Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31117 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aisha Adila Mamuaya; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sheli Azalea
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian dini di Indonesia. Salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi tekanan darah adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas kebisingan dari rel kereta api dengan kejadian hipertensi pada masyarakat RW 06 Kelurahan Kebon Baru, Jakarta Selatan, yang merupakan kawasan padat penduduk yang berbatasan langsung dengan jalur kereta api. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 90 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung intensitas kebisingan pada 6 titik, pengukuran tekanan darah, serta wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi uji bivariat dengan chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60 responden (66,7%)  mengalami hipertensi dan 75 responden (83,3%) responden terpapar kebisingan di atas nilai ambang batas (≥55 dBA). Variabel yang menunjukkan hubungan signifikan dengan hipertensi adalah intensitas kebisingan (p=0,003; OR=5,500), umur (p=0,011; OR=3,763), dan Riwayat keluarga hipertensi (p=0,001; OR=6,081). Analisis multivariat mengidentifikasi intensitas kebisingan (p=0,008; OR=5,764) dan riwayat keluarga hipertensi (p=0,003; OR=6,290) sebagai variable risiko yang dominan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebisingan kereta api dan Riwayat keluarga hipertensi merupakan faktor risiko dominan terhadap hipertensi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, intervensi kesehatan lingkungan seperti pemantauan kebisingan dan perencanaan wilayah berbasis kesehatan sangat diperlukan.

Hypertension is one of the most common non-communicable diseases and a leading cause of cardiovascular disease and premature death in Indonesia. One of the environmental factors that potentially affects blood pressure is noise. This study aimed to analyze the relationship between railway noise intensity and the incidence of hypertension among residents of RW 06, Kebon Baru Subdistrict, South Jakarta—an area with high population density located directly adjacent to a railway line. A cross-sectional study design was used with a total of 90 respondents. Data were collected through direct noise measurements at six different points, blood pressure measurements, and interviews using a structured questionnaire. Data were analyzed using chi-square tests for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. The results showed that 60 respondents (66.7%) had hypertension and 75 respondents (83.3%) were exposed to noise levels exceeding the threshold (≥55 dBA). Variables that showed a significant association with hypertension were noise intensity (p=0.003; OR=5.500), age (p=0.011; OR=3.763), and family history of hypertension (p=0.001; OR=6.081). Multivariate analysis identified noise intensity (p=0.008; OR=5.764) and family history of hypertension (p=0.003; OR=6.290) as the dominant risk factors. The study concludes that railway noise and family history of hypertension are dominant risk factors for hypertension in the area. Therefore, environmental health interventions such as noise monitoring and health-based spatial planning are urgently needed.
Read More
S-11978
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denissa Rahayu Ningtyas; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Sri Tjahjani Budi Utami, Heri Nugroho, Sofwan
T-4995
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Visityari Dwi Suryani; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Ali Isha Wardhana
Abstrak: Kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada mayarakat yaitu tekanan darah tinggi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah tinggi pada masyarakat sekitar bandara di kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter, dilakukan pada dua titik di rumah warga. Tekanan darah warga diketahui berdasarkan pengukuran tekanan darah menggunakan Digital Blood Pressure Monitor Automatic. Informasi mengenai karakteristik individu dan gaya hidup juga diamati pada penetitian ini. Hasil pengukuran kebisingan pada rumah 1 sebesar 64,89 WECPNL dan di Rumah 2 sebesar 75,1 WECPNL telah melebihi batas intensitas kebisingan. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan untuk intensitas kebisingan (Leq 24 jam) dengan tekanan darah tinggi (p < 0,05). Hasil yang signifikan dengan tekanan darah tinggi pada variabel kerakteristik responden ditunjukkan pada jenis kelamin (p=0,045) dan umur (p=0,021). Sedangkan pada variabel gaya hidup tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi. Masyarakat disarankan untuk menanam tumbuhan di sekitar rumah dan tidak membangun rumah tingkat untuk mengurangi paparan kebisingan.
Kata kunci: kebisingan, pesawat, tekanan darah tinggi, bandara, gaya hidup
Read More
S-8713
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firlando Anugerah Laude Ansyari; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Tingginya frekuensi lalu lintas kereta di Stasiun Manggarai berpotensi terhadap risiko gangguan pendengaran di pemukiman sekitar Stasiun Manggarai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara paparan kebisingan (pengukuran nilai desibel), jarak rumah ke stasiun manggarai, lama tinggal di pemukiman, dan umur responden terhadap gangguan pendengaran ibu rumah tangga menggunakan uji Chi-Square. Penelitian dilakukan di Pemukiman Warga sekitar Stasiun Manggarai pada 40 Orang Ibu Rumah Tangga di RW 02 dan 04. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ibu rumah tangga yang terpapar kebisingan > 55 dB(A) dan jarak rumah ≤ 100 meter signifikan terhadap gangguan pendengaran. Peneliti menyarankan agar paparan kebisingan dari aktivitas kereta api berkurang dengan cara menambah tanaman vegetatif di sekitar rumah dan menutup pintu serta jendela saat tidak diperlukan.

The high frequency of train traffic at Manggarai Station has the potential to increase the risk of hearing loss in the neighborhoods around Manggarai Station. This study aims to look at the relationship between noise exposure (decibel value measurement), distance of house to Manggarai station, length of stay in residential areas, and age of respondents to the prevalence of hearing loss in housewives using the Chi-Square test. The research was conducted in residential areas around Manggarai Station on 40 housewives in RW 02 and 04. The results of the Chi-Square test showed that housewives who were exposed to noise > 55 dB(A) and a distance of ≤ 100 meters from home were significant to the prevalence of hearing loss. Researchers suggest that noise exposure from train activity be reduced by adding vegetative plants around the house and closing doors and windows when not needed.
Read More
S-12192
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danang Susanto; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Nur Afiyah
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Demam Chikungunya disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan melalui
 
gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Penelitian ini bertujuan
 
untuk mengetahui faktor lingkungan dan perilaku yang mempengaruhi terjadinya
 
Kejadian Luar Biasa (KLB) demam Chikungunya di RW 03 Kelurahan
 
Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok pada bulan Maret-Mei
 
2011. Desain studi yang digunakan adalah kasus kontrol dengan jumlah kasus dan
 
kontrol masing-masing sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel
 
menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian dengan uji chi square
 
(CI=95%) mendapatkan hasil tidak terdapat variabel penelitian yang memiliki
 
hubungan bermakna. Disarankan kepada pemerintah Kota Depok untuk
 
meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat dilingkungan sekitar
 
rumah melalui program yang intensif.
 

 
ABSTRACT
 
 
Chikungunya fever is caused by a viral infection occurs through the bite of the
 
mosquito Aedes Aegypti and Aedes Albopictus. This study aims to determine the
 
environmental and behavioral factors that influence the occurrence of
 
Chikungunya outbreak at RW 03 Bojongsari Baru, Bojongsari Sub-district, Depok
 
in March-May 2011. Research design is case control study. The number of case
 
group and control group is 40 patient. The sampling technique using Simple
 
Random Sampling. The results by chi square test (CI=95%) showing there is no
 
variables involved. Recommended to the government of Depok City to improve
 
hygiene behavior and healthy in the neighborhood through intensive programs.
Read More
S-6574
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shabrina Khairani; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Zakianis, Dura Vendela
S-9997
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vina Benita Naomi Girsang; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Fitri Kurniasari, Asna Butar-Butar
Abstrak:
Latar Belakang: Gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan sebagian atau sepenuhnya untuk mendengar suara. Salah satu faktor lingkungan fisik yang berpotensi memengaruhi penurunan gangguan pendengaran adalah kebisingan. Sekolah yang berada dekat lintasan kereta api berpotensi terpapar kebisingan yang dapat memengaruhi kesehatan pendengaran siswa-siswi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan kereta dengan risiko penurunan gangguan pendengaran pada siswa-siswi SMA X Jakarta, yang merupakan kawasan sekolah dan berbatasan langsung dengan lintasan kereta api. Metode: Penelitian menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan jumlah responden sebanyak 90 siswa-siswi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran intensitas kebisingan pada 5 titik, skrining risiko penurunan gangguan pendengaran menggunakan aplikasi HearWHO, serta kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara intensitas kebisingan dengan risiko penurunan gangguan pendengaran  (p=0.428). Adapun pada variabel faktor risiko lainnya, hanya kebiasaan penggunaan earphone yang memiliki hubungan signifikan dengan risiko penurunan gangguan pendengaran (p=0.037) sedangkan riwayat penyakit pendengaran dan tinggal dekat rel tidak memiliki hubungan signifikan dengan risiko penurunan gangguan pendengaran. Kesimpulan: Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi dan intervensi kesehatan lingkungan seperti pemantauan kebisingan dan kesehatan pendengaran siswa-siswi.

Background: Hearing loss is the partial or complete inability to hear sounds. One of the physical environmental factors that has the potential to influence the decline in hearing loss is noise. Schools located near railway tracks are potentially exposed to noise that can affect the hearing health of students. Objective: To determine the relationship between train noise intensity and the risk of hearing loss in students of SMA X Jakarta, which is a school area and directly adjacent to the railway track. Method: The study used a cross-sectional study design with a total of 90 students as respondents. Data collection was carried out through noise intensity measurements at 5 points, screening for the risk of hearing loss using the HearWHO application, and questionnaires. Data analysis was carried out univariately and bivariately with the chi-square test. Results: The results showed that there was no statistically significant relationship between noise intensity and the risk of hearing loss (p = 0.428). As for other risk factor variables, only the habit of using earphones had a significant relationship with the risk of hearing loss (p = 0.037) while a history of hearing disease and living near railway tracks did not have a significant relationship with the risk of hearing loss. Conclusion: Therefore, preventative measures are needed through education and environmental health interventions, such as monitoring noise and student hearing health.
Read More
S-12216
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adzra Dhiya Jannati; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Bambang Wispriyono, Azri Dwi Mahfudzi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara tingkat kebisingan dengan kejadian tekanan darah tinggi (hipertensi) pada pekerja di unit water pump PT X tahun 2020. Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Read More
S-10552
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulastri; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Vera Sitompul
S-5579
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julia Afni; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn ArminsihWulandari, Yunaenah
S-6857
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive