Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39471 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shallom Nurfadilah; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Artha Prabawa, Agus Sudarman
Abstrak:

Pencatatan secara manual masih diterapkan oleh Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) dalam proses pemeriksaan kapal. Proses ini meliputi pemeriksaan kebersihan, serta kondisi kesehatan awak dan penumpang, juga perlengkapan medis yang ada. Penggunaan metode ini menimbulkan pekerjaan yang berulang, meningkatkan kemungkinan kesalahan, dan potensi kehilangan informasi, yang pada akhirnya mengganggu efisiensi dan memperlambat tindakan terhadap kapal yang berpotensi menyebarkan penyakit. Sistem ini juga meningkatkan pengawasan dan memungkinkan deteksi dini terhadap kemungkinan kejadian luar biasa (KLB) di pelabuhan dengan memberikan data yang lebih akurat, terorganisir, dan mudah untuk diakses.
Penelitian ini merekomendasikan untuk pemanfaatan KoboToolbox berbasis mobile sebagai platform pencatatan digital memberikan manfaat signifikan. Pendekatan mobile memudahkan pengembangan sistem pencatatan digital pemeriksaan kapal dan meningkatkan kemudahan penggunaan oleh pegawai BBKK. Tahap pengembangan dan dokumentasi difokuskan pada adaptasi KoboToolbox sebagai alat utama pencatatan. Selain itu, integrasi dengan Google Sheet melalui API mempermudah petugas dalam mengolah dan menyajikan hasil akhir pemeriksaan kepada kapal dengan cepat dan efisien.
Implementasi awal menunjukkan potensi peningkatan efisiensi operasional, akurasi pencatatan, serta dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis data. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian risiko kesehatan di pintu masuk negara dan meningkatkan kualitas pelayanan karantina di Pelabuhan Tanjung Priok.


Manual recording is still implemented by the Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) in the ship inspection process. This process includes the inspection of hygiene and sanitation, the health conditions of crew members and passengers, the availability of medical equipment, as well as the final report on the ship inspection. The use of this manual method leads to repetitive tasks, increases the likelihood of errors, and the potential loss of information, ultimately disrupting efficiency and delaying responses to ships that may pose a public health threat.         This system also enhances surveillance and enables early detection of potential outbreaks at the port by providing more accurate, organized, and easily accessible data.         This study recommends the adoption of a mobile-based KoboToolbox as a digital recording platform that offers significant benefits. The mobile approach facilitates the development of a digital ship inspection recording system and improves ease of use for BBKK staff. The development and documentation phases focus on adapting KoboToolbox as the primary recording tool. In addition, integration with Google Sheets via API simplifies the process for officers to manage and present final inspection results to the ships promptly and efficiently.         Initial implementation demonstrates the potential to improve operational efficiency, recording accuracy, and support for data-driven decision-making. Moving forward, the system is expected to strengthen health risk control at the country’s entry points and enhance the quality of quarantine services at Tanjung Priok Port.

Read More
S-11878
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anjanida Priyantika Dewi; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Abdul Gani Hasan
Abstrak:

Pengembangan teknologi saat ini menjadikan telehealth turut berkontribusi pada inovasi pelatihan, edukasi, pendampingan, dan kolaborasi jarak jauh bagi tenaga kesehatan, salah satunya berupa teknologi telementoring. Telementoring (pendampingan jarak jauh) sudah banyak digunakan sebagai sarana pendampingan antara mentor dan mentee, yang berhasil mengatasi kendala geografis, keterbatasan waktu, tenaga, serta dapat meminimalisir biaya perjalanan (travelling). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan telementoring Puskesmas di Kabupaten Bogor untuk kemudian dikembangkan sebuah prototipe sistem telementoring sebagai wujud sebuah inovasi pendampingan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas dan mengatasi masalah keterbatasan SDM Kesehatan di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam pengembangan prototipe telementoring adalah User Centered Design (UCD) yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Hasil penelitian diketahui bahwa Puskesmas Kabupaten Bogor dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membutuhkan telementoring sebagai sebuah tools pendampingan untuk meningkatkan interaksi, motivasi, edukasi, dan penguatan institusi Puskesmas, terutama pada Puskesmas yang memiliki jumlah tenaga kesehatan terbatas dan memiliki [encapaian program yang lemah. Dari hasil analisis kebutuhan juga diperoleh adanya peluang pengembangan fitur telementoring untuk mendukung penguatan Puskesmas. Berdasarkan hal tersebut, disusun suatu rancangan fitur telementoring berbasis web berbasis pada pengguna untuk Puskesmas di Kabupaten Bogor. Kata Kunci : telehealth. rancangan, prototipe, telementoring, Puskesmas, UCD.


 

Current technology development makes telehealth contribute to the innovation of training, education, mentoring, and long-distance collaboration for for health workers, telementong is kind of telehealth technology. Telementoring has been widely used as a mentoring facility between mentor and mentee, which is successfully overcome geographical constraints, limited time, energy, and so can minimize travel cost. This research aims to analyze the need of development of telementoring system for Puskesmas in Bogor Regency, then develop a prototype of telementoring system as a kind of innovation assistance between Bogor District Health Office and Puskesmas. Telementoring is expected to toovercome the limitations of health human resources in Bogor Regency and geographical constraints. The method used in the development of a telementoring prototype is User Centered Design (UCD), that focuses on user needs. The result of the research shows that Puskesmas in Bogor Regency and Bogor District Health Office require telementoring as an advisory tool to improve interaction, motivation, education for strengthening of Puskesmas institutionm especially for Puskesmas which have limited number of health personnel and have weak program attainment. From the result of requirement analysis also obtained the existence of opportunity for development telementoring system to support the strengthening Puskesmas. Based on this, a web based telementoring system based on user designed for Puskesmas in Bogor District was developed. Keywords : telehealth, design, prototype, telementoring, Puskesmas, UCD.

Read More
S-10256
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sebalt Lestiantoro; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Artha Prabawa, Rico Kurniawan, Arief Cahyadi, Dhian Probhoyekti
Abstrak:
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam menjamin perlindungan tenaga kerja, khususnya di lingkungan laboratorium yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap paparan bahan mikrobiologi, bahan Kimia maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi K3 yang dapat diterapkan di Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) Kementerian Kesehatan Indonesia guna mendukung pengelolaan manajemen biorisiko dan K3 secara efektif dan efisien. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah pengelolaan data K3 yang masih dilakukan secara manual, sehingga menghambat proses monitoring dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan metode prototyping untuk merancang sistem informasi yang mencakup identifikasi bahaya serta penilaian risiko kecelakaan kerja, pengelolaan kelengkapan APD, penyediaan pelatihan K3, Pengelolaan limbah laboratorium, serta pengelolaan insiden terkait kecelakaan kerja. Hasil dari penelitian ini berupa prototipe sistem informasi K3 yang dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut. Implementasi sistem ini diharapkan dapat membantu pengelolaan K3 secara lebih komprehensif, efisien, dan efektif. Melalui penyediaan data real-time dan visualisasi dalam bentuk dashboard.

Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial aspect in ensuring the protection of workers, especially in laboratory environments that have a high risk of exposure to microbiological materials, chemicals and the environment. This study aims to design an OHS information system that can be applied at the Center for Biomedical and Health Genomics (BB Binomika) of the Indonesian Ministry of Health to support effective and efficient management of biorisk and OHS. The main problem identified is the management of OHS data which is still done manually, thus hampering the monitoring and decision-making process. This study uses the Software Development Life Cycle (SDLC) approach with the prototyping method to design an information system that includes hazard identification and risk assessment of work accidents, management of completeness of PPE, provision of OHS training, laboratory waste management, and management of incidents related to work accidents. The results of this study are in the form of a prototype of an OHS information system that can be the basis for further development. The implementation of this system is expected to help OHS management more comprehensively, efficiently and effectively. Through the provision of real-time data and visualization in the form of a dashboard.

OHS, information system, prototype
Read More
T-7284
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Lestriani; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Popy Yuniar, Dakhlan Choeron
Abstrak:
Latar Belakang: Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan Indonesia meluncurkan Sistem Informasi Gizi Terpadu (SIGIZI Terpadu), salah satu platformnya adalah E-PPGBM untuk membantu mengatasi permasalahan gizi di Indonesia dan mendukung Gerakan Nasional Penurunan Stunting. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara yang memiliki 47 Puskesmas telah menerapkan sistem informasi E-PPGBM sejak tahun 2017. Berdasarkan survei yang telah dilakukan terdapat beberapa masalah dalam penginputan data yang menjadi keluhan dari petugas gizi Puskesmas. Masalah tersebut antara lain : gangguan jaringan, aplikasi E-PPGBM sering sulit diakses, data yang sudah diinput ke aplikasi sering hilang pada saat aplikasi error serta didapatkan bahwa capaian entry data E-PPGBM masih ada yang di bawah 70%. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pada sistem yang berjalan saat ini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sistem Informasi E-PPGBM  dengan pendekatan HOT-Fit pada Puskesmas di Jakarta Utara. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang) serta pendekatan survei. Sampel penelitian diambil menggunakan metode total sampling dengan jumlah 50 responden. Hasil: Variabel manusia dinilai responden sudah puas karena secara garis besar dapat membantu dalam pekerjaan tetapi masih kurang dalam kemudahan aksesibilitasnya. Variabel organisasi dinilai responden sudah puas karena adanya dukungan pimpinan dalam pelaksaan E-PPGBM.Variabel teknologi dinilai responden sudah baik tetapi masih kurang pada respon IT dan provider saat sistem mengalami gangguan. Kesimpulan: Efektivitas penggunaan E-PPGBM pada Puskesmas di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara sudah baik, hal ini dapat dilihat dari keempat komponen HOT-Fit dengan hasil kategori baik. Tetapi dalam penggunaannya masih memerlukan beberapa perbaikan agar lebih optimal.

Background: The Directorate of Nutrition of the Indonesian Ministry of Health launched the Integrated Nutrition Information System (Integrated SIGIZI), one of its platforms is E-PPGBM to help address nutrition issues in Indonesia and support the National Movement to Reduce Stunting. The North Jakarta Health Office, which has 47 health centers, has implemented the E-PPGBM information system since 2017. Based on a survey that has been conducted, there are several problems in data entry that have become complaints from Puskesmas nutrition officers. These problems include: network disruption, the E-PPGBM application is often difficult to access, data that has been inputted into the application is often lost when the application errors and it is found that the achievement of E-PPGBM data entry is still below 70%. So it is necessary to evaluate the current system. Objective: This study aims to determine the effectiveness of using the E-PPGBM Information System with the HOT-Fit approach at the Puskesmas in North Jakarta. Methods: Using a descriptive quantitative approach with a cross sectional design and a survey approach. The research sample was taken using the total sampling method with a total of 50 respondents. Results: Human variables are considered by respondents to be satisfied because they are generally helpful in the work, but still lacking in ease of access. Organizational variables are considered by respondents to be satisfied because of the support of leadership in implementing E-PPGBM.Technology variables are considered by respondents to be good but still lacking in IT and provider response when the system experiences interference. Conclusions: The effectiveness of using E-PPGBM at Puskesmas in the working area of North Jakarta Health Office is good, this can be seen from the four HOT-Fit components with good category results. However, its application still needs some improvement to be more optimal.
Read More
S-11813
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Kharis Nurrasyid; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Rico Kurniawan, Suprono
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem informasi surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi surveilans DBD memiliki beberapa aspek yang perlu diperbaiki, termasuk kesederhanaan, fleksibilitas, dan kualitas data. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat tantangan dalam hal akseptabilitas dan sensitivitas sistem yang mempengaruhi efektivitas pelaporan dan respons terhadap epidemi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan integrasi sistem dan penambahan informasi waktu laporan diinput pada sistem pelaporan di website sebagai dasar evaluasi ketepatan laporan DBD, selain itu pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala dini DBD sehingga masyarakat dapat memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan secara dini dan kasus tercatat dengan baik dalam sistem pelaporan DBD. Selanjutnya diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi perencanaan dan evaluasi program penanggulangan DBD di wilayah tersebut.

This study aims to evaluate the Dengue Hemorrhagic Fever Surveillance Information System (DHF) in the East Jakarta City Administration Health Office. The method used in this study is a qualitative approach with data collection through in -depth interviews and document analysis. The results showed that the DHF surveillance information system had several aspects that needed to be improved, including simplicity, flexibility, and data quality. This study also found that there are challenges in terms of acceptability and system sensitivity that affect the effectiveness of reporting and response to epidemics. Thus, this study provides recommendations to increase the integration of the system and the addition of report time information input in the reporting system on the website as a basis for evaluating the accuracy of DHF reports, besides the importance of socialization to the public about the importance of recognizing DHF early symptoms so that the community can check themselves to health services to get early handling and cases are well recorded in the DBD reporting system. Furthermore, it is expected that the results of this study can contribute to the planning and evaluation of DHF prevention programs in the region.
Read More
S-11883
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rivanna Latifa; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Esty Wahyuningsih
Abstrak:

Pendahuluan Kementrian Kesehatan sedang berkomitmen untuk melakukan transformasi system Kesehatan guna meningkatkan layanan kesehatan yang lebih baik, merata, dan berkualitas bagi Masyarakat. Terdapat 6 pilar utama untuk menopang SKN. Melalui Keputusan Kemenkes RI No HK.0107/Menkes/11983/2022 ditaur mengenai penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik bidang kesehatan dan strategi transformasi digital kesehatan. Tetapi Kemenkes telah mempunyai banyak aplikasi pada setiap program. Pada Pada program KIA, ada 6 aplikasi yang terkait yaitu: e-Kohort, Komdat, EPPGBM, RME, ASIK dan SIP. E-Kohort dan EPPBGM merupakan aplikasi KIA yang mempunyai sasaran sama dan isian data yang sama. Sehingga perlu analisis untuk mengetahui gap pada kedua aplikasi tersebut. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Melakukan analisis secara komprehensif terhadap sistem pencatatan dan pelaporan KIA di E-Kohort dan EPPGBM di Jakarta Pusat. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Performance of Routine Information System Management (PRISM) Framework, dengan melihat pada aplikasi E-Kohort dan EPPBGM di Puskesmas didaerah Jakarta Pusat. Hasil dan Pembahasan Terjadinya perbedaan sasaran pada E-Kohort dan EPPBGM, yang mengakibatkan penjaringan permasalahan gizi di Ibu dan Anak juga tidak berjalan dengan baik. E-Kohort dan EPPBGM mempunyai isian data yang sama, meskipun E-Kohort lebih lengkap dibandingkan EPPBGM. Sehingga lebih efisien untuk dilakukan peleburan pada kedua aplikasi tersebut.


Introduction
The Ministry of Health is committed to transforming the national health system in order to provide better, more equitable, and higher-quality healthcare services for the population. There are six main pillars that support the National Health System (SKN). Through the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. HK.0107/Menkes/11983/2022, the implementation of an electronic-based government system in the health sector and a digital health transformation strategy has been regulated. However, the Ministry of Health currently operates numerous applications for each health program. In the Maternal and Child Health (MCH) program, there are six related applications: e-Kohort, Komdat, EPPGBM, RME, ASIK, and SIP. Among them, e-Kohort and EPPGBM are MCH applications that target the same population and collect similar data. This overlap necessitates an analysis to identify the gaps between the two systems.
Objective
This study aims to conduct a comprehensive analysis of the MCH recording and reporting systems in e-Kohort and EPPGBM in Central Jakarta.
Methods
This is a qualitative study using the Performance of Routine Information System Management (PRISM) framework, focusing on the use of e-Kohort and EPPGBM applications in community health centers (Puskesmas) located in Central Jakarta.
Results and Discussion
The study found inconsistencies in target populations between e-Kohort and EPPGBM, which have led to ineffective identification and management of maternal and child nutrition issues. Although both applications require similar data inputs, e-Kohort provides a more comprehensive dataset than EPPGBM. Therefore, integrating or merging the two systems would be a more efficient solution.

 

 

Read More
S-11998
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Wibiarti; Pembimbing: Junadi, Purnawan
M-70
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Magda Doria; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Winarni Naweng Triwulandari
Abstrak:
Sebagai salah satu upaya untuk menjamin kesehatan setiap warga negara dan peningkatan pembangunan bangsa, Pemerintah mencanangkan Posyandu sebagai Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). Posyandu diharapkan dapat memberikan layanan dan informasi mengenai kesehatan masyarakat secara tepat dan akurat. Namun, kegiatan pencatatan pelayanan Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mampang Kota Depok masih berlangsung secara manual menggunakan kertas dan alat tulis. Hal ini menimbulkan berbagai masalah antara lain pencatatan dan pengumpulan data memakan wakyu yang lama, data yang tidak lengkap bahkan hilang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun desain antar muka sistem informasi pencatatan Posyandu di UPTD Puskesmas Mampang Kota Depok. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan tahapan perancangan sistem menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Hasil penelitian berupa rancang bangun desain antar muka sistem informasi pencatatan Posyandu berbasis mobile application. Evaluasi pengguna menunjukkan bahwa rancang bangun sistem sudah cukup baik dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Diharapkan adanya penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung dan sistem dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Posyandu.

As an effort to ensure the health of every citizen and increase national development, the Government has declared Posyandu as a community based health enterprise (UKBM). Posyandu is expected to be able to provide services and information regarding public health precisely and accurately. However, activities for recording Posyandu services in UPTD Puskesmas Mampang, Depok City, still take place manually using paper and stationery. This causes various problems, including recording and collecting data taking a long time, incomplete and even lost data. This research aims to create a design for the interface of the Posyandu recording information system at the UPTD Puskesmas Mampang, Depok City. The research uses qualitative methods with system design stages using the System Development Life Cycle (SDLC) method. The results of the research are in the form of a mobile application-based Posyandu recording information system interface design. User evaluation shows that the system design is good enough and can meet user needs. It is hoped that there will be provision of supporting facilities and infrastructure and the system can be developed according to the needs of the Posyandu.
Read More
S-11569
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Clara Pralysti; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Tiurlan L. Toruan
Abstrak: Rekam medis merupakan salah satu sumber data yang berguna untuk pembuatan pencatatan dan pelaporan sehingga setiap kegiatan pokok rekam medis, dimulai dari retrieval, assembling, koding sampai dengan filling turut mempengaruhi data pencatatan dan pelaporan tersebut. Kemudian, data tersebut diolah sehingga menghasilkan informasi yang berguna dalam laporan statistik rumah sakit untuk pengambilan keputusan kebijakan/perencanaan strategis rumah sakit. Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan di berbagai rumah sakit sudah menggunakan komputer dengan dukungan software dan hardware yang memadai dimana setiap unit sudah memiliki fasilitas tersebut. Namun, tanpa disadari kegiatan pencatatan dan pelaporan ini seringkali diabaikan dan masih banyak beberapa institusi kesehatan tidak mengetahui fungsi dari laporan statistik tersebut. Laporan yang dibuat setiap bulannya terkadang hanya menjadi sekedar rutinitas belaka. Unit rekam medis setiap rumah sakit mempunyai tanggung jawab untuk membuat laporan statistik rumah sesuai dengan periodenya masing-masing. Dalam pembuatan laporan tersebut tentunya dibutuhkan SIM RM (Sistem Informasi Manajemen Rekam Medis) untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas pencatatan dan pelaporan statistik rumah sakit. Kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan sistem, dimana penulis mengenali permasalahan yang ada sebagai suatu sistem, mulai dari input (data, SDM, sumber data, petunjuk teknis, fasilitas dan peralatan), proses (pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data), output (terbentuknya laporan statistik rumah sakit yang valid), outcome (efisiensi dan efektivitas SIM RM dalam mendukung kegiatan statistik RS) dan feedback (pemanfaatan laporan untuk perencanaan/evaluasi program oleh pembuat kebijakan rumah sakit). Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan metode REM (Rapid Evaluation Method ), dengan sampel pasien, petugas rekam medis, petugas rekam medis bagian pelaporan dan pengolahan data, kepala bagian rekam medis, koordinator EDP dan kepala bagian urusan PPL. Hasil yang diperoleh antara lain: input (tidak semua data dibuat oleh unit rekam medis ke bagian PPL, periode pelaporan data statistik pun tidak sesuai dengan peraturan Depkes, sumber data dari setiap unit tidak mendukung, kuantitas SDM sudah cukup namun kualitas SDM yang masih rendah, petunjuk teknis yang belum mampu untuk membantu petugas dalam melakukan pekerjaan demikian hal nya dengan fasilitas dan peralatan yang belum memadai), proses (proses pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan masih manual, penyajian data oleh unit rekam medis hanya berupa tabel-tabel saja, analisis penyajian pun tidak dilakukan oleh unit rekam medis, secara keseluruhan proses dalam pencatatan dan pelaporan statisik RS masih manual), output (laporan statistik RS belum terbentuk secara valid), outcome (belum tercapainya tingkat efisiensi dan efektivitas SIM RM dalam mendukung kegiatan statistik RS) dan feedback (pemanfaatan laporan statistik baru hanya pemanfaatan skala besar berupa RENSTRA sedangkan pemanfaatan dalam skala kecil terabaikan)
Read More
S-5709
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Amalia; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: R. Sutiawan, Erty Masiha
S-8813
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive