal care (ANC) visit at 12 weeks of gestation, and over half attended at least four ANC visits. ITN ownership and usage were high, with 83.03% owning nets and 86% using them the night before the interview. Data analysis involved descriptive statistics, chi-square tests, and multivariate logistic regression to determine associations between dependent and independent variables, with the Hosmer-Lemeshow test assessing model fit. Knowledge of ITN use was significantly associated with actual ITN use, while knowledge of malaria preventive medication had an inverse association. Awareness of other preventive measures was low. Factors such as education (OR: 1.15, CI:0.98-2.53, P-value:0.08), ANC frequency (OR:1.14, CI:1.03-1.22, P-value:0.02), perceived susceptibility (OR:1.54, CI:0.91-1.31, P-value:0.17), and confidence in performing malaria-related behaviours (OR:1.13, CI:0.91-1.26, P-value:0.21), newspaper as a source of malaria messages (OR:0.13, CI:0.10-1.19, Pvalue:0.08) and knowledge of preventive medicine in malaria prevention (OR:0.37, CI:0.12-0.88, Pvalue:0.02) significantly influenced ITN use. For IPTp-SP uptake, significant factors included education (OR:1.74, CI:1.18-1.56, Pvalue:0.00), region (OR:1.74, CI:1.50-1.87, Pvalue:0.00), occupation (OR:1.11, CI:0.89-1.28, Pvalue:0.31), timing of the first ANC visit (OR:1.12, CI:0.72-1.35, Pvalue:0.51), confidence in performing malaria-related behaviours (OR:1.41, CI:0.91-1.82, Pvalue:0.03) and messages from healthcare providers (OR:1.86, CI:0.83-2.81, Pvalue:0.12). The study concluded that education (OR:0.62, CI:0.40-0.96, Pvalue:0.03), region of residence (OR:0.14, CI:0.06-1.10, Pvalue:0.77), perceived severity (OR:0.66, CI:0.43-0.98, Pvalue:0.04) and receiving messages from healthcare provider (OR:0.47, CI:0.14-1.46, Pvalue:0.20) significantly affected the adoption of both ITN and IPTp-SP interventions. Recommendations include investing in healthcare worker training, enhancing education and communication strategies, increasing ANC attendance, and community mobilization. Further research is needed to understand healthcare workers' challenges and the impact of the COVID-19 pandemic on malaria intervention adoption.
T-7091
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiur Annisa Harahap; Pembimbing: Helda; Penguji: Yovsyah, Yusnita Aswarini
S-7699
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pasmawati; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Asep A Mutaqin
S-8919
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Uus Sukmara; Pembimbing: Krisnawati Bantas
T-878
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diva Azizah Nitisara; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Imran Agus Nurali
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penerapan protokol kesehatan COVID-19 pada mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia angkatan 2017-2019. Penelitian ini menggunakan Studi Cross-Sectional yang dilakukan kepada 443 responden yang diperoleh melalui purposive sampling, dengan proporsi 88,7% responden perempuan dan 11,7% responden laki-laki. analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square
Read More
S-10807
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risna Ilmi Aulia; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Renti Mahkota, Yoan Hotnida Naomi Hutabarat
Abstrak:
Read More
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2020, insiden kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus di tahun 2020. Walaupun prevalensi kanker serviks di Indonesia tinggi, skrining nasional kanker serviks masih rendah yaitu 9,3% hingga tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan sumber data Riset PTM 2016. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perempuan usia 25-64 tahun di Indonesia yang menjadi responden dalam Riset PTM 2016, yaitu sebanyak 32.564 responden. Hasil penelitian menemukan bahwa prevalensi lesi prakanker serviks pada wanita usia 25-64 tahun di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 7,3%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, terdapat hubungan yang signifikan antara usia (POR=1,38; 95% CI: 1,27–1,50) dan penggunaan kontrasepsi hormonal (POR=1,23; 95% CI: 1,11–1,36) dengan kejadian lesi prakanker serviks dan terdapat hubungan yang signifikan dengan efek protektif antara paritas (POR=0,91; 95% CI: 0,84–0,99) dan usia pertama melahirkan (POR=0,86; 95% CI: 0,78–0,96) dengan kejadian lesi prakanker serviks. Pemerintah perlu melakukan pemerataan dalam penyediaan peralatan skrining kanker serviks (terutama IVA) ke puskesmas dan fasilitas kesehatan primer lainnya untuk meningkatkan cakupan skrining nasional.
Cervical cancer is one of the leading causes of cancer deaths in women. Based on data from GLOBOCAN 2020, the incidence of cervical cancer in Indonesia reached 36,633 cases in 2020. Despite the high prevalence of cervical cancer in Indonesia, national cervical cancer screening is still low at 9.3% until 2022. This study aims to determine the factors associated with the incidence of cervical precancerous lesions in Indonesia. This study used a cross-sectional study design with the 2016 NCD Research data source. The sample in this study was women aged 25-64 years in Indonesia who were respondents in the 2016 NCD Research, totaling 32,564 respondents. The results of the study found that the prevalence of cervical precancerous lesions in women aged 25-64 in Indonesia in 2016 was 7.3%. Based on the results of bivariate analysis, there is a significant relationship between age (POR=1,38; 95% CI: 1,27–1,50) and the use of hormonal contraception (POR=1,23; 95% CI: 1,11–1,36) with the incidence of cervical precancerous lesions and there is a significant relationship with a protective effect between parity (POR=0,91; 95% CI: 0,84–0,99 and age at first birth (POR=0,86; 95% CI: 0,78–0,96) with the incidence of cervical precancerous lesions. The government needs to ensure equity in the provision of cervical cancer screening equipment (especially VIA) to community health centers (puskesmas) and other primary health facilities to increase national screening coverage.
S-11626
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Kartika Irnayati; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Ahmad Helmy
S-5907
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tubianto Anang Zulfikar; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Nyoman Kandun
T-3297
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nida Amalina; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Helda, Woro Riyadina, Em Yunir
Abstrak:
Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit kronik ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kurangnya produksi insulin, insulin yang tidak dapat bekerja dengan optimal, atau faktor keduanya. Prevalensi diabetes di DKI Jakarta sebesar 3,4% dan mengalami peningkatan sebesar 0,9% dalam lima tahun terakhir. Tingginya prevalensi diabetes melitus di DKI Jakarta memperlihatkan bahwa diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang harus dikendalikan. Target pengendalian diabetes melitus adalah dengan mencapai kontrol glikemik yang baik dengan tujuan mencegah terjadinya komplikasi dan penyebab kematian Kesimpulan:Aktifitas fisik, kepatuhan berobat dan trigliserida adalah faktor yang paling berperan dalam kontrol glikemik.
Read More
T-6164
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurhayati; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan Penguji: Nuning, Ratna Djuwita, Dien Emawati, I Made Setiawan
T-2966
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
