Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42105 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Al Ilham Ksatria Gagah Perkasa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Dieta Nurrika
Abstrak:
Depresi merupakan gangguan suasana hati yang apabila tidak dicegah atau ditangani dapat berpengaruh terhadap produktivitas, serta kesehatan individu secara keseluruhan, bahkan menjadi penyebab kematian lewat bunuh diri. Lewat gizi, ditemukan beberapa zat gizi serta faktor-faktor lain yang diduga berhubungan dengan pencegahan depresi. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan sebagai siswa dari sekolah unggulan lebih berisiko mengalami depresi dibandingkan sekolah lainnya. Dari situ dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara kecukupan asupan omega-3, folat, vitamin D, vitamin C, dan zinc beserta faktor-faktor lainnya terhadap depresi pada siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. Terdapat 144 responden dari siswa kelas 10 dan 11 SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian diambil menggunakan Patient Health Questionnaire-8 for adolescents (PHQ-A), Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), Depression Literacy Questionnaire  (D-Lit), dan kuesioner sosioekonomi rancangan peneliti. Dari hasil univariat, ditemukan proporsi depresi pada responden sebesar 51,4%. Berdasarkan uji bivariat menggunakan chi-square, tidak ditemukan hubungan signifikan pada 7 variabel independent (p >0,05) kecuali pada variabel jenis kelamin (p = 0,048).

Depression is a mood disorder that if not prevented or treated can affect productivity, as well as the overall health of an individual, and even cause death through suicide. Through nutrition, several nutrients and other factors have been found that are suspected of being related to preventing depression. Students of SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan as students from excellent schools are at higher risk of experiencing depression than other schools. From there, a study was conducted that aimed to see the relationship between adequate intake of omega-3, folate, vitamin D, vitamin C, and zinc along with other factors to depression in students of SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. There were 144 respondents from grade 10 and 11 students of SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. This study used a cross-sectional design. The research data were taken using the Patient Health Questionnaire-8 for adolescents (PHQ-A), Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), Depression Literacy Questionnaire (D-Lit), and a socioeconomic questionnaire designed by the researcher. From the univariate results, the proportion of depression in respondents was 51.4%. Based on the bivariate test, no significant relationship was found in the 7 independent variables (p > 0.05) except for the gender variable (p = 0.048).
Read More
S-11925
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aziza Noor Budiarti; Pembimbing : Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Triyanti, Rahmah Astuti
Abstrak: Masalah kesehatan mental yaitu stres merupakan masalah yang sering terjadi pada remaja dan perlu mendapat penanganan yang cukup serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi mikro dan faktor lainnya dengan nilai stres pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara system random sampling Penelitian ini berlangsung pada bulan April hingga Mei 2013 di SMA Negeri 68 Jakarta Pusat dengan total sampel sejumlah 135 responden. Data yang dikumpulkan berupa jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan Tiamin (B1), asupan Piridoksin (B6), konsumsi kafein dan makanan-minuman tinggi gula yang dilakukan dengan cara pengisian kuesioner mandiri (perceived stress scale), wawancara recall 3x24 jam dan FFQ.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan vitamin B1, konsumsi kafein dengan nilai stres (p<0.05). Disarankan agar remaja dapat mengontrol stres mereka melalui asupan zat gizi yang baik dan seimbang.
 

Mental Health Problem by Stress is a problem that The purpose of this study was to understand the association between micronutrient intakes and other factors to stress score in adolescent.This study used cross sectional design by system random sampling. The study was conducted from April to May 2013 and data were collected from 135 students at 68 Senior High School. Data were collected including gender, stress score (perceived stress scale), energy intake, fat intake, magnesium intake, natrium intake, thiamine intake, piridoxine intake, caffeine and food or drink with high sugar consumption by recall 3x24 hours, self administered questionaire (perceived stress scale) and FFQ.
 
The results of this study showed a significant relationship between gender, energy intake, fat intake, magnesium intake, thiamine intake, and caffeine consumption with stress score (pvalue <0.05). The author suggests that adolescent should control stress with good and balanced food intake.
Read More
S-7913
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aziza Noor Budiarti; Pembimbing : Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Triyanti, Rahmah Astuti
Abstrak: Masalah kesehatan mental yaitu stres merupakan masalah yang sering terjadi pada remaja dan perlu mendapat penanganan yang cukup serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi mikro dan faktor lainnya dengan nilai stres pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara system random sampling Penelitian ini berlangsung pada bulan April hingga Mei 2013 di SMA Negeri 68 Jakarta Pusat dengan total sampel sejumlah 135 responden. Data yang dikumpulkan berupa jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan Tiamin (B1), asupan Piridoksin (B6), konsumsi kafein dan makanan-minuman tinggi gula yang dilakukan dengan cara pengisian kuesioner mandiri (perceived stress scale), wawancara recall 3x24 jam dan FFQ.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan vitamin B1, konsumsi kafein dengan nilai stres (p<0.05). Disarankan agar remaja dapat mengontrol stres mereka melalui asupan zat gizi yang baik dan seimbang.
 

Mental Health Problem by Stress is a problem that The purpose of this study was to understand the association between micronutrient intakes and other factors to stress score in adolescent.This study used cross sectional design by system random sampling. The study was conducted from April to May 2013 and data were collected from 135 students at 68 Senior High School. Data were collected including gender, stress score (perceived stress scale), energy intake, fat intake, magnesium intake, natrium intake, thiamine intake, piridoxine intake, caffeine and food or drink with high sugar consumption by recall 3x24 hours, self administered questionaire (perceived stress scale) and FFQ.
 
The results of this study showed a significant relationship between gender, energy intake, fat intake, magnesium intake, thiamine intake, and caffeine consumption with stress score (pvalue <0.05). The author suggests that adolescent should control stress with good and balanced food intake.
Read More
S-7913
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yovabel Veyola; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sada Rasmada
Abstrak: Pemenuhan kebutuhan gizi yang tidak memadai selama masa remaja dapat menyebabkan masalah kesehatan dan dapat berdampak pada generasi mendatang. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor-faktor, seperi body image, jenis kelamin, keragaman pangan, tingkat stress, pengetahuan gizi, konsumsi sarapan, frekuensi konsumsi makanan utama, pengaruh media sosial, dan pengaruh teman sebaya terhadap asupan energi siswa SMA X Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara (2x 24 hours recall) kepada siswa SMA X Tangerang Selatan yang dilakukan pada Bulan Oktober – November 2023. Penelitian dilakukan pada 104 siswa yang dipilih dengan metode simple random sampling. Sebagian besar siswa SMA X Tangerang Selatan memiliki asupan energi kurang (< 80% AKE) yaitu sebesar 57,7%. Berdasarkan hasil uji bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara variabel body image (p-value= 0,001), keragaman pangan (p-value= 0,024), pengetahuan gizi (p-value= 0,035), konsumsi sarapan (p-value= 0,001), frekuensi konsumsi makanan utama (p-value= 0,001), dan pengaruh media sosial (p-value= 0,007) terhadap asupan energi serta tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel jenis kelamin (p-value= 1,000), tingkat stress (p-value= 0,377), dan pengaruh teman sebaya (p-value= 0,793) terhadap asupan energi. Diperlukan edukasi gizi pada remaja yang dapat dilakukan dengan dukungan dari orang tua, pihak sekolah, dan puskesmas setempat dengan membentuk program yang dapat memaksimalkan pemenuhan kebutuhan gizi pada remaja.
Inadequate energy intake during adolescence can cause health problems and will have an impact on future generations. This research aims to see the relationship between factors, such as body image, gender, food diversity, stress, nutritional knowledge, breakfast consumption, frequency of consumption of main foods, the influence of social media, and the influence of peers with energy intake of SMA X Tangerang Selatan students. The method used for this research is quantitative approach with cross-sectional study design. Data collection was carried out through filling out questionnaires and interviews (2x 24 hour recall) with SMA X South Tangerang students in October – November 2023. The research was conducted on 104 students that was selected by using the simple random sampling method. Majority (59,6%) of the students at SMA X Tangerang Selatan, was found to have an inadequate energy intake (<80% AKG). According to bivariate analysis, a significant relationship was found between body image (p-value= 0.001), food diversity (p-value= 0.024), nutritional knowledge (p-value= 0.035), breakfast consumption (p- value= 0.001), frequency of main food consumption (p-value= 0.001), and the influence of social media (p-value= 0.007) with energy intake and there is no significant relationship between the variables gender (p-value= 1.000), stress (p-value= 0.377), and the influence of peers (p-value= 0.793) with energy intake. Nutrition education is needed for teenagers which can be carried out with support from parents, schools and local health centers by forming programs that can maximize the fulfillment of nutritional needs for teenagers.
Read More
S-11563
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iftita Rakhma Ikrima; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Rahmawati
Abstrak: Kalsium merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan kalsium berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, kebiasaan konsumsi softdrink, aktivitas fisik, jenis kelamin, pengetahuan tentang kalsium, uang saku, pendidikan ibu dan ayah serta konsumsi suplemen kalsium. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan pada 161 siswa SMA Negeri 2 Kota Depok selama bulan April 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner umum, kuesioner pengetahuan, kuesioner aktivitas fisik, dan asupan kalsium diukur dengan wawancara food recall 2x24 jam. Data dianalisis dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 69,6% memiliki asupan kalsium kurang dengan ratarata asupan kalsium 785,7 mg ± 295,82. Analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan asupan kalsium yang signifikan berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, dan jenis kelamin. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan pihak sekolah dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan kalsium, konsumsi susu, dan kebiasaan sarapan kepada siswanya.
Kata Kunci: asupan kalsium, jenis kelamin, kebiasaan sarapan, konsumsi susu
Read More
S-8642
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Permata Sari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
Abstrak:
Prevalensi PTM (Penyakit Tidak Menular) termasuk di dalamnya hipertensi pada tenaga pendidik yaitu guru cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi populasi umum oleh karena faktor-faktor seperti beban kerja yang cukup tinggi, stres yang mempengaruhi pola makan, hingga perilaku tidak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, status gizi, asupan natrium, asupan lemak, asupan serat, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X tahun 2025. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada tenaga pendidik dan kependidikan Sekolah X Kota Tangerang Selatan pada rentang bulan Mei-Juni sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa angka hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025 sebesar 38,5%. Hasil analisis menemukan hubungan signifikan yang bermakna antara asupan natrium (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), asupan lemak (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), aktivitas fisik (p-value <0,001; OR=66,5(8,33–531,23)), dan kebiasaan merokok (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)) dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025. Oleh karenanya, disarankan para tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengurangi atau membatasi asupan natrium dan lemak, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjauhi kebiasaan merokok.


The prevalence of non-communicable diseases (NCDs), including hypertension, may be higher among educators such as teachers compared to the general population, likely due to factors such as high workload, stress that influences dietary habits, and sedentary behavior at work. This study aims to examine the association between age, sex, family history of hypertension, nutritional status, sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, and smoking habits with the incidence of hypertension among teaching and educational staffs of X School in the year 2025. This research is a quantitative method with a cross-sectional study design. Data collection was carried out at X School, located in South Tangerang City from May-June 2025 among teaching and educational staffs who met the inclusion and exclusion criteria. Results showed the prevalence of hypertension among the teaching and administrative staff at School X in 2025 was 38,5%. Bivariate analysis revealed significant associations between hypertension and sodium intake (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), fat intake (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), physical activity (p-value<0,001; OR=66.5(8,33–531,23)), and smoking habits (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)). Therefore, it is recommended that educators and school staff reduce or limit their intake of sodium and fat, engage in regular physical activity, and avoid smoking to help prevent hypertension.
Read More
S-12067
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fithri Nur Shobah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-5971
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasashi I. Evelyn; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dwiretno Yuliarti
S-8008
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustakim; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah Yusron, Indrarti Soekotjo
S-6198
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meka Nurul Pratiwi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Ida Ruslita
S-6433
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive