Ditemukan 31337 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rahma Fachriza Khairunnisa; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak:
Read More
Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan mutu layanan rumah sakit. RSIA SamMarie Wijaya, sebagai penyedia layanan kesehatan ibu dan anak, berupaya menjaga standar kualitas pelayanan melalui sistem penilaian kinerja. Namun berdasarkan informasi penilaian kinerja di RSIA SamMarie Wijaya belum pernah dilakukan evaluasi sehingga tidak diketahui sejauh mana efektivitas sistem penilaian kinerja yang ada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penilaian kinerja pegawai menggunakan pendekatan Input-Process-Output (IPO). Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen dengan informan kunci seperti wakil direktur, staf SDM dan pegawai. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara SPO dan praktik di lapangan, belum adanya self-assessment, indikator penilaian terlalu umum, dan belum optimalnya penggunaan hasil penilaian kinerja. Disarankan agar dilakukan pembaruan SPO, penyusunan indikator yang lebih spesifik, pelibatan pegawai melalui self-assessment untuk meningkatkan kredibilitas sistem penilaian dan mengintegrasi hasil penilaian dengan sitem reward dan pelatihan.
Employee performance is a crucial factor in determining the quality of hospital services. SamMarie Wijaya Mother and Child Hospital (RSIA SamMarie Wijaya), as a provider of maternal and child healthcare services, strives to maintain service quality standards through a performance appraisal system. However, based on available information, the performance appraisal system at RSIA SamMarie Wijaya has never been formally evaluated, making the effectiveness of the current system unknown. This study aims to evaluate the employee performance appraisal system using the Input-Process-Output (IPO) approach. The research was conducted qualitatively through in-depth interviews and document reviews with key informants such as the deputy director, HR staff, and employees. The results show discrepancies between standard operating procedures (SOPs) and actual practices, the absence of self-assessment, overly general performance indicators, and suboptimal utilization of performance appraisal results. It is recommended to revise the SOPs, develop more specific indicators, involve employees through self-assessment to enhance the credibility of the appraisal system, and integrate the results with reward and training systems.
S-11929
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fairlyana Melita; Pembimbing: Hafizurachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono
S-6029
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Trijayanti Mandasari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purwanto
S-5693
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putu Mas Dewi Pratiwi; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Lila Miryam
S-6139
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Windi Haryani; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Masyitoh, Syaifuddin Zuhri, Doni Arianto
Abstrak:
Berdasarkan data WHO, Tifoid merupakan penyakit yang membebani 11-20 juta perkasus per tahun, yang mengakibatkan sekitar 128.000-161.000 kematian per tahun.Begitu pun dengan yang terjadi di RS Tugu Ibu, kasus Tifoid merupakan salah satupenyakit terbanyak di RS tersebut. Kasus demam tifoid pada anak di RS Tugu Ibumenjadi salah satu kasus yang terbanyak di untuk penyakit anak pada Instalasi RawatInap tahun 2007. Dengan dasar tersebut pihak RS Tugu Ibu menegakkan ClinicalPathway kasus tifoid anak. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran input, proses,output, variasi dan kendala yang dihadapi ketika implementasi Clinical Pathway.Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif yaitu menelaah data yang berasal daritagihan, serta kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil panelitianmenunjukan variable input secara garis besar sudah mendukung, namun untuk pendanaanbelum ada alokasi khusus. Faktor proses, kurang terlibatnya komite medik pada awalpembentukan, kurangnya komitmen dari DPJP, serta kurang tertibnya evaluasi menjadisalah satu kekurangan. Pada faktor output, masih ditemukan variasi pada Lama HariRawat (LHR), pemeriksaan penunjang serta pemberian obat, dari perbedaan output(varian) tersebut akan berpengaruh terhadap tagihan pasien. Kendala yang dihadapidiantaranya adalah kurangnya sosialisasi, tingkat kepatuhan yang masih kurang, sertaperbedaan dalam cara mendiagnosa pasien. Pada factor outcome, untuk variable statuspulang pasien tidak ada perbedaan, karena semua pasien Tifoid anak yang dirawat, statuspulangnya sama yaitu sembuh atau atas persetujuan dokter. Varian yang adamenyebabkan terjadinya selisih pada jumlah outcome, antara tagihan yang tindakan yangsesuai Clinical Pathway dengan tagihan yang riil sekitara 91,80%. Selisih tersebutdiakibatkan penggunaan alat kesehatan Rp 76.809 (169,17%), tindakan Rp 24.273(113,12%), penggunaan obat-obatan Rp1.566 (100,69%), Pemeriksaan (visite dokter)sebesar Rp 47.400 (91,22%), administrasi sebesar Rp 136.000 (90,04%), sertapemeriksaan penunjang sebesar Rp 150.313 (61,49%)Kata kunci: Evaluasi kesesuaian, Clinical Pathway, tifoid anak.
Read More
T-5308
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Herlin Anastasya Latuperissa; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dyan Puji Ayu P.
S-9888
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yaniek Sufiandari; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun
Abstrak:
peningkatan kualitas dari sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Setiap upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit harus juga disertai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang menjadi bagian SDM terbanyak di tatanan layanan rumah sakit. Strategi peningkatan kualitas SDM keperawatan adalah melalui mekanisme penilaian kinerja perawat. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran penilaian kinerja Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam serta peran standar praktik dan kompetensi keperawatan. Metode penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian yang dipakai adalah operations research. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan telaah dokumen untuk data sekunder pada tahap pertama dan pada tahap kedua mengembangkan rancangan penilaian kinerja perawat berbasis kompetensi yang didiskusikan bersama pimpinan melalui diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian didapatkan gambaran penilaian kinerja masih relevan dan dapat digunakan untuk penilaian perilaku kerja karyawan secara umum. Tidak terdapat peran standar praktik dan kompetensi keperawatan serta tidak menggambarkan deskripsi uraian tugas perawat sebagai profesi. Disepakati perlunya pengembangan penilaian kinerja perawat dengan tanpa membedakan level dan unit kerja sebagai langkah awal. Kemudian dirancang pengembangan penilaian kinerja perawat dan direkomendasikan melengkapi penilaian kinerja karyawan yang ada. Kata Kunci : Penilaian Kinerja, Perawat, Kompetensi Keperawatan Improving the quality of health care quality, one of them by improving the quality of human resources (HR) health. Every effort to improve the quality of hospital services should also be accompanied by efforts to improve the quality of nursing services that are part of human resources in the order of most hospital services. Strategies to improve the quality of nursing human resources is through the mechanism of performance appraisal nurses. This study aimed to get an overview of the performance appraisal in Hospital Budi Kemuliaan Batam and the role of nursing standards of practice and competence. This research method qualitative research type used is operations research. Collecting data in this study conducted in-depth interviews, focus group discussions and study documents for secondary data in the first phase and the second phase to develop draft competency-based performance appraisal nurses discussed with the leadership through focus group discussions. The results of research, it was shown the performance assessment is still relevant and can be used for the assessment of employee behavior in general. There is no role of nursing practice standards and competencies and job descriptions do not describe description nursing as a profession. Agreed on the need to develop performance assessment without distinguishing nurses and unit level as a first step. Then designed the development of nurses' performance appraisal and recommended complement existing performance appraisal. Keywords: Performance Appraisal, Nurse, Nursing Competency
Read More
B-1816
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Zannah; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Abdul Halim
S-6979
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Retno Diyah Widowati; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Syaifuddin Zuhri
Abstrak:
ABSTRACT Pengembangan penilaian prestasi kerja karyawan dan analisis penghitungan pembagian insentif karyawan berdasarkan pada 5 kriteria yaitu kriteria uraian tugas jabatan, kriteria dimensi kerangka kerja Austin-Hayne, kriteria tanggung jawab.fungsi, kriteria tingkat pendidikan dan kriteria pangkat jabatan. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 23 responden yang terdiri dari Kepala bagian, kepala sub bagian, kepala bidang, dan kepala sub bidang di rumah sakit Tugu Ibu. Metode penelitian yang dipakai adalah metode riset operasional, dengan metode penilaian graphic rating scale. Penentuan bobot untuk kriteria dan standar penilaian menggunakan AHP (analitical hierarchy process) Untuk pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, telaah dokumen, dan kuesioner penilaian kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kriteria uraian tugas jabatan dan kerangka kerja Austin-Hayne, prestasi kinerja karyawan teridentifikasi lebih baik dan dengan penambahan kriteria tanggung jawab/fungsi, tingkat pendidikan dan pangkat jabatan pengitungan insentif yang diberikan diharapkan lebih memotivasi karyawan untuk berprestasi lebih tinggi. Insentif dengan pembagian laba yang digabungkan dengan penilaian kinerja karyawan akan mencerminkan insentif yang sesuai dengan prestasi kinerja karyawan.
ABSTRACT Development of employee achievements appraisal and analysis of the calculation dividing the incentives employees based on 5 criteria: criteria description criterion task title, dimensions framework Austin-Hayne, the criteria of responsibility. functions, the criteria of education level and the criteria in rank position. This research was conducted by taking 23 respondents consisting of a head of section, head of Sub-Division, the head of the field, and the head of the subfields in the Tugu Ibu Hospital. The research method used is operational research methods, assessment methods with graphic rating scale. Determination of the criteria and weights for standard assessment using AHP (analitical hierarchy process) for the collection of data is done with the interview, observation, document review, and performance assessment questionnaire. The results of this research suggest that title task description criteria and frameworks Austin-Hayne, the unidentified employee performance achievements better and with the addition of the criteria of responsibility/functions, level of education and the rank of position counting incentives given expected more motivating employees to higher achievers. Incentives with sharing of profit combined with employee performance assessment will reflect the appropriate incentives with performance accomplishments.
Read More
S-8320
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ika Purwita; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Hendrik M. Taurany, Retno Windanarti
S-6058
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
