Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34288 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurul Aini; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tiara Amelia, Pierlita Rini
S-11994
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jati Ismiyanto; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Anwar Hasan, Dewi Ramadhania
S-8464
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nindya Nuriesta Prilly; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Anitarahma Dewi Annur
Abstrak: UPT Puskesmas Lima Kaum I termasuk 5 besar puskesmas yang memiliki capaian pendistribusian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil yang rendah yaitu sebesar 62,43%. Rendahnya cakupan ini disebabkan rendahnya tingkat kepatuhan ibu hamil mengonsumsi TTD. Rendahnya tingkat mengonsumsi TTD pada ibu hamil disebabkan karena timbulnya efek samping yang mereka rasakan dan keterlambatan melakukan ANC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi ibu hamil dengan kepatuhan mengonsumsi TTD di wilayah kerja UPT Puskesmas Lima Kaum I. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 64 sampel Ibu (ibu hamil, ibu nifas, ibu yang memiliki anak usia maksimal 6 bulan) yang sudah mendapatkan Tablet Tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa berdasarkan uji statistik didapatkan persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri, dan isyarat untuk bertindak berhubungan dengan tingkat kepatuhan mengonsumsi TTD secara teratur. Intervensi yang disarankan menekankan bahwa manfaat yang lebih besar daripada efek samping yang dirasakan saat mengonsumsi TTD. Untuk mengatisipasi kelupaan, petugas kesehatan dapat menginformasikan untuk mencatat setiap mengonsumsi TTD di buku KIA dengan bekerjasama dengan kader kesehatan dan keluarga ibu hamil.
Lima Kaum I Health Center is one of the top 5 health centers that have a low distribution of iron tablet to pregnant women, which is 62.43%. This low coverage is due to the low level of compliance in pregnant women taking iron tablets. The low level of taking iron tablets in pregnant women is due to the side effects they feel and the delay in performing ANC. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of pregnant women and adherence to taking iron tablets in the working area of the Lima Kaum I Health Center. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. The sample of this study consisted of 64 samples of mothers (pregnant women, postpartum mothers, mothers with children with a maximum age of 6 months) who had received IFA tablets. of at least 90 tablets during the selected period using consecutive sampling technique. The results of the study explained that based on statistical tests obtained perceptions of severity, perceived benefits, perceived barriers, self-efficacy, and cues to aciont related to the level of adherence to taking iron tablets regularly. The recommended intervention is to inform that the benefits outweigh the perceived side effects of taking iron tablet.. To anticipate forgetfulness, health workers can inform to record every consumption of iron tablets in the KIA book in collaboration with village health workers and families of pregnant women.
Read More
S-10954
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Varian Almerridho; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Bonnie Medana Pahlavie
Abstrak:

Latar Belakang. DKI Jakarta memiliki tingkat ketidakaktifan tertinggi di Indonesia (55,7%). Mahasiswa rentan terhadap gaya hidup sedentari karena tekanan akademik. Intensi aktivitas fisik dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, persepsi kontrol, dan dukungan sosial di media sosial.
Tujuan. Studi ini meneliti hubungan antara dukungan sosial di Instagram dan faktor TPB dengan intensi aktivitas fisik pada mahasiswa di DKI Jakarta.
Metode. Studi cross-sectional pada November 2024 melibatkan 376 responden untuk meneliti intensi aktivitas fisik, sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan dukungan sosial di Instagram menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil. Mayoritas responden memiliki intensi aktivitas fisik tinggi sikap positif, norma subjektif positif, persepsi kontrol perilaku tinggi, serta dukungan sosial di Instagram yang cukup terhadap aktivitas fisik. Sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan dukungan sosial di Instagram memiliki hubungan positif yang signifikan dengan intensi aktivitas fisik (p-value <0.001). Dukungan sosial di Instagram, serta faktor TPB, memengaruhi intensi aktivitas fisik pada mahasiswa di DKI Jakarta. Upaya promosi kesehatan dan intervensi perlu dirancang lebih spesifik melalui media sosial untuk membangun kebiasaan aktivitas fisik yang baik pada mahasiswa.


Background: Physical activity is essential for health, with WHO recommending 150 minutes of moderate to vigorous exercise per week to prevent chronic diseases. The 2023 SKI data indicates that DKI Jakarta has the highest inactivity rate (55.7%). University students are particularly prone to sedentary lifestyles due to academic pressures. Physical activity intention, influenced by attitudes, subjective norms, perceived control, and social support—especially via Instagram—plays a crucial role in predicting behavior. This study explores the relationship between Instagram social support and physical activity intention among students in DKI Jakarta. Methods: A cross-sectional study in November 2024 involving 376 respondents examined physical activity intention, attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, and social support on Instagram using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Results: Most respondents showed high physical activity intention (58%). Additionally, they demonstrated positive attitudes, positive subjective norms, high perceived behavioral control, and sufficient Instagram social support regarding physical activity. Attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, and Instagram social support had a significant positive relationship with physical activity intention (p-value <0.001). Conclusion: Social support on Instagram, along with attitudes, perceived behavioral control, and subjective norms, influences physical activity intention among students in DKI Jakarta. Health promotion efforts and interventions should be tailored through social media to foster better physical activity habits among students.

Read More
S-11874
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rangga Errena Rukmana; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Triani Posma Rohana
Abstrak: Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan pada perempuan di Indonesia dan angka kasusnya diprediksi terus naik sehingga perlu dilakukan upaya deteksi dini agar penyakit ini dapat segera ditangani. Meskipun begitu, masih banyak perempuan yang enggan melakukan deteksi dini kanker payudara dengan berbagai alasan. Pemerintah Kota Depok pun telah memberlakukan program skrining kanker payudara dan ditemukan kasus curiga kanker serta tumor/benjolan yang meningkat dari tahun ke tahun, terutama di Puskesmas Sawangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, motivasi, dan keterampilan terkait perilaku terkait deteksi dini kanker payudara pada wanita di Puskesmas Sawangan Kota Depok. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 235 responden. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan di bawah rata-rata mengenai deteksi dini kanker payudara dan kurang terampil dalam melakukan SADARI. Responden yang memiliki motivasi lemah maupun kuat tidak terpaut jauh, dimana responden yang memiliki motivasi kuat untuk melakukan dini kanker payudara berjumlah sedikit lebih banyak. Responden juga memiliki self-efficacy yang tinggi dalam melakukan SADARI. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), keterampilan SADARI (p=0,000), dan self-efficacy (p=0,000) dengan perilaku deteksi dini kanker payudara. Sementara itu, tidak ada hubungan antara motivasi (p=0,949) dengan perilaku deteksi dini kanker payudara. Saran bagi Puskesmas Sawangan yaitu mempromosikan layanan SADANIS dan edukasi rutin mengenai deteksi dini kanker payudara baik kepada pengunjung Puskesmas Sawangan maupun ke masyarakat langsung dengan memanfaatkan internet/media sosial yang mampu menjangkau kalangan luas.
Breast cancer remains one of the deadliest diseases among women in Indonesia, with cases predicted to continue rising. Early detection are therefore crucial to ensure timely treatment of this disease. Despite this, many women are reluctant to do early breast cancer detection for various reasons. The Depok City Government has implemented a breast cancer screening program, revealing an increasing number of suspected cancer and tumor/lump cases annually, particularly at the Sawangan Public Health Center. The purpose of this study is to know the relationship between knowledge, motivation, and skills related to early breast cancer detection behavior among women at the Sawangan Public Health Center, Depok. This research employed a cross-sectional method with a sample size of 235 respondents. The findings indicate that the majority of respondents have below-average knowledge regarding early breast cancer detection and lack skills in performing Breast Self-Examinations (BSE). The proportion of respondents with weak and strong motivation was relatively similar, with slightly more respondents showing strong motivation for early breast cancer detection. Additionally, respondents demonstrated high self-efficacy in performing BSE. The study found significant relationships between knowledge (p=0.003), BSE skills (p=0.000), and self-efficacy (p=0.000) with early breast cancer detection behavior. However, no significant relationship was found between motivation (p=0.949) and early detection behavior. The recommendation for Sawangan Public Health Center is to promote Clinical Breast Examination services and provide regular education on early breast cancer detection to both visitors of the health center and the broader community by utilizing the internet and social media platforms to reach a wider audience.
Read More
S-11841
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imelda Wijaya; Pembimbing: Adi Sasongko, Besral; Penguji: Anwar Hassan, Noerzamanti Lies, Dewi Syarifah
Abstrak:

ABSTRAK Penerapan pengobatan massal dalam memberantas cacingan murid sekolah dasar di kota Depok telah bertahun-tahun dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program pemberantasan cacingan dengan penerapan pengobatan massal (pendekatan blankei treatmeny terhadap prevalensi cacingan serta perilaku hidup bersih dan sehat murid sekolah dasar di kelurahan Mcmyung Depok dengan desain penelitian rancangan potong lintang atau crow; sectional. Scbanyak 438 sampel murid sekolah dasar dipilih secara acak dari 795 total populasi murid kelas satu, kelas tiga dan kelas lima sekolah dasar di kelurahan Meruyung Depok. Dari penelitian ini diperolch rata-rata prevaiensi cacingan murid adalah 1,l% dan gambaran kondisi kebersihan murid mengalami perbaikan tiap kelasnya, separuh respondcn keias lima memiliki sikap baik namun pengetahuan dan praktek/ perilaku hidup bersih dari murid kelas lima umumnya buruk. Data diolah dengan menggunakan uji chi square dan diperoleh tidak ada hubungan yang bermakna antara pengobatan massal terhadap prevalensi cacingan dan kondisi kebersihan diri anak. Pada penelitian ini juga dihasilkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara karaktcristik murid dengan prcvalcnsi cacingan. Namun berdampak pada kebiasaan minum obat cacing pada murid yang diberikan oleh orang tuanya di rumah.


ABSTRACT Applying of' mass medication in fighting against worm infestation in primary school in town of Depok have through years executed without existence of data survey early and also evaluation survey. This research aim to for the influence of wormy eradication program with applying of mass medication (approach of treatment blanket) to obtain the prevalence on worm infestation and clean living behavior at primary school using cross sectional study design in sub-district of' Meruyung Depok using transversal crosscut device or sectional cross. ln amount of 438 students of primary school were randomly selected from the 795 total population of first class student, third class student and iitth class student in primary school in the Sub district Meruyung Depok. From this research obtained prevalence rate of worm infestation of the student was I, 1% and there was an improvement condition of hygiene of the student, knowledge and clean living behavior of fifth class students majority badness. Data were analyzed using Chi square to see the relation of mass medication to obtained the prevalence of worm infestation. It was revealed that mass medication do not have any relation with wormy PICVUIUIIUC UIIU U15 UUIIUILIUII UI. |l_y5lG|lC U1 UIC DLUUCIIL UUUHUDC LHCIU Wilb HU blglllllbdlll. ditterence amon the class but it took influence in habit of taking medicine worm to children that given by their parents at home.

Read More
T-2551
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Peony Emily Gloria Harto; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Yoslien Sopamena, Kristiana Siste Kurniasanti, Risatianti Kolopaking
Abstrak:
Tesis ini membahas hubungan kecanduan smartphone dengan gaya perilaku makan pada Generasi Z di DKI Jakarta. Gaya perilaku makan yang meliputi emotional eating, external eating, dan restrained eating merupakan salah satu aspek perilaku kesehatan yang dapat memengaruhi pola konsumsi individu serta berkaitan dengan risiko berbagai penyakit tidak menular. Meningkatnya penggunaan smartphone pada Generasi Z menimbulkan perhatian terhadap berbagai dampak yang mungkin muncul pada perilaku kesehatan, termasuk gaya perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecanduan smartphone dengan gaya perilaku makan pada Generasi Z di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 225 responden Generasi Z yang berdomisili di DKI Jakarta dan dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan kombinasi convenience sampling dan quota sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecanduan smartphone dan emotional eating (r = 0,343; p < 0,001), serta antara kecanduan smartphone dan external eating (r = 0,470; p < 0,001). Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dan restrained eating (r = -0,072; p = 0,280). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kecanduan smartphone tetap berhubungan secara signifikan dengan emotional eating (B = 0,351; p < 0,001) dan external eating (B = 0,376; p < 0,001) setelah dikontrol oleh jenis kelamin, status pekerjaan, dan aksesibilitas makanan. Namun, kecanduan smartphone tidak berhubungan secara signifikan dengan restrained eating (B = -0,037; p = 0,585). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecanduan smartphone berhubungan dengan emotional eating dan external eating, tetapi tidak berhubungan dengan restrained eating pada Generasi Z di DKI Jakarta. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan kecanduan smartphone dengan gaya perilaku makan tidak selalu mengikuti pola yang sama pada setiap dimensi gaya perilaku makan.

This thesis examines the correlation between smartphone addiction and eating behavior styles among Generation Z in the Special Capital Region of Jakarta. Eating behavior styles, which include emotional eating, external eating, and restrained eating, represent an important aspect of health behavior that may influence individuals’ dietary patterns and is associated with the risk of various non-communicable diseases. The increasing use of smartphones among Generation Z has raised concerns regarding its potential impact on health-related behaviors, including eating behavior styles. Therefore, this study aims to analyze the correlation between smartphone addiction and eating behavior styles among Generation Z in the Special Capital Region of Jakarta. This study employed a quantitative cross-sectional design. A total of 225 Generation Z respondents residing in Jakarta Special Capital Region were recruited using a non-probability sampling technique combining convenience sampling and quota sampling. Data were collected through an online survey using the Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) and the Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test and multiple linear regression. The results showed a significant positive relationship between smartphone addiction and emotional eating (r = 0.343; p < 0.001), as well as between smartphone addiction and external eating (r = 0.470; p < 0.001). However, no significant relationship was found between smartphone addiction and restrained eating (r = -0.072; p = 0.280). Multivariate analysis indicated that smartphone addiction remained significantly associated with emotional eating (B = 0.351; p < 0.001) and external eating (B = 0.376; p < 0.001) after controlling for sex, employment status, and food accessibility. In contrast, smartphone addiction was not significantly associated with restrained eating (B = -0.037; p = 0.585). This study concludes that smartphone addiction is associated with emotional eating and external eating but is not associated with restrained eating among Generation Z in Jakarta Special Capital Region. These findings suggest that the relationship between smartphone addiction and eating behavior styles does not necessarily follow the same pattern across different dimensions of eating behavior.
Read More
T-7722
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Rahmawati Susila; Pembimbing: Dien Anshari, Tiara Amelia; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Zakiah, R. Arso Budiriyadi
Abstrak:
Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi gizi (fungsional, interaktif, dan kritikal), informasi, dan motivasi dengan keterampilan perilaku pencegahan anemia pada siswi SMA di Kota Depok. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, yaitu pemilihan kecamatan dan sekolah secara acak, kemudian pemilihan kelas untuk pengambilan responden ditentukan oleh pihak sekolah berdasarkan ketersediaan jadwal. Jumlah responden sebanyak 211 siswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson/Spearman serta regresi linier berganda. Hasil menunjukkan seluruh variabel independen berhubungan secara signifikan dan positif dengan keterampilan perilaku pencegahan anemia (p < 0.05), dengan nilai beta  motivasi (β = 0,209), diikuti literasi gizi interaktif (β = 0,204), kritikal (β = 0,169), fungsional (β = 0,149), dan informasi (β = 0,120). Meskipun nilai beta secara statistik dikategorikan kecil, secara praktis dalam konteks promosi kesehatan nilai tersebut dianggap sedang, karena menyasar faktor perilaku yang dapat diintervensi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan intervensi promosi kesehatan yang menyeluruh dan simultan untuk meningkatkan keterampilan pencegahan anemia pada remaja.

Anemia remains a public health problem in Indonesia, particularly among adolescent girls. This study aimed to analyze the association between nutrition literacy (functional, interactive, and critical), information, and motivation with behavioral skills for anemia prevention among senior high school girls in Depok City. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a multistage random sampling method, involving random selection of subdistricts and schools, followed by class selection for respondent inclusion as determined by the schools based on schedule availability. A total of 211 female students participated in the study. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using Pearson/Spearman correlation tests and multiple linear regression. The results showed that all independent variables were significantly and positively associated with anemia prevention behavioral skills (p < 0.05), with the highest beta value for motivation (β = 0.209), followed by interactive nutrition literacy (β = 0.204), critical (β = 0.169), functional (β = 0.149), and information (β = 0.120). Although the beta values were statistically categorized as small, they are considered moderate in practical terms within the context of health promotion, as they target modifiable behavioral factors. These findings highlight the importance of comprehensive and simultaneous intervention approaches to enhance anemia prevention skills among adolescents.
Read More
T-7244
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
RR Ajeng Arumsari Yayi Pramesti; Pembimbing: Caroline Endah Wuruaningsih; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Evi Martha, Rahmat Kurniadi, Indrati Wahyuni
T-4693
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surotul Ilmiyah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Ede Surya Darmawan, Iwan Ariawan, Priyono, Dini Haryati
Abstrak: ABSTRAK Indonesia pernah berhasil mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui program KB, namun angka Total Fertility Rate (TFR) masih stagnan, bahkan tinggi dibanding negara ASEAN. Metode Kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah metode efektif yang disarankan pemerintah untuk menunda, memberi jarak kehamilan. Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi dengan angka TFR cukup tinggi, Contraceptive Prevalence Rate (CPR) rendah dan penggunaan KB MKJP rendah. Desentralisasi seharusnya memperkuat dukungan kelembagaan untuk KB di tingkat desa. John Hopskin University melalui Pusat Penelitian Kesehatan UI dan Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) telah melakukan inisiasi advokasi UU Desa Nomor 6/2014 untuk kepentingan program KB. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pemanfaatan alokasi dana desa untuk promosi MKJP dengan penggunaan MKJP di Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional menggunakan analisis bivariat chi square dan alanisis multivariat menggunakan analisis multilevel dengan level 1 individu dan level dua desa dengan data sekunder endline survey Improving Contraceptive Method Mix Project (ICMM) yang diadakan John Hopskin University bekerjasama dengan Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) dan Pusat Penelitian Kesehatan UI tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh alokasi dana desa untuk meningkatkan penggunaan MKJP dengan nilai P sebesar 0,041, dan MOR sebesar MOR 1,162 artinya desa yang memiliki alokasi dana desa untuk promosi MKJP 1,162 kali lebih besar kecenderungan dalam meningkatkan jumlah akseptor pengguna MKJP di desa tersebut dibandingkan dengan desa yang tidak memiliki alokasi dana desa untuk promosi MKJP. Selain itu variabel lain yang berengaruh signifikan yaitu kebijakan KB di desa, kelembagaan KB desa, pengetahuan setelah dikontrol variabel pendidikan, usia,statsu ekonomi, biaya pelayanan KB, biaya transportasi. Rekomendasi penelitian ini, perlu ada intervensi advokasi kesehatan level desa di berbagai daerah dengan mengalokasikan dana desa diatas Rp.7.500.000,- untuk penguatan program keluarga berencana mendukung pemakaian MKJP. Hambatan akses dalam penggunaan KB MKJP ini dapat diatasi dengan penggunaan dana selain untuk kegiatan penggerakan penyuluhan, konseling, juga dapat digunakan untuk transport akseptor, dan transport kader yang mengantar akseptor ke fasilitas kesehatan. Kata kunci: pembangunan desa, dana desa, advokasi, MKJP, KB ABSTRACT Name : Surotul Ilmiyah Department : Public Health, Health Promotion Title : "Utilization of village funds allocation for family planning promotion with uptake Long Acting and Permanent Method (LAPM) in West Nusa Tenggara Province , Indonesia Advisor : Dr. Dra. Rita Damayanti, M.SPH Indonesia has managed to control the rate of population growth through family planning programs, but the Total Fertility Rate (TFR) is still stagnant, even higher than ASEAN countries. LAPM is an effective method and be a government recommendation for spacing and limitting, distinguish pregnancy. West Nusa Tenggara is high TFR province, low Contraceptive Prevalence Rate (CPR) and low LAPM. Decentralization should strengthen institutional support for family planning at the village level. John Hopskin University through the Center for Health Research Universitas Indonesia and Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) has initiated advocacy of Village Law No. 6/2014 for the interest of family planning (FP) programs. This study aims to examine the relationship between utilization of village fund allocation for LAPM promotion with uptake of LAPM in West Nusa Tenggara. This research was conducted by cross sectional design using bivariate analysis (chi square) and multivariate analysis using multilevel regresi logistic with level 1 (individual) and level two (village) with secondary data endline survey Improving Contraceptive Method Mix Project (ICMM) held by John Hopskin University in collaboration with Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) and Center for Health Research UI in 2016. The results show that there is influence of village fund allocation to increase the use of MKJP with P value of 0.041, and OR of OR 1,162 means that village that has a village funds allocation for promotion of LAPM, 1.162 times greater increased uptake LAPM acceptors in villages compared to villages with no allocation. In addition, variables that significantly influence LAPM uptake were village fund allocation for promoting LAPM, family planning policy in the village, FP village team, knowledge after adjusted by education, age, economic statistics, cost of family planning services, transportation costs. Recommendation of this research, there should be village-level health advocacy intervention in various regions by allocating village fund above Rp.7.500.000, and creating district working group (DWG) family planning for strengthening of family planning program to support uptake LAPM. Keywords: village development, village fund, advocacy, LAPM, Family Planning
Read More
T-5101
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive