Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31646 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Septo Sulistio; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Hervita Diatri, Tetyana Madjid
Abstrak:

Latar Belakang: Kepadatan (overcrowding) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan isu global yang berdampak negatif terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Length of Stay (LOS) atau lama rawat, dengan target ≤4 jam, menjadi indikator kinerja kunci di banyak negara untuk mengatasi masalah ini. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menetapkan target pencapaian LOS ≤4 jam sebesar ≥90% untuk rumah sakit vertikal. Namun, capaian di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) masih sangat rendah, yakni 18% pada triwulan keempat tahun 2023. Sebagai solusi, RSCM mengimplementasikan Ruang Rawat Emergensi (RRE), sebuah unit observasi, untuk memperbaiki alur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan RRE terhadap pencapaian target LOS ≤4 jam di IGD RSCM.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif kausal-komparatif. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis elektronik seluruh pasien IGD RSCM. Analisis membandingkan periode sebelum implementasi RRE (1 Januari s.d. 31 Desember 2023) dengan periode setelah implementasi (1 Januari s.d. 31 Desember 2024). Uji statistik yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariat (Uji Mann-Whitney dan Chi-Square) untuk menguji perbedaan antar kelompok.
Hasil: Setelah implementasi RRE, terjadi penurunan signifikan pada median LOS pasien IGD secara keseluruhan, dari 16,36 jam pada tahun 2023 menjadi 8,01 jam pada tahun 2024. Proporsi pasien yang memenuhi target LOS ≤4 jam meningkat dari 17,66% menjadi 26,71%. Pasien zona kuning yang diputuskan rawat di RRE memiliki median LOS IGD yang secara signifikan lebih singkat (6,42 jam) dibandingkan dengan yang dirawat di ruang non-RRE (11,62 jam). Keputusan rawat oleh DPJP Emergensi menunjukkan peluang 1,86 kali lebih tinggi untuk mencapai target LOS ≤4 jam dibandingkan DPJP non-emergensi. Secara finansial, RRE memberikan keuntungan pada kelompok pasien yang dapat dipulangkan.
Kesimpulan: Penerapan RRE terbukti secara signifikan dapat mempersingkat median LOS pasien di IGD dan meningkatkan proporsi pencapaian target LOS ≤4 jam. Meskipun demikian, capaian tersebut masih jauh di bawah target nasional ≥90%. RRE merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi dampak kepadatan IGD dan berpotensi memberikan keuntungan finansial. Peran DPJP Emergensi dalam pengambilan keputusan disposisi pasien sangat krusial untuk optimalisasi alur pelayanan


 

Background: Emergency department (ED) overcrowding is a global issue that negatively impacts patient safety and quality of care. Length of Stay (LOS), with a target of ≤4 hours, has become a key performance indicator in many countries to address this issue. In Indonesia, the Ministry of Health set a target of achieving LOS ≤4 hours of ≥90% for vertical hospitals. However, the achievement at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM) is still very low, at 18% in the fourth quarter of 2023. As a solution, RSCM implemented the Emergency Department Observation Room (RRE), an observation unit, to improve patient flow. This study aims to analyze the impact of RRE implementation on achieving the LOS ≤4 hours target in the emergency department of RSCM. Methodology: This study used a causal-comparative quantitative design. Secondary data were collected retrospectively from the electronic medical records of all RSCM emergency department patients. The analysis compared the period before RRE implementation (January 1 to December 31, 2023) with the period after implementation (January 1 to December 31, 2024). Statistical tests used included univariate and bivariate analysis (Mann-Whitney and Chi-Square tests) to test for differences between groups. Results: After RRE implementation, there was a significant decrease in the overall median LOS of emergency department patients, from 16.36 hours in 2023 to 8.01 hours in 2024. The proportion of patients who met the LOS ≤4 hours target increased from 17.66% to 26.71%. Yellow zone patients who were decided to be treated in the RRE had a significantly shorter median ED LOS (6.42 hours) compared to those treated in non-RRE rooms (11.62 hours). Treatment decisions by emergency medicine specialists showed a 1.86 times higher chance of achieving the LOS ≤4 hours target compared to non-emergency medicine specialists. Financially, RRE benefited the group of patients who could be discharged. Conclusion: The implementation of RRE is proven to significantly shorten the median LOS of patients in the ED and increase the proportion of achieving the LOS target of ≤4 hours. However, this achievement is still far below the national target of ≥90%. RRE is an effective strategy to reduce the impact of ED overcrowding and has the potential to provide financial benefits. The role of the Emergency medicine specialists in making patient disposition decisions is crucial for optimizing the flow of care.

 

Read More
B-2525
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Radi Muharris Mulyana; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Jaslis Ilyas, M. Arza Putra, Winarto
Abstrak:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) memegang peranan penting dalam penanganan awal trauma berat untuk mencegah kematian maupun kecacatan. IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah menerapkan sistem “Cipto Code Trauma” sejak 2019 untuk menjamin waktu tanggap trauma berat < 5 menit, meski capaiannya belum memenuhi target. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan faktor-faktor yang menjadi determinan waktu tanggap trauma berat di IGD RSCM, yang diharapkan dapat bermanfaat untuk perbaikan sistem. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap pasien trauma berat yang berkunjung ke IGD RSCM tahun 2023-2024. Analisis dilakukan terhadap faktor pasien, struktur, dan proses layanan. Dari 124 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, karakteristik pasien terbanyak yaitu usia dewasa, laki-laki, dengan mekanisme kecelakaan lalu lintas, dan memiliki lebih dari 1 jenis cedera. Pasien umumnya datang tanpa Ambulans dan tanpa komunikasi pra-RS. Tanda vital saat datang sebagian besar normal. Pasien terbanyak datang pada malam hari, saat kondisi IGD padat, dengan jumlah tenaga di IGD mencukupi. Hanya 51,6 % pasien menggunakan jaminan. Rerata waktu tanggap trauma berat yaitu 12 menit 42 detik. Didapatkan bahwa faktor usia pasien, transportasi menggunakan Ambulans, frekuensi nadi saat pasien datang, waktu shift pelayanan di IGD, dan jumlah tim yang bertugas berhubungan dengan waktu tanggap pasien trauma berat di IGD RSCM. Waktu tanggap trauma berat tidak berhubungan dengan luaran pasien yaitu kebutuhan perawatan intensif maupun kematian.


 

Emergency Room (ER) plays a significant role in the initial management of severe trauma to prevent morbidity or mortality. Since 2019, ER of Cipto Mangunkusumo Hospital (CMH) have established “Cipto Code Trauma” system to ensure the response time of < 5 minutes, although the target has not yet been achieved. This study is performed to determine factors associated with response time for severe trauma in ER CMH, which could be beneficial for system improvement. This is a retrospective study on severe trauma patients admitted to ER CMH from 2023-2024. Analysis performed towards patient, structure, and process factors. Among the 124 samples fulfilling the inclusion and exclusion criteria, most patients are adults, men, due to traffic injury, and had more than 1 injury. Patients generally came without Ambulance nor prehospital communication. Vital signs were mostly normal. Patients mostly came on the night shift, during a crowded ER, and received by an adequate number of ER staff. Only 51,6 % of patients were covered with insurance. Mean response time was 12 minutes and 42 seconds. Patients’ age, Ambulance transportation, initial heart rate, time of service by shift, and number of personnel are associated with response time for severe trauma in ER CMH. Response time for severe trauma is not associated with the outcome of critical care requirement or mortality.

Read More
B-2523
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wirda Murningtyas; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Atik Nurwahyuni, Ahmad Riza`i
S-10316
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cissie Nugraha; Pembimbing: Mary Wangsarahardja; Penguji: H. M Hafizurrachman, Wresti Indriatmi
Abstrak:
Rumah sakit harus selalu berusaha untu.k meningkatkan mutu pelayanannya kepada pasien untuk menjadi yang terbaik di era globalisasi saat ini, Salah satu upaya untuk mengukut mutu pelayanan kesebatan adalah dengan mengukur kepuasan pasien. Saat ini beJum ada instrumen yang sahih dan handal untuk mengukur kepuasan pasien di lnsta1asi Rawat Jalan Poliklinik Kulit dan Kelamin RSCM. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan instrumen yang sahih dan handa1, untuk mendapatkan gambaran karakteristik pasien dan tingkat kepuasan pasien. Jenis penelitian berupa kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara acak dengan menggunakan metode systemaric random sampling, Metode pengukuran kepuasan dengan menggunakan konsep ServQual. Penelitian ini menghasilkan instrumen yang sahih dan handal untuk mengukur kepuasan pasien, dengan nilai corrected item total correlation dan Crombach S alpha > 0,361, dan mempunyai bubungan yang kuat dan sempurna (r > 0.5). Sebagian besar responden memiliki persepsi baik terhadsp cilta RS (68,4%). persepsi mabal terhadap tarif(89,55%), ingin kembali berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSCM (86,5%) dan ingin merekomendasikan kepada teman atau keluarga (84,2%). Responden yang puas adalab 18,8% dan yang Hdak puas adalah 81.2%. Nilai kapuasan tertinggi didapat pada aspek empati (0,84) dan teretulah pada aspek ketanggapan (0,80). Diperlihatkan juga adanya bubungan antara persepsi responden terhadap citra RS dengan tingkat kapuason (p=0.036), kepuasan dengan keinginan berobat kembali (p=0.024), kepuasan dengan keinginan merekomendasikan (p=O,Ol3), persepsi terhadap citra RS dengan keinginan berobat kembali (p=O,OOO), persepsi terhadap klinik RS dengan keinginan merekomendasikan klinik.
Read More
B-1008
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Parulian Thomas Habuktian Sitanggang; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Novita Dwi Istanti, Ratnasari Kurniasih
Abstrak:
Latar Belakang : Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah jantung dari sebuah pelayanan rumah sakit dan memainkan peran penting dalam menyelamatkan pasien nyawa pasien. Emergency Departement Length of Stay (ED LOS) atau yang lebih dikenal dengan waktu tunggu merupakan waktu yang diukur saat pasien diputuskan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk masuk ke IGD hingga pasien pulang atau pindah ke ruangan. Tujuan : Tesis ini menganalisis dan melakukan intervensi terhadap lamanya length of stay pasien IGD ke rawat inap di RSUD Kembangan dengan metode lean six sigma. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah Explanatory Sequential Mixed Methods. Desain penelitian ini menggabungkan metode penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif (mixed methods). Hasil Penelitian : Hasil penelitian menemukan bahwa akar masalah lamanya length of stay pasien IGD ke rawat inap adalah menunggu konsul DPJP, menunggu obat di apotik, dan menunggu hasil laboratorium. Peneliti melakukan perbaikan dengan metode lean six sigma dan didapatkan penurunan lead time aktivitas non-value added sebesar 60% dan penurunan lead time dari length of stay pasien IGD ke rawat inap sebesar 38,3%.

Background: Emergency Department (ED) services are at the heart of hospital services and play an important role in saving patients' lives. Emergency Department Length of Stay (ED LOS) or better known as waiting time is the time measured when the patient is decided by a doctor or other health worker to enter the emergency room until the patient goes home or moves to the room. Objective: This thesis analyzes and intervenes in the length of stay of ED patients to inpatients at Kembangan Hospital using the lean six sigma method. Research Methods: The research design used is Explanatory Sequential Mixed Methods. This research design combines quantitative research methods with qualitative research (mixed methods). Research Results: The results of the study found that the root cause of the length of stay of emergency room patients to hospitalization was waiting for DPJP consul, waiting for drugs at the pharmacy, and waiting for laboratory results. Researchers made improvements using the lean six sigma method and obtained a decrease in non-value added activity lead time by 60% and a decrease in lead time from the length of stay of emergency room patients to hospitalization by 38.3%. Key words: Emergency department, length of stay, lean six sigma
Read More
B-2432
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Riza`i; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Masyitoh, Purnawan Junadi, Ratna Dwi Restuti, Yogi Prabowo
B-1942
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
KMS Anhar; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Welly Rafnealdi, M Baharudin
Abstrak: Instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit adalah bagian dari rumah sakit yangmemberikan layanan terdepan. Di Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin (RSMH)Palembang sudah terdapat IGD berdasarkan SK Direktur Utama Rumah Sakit yangmenetapkan struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab, visi dan misi, danprosedur tetap pelayanan gawat darurat. IGD RSMH Palembang dikepalai olehseorang dokter spesialis bedah urologi dibantu oleh dua orang kepala ruangan.Standar pelayanan di IGD sudah menerapkan standar layanan sesuai dengan standarakreditasi KARS 2012.IGD keberadaannya di rumah sakit diatur oleh Kepmenkes RI No.856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar IGD. Kepemenkes ini mengatur tentangstandarisasi pelayanan gawat darurat di rumah sakit, dalam Kepmenkes tersebutdiatur standar organisasi, sumber daya manusia, pelayanan, kelengkapan saranaprasarana di IGD. Di RSMH Palembang telah dilaksanakan dokter spesialis jaga onsite di IGD sejak 30 Januari 2014 sebagai tindak lanjut Kepmenkes RI tersebut.Sejak dilaksanakan kebijakan dokter spesialis jaga on site di IGD masih dijumpaikepatuhan para dokter masih belum optimal dan walaupun mutu layananan semakinmembaik sejalan dengan telah terakreditasi paripurna rumah sakit versi KARS 2012.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakandokter spesialis jaga on site di IGD sudah dilaksanakan sesuai dengan tujuan yangdiharapkan sesuai dengan Kepmenkes. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatifmelalui wawancara mendalam pada informan. Informan yang diwawancarai adalahjajaran Direktur RSMH Palembang, Ketua Komite Medik, Kabag. Keuangan, Kepalaruangan IGD dan para dokter spesialis. Penilaian hasil wawancara menggunakankerangka fikir model implementasi kebijakan George Edward III dengan variabelsumber daya, komunikasi, disposisi dan struktur organisasi.Dari hasil penelitian ini didapatkan implementasi kebijakan dokter spesialisjaga on site belum berjalan dengan baik, disebabkan karena faktor komunikasi,disposisi dan struktur organisasi belum berjalan baik dan masih banyak perludukungan sumber daya. Usulan yang diberikan adalah penambahan dan kompetensitenaga sesuai standar, revisi SOP, penyediaan media komunikasi, perbaikan fasilitas,meningkatkan koordinasi dan fungsi pengawasan secara berkala, advokasi keKemenkes RI.Kata kunci:Implementasi, Instalasi gawat darurat, George Edward III
Emergency department (ED) is a part of hospital which giving advancedservices. In dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang hospital already own anemergency department based on SK director of the hospital whom establishes theorganizational structure, duties and responsibilities, vision and mission, and standardoperating procedures emergency services. ED RSMH Palembang is lead by aspecialist urology and assisted by two heads of the room. Standard service of ED hasimplementing service standards according to accreditation standards KARS 2012.ED in the hospital arranged Indonesian health minister No.865/Menkes/SK/IX/2009 about ED standards. The head of health minister regulatesthe standardization of emergency services at the hospital, which managing standardorganizations, human resources, services, completeness infrastructure in ED. RSMHPalembang has been implemented specialist doctors duty on site in the ER sinceJanuary, 30th 2014 as a follow-up of the head of the Indonesian health minister. Eversince implemented a policy specialist on duty in the ER site still found thecompliance of the doctors are still not optimal and although the quality of service hasimproved in line with acreditation hospital KARS version 2012.This research aims to determine how the implementation of policy specialistsdoctors on site in the ER has been implemented in accordance with the expectedgoals in accordance with the head of health minister. Research done with qualitativemethod by performing in-depth interviews on informants. Informants interviewed areRSMH Palembang board of directors, chairman of the medical committee, chieffinancial officer, head of the ED room and specialist doctors. Assessment interviewresults are using logical framework policy implementation model George Edward IIIwith variable resources, communications, disposition and organizational structure.From the results of this study, the implementation of policy specialist doctorson site guard has not run well, due to the communication factor, disposition andorganizational structure has not been going well and much needed resource support.The given proposal is the addition of appropriate power and competence standards,the revised SOP, provision of communication media, improvement of facilities,improving the coordination and monitoring functions regularly, advocacy to the headof the Indonesian health minister.Keywords:Implementation, Emergency Department, George Edward III
Read More
B-1732
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sheirly Novan Indra; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Ferdy Danny Tiwow, Nana Mulyana
Abstrak:

Latar belakang Berbagai faktor diketahui memengaruhi kepuasan dan loyalitas pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit, mulai dari mutu layanan, harga hingga citra merek. Kepuasan dan loyalitas pasien IGD Rumah Sakit Eka Cibubur masih menjadi salah satu permasalahan dari keseluruhan pelayanan Rumah Sakit, yang berdampak pada kinerja operasionalnya berupa pertumbuhan negatif pada tahun 2023. Tujuan Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dan menguji berbagai faktor yang memengaruhi kepuasan dan loyalitas pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Eka Cibubur. Metode Merupakan studi kuantitatif pada 163 pasien yang menggunakan layanan IGD Rumah Sakit Eka Cibubur pada Desember 2023 hingga Januari 2024. Data diambil dengan menyebarkan questionnaire kepada pasien yang telah ditentukan setelah diujicobakan terlebih dahulu. Kemudian dilakukan analisis multivariat serta estimasi hubungan saling ketergantungan antara variabel laten secara bersamaan melalui uji Stuctural Equation Modeling (SEM). Hasil Kepuasan pasien dipengaruhi oleh mutu layanan (p = 0,034), harga (p = 0,000) dan citra merek (p = 0,015). Sedangkan loyalitas pasien hanya dipengaruhi oleh citra merek (p = 0,003) dan kepuasan pasien (p = 0,003). Selain itu, kepuasan pasien memediasi penuh hubungan antara harga (p = 0,024), namun tidak memediasi hubungan antara mutu layanan (p = 0,109) dan citra merek (p = 0,068) dengan loyalitas pasien. Kesimpulan Mutu layanan, harga dan citra merek yang dipersepsikan dengan baik oleh pasien IGD terbukti memengaruhi kepuasan akan layanannya. Dengan loyalitas akan penggunaan layanan berikutnya sangat ditentukan oleh kepuasannya, khususnya kepuasan akan harga yang terbukti sangat memengaruhi loyalitas pasien akan penggunaan layanan IGD selanjutnya. Lebih lanjut, studi terhadap faktor lain masih perlu dilakukan guna perbaikan berkelanjutan. Kata Kunci: Mutu Layanan, Harga, Citra Merek, Kepuasan, Loyalitas


 

Background Various factors are known to influence patient satisfaction and loyalty in a hospital's Emergency Room (IGD), ranging from service quality, price to brand image. Satisfaction and loyalty of emergency room patients at Eka Cibubur Hospital is still one of the problems of the hospital's overall services, which has an impact on its operational performance in the form of negative growth in 2023. Objective The main objective of this research is to analyze and test various factors that influence patient satisfaction and loyalty at the Emergency Department (IGD) of Eka Cibubur Hospital. Methods This is a quantitative study on 163 patients who used the emergency room services at Eka Cibubur Hospital from December 2023 to January 2024. Data was collected by distributing questionnaires to patients who had been determined after being tested first. Then, multivariate analysis was carried out and estimation of the interdependence relationship between latent variables simultaneously through the Structural Equation Modeling (SEM) test. Results Patient satisfaction is influenced by service quality (p = 0.034), price (p = 0.000) and brand image (p = 0.015). Meanwhile, patient loyalty is only influenced by brand image (p = 0.003) and patient satisfaction (p = 0.003). In addition, patient satisfaction fully mediates the relationship between price (p = 0.024), but does not mediate the relationship between service quality (p = 0.109) and brand image (p = 0.068) and patient loyalty. Conclusion Service quality, price and brand image that are well perceived by emergency room patients have been proven to influence satisfaction with their services. Loyalty regarding subsequent use of services is largely determined by satisfaction, especially satisfaction with price which has been proven to greatly influence patient loyalty regarding subsequent use of ER services. Furthermore, studies on other factors still need to be carried out for continuous improvement. Keywords: Service Quality, Price, Brand Image, Satisfaction, Loyalty

Read More
B-2451
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tita Maulita Sawitri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Adik Wibowo, Tintin Martini, Mohammad Rifki
Abstrak: Waktu tunggu merupakan salah satu indikator dari pelayanan kesehatan. Peningkatan waktu tunggu di IGD berdampak pada hari perawatan yang lebih lama, meningkatnya mortalitas dan berkurangnya kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu tunggu pelayanan di Instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang dengan metode lean untuk mengetahui pemborosan (waste) di setiap tahap pelayanan. Metode penelitian ini merupakan operational research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer yang diambil melalui observasi langsung dengan teknik time motion study dan wawancara mendalam. Waktu tunggu di IGD RSU Kabupaten Tangerang adalah 852,92 menit untuk pasien yang dirawat inap dan 564,24 menit untuk pasien yang dirawat jalan. Lamanya waktu pada setiap pelayanan adalah sebagai berikut : waktu pelayanan triase 11, 83 menit, waktu tunggu pemeriksaan dokter IGD 32,25 menit, waktu pemberian obat dan tindakan adalah 22,33 menit, waktu tunggu pemeriksaan laboratorium 106,07 menit, waktu tunggu pemeriksaan radiologi 140,15 menit, waktu tunggu konsultasi dokter spesialis 146,54 menit, waktu tunggu pendaftaran rawat inap 164,8 menit, waktu tunggu masuk rawat inap 58,5 menit, waktu administrasi pasien pulang 89,6 menit. Aktivitas non valued added terbesar adalah pada waktu menunggu konsultasi dokter spesialis. Ditemukan 2 jenis waste yaitu menunggu (93,3%) dan motion (6,7%). Setelah melakukan analisis dengan metode 5 why didapatkan akar masalah adalah pada jumlah tenaga perawat, belum maksimalnya petugas menjalankan tupoksi, aplikasi sistem informasi rumah sakit yang kurang user friendly, tidak standby-nya dokter spesialis serta SPO konsultasi yang belum optimal dijalankan, kurangnya pengalaman klinis dokter IGD, serta ketidaksediaan ruangan rawat. Kesimpulan penelitian ini bahwa waktu tunggu pelayanan pasien di IGD RSU Kabupaten Tangerang melebihi waktu standar (4 jam). Pendekatan dengan lean tepat dilakukan untuk mencari waste dalam aktivitas pelayanan kesehatan agar dapat diperoleh upaya pemecahan masalah untuk memperbaiki waktu tunggu pelayanan di IGD RSU Kabupaten Tangerang.
Waiting time is one indicator of health services. The increase in waiting time in the Emergency Department (ED) has an impact on longer treatment days, increased mortality and reduced patient satisfaction. The purpose of this study was to determine the length of stay for services at the emergency department of the Tangerang General Hospital using lean method to determine waste at each stage of activity. This research method is operational research with qualitative and quantitative approaches, primary data sources taken from direct observation using time motion study techniques and in-depth interviews. The waiting time at the ER at the Tangerang Regency General Hospital is 852.92 minutes for inpatients and 564.24 minutes for outpatients. The length of time for each service is as follows: triage is 11.83 minutes, waiting time for an emergency room doctor examination is 32.25 minutes, drug administration time and action is 22.33 minutes, waiting time for laboratory examination is 106.07 minutes, waiting time for examination radiology 140.15 minutes, waiting time for specialist doctor consultation 146.54 minutes, waiting time for inpatient registration 164.8 minutes, waiting time for inpatient admission 58.5 minutes, patient administration time going home 89.6 minutes. The largest nonvalued added activity is waiting for specialist consultations. Found 2 types of waste, namely waiting (93.3%) and motion (6.7%). After conducting an analysis using the 5 why method, the root of the problem was found in the number of nurses, not yet maximally carrying out tupoksi, hospital information system applications that are less user friendly, specialist doctors are not standby and consultation SOPs are not optimally run, lack of clinical experience of doctors ER, as well as the unavailability of the ward. The conclusion, t the waiting time in the ER at the Tangerang General Hospital exceeds the standard time (4 hours). The lean approach is appropriate to look for waste in health service activities so that problem solving efforts can be obtained to improve service waiting times in the IGD RSU Tangerang Gneral Hospital
Read More
B-2216
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Luh Gede Sukardiasih; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Amila Megraini, Sang Ketut Arta
Abstrak: Penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2008 sudah dilaksanakan diBRSU Tabanan sejak tahun 2009 sebagai upaya untuk meningkatkan mutupelayanan namun masih ada saja keluhan terhadap pelayanan di Badan RumahSakit Umum Tabanan. Sampai saat ini belum pernah dilakukan analisis kinerjapelayanan di IGD pada penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2008BRSU Tabanan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui danmenganalisis kinerja pelayanan di IGD pada penerapan SMM ISO 9001:2008 diIGD BRSU Tabanan.Dilakukan bulan Agustus-Oktober 2013, dengan metodepenelitian kualitatif yang dilengkapi dengan data kuantitatif yang merupakan datasekunder berupa sasaran mutu di IGD sebagai indikator kinerja. Responden untukkepuasan pelayanan di IGD adalah pasien atau keluarganya yang datang bulanAgustus-Oktober 2013 yang bersedia mengisi kuesioner,sebanyak 150 orang. StafIGD dan staf di bidang pelayanan yang bekerja minimal 3 tahun sebagairesponden penerapan SMM ISO 9001:2008 di IGD berjumlah 71 orang.Wawancara mendalam kepada Direksi sebanyak 3 orang sebagai informan dalaminformasi pencapaian kinerja di IGD dan penerapan SMM ISO 9001:2008.Analisis data dengan content analysis . Hasil penelitian menunjukkan kinerjapelayanan di IGD sudah baik pada 9 sasaran mutu dari 12 sasaran mutu yang adadi IGD. Sasaran mutu yang belum baik adalah keluhan pelanggan, ketidakpuasanpelanggan terhadap pelayanan dokter dan angka kematian pasien di IGD ≤24 jam.Diperlukan peningkatan anggaran yang bertujuan untuk peningkatan kualitasSDM di IGD seiring dengan peningkatan pendapatan rumah sakit, melengkapisarana untuk ruang intensif serta sosialisasi kembali penerapan SMM ISOKata Kunci: Kinerja Pelayanan IGD, ISO 9001:2008
Implementation of ISO 9001:2008 Quality Management Standards have beenimplemented in BRSU Tabanan since 2009 in an effort to improve the quality ofcare , but there are still complaints against the ministry in BRSU Tabanan . Untilnow, this has never been done in the Emergency Room service performanceanalysis on the application of ISO 9001:2008 Quality Management StandardBRSU Tabanan . This study was conducted aimed to determine and analyze theperformance of services in the emergency department on the application of ISO9001:2008 QMS in Emergency Room BRSU Tabanan.Do months from August toOctober , 2013, with a qualitative research method that comes with thequantitative data is secondary data quality objectives in the Emergency Room asindicator performance .. Respondents service satisfaction in the emergencydepartment for patients or their families were coming month of August to October2013, which are willing to fill out a questionnaire , as many as 150 people .Emergency Room staff and staff working in the field of service of at least 3 yearsas respondents in the application of ISO 9001:2008 QMS Emergency Room are71 . In-depth interviews to the Board of Directors as an informant were 3 peoplein the achievement of performance information in the Emergency Room and theapplication of ISO 9001:2008 QMS . Data were analyzed using content analysis .The results show the performance of services in the Emergency Room alreadywell on target mutul 9 of 12 quality objectives in the Emergency Room . Qualityobjectives is not good customer complaints , customer dissatisfaction with theservices of doctors and patient mortality in Emergency Room ≤ 24 hours .Required an increase in the budget aimed at improving the quality of humanresources in the emergency department with increasing hospital revenue ,completing facilities for intensive care and resocialization of the application ofQMSKeyword : Performance Emergency Room Services, ISO 9001:2008 QMS
Read More
B-1607
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive