Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35205 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mutia Anggun Sayekti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Wawan Agung Nurwanto
S-8016
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meliza Suhartatik; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni, Widjaja Lukito, Agus Triwarto
Abstrak:
Banyak penelitian yang mengkonfirmasi bahwa obesitas dikaitkan dengan risiko kejadian diabetes mellitus (DM) tipe-2, namun belum banyak penelitian longitudinal yang melakukan pengamatan terhadap kejadian obesitas pada penderita DM tipe-2. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui trend dan determinan obesitas pada penderita DM tipe-2 usia 35-65 tahun di Kota Bogor. Desain studi longitudinal dengan memanfaatkan data sekunder dari studi kohor faktor risiko PTM tahun 2015-2017. Analisis secara time series selama 3 tahun diketahui trend prevalensi obesitas pada penderita DM tipe-2 menurun Hasil analisis determinansi terhadap kejadian obesitas diketahui asupan lemak yang tinggi (tahun 2015-2016) dan asupan karbohidrat yang tinggi (tahun 2017) merupakan faktor dominan dalam mempengaruhi kejadian obesitas, namun kontribusinya hanya sekitar 27,7-41,3% yang mengindikasikan adanya faktor risiko lain yang lebih berperan terhadap kejadian obesitas pada penderita DM tipe-2 yang tidak diteliti dalam penelitian ini

Many studies confirm that obesity is associated with the risk of type2 diabetes, but not many longitudinal studies have observed the incidence of obesity in type2 diabetes. This study aims to determine trends and determinant of obesity in type2 diabetes aged 35-65 years in Bogor City. A longitudinal design study using secondary data from Cohort Study of NCD year 2015-2017. Time series analysis for 3 years found that the trend of obesity prevalence in type2 diabetes decreased from 71.6%, 69.1%, to 64.2%. The trend of risk factors for the incidence of obesity, such as energy, fat intake and physical activity, increased significantly in 2017. The reduction in the prevalence of obesity is associated with changes in healthy lifestyle (intentional weight loss) and due to poor glycemic control or other disease (unintentional weight loss). The results of determinant analysis of the incidence of obesity are known in year 2015 fat intake is a dominant factor (OR:4.88; 95% CI:1.48-16.06) also influenced by gender, with carbohydrate intake as a confounder. In 2016 fat intake was a dominant factor (OR:5.71; 95% CI:1.48-22.03) also influenced by carbohydrate intake, with physical activity, stress, smoking habits and gender as a confounder. In 2017 carbohydrate intake was a dominant factor (OR:6.84; 95% CI:2.13- 21.98) with fat intake as a confounder.

Read More
T-5929
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Deyasningrum; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setiarini, Reviana Christijani
Abstrak: Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit kronis dimana tubuh tidak bisa menggunakan insulin untuk metabolisme glukosa. Penyakit ini terus menerus bertambah setiap tahun baik pada masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Disayangkan, penyakit diabetes mellitus tidak dapat disembuhkan, hanya bisa dikendalikan.
 
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor dominan terhadap kejadian pre DM dan DM tipe 2 pada Staf Kependidikan FKM UI, Depok. Variabel independen yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, asupan zat gizi (energi, karbohidrat, lemak, dan serat), aktivitas fisik, status gizi lebih, lingkar pinggang, dan pengetahuan gizi. Desain studi penelitian yaitu cross sectional dengan analisis chi square. Penelitian dilakukan pada 122 responden dan pada bulan April 2014.
 
Hasil penelitian menunjukkan 26,2% penderita pre DMDM (Pre DM (17,2%) dan DM (9%)). Variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang bermakna dengan kejadian pre DM-DM adalah umur. Faktor dominan adalah riwayat keluarga dan umur. Staf kependidikan FKM UI diharapkan meningkatkan kesadaran untuk melakukan pola hidup sehat baik makan-makanan seimbang maupun olahraga rutin, dan melakukan pengecekan glukosa darah.
 

Diabetes mellitus type 2 is a chronic disease which the body can not use insulin for glucose metabolism. The disease is constantly increasing every year both in urban and rural communities. Unfortunately, diabetes mellitus can not be cured, only controlled.
 
This study aims to determine the dominant factor on the incidence of pre-diabetes and type 2 diabetes mellitus in Education Staff at FKM UI, Depok. The independent variables studied were age, sex, family history, the adequacy of nutrients (energy, carbohydrates, fats, and fiber), physical activity, BMI, waist circumference, and nutrition knowledge. The study design is a crosssectional study with a chi-square analysis. The study was conducted on 122 respondents, on April 7 to 25, 2014.
 
Results showed 26.2% of patients with pre-DM - DM (Pre DM (17.2%) and DM (9%)). Variables that had significant differences in the proportion of the incidence of pre-DM and DM is age. Dominant factor is family history ang age. Education Staff at FKM UI is expected to raise awareness for do healthy lifestyle such as eat balanc meals and exercise regularly, and do a blood sugar check.
Read More
S-8409
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Catur Mei Astuti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Deasy Martini
S-7807
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy; Pembimbing: Sartika, Ratu Ayu Dewi; Penguji: Widjaja Lukito, Yvonne Magdalena Indrawani
S-8505
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shirleen Gabriele Havelaar; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Susianto, Sandra Fikawati
Abstrak: Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu 4,7% pada tahun 1980 menjadi 8,5% pada tahun 2014 dan mulai berkembang pada semua kalangan. Diabetes mellitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi, kehilangan penglihatan dan kerusakan saraf. Berdasarkan beberapa penelitian, diet vegetarian dapat menjadi salah satu cara penanggulangan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diet vegetarian (termasuk vegan, lacto/ovo dan lacto-ovo) serta beberapa faktor lainnya dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2017 di sepuluh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh wilayah 16 Jakarta. Teknik pemilhan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan FFQ. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16.3% responden terkena DM tipe 2. Prevalensi DM tipe 2 pada responden non vegetarian adalah 2.6 kali lebih besar dibandingkan dengan vegan dan vegetarian lacto-ovo. Kata kunci : Diabetes mellitus tipe 2, pola diet vegetarian, gereja masehi advent hari ketujuh Prevalence of type 2 diabetes (T2DM) is on the rise which is 4,7% on 1980 became 8,5% on 2014 and this disease increasing everywhere. T2DM may cause such complications as heart attack, stroke, kidney failure, amputation, vision loss and nerve damage. Based on some research, vegetarian diet could be one way to prevent T2DM. The purpose of this research was to determine the correlation of vegetarian diet (include vegan, lacto/ovo and lacto ovo) and also other factors with the occurrence of T2DM among Jakarta Seventh Day Adventist (SDA) Church member. This research used cross-sectional study which was held between May- June 2014 in 10 SDA churches of region 16 Jakarta. The sampling method of this reseach is consecutive sampling. Datas was collected with questionnaire and FFQ. The results showed that 16.3% of the respondents suffered from T2DM. Prevalences of T2DM among non-vegetarians was 2,6 greater than vegetarians. Keywords : Type 2 Diabetes, Vegetarian Diet, Seventh Day Adventis Church
Read More
S-9433
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Youvita Indamaika Simbolon; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Ari Wijayanti
Abstrak: Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi- quantitative food frequency questionnaire (SFFQ). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial

The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
Read More
T-5499
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Swasti Setyorini; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Hera Ganefi
S-5799
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiretno Yuliarti; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Anis Irawati, Trini Sudiarti, Fatmah, Nanik Widayani
T-2594
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurchajatie; Pembimbing: Ahmad Syafiq, Sandra Fikawati; Bobby Setiadi Dharmawan, Kusindrati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Nurchajatie Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul           :Model Prediksi Perubahan  Status  Gizi  Pasien  Diabetes Melitus Tipe 2  Di Ruang Rawat Inap RSUP Fatmawati Tahun 2018. Pembimbing : Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, Ph.d Status gizi kurang akibat  malnutrisi rumah sakit merupakan  penurunan status gizi karena kurangnya asupan  atau  daya terima makanan selama perawatan, dan menjadi masalah gizi pasien di rawat inap dan  sering mendapat sorotan. Status gizi kurang seringkali dijadikan prediksi lama rawat pasien di rumah sakit. Malnutrisi rumah sakit atau penurunan status gizi selain akibat dari kekurangan asupan makanan, peningkatan kebutuhan sehubungan dengan kondisi penyakitnya dan juga  kepuasan terhadap pelayanan gizi, umur, jenis kelamin, selera makan, dan kepatuhan diet. Tujuan penelitian adalah mengetahui model prediksi perubahan status gizi pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian perubahan status gizi berdasarkan IMT rata-rata -0,2 ± 0,3 kg/m 2 . Dari hasil analisis regresi linier multivariate diperoleh model prediksi perubahan status gizi = - 0,764 + 0,004*Asupan Makan - 0,01*Kepatuhan diet – 0,014*Kepuasan terhadap pelayanan gizi + 0,011*Selera makan. Kesimpulan: Apabila asupan makan , nilai skor  kepatuhan diet, nilai skor kepuasan terhadap pelayanan gizi serta nilai skor selera makan menurun, maka perubahan status gizi akan semakin negatif (menurun) dan asupan  makan merupakan variabel yang berpengaruh dalam perubahan status gizi pasien DM tipe 2. Kata kunci: perubahan status gizi, diabetes melitus , malnutrisi rumah sakit.


ABSTRACT Name : Nurchajatie Study Program : Public Health Title                             : Prediction Model of the Change in Nutritional Status of Hospitalized Diabetes Melitus (type 2)  Patients in Fatmawati General Hospital in  2018. Counsellor : Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, Ph.d Lack of nutrition caused by malnutrition during hospitalization is a decreasing nutritional status which is caused by lack of intake or the decreasing ability to accept food intake during hospitalization and  become a nutrition problem for a patient of which often  becomes focus of attention. Patient's lack of nutrition is often used to predict the length of treatment in the hospital. Malnutrition or decreasing nutrition status caused by lack of food intake, moreover caused by increasing need related to the condition of the sickness and also the satisfaction toward the services in nutrition provision, age, sex, appetite, and diet obedience. The main research objective is to know the model of prediction in the change  of nutritional status of diabetes mellitus type 2. This research is an analytical observational research using cross sectional approach. The research result in the change of nutritional status is based on average IMT -0.2 ± 0.3 kg/m2. From the result of multivariate linear regression, it is obtained the prediction model of the change in nutritional status = -0.764 + 0.004*Food intake - 0.01*Diet obedience - 0.014*Satisfaction towards services in nutrition provision + 0.011*Appetite. Conclusion: if the food intake, the score of satisfaction towards services in nutrition provision, and the score of eating appetite are decreasing, then the change in nutritional status tends to be more negative (decreasing) and the food intake is an influential variable in the change of DM type 2 patient's nutritional status. Key words: change in nutritional status, diabetes mellitus, hospital malnutrition.

Read More
T-5193
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive