Ditemukan 10257 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan segmentasi pasar pelanggan Poliklinik Geriatri RSCM. Metode penelitian yang digunakan adalah secara deskriptif potong lintang dengan desain kuantitatif.
Metode. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara terpimpin menggunakan instrumen kuisioner terhadap pelanggan yang sampelnya diambil secara acak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square untuk mengetahui distribusi frekuensi dan kemaknaan hubungan antara variabel-variabel penelitian.
Hasil. Hasil analisis univariat menyimpulkan berdasarkan variabel geografis pelanggan Poliklinik Geriatri RSCM mayoritas yang datang berkunjung berasal dari Jakarta Timur dengan waktu tempuh antara 30 menit - 1 jam. Sedangkan menurut variabel demografis mayoritas pelanggan adalah perempuan dengan usia antara 70-79 tahun. Mayoritas pendidikan terakhir pelanggan adalah SMA dengan pekerjaan terakhir sebagai PNS dan mayoritas pasien berasal dari golongan menengah ke bawah. Dari segmentasi psikografis dan perilaku, tampak bahwa proporsi pasien lama dan baru cukup berimbang dan sebagian besar pasien memiliki citra yang baik terhadap pelayanan . Pada analisis bivariat didapatkan hubungan yang bermakna antara jumlah uang pensiun dan lama pemanfaatan poliklinik, serta antara penanggung biaya kesehatan dan persepsi pasien terhadap tarif.
Kesimpulan. Untuk itu penelitian ini menyarankan agar pihak manajemen Poliklinik Geriatri RSCM dapat meningkatkan mutu pelayanan dengan usaha pengembangan pemasaran dan tetap berorientasi kepada pelanggan. Lebih lanjut, perlu diperdalam penelitian mengenai analisis penetapan pasar sasaran, posisi pasar dan pengembangan bauran pemasaran, untuk menyusun suatu desain strategi pemasaran yang baik.
Kata kunci : analisis segmentasi, pasar pelanggan, pengembangan strategi pemasaran. Daftar Pustaka : 37 (1993-2005)
Background and aims. This study was performed to find out the characteristics and customer segmentation of Geriatric Policlinic of Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital. The method of the study was cross sectional descriptives with quantitative design.
Methods. Data were collected by interwiew based on questionnaire, and analized by univariate and bivariate technique to figure out frequention distribution and association between variables.
Results. The results of univariate analysis based on geographic segmentation, most of the customer came from East Jakarta and coverage areas were within 30 minutes to 1 hour. Based on demographic segmentation it was stated that the majority of the customer was female, between 70-79 years old. The last education completed by majority of the customer was Senior High School, their last job was mostly as Civil Servant with middle-low social economis class. From psychographic and behavioural segmentation, it can be asumed that the proportion of old and new patient was balanced, and most of them has good image in the service given. From bivariate analysis, there was a meaningful association between retired payment and term of use, and also between patient?s insuer and their perception of tariff.
Conclusions. Therefore this study suggested the management of Geriatric Policlinic of RSCM to improve the quality of service and develop customer oriented marketing strategy. We hope there will be further study about market analysis, especially targetting and positioning, and develop a good marketing mix for a better marketing strategy design.
Key words : segmentation analysis, customer, marketing development strategy. References : 37 (1993-2005)
Tujuan. Tersusunnya segmentasi, target & posisi pasar untuk alat Kamera Gamma dalam upaya meningkatkan penggunaannya di Instalasi Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Pusat Pertamina tahun 2005.
Metode. Survei dua kelompok pengguna yaitu pasien dan dokter pengirim. Bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Hasil. Segmen alat adalah pasien di wilayah DKI Jakarta dengan potensial pasar dari luar Jakarta, mengingat di Jakarta hanya ada 5 rumah sakit yang memiliki alat ini. Target (pasar sasaran) alat ini adalah pasien usia dewasa tua dengan penyakit degeneratif, dokter dengan spesialisasi Bedah dan Penyakit Dalam terutama yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Positioning alat ini adalah merupakan alat diagnostik canggih, generasi terakhir dan satu-satunya di wilayah ASEAN saat ini, dengan hasil lebih akurat, cepat, dapat mendeteksi dini gangguan fungsional hampir seluruh organ tubuh, sehingga memberikan manfaat pengobatan, lebih rasional dan efisien.
Kesimpulan. Perlu analisa ulang Studi Kelayakan terutama dalam perhitungan asumsi-asumsi yang digunakan agar lebih disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan, peningkatan kompetensi SDM dan regenerasi Dokter Spesialis dan Operator, Manajemen RSPP diharapkan dapat membuka center-center yang dapat mengoptimalkan penggunaan kamera gamma.
Kata Kunci : Segmentasi, Targeting dan Positioning
Background. Discrepancy between the expectation which exist in worthiness study with the reality for camera gamma device at the medical installation nuclear of RSPP that give negative caused to its hospital's financial.
Purpose. Arrange segmentation, target and position market that suitable with camera gamma devices in order to higher its using.
Methodes. Doing survey with two users group that are patient and transmitter doctor. The characteristic is descriptive with the quantitative approach and qualitative
Result. The segment of this tools is patient who lives in DKI Jakarta area as a whole and potential market from outside Jakarta is large enough. Target (market objective) this device is the patient old age with degenerative disease, doctor with surgical specialize and the internist doctor those who lives in south Jakarta. Positioning at market is how this tools can make benefit diagnostic, the last generation and the only one in ASEAN this time, with the result more accurate, faster that can detects early the interference benefits of almost whole body.
Conclusion. Re-analyzing worthiness study especially in the calculation assumptions that used in order more appropriate with the condition in the field, improvement of SDM competence and regenerate specialize doctor and operator, open the centre that can be optimal the using of camera gamma.
Key word : Segmentation, Targeting and Positioning
Isu globalisasi dan AFTA 2003, ditambah dengan semakin banyaknya jumlah Rumah Sakit yang memperebutkan segmen pasar yang relatif sama saat ini, menimbulkan persaingan antar Rumah Sakit yang semakin tajam. Situasi persaingan sepeni ini menjadikan konsep pemasaran menjadi penting dalam proses manajemen Rumah Sakit. Rcndahnya frekuensi kunjungan Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Setia Mitra (PRJ RSSM) diakinatkan oleh belum terprogramnya kegiatan pemasaran secara khusus. Untuk merintis kegiatan pemasaran hams diawali dengan adanya suatu stmtegi pemasaran, dan sebagai langkah awal daripada suatu desain strategi pemasaran maka dilakukanlah penelitian analisis pasar pelanggan sebagai dasar pcnentuan segmeutasi pasar, penetapan pasar sasaran serta penetapan posisi pasar. Langkah ini akan meneliti potensi-potensi pasar yang dimiliki untuk pengembangan PRJ RSSM sehingga dapat disusun suatu strategi pemasaran yang baik. Dilakukan survey segmentasi yang melihat aspek-aspek geogralis, demografis, psikograiis dan perilaku Ierhadap para pengguna jasa PR] RSSM, untuk menganalisis karakteristik para pengguria jasa dan pasar potential sebagai bahan penetapan pasar sasaran jangka pendek dan masa depan, serta pasar sasarah primer dan sekunder. Dilakukan penentuan posisi pasar melalui aspek pembandingan bauran pemasaran dengan Rumah Sakit Pesaing dan penetapan pernyataan posirioning Qoositioning statemeny. Desain penelitian ini adalah smdi kasus yang bersifat hybrid (gabungan) kuantitatif dan kualitatifl PeneTitian ini terdiri dari tiga tahapan, perlama pengambilan data kuantitatif diperoleh dengan survey cross seciional untuk melihat segmentasi pasar; tahapan kedua melalui kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam kepada pelanggan internal dan pihak manajemen RSSM, dan analisis terhadap segmen-segmen pasar yang dituju serta CDM dilakukan untuk penetapan target pasar serta penentuan posisi pasar. Selain berdasar data primer yang didapat, analisis dibantu dengan data sekunder yang didapatkan dari berbagai sumber. Hasil segmentasi geogratis dan demograiis menunjukan bahwa segmen pasar terbesar bagi PRJ RSSM adalah pasien yang datang dari Jakarta Selatan. Mayoritas berada pada kelompok usia produktif 20-39 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA-Sarjana, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan pegawai swasta_ Dari segmemasi psikogratis didapat bahwa mayoritas pelanggan ekstemal adalah mereka yang berasal dari status sosial ekonomi menen gah kc atas. Penelitian ini menghasilkan pasar sasaran jangka pendek dan masa depan serta pasar sasaran primer dan sekunder. Adapun pasar sasaran jangka pendek adalah segmen kelas ekonomi menengah, usia dewasa muda (20-39 tahun) yang berdomisili di Jakarta SeIatan. Sedangkan pasar sasaran masa depan adalah segmen kelas ekonomi menengah ke atas, usia dewasa mapan ( 40-49 tahun) hingga dewasa tua (50-69 talnm) di Jakarta Seiatan, Tangerang dan Depok. Adapun pasar sasaran primer adalah segmen kelas ekonomi menengah, usia dewasa muda di Jakarta Selatan. Sedangkan pasar sasaran sekunder adalah segmen kelas ekonomi menengah ke atas usia dewasa mapan / dewasa tua di Jakarta Selatan, Tangerang dan Depok. Penetapan posisi pasar mempertimbangkan aspek-aspek : perbandingan bauran pemasaran, aksesibilitas dan angka market share sewilayah Jakarta Selatan dan DKI, maka yang dipilih sebagai pesaing PRJ RS Setia Mitra adalah Poliklinik Rawat Jalan RS Gandaria dan Poliklinik Rawat Jalan RS Prikasih. Adapun penetapan pemyataan positioning PR) RSSM adalah : keluarga yang bijak memilih PRJ RSSM karena kaami adalah sahabat sctia yang telah melayani anda selama 18 tahun dalam memberikan layanan kesehatan terpadu, bermutu dan menyeluruh dengan efektif dan eiisien; dan Selalu berusaha agar dapat tetap terjangkau masyarakat. Karenanya kita tidak menyediakan teknotogi yang berlebihan, melainkan teknologi tepat guna sehingga pelanggan tidak akan terbebani dengan biaya yang tinggi. Teknologi kami ramah dan bersahabat bagi anda. Sekali bermitra, tetap setia. Kepuasan anda, harapan kami.
Globalization issue and AFTA 2003; combining with increasing in numbers of hospital serving the relatively same market segment leads to stiff competition among hospitals. In stiff competition situation, marketing concept becomes an important aspect in hospital management process. The low frequency visits to outpatient service of Setia Mitra Hospital is resulted from lack in marketing activities programme. Marketing strategy should be deteRMined before any marketing activities taken place. The first step of marketing strategy design is study of market analysis in determining segment, target and positioning. This step will study market potentials of outpatient service of Setia Mitra Hospital to produce a good marketing strategy. In this study, segmentation process are based on geographic, demographic, psychogtaphic, and human behavior of patient of outpatient service Setia Mitra Hospital, to analyze the characteristic of customer and potential market in deteRMining short term and long term target market, and primary and secondary target market- Comparative study of marketing mix with competitor and positioning statement aspect is used to determined market position. This study case design is hybrid between quantitative and qualitative desciptive analytic. Three phase in this study, first to be taken quantitative data based on survey to patient of outpatient service; secondly qualitative descriptive by doing deep interview to inteRNal customer and management of Setia Mitra Hospital, and analysis of market segment to determined is added by doing a Concencuss Decision Making (CDM) to choose the right target market and market positioning. Besides primary data, analysis is conducted using secondary data from several sources. The result of geographic and demographic segmentation shows that the biggest market segment of outpatient service of Setia Mitra Hospital is patients come from South Jakarta. Majority customer of outpatient service of Setia Mitra Hospital is classified into productive age among 20 to 39 years old, highschool to undergraduate level, occupations are housewife and private employee. From psychographic segmentation shows that customers come FRom middle economic class and up. This study results short term and long IGITI1 target market as well as primary and secondary target market. The short term target market is middle economic class segment, age young adults (20-39 years old) that lived in South Jakarta. The long term target market is middle economic class and up, age adults (40-49 years old) to old adults (50-69 years old) lived in South Jakarta, Tangerang, and Depok. Market position determination considers several aspects such as comparative of marketing mix, accessibility and the number of market share for South Jakarta and DKI area. Based on those aspects, competitors of Outpatient Service Setia Mitra Hospital are outpatient service of Gandaria Hospital and Prikasih Hospital. Positioning statement outpatient sen/ice Setia Mitra Hospitalis ?Wise family choose outpatient service Setia Mitra Hospital because we are the best partner that already served for 18 years in giving complete health care, high quality and thoroughly, effectively and efficiently, and always try to be reached by the community. Therefore, we do not give excessive technology but the right technology so customers will not pay unnecessary cost. Our technology is safe and familiar to you. Once become partner, always loyal. Your satisfaction is our hope.
Pertumbuhan Rumah Sakit baru Serta adanya peluang bagi pemilik modal untuk mendirikan Rumah Sakit menambah persaingan yang semakin ketat diantara Rumah Sakit yang ada. Kunjungan di Poliklinik Kebidanan dau Anak RSIA Tambak yang masih rendah menjadi salah satu alasan perlunya dilakukan upaya pemasaran yang dapat menjadi dasar penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan segmentasi berdasarkan karakteristik pelanggan untuk mengetahui segmentasi sebagai dasar penetapan target pasar pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak RSIA Tambak. Dilakukan survey segmentasi dengan melihat pada aspek geografis, demografis, psikogratis serta aspek perilaku pada pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak RSIA Tambak. Penelitian tentang segmentasi dan target pasar ini merupakan penelitian deskriptik analitik dengan menggunakan pendekatan studi kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross sectional. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terhadap 110 responden sedangkan data sekunder diperoleh dari data BPS 2004. Hasil penelitian menunjukan pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak RSIA Tambak berasal dari 5 wilayah DKI Jakarta termasuk juga dari wilayah Tangerang dan Depok. Sedangkan segmen pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak adalah pasien yang berdomisili di Kotamadya Jakarta Selatan, mayoritas berusia 24 - 30 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA - Sarjana, bekerja sebagai pegawai swasta dan ibu rumah tangga. Dari hasil analisis multivariat metode interdependen berupa analisis cluster terbentuk kelompok cluster psikografi dan perilaku yaitu klaster "peduli kuratif" dan "peduli preventif" untuk segmen psikografis serta klaster "pelayanan baik" dan "biaya murah" untuk segmen perilaku. Dari 110 responden, untuk kelompok psikografis diperoleh sebanyak 37 responden untuk "peduli preventif" dan 73 responden untuk "peduli kuratif". Sedangkan pada kelompok perilaku 65 responden termasuk dalam kelompok "pelayanan bagus" dan 45 responden yang masuk dalam kelompok "biaya murah". Pendekatan kualitatif digunakan dengan melakukan wawancara mendalam pada pihak manajemen RSIA Tambak untuk menetapkan target pasar dengan menelaah segmen yang terbentuk. Target pasar pelanggan yang ditetapkan bersama manajemen adalah segmen menengah, dengan usia 24 - 30 tahun, bekerja sebagai pegawai swasta dan berdomisili di Jakarta Selatan. Segmentasi dan target pasar yang terbentuk hendaknya dapat melihat dari mayoritas kelompok Cluster yang terbentuk dan di tinjau ulang secara berkala berkaitan dengan selalu terjadinya perubahan yang dinamis pada kondisi pasar dan upaya pemasaran. Pihak Rumah Sakit agar membuat rancangan bauran pemasaran yang sesuai dengan gambaran segmen dan target yang ditetapkan.
The marketing activities in RSIA Buah Hati Ciputat has not optimal and there are no coorporation with BPJS Kesehatan that has been targeted and has result least number of new patients compare to number of old patients and decreasing the number of visits in pediatric polyclinic. This study aims to get information about market segments as the basis for the analysis of market segmentation, target and market position of pediatric polyclinic of RSIA Buah Hati Ciputat 2015. The types of this study is descriptive with quantitative and qualitative. The result of this study are market segments which is divided by the variable geographic, demographic, psychographic and behavioral. Target market is the potential of market segments is young mother and well educated who have children between 3-5 years old, with family income between 2-5 million rupiahs each month. The market position are the child health care which economical with qualified health personnel in South Tangerang City. Key Word : Marketing, market segmentation, target market, market position, pediatric polyclinic
Cipto Mangunkusumo Eye Center (CMEC) merupakan suatu wadah pelayanan kesehatan mata terpadu yang merupakan pengembangan dari pelayanan kesehatan mata di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo. Status rumah sakit sebagai badan layanan umum memberikan keleluasaan bagi rumah sakit untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dilihat dari besarnya pasar pelayanan untuk kelas menengah ke atas dan belum tercapainya target pelayanan pada segmen tersebut di Departemen Mata RSCM maka dibutuhkan upaya pengembangan sarana, prasarana, sumber daya dan strategi pemasaran. Tesis ini merupakan penelitian di bidang manajemen pemasaran rumah sakit, yang bertujuan untuk melakukan analisis segmen, target, posisi pasar dan bauran pemasaran pada pengembangan Cipto Mangunkusumo Eye Center. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metodologi penelitian kualitatif yang didukung data kuantitatif untuk proses segmentasi pasar. Dengan metode ini diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan penelitian yaitu merumuskan bauran pemasaran yang tepat untuk pelayanan di Cipto Mangunkusumo Eye Center. Berdasarkan hasil penelitian maka ditetapkan segmen utama untuk pelayanan di Cipto Mangunkusumo Eye Center yaitu masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, kelompok pelanggan dengan usia diatas 41 tahun, bekerja sebagai karyawan swasta / pemerintah dan berpenghasilan 3 – 5 juta rupiah per bulan serta mendapatkan jaminan kesehatan dari tempat kerja dalam bentuk asuransi kesehatan. Adapun pola pasar sasaran yang dipilih yaitu selective specialization dan positioning yang diambil ialah sebagai market challanger. Kata Kunci : Segmentasi, Targeting, Positioning
Cipto Mangunkusumo Eye Center (CMEC) is an integrated eye health service which is the development of eye health services at the Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital. Status of RSCM as a public service agency provides flexibility for hospitals to implement sound business practices to improve the service. The potential size of the upper middle class and under achievement of service targets in that segment force Department of Ophthalmology RSCM to development facilities, infrastructure, resources and marketing strategies. This thesis is a study of hospital marketing management, which aims to perform the analysis of segment, target, market positioning and marketing mix in the development of Cipto Mangunkusumo Eye Center. This study is a descriptive study with qualitative research methodology that supported the quantitative data for market segmentation process. With this method is expected to support the achievement of research goals is to formulate the appropriate marketing mix for services in Cipto Mangunkusumo Eye Center. Based on the results of studies have established the main targets for the service at Cipto Mangunkusumo Eye Center is the community in Jakarta and surrounding areas, customer groups with age above 41 years, working as employees of private / government and earn 3-5 million dollars per month and get health insurance from their workplace. The pattern of the selected target market is selective specialization and positioning which is taken as Market Challanger. Keywords : Segmentation,Targeting, Positioning
Background : Public Health Center, as one of the private health organizer runs by law corporation institution. Task and function like Puskesmas, but smaller working area, i.e. one district. At this moment, Balkesmas TB claimed to be more autonomous by PGI Cikini Health Institution so that conducted self-evaluation, started with Balkesmas TB situation analysis, conducting segmentation to service user and Balkesmas TB potential market. Objective : Segmentation survey conducted to observe geography, demography, and psychographic aspects toward Balkesmas TB service user and potential market to analyze the characteristic as a material for target determination or market target after joined with stakeholders and competitor analysis. Methods: This research design is qualitative and supported by quantitative, that consisted of three steps. First Balkesmas TB situation analysis through interview with Balkesmas TB management team and local community, face two, conducted an interview to stakeholders and competitor, and face three, conducted a summary from situation analysis result, segmentation, stakeholders and competitor to determine Balkesmas TB market target through Consensus Group Meeting (CGM). Results : Geography and demography segmentation result shows the biggest market segment for Balkesmas TB is they whom live in RW 5 TB district and East Pejaten district with 20-49 years old age group, female, SLTA/MA education, job as a housewife with monthly earnings up to Rp. 700.000 and allocating health cost between Rp. 50.000 – 100.000. From psychographic segmentation got a result that patient perception to service in Balkesmas TB is well, for the tariff, they said average and Balkesmas TB image is good. Their reason in choosing Balkesmas TB is contiguity factor, exploiting Balkesmas TB service over than 5 years, and need for specialist doctor service in Balkesmas TB and choose RS as health medium beside Balkesmas TB. This result is much the same to segmentation result done to potential market.In stakeholders analysis got that Balkesmas TB still needed right now especially because there is no Puskesmas in TB district and it still answer the peoples needs of health service. Competitor analysis is do to East Pejaten Puskesmas and Restu Ibu Clinic, where Balkesmas TB as market follower. Conclusions : Balkesmas TB market segment is West Tanjung district community, 20-49 years old age group, intermediate minimal education, job as a housewife with earning up to Rp. 700.000 and middle up economy status. This determination is fulfilling the responsive criteria, sale potential, adequate development and media scope and also measurability, substantial-ability, accessibility, and action-ability. While Balkesmas TB market target is Selective Specialization pattern. This targets determination done through CGM with Balkesmas TB management side. Keywords : Segmentation, Stakeholders, market of target
