Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39373 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hana Fajrianti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Abdul Kadir, Ferry Hermawan, Kusumo Drajad Sutjahjo
Abstrak:
Biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan elemen penting dalam memastikan keselamatan kerja pada proyek konstruksi sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya SMKK berdasarkan Work Breakdown Structure (WBS), mengevaluasi alokasi biaya SMKK pada proyek konstruksi sipil, dan mengidentifikasi hubungan antara biaya SMKK dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian dilakukan pada satu proyek bendungan dengan perhitungan ulang biaya berdasarkan WBS dan 20 proyek konstruksi sipil (gedung bertingkat, bendungan & irigasi, jalan & jembatan) tahun 2020–2023. Data dianalisis melalui dokumen proyek dan validasi oleh lima pakar keselamatan konstruksi menggunakan metode diskusi terfokus untuk memastikan relevansi identifikasi, pengendalian risiko, dan alokasi biaya sesuai Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Uji statistik Spearman digunakan untuk mengkaji hubungan biaya SMKK dan kecelakaan kerja. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis WBS memungkinkan identifikasi kebutuhan spesifik dan alokasi biaya yang lebih akurat. Personel keselamatan mencatat alokasi terbesar (24,61%), sedangkan asuransi memiliki alokasi terkecil (0%). Rasio biaya SMKK per Rp1 miliar lebih proporsional dibandingkan persentase terhadap nilai kontrak, terutama untuk proyek besar. Korelasi antara biaya SMKK dan kecelakaan kerja tidak signifikan (p>0,05), tetapi proyek dengan alokasi SMKK lebih tinggi menunjukkan penurunan kecelakaan serius. Penelitian ini merekomendasikan pengaturan berbasis rasio biaya SMKK, prioritas pada pelatihan keselamatan, dan evaluasi cost-benefit penerapan SMKK dalam proyek konstruksi.

The cost of Construction Safety Management Systems (SMKK) is a critical element in ensuring workplace safety in civil construction projects. This study aims to analyze SMKK costs based on the Work Breakdown Structure (WBS), evaluate the allocation of SMKK costs in civil construction projects, and identify the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The research was conducted on one dam project with a recalculation of costs based on WBS and 20 civil construction projects (high-rise buildings, dams & irrigation, roads & bridges) from 2020–2023. Data were analyzed through project documents and validated by five construction safety experts using a focused group discussion method to ensure the relevance of risk identification, risk control, and cost allocation in accordance with Permen PUPR No. 8 of 2023. Spearman’s statistical test was used to examine the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The results show that the WBS-based approach enables the identification of specific needs and more accurate cost allocation. Safety personnel recorded the largest allocation (24.61%), while insurance had the smallest allocation (0%). The SMKK cost ratio per IDR 1 billion was found to be more proportional compared to a percentage of the contract value, especially for large-scale projects. The correlation between SMKK costs and workplace accidents was not statistically significant (p>0.05), but projects with higher SMKK allocations showed a reduction in serious accidents. This study recommends regulation based on SMKK cost ratios, prioritization of safety training, and a cost-benefit evaluation of SMKK implementation in construction projects.
Read More
T-7226
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Safira; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Laksita Ri Hastiti, Lorencius Kukuh Prabowo, Mohammad Rifky Rosadi
Abstrak: Proyek konstruksi gedung wajib memiliki SMK3 dikarenakan memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 66/SE/M/2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Tujuan studi ini yaitu untuk melihat gambaran rincian kegiatan penyelenggaraan SMK3 sesuai dengan surat edaran tersebut pada proyek konstruksi gedung. Desain penelitian ini adalah analisis deskriptif dan unit analisisnya adalah proyek konstruksi gedung di Jabodetabek yang dimulai pada tahun 2016-2019 sebanyak 15 proyek. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan SE Menteri PUPR Nomor 66/SE/M/2015, kemudian disebarkan kepada responden menggunakan teknik purposive sampling. Semua proyek yang menjadi unit analisis penelitian ini telah mengalokasikan biaya K3 sesuai Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 66/SE/M/2015. Komponen dengan rata-rata alokasi biaya tertinggi adalah komponen personil K3 (komponen 6) dan yang terendah adalah komponen penyiapan RK3K (komponen 1). Masing-masing tren antara biaya K3 dengan FAR, MTR Fat-R dan FR menunjukkan bahwa semakin tinggi biaya K3 maka FAR, MTR, Fat-R dan FR semakin rendah, namun hal tersebut tidak berlaku bagi proyek 5, 11 dan 1. Uji t menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara biaya K3 dengan FAR
Read More
T-6066
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imania Al-Faiza Nurfigni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan manajemen K3 terhadap kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ. Variabel dependen penelitian ini adalah kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan variabel independennya adalah aspek penerapan manajemen K3 (kepemiminan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta komunikasi dan koordinasi pekerja). Penelitian ini merupakan penelitiana dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juli 2021 dengan metode pengisian kuesioner, wawancara dan observasi lapangan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini melibatkan 163 pekerja lapangan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang paling memenuhi dalam penerapan manajemen K3 adalah variabel partisipasi pekerja, dan yang paling tidak memenuhi adalah variabel pendidikan dan pelatihan, serta kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ dikategorikan patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan (p = 0,026) dengan kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, evaluasi dan perbaikan program, komunikasi dan koordinasi pekerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan keselamatan pekerja.
Read More
S-10797
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vena Adrianti Ningrum; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan manajemen K3 dan kepatuhan keselamatan pekerja pada pekerja harian di Proyek X. Variabel dependen dari penelitian ini merupakan kepatuhan keselamatan pekerja. Untuk variabel independen dari penelitian ini adalah penerapan manajemen K3 yang dilihat berdasarkan 7 aspek, yaitu kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta koordinasi dan komunikasi. Desain penelitian cross sectional dengan metode penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan kepada 105 orang pekerja harian di Proyek X pada bulan Juni-Juli 2021. Analisis yang dilakukan adalah univariat menggunakan SPSS.
Read More
S-10668
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anugrah Budi Utama; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Indri Hapsari Susilowati, Dwi Dian Oktaviani, Lorencius Kukuh Prabowo
Abstrak: Tahun 2020 angka kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 221.740 kasus. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecelakaan adalah iklim keselamatan kerja. Iklim keselamatan dapat dipengaruhi oleh faktor demografi (umur, jenis kelamin, jabatan, tingkat pendidikan, dan masa kerja). Terkait dengan iklim keselamatan kerja, di PT X belum pernah dilakukan pada proyek pengelolaan alat. Proyek Y adalah pilot project pengelolaan alat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja di konstruksi PT X proyek Y. Penelitian cross sectional ini menggunakan kuesioner NOSACQ-50 untuk mengukur iklim keselamatan dan wawancara untuk triangulasi dan validasi data. Total pekerja di Proyek Y adalah 114 pekerja. Semua pekerja menjadi responden kuesioner NOSACQ-50, sedangkan informan kunci terdiri dari lima orang. Tingkat iklim keselamatan kerja di konstruksi PT X proyek Y adalah 3,03 yang termasuk kategori baik. Ada perbedaan signifikan pada iklim keselamatan berdasarkan jabatan dan tingkat Pendidikan pekerja. Iklim kerja tidak berhubungan signifikan dengan umur pekerja, meskipun berhubungan signifikan dengan masa kerja
Read More
T-6426
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayutia Syarifati Arista; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Gloria Doloressa
S-7917
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Rahmanda Lintang Putranto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Chandra Satrya, Christofel, L. Kukuh Prabowo
Abstrak: Konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, pada tahun 2020 sektor ini menyumbang sebesar 55,2% angka kecelakaan. Faktor manusia menjadi salah faktor penyebab kecelakaan kerja, data menyatakan bahwa pada sektor konstruksi didapatkan 70% kecelakaan kerja terjadi karena tindakan tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat tingkat persepsi risiko dari Proyek Z PT X, melihat hubungan antara variable bebas dengan variable terikat, dan menjelaskan kondisi persepsi risiko dengan program yang telah dijalankan oleh Proyek Z. Penelitian ini adalah penelitian semi-kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 82 orang dengan besar sampel 67 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas persepsi dari pekerja di Proyek Z buruk (55,7%). Variabel risk voluntarily, immediacy of effect, knowledge of risk, catastrophic potential, dan severity of consequences memiliki persentase buruk paling besar, dan terdapat hubungan yang signifikan pada semua variabel penelitian. Hasil analisis multivariate menjelaskan 4 variabel memiliki hubungan paling bermakna yaitu immediacy of effect, catastrophic potential, common dread, dan severity of consequences. Untuk solusi jangka pendek proyek Z dapat melakukan peningkatan pengawasan pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, untuk jangka Panjang Proyek Z bisa meningkatkan perencanaan terkait identifikasi bahaya dan risiko lalu mengkomunikasikan kepada seluruh pekerja
Construction is one of the sectors that has a high risk of work accidents, in 2020 this sector has 55.2% accident rate. Human factor is one of the factors causing work accidents, 70% of work accidents occur due to unsafe actions. The purpose of this study is to see the Project Z PT X risk perception level, the relationship between independent and dependent variable, and to explain the condition of risk perception that has been run by Project Z. This research is a semi-quantitative study with a cross-sectional design. The population of this study was 82 people with a sample size of 67 people. The results showed that most workers perception in Project Z were bad (55.7%). Risk voluntarily, immediacy of effect, knowledge of risk, catastrophic potential, and severity of consequences have the largest bad percentage, and there is a significant relationship on all research variables. Multivariate analysis explained that 4 variables had the most significant relationship, namely immediacy of effect, catastrophic potential, common dread, and severity of consequences. For short-term solutions, Project Z can improve supervision on high risk categorized job, for long term Project Z can improve hazard and risk identification and communicating them to all workers
Read More
T-6300
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roiyan Mumtaz Fathul Ashr; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7442
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samy Awaludin; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Fatma Lestari, Devie Fitri Octaviani, Yuni Kusminanti
Abstrak:

ABSTRAK Proyek adalah sekumpulan kegiatan yang dimaksudkan untuk mencapai hasil akhir tertentu yang cukup penting bagi kepentingan pihak manajemen. Proyek tersebut salah satunya meliputi proyek konstruksi. Proses pembangunan proyek konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya. Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Masalah umum mengenai K3 ini juga terjadi pada penyelenggaraan konstruksi. Tenaga kerja di sektor jasa konstruksi mencakup sekitar 7-8% dari jumlah tenaga kerja di seluruh sektor, dan menyumbang 6.45% dari PDB di Indonesia. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian, perikanan, perkayuan, dan pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor dari nilai-nilai efektifitas penerapan SMK3 terhadap tingkat kecelakaan kerja di PT GPS Batam dan juga mengetahui tingkat efektifitas kinerja K3 di PT GPS Batam dan perbandingannya dengan stardar SMK3 yang dipakai oleh PT GPS Batam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional, dilakukan verifikasi dan review ‘in depth’ terhadap tingkat pencapaian elemen-elemen SMK3. Identifikasi kesesuaian penerapan ini salah satunya adalah dengan cara melakukan suatu audit terhadap implementasi SMK3, hubungan antara tingkat pemenuhan program dan target di dalam leading indikator terhadap tingkat lagging indikator yang telah dicapai oleh PT GPS. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan SMK3 berdasarkan elemen-elemen OHSAS 18001 telah dilaksanakan dengan sangat baik dengan tingkat pencapaian persentase kesesuaian sebesar 95%. Efektifitas implementasi SMK3 dengan pencapaian tingkat leading indikator yang bersifat pencegahan telah berhasil menurunkan angka lagging indicator menjadi nol (0) untuk kategori MTI, RWI dan LTI pada periode tahun 2011 dan 2012.

 ABSTRACT Project is some activities with the aim to get the outcome as targeted and the result is important for the management. One of the project type is the Construction project. The fabrication phase of the construction project in general has involving many various hazard in their processes. Occupational health and safety problem in general in Indonesia is negligence quite often. It can shows by the high accident rate in all sector. Labor in construction service has cover up around 7-8% from the total labor in all sector and contribute around 6,45% of PDB in Indonesia. Construction sector is one of the sector that having a highest risk to the work accident, the other main sector such as agriculture, fishery, forestry and mining. This research has intention to identify and analyse the effectiveness of implementing the health and safety management system to the incident rate that occur at PT GPS Batam and also compare it to the OHSMS that has been implemented at PT GPS Batam. This result has been using a qualitative method with observational approach, to do verification and in depth review to the accomplishment rate of the OHSMS elements. One of the way to identify the compliances of implementation is conducting the audit to the OHSMS implementation itself, correlation between the accomplishment rate of the program and target in leading indicator to the lagging indicator rate that has been achieved by PT GPS. The result of this research has showing the implementation of OHSMS that base on OHSAS 18001 elements has been implemented very well with percentage of compliance achievement around 95%. Effectiveness of OHSMS implementation with good leading indicator rate has been succeed in lowering lagging indicator rate become zero (0) for MTI, RWI and LTI category for the year of 2011 and 2012 period. Verification of the audit result from the performance of the effectiveness of the implementation could be seen from the performance of the HSE departments in distinctive and performance of company in general.

Read More
T-3711
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Pasek Dwi Pertama; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Dadan Erwandi, Soehatman Ramli, Mufthi G. Sukardi
T-4310
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive