Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32485 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Chantika Permata Demayanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Yovsyah, Dhora Yufita N
Abstrak:
Masalah gizi pada ibu hamil di Indonesia masih menjadi perhatian serius karena tingginya angka kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia. Untuk mengatasinya, pemerintah telah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil sebagai intervensi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran alasan pemberian PMT pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), menggunakan data sekunder SKI 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan PMT pada ibu hamil masih belum optimal, dengan proporsi terbesar penerima PMT berada pada kelompok usia 20–35 tahun, usia kehamilan trimester 2, berpendidikan dasar-menengah, tidak bekerja, dan tinggal di wilayah pedesaan. Alasan utama pemberian PMT adalah pemeriksaan kehamilan di posyandu (59,9%), karena ibu mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), diikuti oleh anemia, berat badan selama hamil tidak naik, serta berasal dari keluarga tidak mampu. Pemberian makanan tambahan telah menyasar ke sasaran prioritas sesuai dengan aturan juknis PMT 2023, namun pendistribusiannya belum merata dan menjangkau seluruh ibu hamil yang membutuhkan. PMT juga belum sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan gizi, karena sebagian besar distribusi diberikan berdasarkan faktor administratif seperti kehadiran di posyandu. Temuan ini menyoroti pentingnya peningkatan ketepatan sasaran dalam implementasi program PMT.

Nutritional problems among pregnant women in Indonesia remain a serious concern due to the high prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia. To address this, the government has implemented a Supplementary Feeding Program (PMT) for pregnant women as a nutritional intervention. This study aimed to describe the reasons behind the provision of PMT to pregnant women in Indonesia based on data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was used, utilizing secondary data from the 2023 SKI. The results showed that the coverage of PMT among pregnant women remains suboptimal, with the majority of recipients being women aged 20–35 years, in their second trimester of pregnancy, with basic to intermediate education levels, unemployed, and residing in rural areas. The main reason for PMT provision was antenatal care visits at the posyandu (59.9%), followed by CED, anemia, inadequate weight gain during pregnancy, and low household income. While the provision of supplementary food has targeted priority groups in accordance with the 2023 PMT technical guidelines, its distribution remains uneven and has yet to fully reach all pregnant women in need. Moreover, PMT is not entirely based on nutritional need, as distribution is often influenced by administrative factors such as attendance at posyandu. These findings highlight the importance of improving targeting accuracy in the implementation of the PMT program.
Read More
S-11976
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okta Krisnawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Rico Kurniawan, Yoslien Sopamena, Hanny Harjulianti, Eti Rohati
Abstrak:
Kematian ibu masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan komplikasi selama persalinan menjadi faktor penyumbang utama. Penelitian ini mengkaji hubungan antara faktor ibu berisiko tinggi khususnya usia ibu dan paritas dengan kejadian komplikasi persalinan menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dilakukan terhadap 64.000 ibu (sampel terbobot: 17.956.052) yang melahirkan antara tahun 2018-2023. Pembobotan sampel kompleks diterapkan untuk memastikan representasi nasional. Analisis bivariabel menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariabel dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko independen komplikasi persalinan. Prevalensi komplikasi persalinan adalah 21,22%. Analisis multivariabel menunjukkan bahwa ibu berusia >35 tahun memiliki peluang 1,36 kali lebih tinggi mengalami komplikasi (AOR=1,359; 95% CI: 1,248-1,480) dibandingkan ibu berusia 20-35 tahun. Sebaliknya, ibu nulipara dan primipara menunjukkan angka komplikasi tertinggi (21,01%), sementara ibu multipara memiliki risiko yang lebih rendah (AOR=0,715; 95% CI: 0,629-0,776). Faktor geografis, frekuensi ANC, dan akses ke fasilitas kesehatan juga menunjukkan hubungan signifikan dengan komplikasi persalinan. Usia ibu lanjut (>35 tahun) dan paritas rendah secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi persalinan di Indonesia. Penguatan program keluarga berencana, peningkatan kualitas pelayanan antenatal, dan perbaikan akses layanan kesehatan merupakan strategi esensial untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas maternal.

Maternal mortality remains a significant public health challenge in Indonesia, with complications during childbirth being a primary contributing factor. This study examines the relationship between high-risk maternal factors specifically maternal age and parity and the occurrence of childbirth complications using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The study is a cross-sectional study was conducted with 64,000 mothers (weighted sample: 17,956,052) who delivered between 2018-2023. Complex sample weighting was applied to ensure national representativeness. Bivariable analysis using chi-square tests and multivariable logistic regression were performed to identify independent risk factors for childbirth complications. The prevalence of childbirth complications was 21.22%. Multivariable analysis revealed that mothers aged >35 years had 1.36 times higher odds of experiencing complications (AOR=1.359; 95% CI: 1.248-1.480) compared to those aged 20-35 years. Conversely, nulliparous and primiparous mothers showed the highest complication rates (21.01%), while multiparous mothers had lower odds (AOR=0.715; 95% CI: 0.629-0.776). Geographic factors, ANC frequency, and access to healthcare facilities also demonstrated significant associations with childbirth complications. Advanced maternal age (>35 years) and low parity significantly increase the risk of childbirth complications in Indonesia. Strengthening family planning programs, enhancing quality antenatal care, and improving healthcare access are essential strategies to reduce maternal morbidity and mortality.
Read More
T-7477
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur`Arifah Hakim; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Syafiq, Donatus Klaudius Marut, Nida Rohmawati
Abstrak:

Angka kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas kecamatan Kemayoran masih tinggi walaupun cakupan ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah minimal 90 butir selama hamil sudah mencapai 100%. Besarnya suplementasi zat besi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing ibu. Tidak efektifnya program pemberian TTD untuk menurunkan kejadian anemia kehamilan karena belum adanya media yang efektif untuk memberikan informasi dan edukasi tentang anemia dan TTD. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan menggunakan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran dari rentang waktu Maret - November 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan kemayoran dan teknik pemilihan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 pada analisis bivariat menggunakan uji Anova didapatkan nilai p = 0.0005, hubungan pengetahuan dan kepatuhan mengkosumsi TTD dengan Kadar Hemoglobin didapatkan r=0.288, p value=0.035; r=0.422, p value=0.001. Kesimpulan ada pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 (nilai p < 0.05). Semakin tinggi pengetahuan dan kepatuhan mengkonsumsi TTD maka semakin besar kadar hemoglobin.


he incidence of anemia in pregnant women in the Kemayoran Health Centre is still high considering that pregnant women who get iron tablets of at least 90 during pregnant are reaching 100%. The amount of iron supplementation must also be adjusted to the needs and conditions of each mother. Ineffective iron supplementation delivery program for pregnant women to reduce the incidence of anaemia because there is no effective media to provide information and education about anaemia and iron supplementation. This study aims to know the effectivity of health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center area in 2019. This study uses a quasi experimental research type using the nonequivalent control group design. The study was conducted in the area of Kemayoran health center from the period March-November 2019. The population in this study were all pregnant women in the area of Kemayoran health center and sample selection techniques by purposive sampling. The results of research on health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 on bivariate analysis using Anova test obtained p value = 0.0005, the relationship of knowledge and compliance consuming iron suplement with haemoglobin levels obtained r = 0.288, p value = 0.035; r = 0.422, p value = 0.001. Conclusion: there is influence of health educational through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 (p value <0.05). The higher of knowledge and compliance of consuming iron suplement, the greater the hemoglobin level.

Read More
T-5803
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Hajar Fauzanin; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Triyanti, Tris Eryando, Yekti Widodo, Lina Marlia
Abstrak: Anemia kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang. Anemia kehamilan umumnya dikaitkan dengan kondisi kehamilan yang buruk dan dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam kehidupan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur dengan anemia kehamilan di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data sekunder dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dengan metode penelitian potong lintang
Anemia in pregnancy is a public health problem that often occurs both in developed and developing countries. Anemia during pregnancy is generally associated with poor pregnancy conditions and can lead to complications that threaten the lives of the mother and fetus. This study aims to analyze the relationship between age and pregnancy anemia in Indonesia based on Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. This quantitative research is using cross sectional research method. This study covers all provinces and districts / cities in Indonesia, which were carried out starting from preparation until further analysis in 2018 and secondary data were processed in September - December 2019
Read More
T-6003
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satryana Devy Pamungkas; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Mery Ramadani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi anemia pada ibu hamil dan hubungan junlah pemberian tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2020. Metodologin penelitian ini menggunakan potong lintang dengan jumlah populas 1038 ibu hamil dan sample 774 ibu hamil. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan anemia pada ibu hamil adalah umur, paritas, jarak kehamilan, tablet tambah darah, pendidikan, dan pekerjaan.
Read More
S-10587
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debby Rosita; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Asih Setiarini, Kurnia Agustini, Julina
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Debby Rosita Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Pengaruh Pemberian Tablet Zat Besi ( Fe ) Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu  Hamil di Puskesmas Karang Asam  Kota  Samarinda  Tahun 2015 - 2017 Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia. Anemia pada wanita hamil dapat menimbulkan dampak sejak  kehamilan, setelah lahir, usia sekolah hingga masa dewasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet zat besi ( Fe ) pada ibu hamil terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas karang Asam Kota Samarinda Tahun 2015 – 2017. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif (mix method). Adapun penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Kohort Retrospektif penelitian kuantitatif difokuskan pada pengambilan data pemberian tablet zat besi (Fe), kejadian anemia, usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dan kunjungan ANC. Sedangkan jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah penelitian eksplanatory sekuensial. Dalam penelitian ini data penelitian kualitatif melengkapi data kuantitatif. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chisquare (bivariat). Hasil uji statistik variabel umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan kunjungan ANC menunjukkan hasil tidak berhubungan dengan anemia secara statistik. Sedangkan secara kualitatif hal tersebut mempengaruhi anemia. Dari hasil terlihat  gambaran kejadian anemia pada ibu hamil setelah diberikan Tablet Fe berdasarkan pemeriksaan HB 2 menunjukkan proporsi ibu  yang masih anemia setelah di beri tablet Fe adalah 26,9%. Saran: diharapkan petugas meningkatkan mutu pelayanan KIA dan pemantauan minum tablet Fe. Kata kunci: Pemberian Tablet Fe, anemia, Ibu Hamil


ABSTRACT Name : Debby Rosita Study Program: Magister Of Public Health Title : The Influence of Iron Tablet (Fe) on Anemia in Pregnant Women at Puskesmas Karang Asam of Samarinda City 2015 – 2017 One of the most common nutritional problems in pregnant women is nutritional anemia, which is the largest and most difficult micronutrient problem resolved worldwide. Anemia in pregnant women can have an impact from pregnancy, after birth, school age to adulthood. The purpose of this research is to know the effect of giving iron tablet (Fe) on pregnant mother to the occurrence of anemia in pregnant woman at Puskesmas Kayu Asam Samarinda in 2015 - 2017. The research is done by qualitative and quantitative method (mix method). The quantitative research using the research design Cohort Retrospective quantitative research focused on taking data of iron tablet (Fe), anemia, age, education, occupation, parity and ANC visit. While the type of qualitative research used is sequential eksplanatory research. In this study qualitative research data complement the quantitative data. Processing and data analysis using chi-square test (bivariate). The result of statistic test of ANC age, education, work, parity and visit variables showed that the results did not correlate with anemia statistically. While qualitatively it affects anemia. From the results seen the picture of the incidence of anemia in pregnant women after given Fe tablet based on HB 2 examination showed the proportion of anemic mothers after giving Fe tablet was 26,9%. Suggestion: it is expected that the officer will improve the quality of KIA service and monitor the drinking of Fe tablets. Keywords: Giving of tablet Fe, anemia, Pregnant mother

Read More
T-5394
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mundlofar; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih
S-3116
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahdah Nurmiladiah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak:
Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia 48,9% lebih tinggi dibandingkan prevalensi global sebesar 40%. Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dikaitkan dengan peningkatan kejadian perdarahan post partum yang menjadi penyebab kematian ibu dan kelahiran bayi dengan BBLR yang menjadi penyebab kematian bayi. Banten merupakan provinsi terbesar keempat penyumbang kematian ibu, dimana kabupaten Tangerang menyumbang kejadian kematian yang signifikan. Puskesmas Cisoka mencatat sebesar 84,6% dari penderita anemia di wilayahnya adalah ibu hamil.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar prevalensi anemia pada ibu hamil dan gambaran kejadian anemia pada Ibu hamil di Puskesmas Cisoka Tahun 2022 hingga 2025 berdasarkan variabel usia ibu, paritas, KEK, usia kehamilan, pekerjaan, dan pendidikan. Desain studi cross sectional deskriptif dengan analisis univariat menggunakan data sekunder yang berasal dari register, kohort dan rekam medis ibu hamil. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1.465 tahun 2022, 1.628 tahun 2023, 1.404 tahun 2024, 1.648 tahun 2025. Hasil Penelitian menunjukkan prevalensi anemia menurun tiap tahunnya, 46% pada 2022, 35% pada 2023, 24% pada 2024, 21% pada 2025. Berdasarkan persentase anemia tertinggi konsisten terjadi tiap tahun pada kategori usia 35 tahun, nullipara dan primipara, ibu hamil dengan LILA <23,5, dan ibu hamil trimester 3, Sedangkan pada variabel pendidikan tahun 2022 persentase tertinggi pada pendidikan tinggi, 2023-2025 pada pendidikan rendah. Pada variabel pekerjaan anemia dengan persentase tertinggi 2022 pada ibu bekerja, 2023-2025 pada ibu hamil tidak bekerja. Saran agar puskemas dapat melakukan edukasi yang intensif pada kelompok berisiko, bekerja sama dengan kader setempat untuk melakukan pemantauan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil serta memaksimalkan kelas ibu hamil sebagai cara untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anemia.

The prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia is 48.9%, which is higher than the global prevalence of 40%. Anemia remains a significant public health problem because it is associated with an increased incidence of postpartum hemorrhage a leading cause of maternal mortality and the birth of low birth weight (LBW) infants, a leading cause of infant mortality. Banten is the fourth largest province in terms of maternal mortality, with Tangerang Regency accounting for a significant number of these deaths. The Cisoka Community Health Center (Puskesmas) reports that 84.6% of anemia cases in its service area are among pregnant women. The objective of this study is to determine the prevalence of anemia among pregnant women and to describe the incidence of anemia among pregnant women at the Cisoka Community Health Center from 2022 to 2025 based on the variables of maternal age, parity, energy nutrient deficiency (KEK), gestational age, occupation, and education. A descriptive cross sectional study design with univariate analysis was employed, using secondary data derived from registries, cohorts, and medical records of pregnant women. The sample sizes for this study were 1,465 in 2022, 1,628 in 2023, 1,404 in 2024, and 1,648 in 2025. The results showed that the prevalence of anemia decreased each year: 46% in 2022, 35% in 2023, 24% in 2024, and 21% in 2025. Based on the data, the highest prevalence of anemia consistently occurred each year in the age categories 35 years, among nulliparous and primiparous women, pregnant women with a mid-upper arm circumference (MUAC) <23.5, and pregnant women in their third trimester. Meanwhile, for the education variable, the highest percentage in 2022 was among those with a higher education, while from 2023 to 2025, it was among those with a lower level of education. Regarding the occupation variable, the highest percentage of anemia in 2022 was among working mothers, while from 2023 to 2025, it was among non-working pregnant women. It is recommended that community health centers (puskesmas) conduct intensive education for at-risk groups, collaborate with local health volunteers to monitor compliance with iron tablet intake among pregnant women, and maximize the use of prenatal classes as a means to increase knowledge about anemia.
Read More
S-12314
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Komang Novi Suryani; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Besral, Milla Herdayati, Dian Kristiani Irawaty, Rikawarstuti
Abstrak:
Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV, ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara keteraturan pelayanan antenatal dengan tes HIV pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian observasional metode survei (cross sectional) dengan menggunakan data yang bersumber dari Riskesdas tahun 2018. Sampelnya wanita usia subur di Indonesia yang memiliki riwayat kehamilan dan terpilih yang menjadi responden Riskesdas tahun 2018 serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel pada penelitian ini adalah 12.383 responden. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tes HIV pada ibu hamil, variabel independen utama yaitu keteraturan pemeriksaan antenatal (ANC) dan variabel kovariat yaitu umur, tempat tinggal, pendidikan, status bekerja, paritas, pengetahuan HIV, sikap terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), pelayanan antenatal 10T, tenaga kesehatan (nakes) pemberi layanan dan fasilitas kesehatan (faskes) tempat ibu periksa hamil. Variabel keteraturan pemeriksaan antenatal dan variabel fasilitas kesehatan memiliki efek yang hampir sama dalam mempengaruhi rendahnya cakupan tes HIV pada ibu hamil. Tes HIV pada ibu yang teratur periksa hamil ditemukan 1,8 kali lebih banyak di perkotaan dan 2,2 kali lebih banyak di perdesaan dibandingkan dengan yang tidak teratur periksa hamil. Selanjutnya tes HIV pada ibu yang teratur periksa hamil lebih banyak ditemukan 1,5 kali yang periksa di rumah sakit, 2,8 kali yang periksa di puskesmas dan 2,2 kali yang periksa di klinik/praktek mandiri dibandingkan dengan yang tidak teratur periksa hamil. Saran kepada tenaga kesehatan dan pengelola program KIA untuk meningkatkatkan keteraturan dan kelengkapan pelayanan Antenatal serta meningkatkan ketersediaan fasilitas tes HIV

More than 90% of cases of children infected with HIV are transmitted through the process of mother-to-child transmission. The purpose of the study was to determine the relationship between the regularity of antenatal care and HIV testing in pregnant women in Indonesia based on data from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). This study was an observational survey method (cross sectional) using data sourced from Riskesdas in 2018. The sample was women. of childbearing age in Indonesia who have a history of pregnancy and were selected as Riskesdas respondents in 2018 and met the inclusion and exclusion criteria. The sample size in this study was 12,383 respondents. The dependent variable in this study was HIV testing for pregnant women, the main independent variable was the regularity of antenatal check-ups (ANC) and the covariates were age, place of residence, education, work status, parity, knowledge of HIV, attitudes towards people living with HIV/AIDS (PLWHA). ), 10T antenatal care, health workers (nakes) who provide services and health facilities (faskes) where mothers check for pregnancy. The variables of regularity of antenatal check-ups and variables of health facilities have almost the same effect in influencing the low coverage of HIV testing in pregnant women. There were 1.8 times more HIV tests in women who had regular pregnancy check-ups in urban areas and 2.2 times more in rural areas compared to those who did not regularly check for pregnancy. Furthermore, HIV tests for mothers who regularly check for pregnancy are found to be 1.5 times more checked at the hospital, 2.8 times are checked at the puskesmas and 2.2 times are checked at the clinic/independent practice compared to those who do not regularly check for pregnancy. Suggestions to health workers and MCH program managers to improve the regularity and completeness of Antenatal services and increase the availability of HIV testing facilities
Read More
T-6287
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuana Wiryawan; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani, Felly P. Senewe
T-1734
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive