Ditemukan 41699 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Auliya Nanda Susmita; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Mona Lisa
Abstrak:
Read More
Kualitas tidur dan tingkat stres merupakan aspek penting kesehatan mahasiswa, yang berpotensi dipengaruhi salah satunya oleh siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur berdasarkan siklus menstruasi pada mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2024 menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 167 mahasiswa yang dipilih secara simple random sampling dari populasi 1070 mahasiswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk tingkat stres, dan kuesioner menstruasi secara online, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan korelasi Spearman menggunakan SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi memiliki kualitas tidur buruk (81,2%) dan tingkat stres sedang (88,6%). Dengan siklus menstruasi yang normal pada seluruh responden. Analisis Chi-square menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value = 0,347), antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p-value = 0,206), dan juga kualitas tidur dengan siklus menstruasi (p-value = 0,423). Namun, uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang lemah namun signifikan secara statistik antara tingkat stres dan siklus menstruasi (korelasi = -0,170, p = 0,028), serta antara kualitas tidur dan siklus menstruasi (korelasi = -0,155, p = 0,04). Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat stres dan penurunan kualitas tidur berhubungan dengan perubahan pada siklus menstruasi, meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai interaksi antara stres, kualitas tidur, dan siklus menstruasi, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan pola tidur untuk mendukung kesehatan reproduksi mahasiswi, meskipun keterbatasan jumlah sampel dan metode survei online dapat memengaruhi hasil. Penelitian lanjutan dengan desain yang lebih komprehensif disarankan untuk memvalidasi temuan ini.
Sleep quality and stress levels are essential aspects of student health, potentially influenced by the menstrual cycle. This study aims to analyze the relationship between stress levels and sleep quality based on the menstrual cycle in undergraduate students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia in 2024. The study used a cross-sectional design with a sample of 167 students selected by simple random sampling from a population of 1070 female students. Data were collected through the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire for sleep quality, the Perceived Stress Scale (PSS-10) for stress levels, and an online menstrual questionnaire, then analyzed using the Chi-Square test and Spearman correlation using SPSS. The results of the descriptive analysis showed that the majority of female students had poor sleep quality (81.2%) and moderate stress levels (88.6%). With a normal menstrual cycle in all respondents. Chi-square analysis showed no significant relationship between stress levels and sleep quality (p-value = 0.347), between stress levels and the menstrual cycle (p-value = 0.206), and also sleep quality with the menstrual cycle (p-value = 0.423). However, Spearman's correlation test showed a weak but statistically significant negative relationship between stress level and menstrual cycle (correlation = -0.170, p = 0.028), and between sleep quality and menstrual cycle (correlation = -0.155, p = 0.04). These results indicate that increased stress level and decreased sleep quality are associated with changes in menstrual cycle, although the strength of the relationship is relatively weak. This study provides an initial overview of the interaction between stress, sleep quality, and menstrual cycle, emphasizing the importance of maintaining mental health and sleep patterns to support female students' reproductive health, although the limited number of samples and online survey method may affect the results. Further research with a more comprehensive design is recommended to validate these findings.
S-11851
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khaerul Nisa; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Rita Damayanti, Rachmat Priyono
Abstrak:
Read More
Tidur merupakan kebutuhan dasar agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Remaja merupakan salah satu kelompok umur yang sering mengalami masalah kualitas tidur buruk. Remaja rentan mengalami masalah kualitas tidur yang buruk karena penyesuaian berbagai faktor dan gaya hidup. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan munculnya risiko kesehatan baik fisik dan psikis serta terganggunya perkembangan kognitif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur dan hubungannya dengan durasi tatap layar, kecemasan, aktivitas fisik, dan kebiasaan tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Kebumen tahun 2024. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden sebanyak 304 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% responden memiliki kualitas tidur yang baik. Analisis bivariat yang dilakukan memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan (p-value < 0,001) dengan nilai OR 8,971 dan kebiasaan tidur (p-value < 0,001) dengan nilai OR 3,24 dengan kualitas tidur remaja. Kemudian dari analisis bivariat juga memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tatap layar dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur remaja (p-value>0,05). Intervensi mengenai tips mengontrol kecemasan dan edukasi terkait kebiasaan tidur yang baik diharapkan dapat diterapkan di sekolah untuk meningkat kualitas tidur remaja.
Sleep is a basic need for the body to function properly. Adolescents are one of the age groups that often experience poor sleep quality problems. Adolescents are susceptible to poor sleep quality problems due to adjustments to various factors and lifestyles. Poor sleep quality can lead to physical and psychological health risks and disrupt cognitive development. This study was conducted to determine the picture of sleep quality and its relationship with screen time, anxiety, physical activity, and sleep hygiene in adolescents at SMA Negeri 1 Kebumen in 2024. This study used a cross-sectional design with 304 students as respondents. The results showed that 53,6% of respondents had good sleep quality. The bivariate analysis showed that there was a significant relationship between anxiety (p-value <0.001) with an OR value of 8.971 and sleep hygiene (p-value <0.001) with an OR value of 3.24 with adolescent sleep quality. Then the bivariate analysis also showed that there was no significant relationship between screen time and physical activity with adolescent sleep quality (p-value>0.05). Interventions regarding tips for controlling anxiety and education regarding good sleep hygiene are expected to be implemented in schools to improve the quality of adolescent sleep.
S-11614
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Karina Arvianti; Pembimbing: C. Endah Wuryaningsih; Ppenguji: Zarfiel Tafal, Roji Suherman
S-5822
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarah Fahira Faza; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Ratna Tri Hari Safariningsih
Abstrak:
Read More
Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama hipertensi dan penyakit kardiovaskular masih menjadi beban utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan adalah dengan membatasi asupan natrium harian dengan mengurangi konsumsi pangan tinggi natrium. Akan tetapi, kebiasaan konsumsi pangan tinggi natrium pada usia muda (15-24 tahun), termasuk mahasiswa masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap, serta karakteristik sosiodemografis yang mencakup jenis kelamin, tempat tinggal, dan uang saku dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium pada mahsiswa FKM UI tahun 2026. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 108 mahasiswa dari 4 program studi yang ada di FKM UI (Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Gizi) yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan praktik (p=0,123). Namun, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara sikap dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,037). Karakteristik sosiodemografis berupa jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,442). Sementara karakteristik sosiodemografis berupa tempat tinggal memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,013). Karakteristik sosiodemografis berupa uang saku tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,053). Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa sikap dan tempat tinggal berhubungan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium pada mahasiswa FKM UI tahun 2026. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi berbasis sikap, bukan sekedar edukasi pengetahuan, yang berfokus pada penguatan motivasi internal, persepsi risiko jangka pendek, dan pembentukan lingkungan yang supportif untuk mengurangi konsumsi pangan tinggi natrium.
Non-communicable diseases (NCDs), particularly hypertension and cardiovascular disease, remain a major public health burden in Indonesia. One preventive measure that can be undertaken is limiting daily sodium intake by reducing the consumption of highsodium foods. However, the habit of consuming high-sodium foods among young people aged 15–24 years, including university students, remains relatively high. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes, as well as sociodemographic characteristics including sex, place of residence, and allowance, with high-sodium food consumption practices among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FKM UI), in 2026. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The research sample consisted of 108 students from four study programs at FKM UI (Public Health, Environmental Health, Occupational Health and Safety, and Nutrition), selected using quota sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis employed univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results indicated no significant relationship between knowledge and consumption practices (p=0.123). However, a statistically significant relationship was found between attitudes and highsodium food consumption practices (p=0.037). The sociodemographic characteristic of sex showed no significant relationship with high-sodium food consumption practices (p=0.442), whereas place of residence demonstrated a statistically significant relationship (p=0.013). Allowance showed no significant relationship with high-sodium food consumption practices (p=0.053). Based on these findings, it is evident that attitudes and place of residence are associated with high-sodium food consumption practices among FKM UI students in 2026. Therefore, attitude-based intervention strategies are required, rather than mere knowledge education, with a focus on strengthening internal motivation, short-term risk perception, and the creation of a supportive environment to reduce highsodium food consumption.
S-12303
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heri Sarwo Endah; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Dyah Pratiwi
Abstrak:
Read More
Human Papillomavirus (HPV) merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling umum di dunia dan menjadi penyebab utama kanker serviks pada perempuan. Meskipun tingkat pengetahuan tentang HPV telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, persepsi risiko terhadap infeksi HPV di kalangan mahasiswi, khususnya mahasiswi kesehatan masyarakat, masih belum sepenuhnya dipahami. Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kelas ekstensi memiliki karakteristik demografis dan latar belakang pendidikan yang unik, yang dapat memengaruhi bagaimana mereka memersepsikan risiko infeksi HPV. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi risiko HPV pada mahasiswi FKM UI kelas ekstensi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan persepsi risiko HPV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi memiliki pengetahuan yang baik tentang HPV dan kanker serviks, namun persepsi risiko pribadi terhadap infeksi HPV masih cenderung rendah. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi risiko meliputi tingkat pengetahuan tentang HPV, paparan informasi kesehatan, pengalaman pribadi atau keluarga terkait penyakit HPV, serta norma sosial dan budaya mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan program promosi kesehatan yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang risiko HPV di kalangan mahasiswi, khususnya melalui pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik populasi sasaran.
Human Papillomavirus (HPV) is one of the most common sexually transmitted infections worldwide and the leading cause of cervical cancer in women. Although knowledge about HPV has increased in recent years, risk perception of HPV infection among female students, particularly public health students, remains not fully understood. Female students in the extension class at the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FKM UI) possess unique demographic characteristics and educational backgrounds that may influence how they perceive the risk of HPV infection. This study aims to explore HPV risk perception among female extension class students at FKM UI, identify factors influencing such perception, and analyze the relationship between knowledge levels and HPV risk perception. This study employs a qualitative approach with a descriptive study design. Data were collected through in-depth interviews and structured questionnaires, then analyzed using thematic analysis and descriptive statistics. The findings indicate that most female students possess good knowledge about HPV and cervical cancer, yet personal risk perception of HPV infection remains relatively low. Factors influencing risk perception include knowledge levels about HPV, exposure to health information, personal or family experiences related to HPV-related diseases, and social and cultural norms regarding reproductive health. This study provides empirical contributions to the development of more effective health promotion programs in increasing awareness about HPV risk among female students, particularly through educational approaches tailored to the characteristics of the target population
S-12166
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizky Annisa; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Evi Martha, Wachyu Nursani Eka
S-8117
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggia Septyana Cawangie; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Tri Krianto, Sisworo Rini
S-5828
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Randie Ananda Agam; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: C. Endah Wuryaningsih, Muchtar Hendra Hasibuan
S-6230
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Olivya Esther Raphyta Rajagukguk; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Rita Damayanti, Ika Malika
S-12413
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitroh Nurbayani Habiebah; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Ika Malika
Abstrak:
tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan strategi coping pada mahasiswa program sarjana reguler Universitas Indonesia dengan menggunakan desain studi potong lintang. Pengambilan 361 sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan proporsi kuota berdasarkan rumpun keilmuan yang terdapat di Universitas Indonesia. Tingkat Stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS10) dan strategi coping diukur menggunakan Brief-COPE yang dilakukan secara daring. Penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor PSS-10 sebesar 20,76 dari skala 5-37 dengan tingkat stres mahasiswa sebagian besar mengalami stres sedang (67,9%), tingkat stres ringan (16,6%), dan tingkat stres berat (15,5%) serta strategi coping yang lebih sering digunakan oleh mahasiswa program sarjana reguler Universitas Indonesia adalah problem-focused coping dengan rata-rata skor berdasarkan subskalanya sebesar 2,7584. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan problem-focused coping (p>0,005) dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan emotion-focused coping (p<0,001). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diperlukan pembuatan program intervensi dan edukasi promosi kesehatan mengenai stres dan strategi coping bagi mahasiswa saat pandemi COVID-19.
Read More
S-10805
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
