Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33758 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.



The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status. 

 

Read More
S-12029
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.


The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status.

Read More
S-12080
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chocky charly Raja Nasution; Pembimbing: Hendra; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Rudal Triawan
S-7556
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathul Masruri Syaaf; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Indri Hapsari Susilowati
S-5263
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Anggraeni; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mila Tejamaya, Istiati Suraningsih
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai persepsi risiko bahaya kimia pada pekerja sektor informal tahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan kuesioner ceklis untuk menilai variabel-variabel independen. Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran persepsi terhadap risiko bahaya kimia beserta gambaran faktor-faktor yangberhubungan dengan persepsi risiko bahaya kimia, diantaranya pengalaman,kesukarelaan, ketakutan, pengendalian, potensi dampak, dan kondisi lingkungan kerja. Penelitian ini juga dilakukan untuk melihat gambaran perbandingan persepsi pekerja terhadap risiko bahaya kimia di kedua tempat industri informal yaitu industri penyamakan kulit dan industri sablon. Hasil penelitian menggambarkan bahwa secara umum persepsi risiko bahaya kimia pada pekerjasektor informal sudah baik, walaupun masih ada beberapa pekerja yang memilikipersepsi yang buruk terhadap risiko bahaya kimia. Berdasarkan lokasi kerja,persepsi risiko bahaya kimia pada pekerja sablon lebih baik dibandingkan dengan pekerja penyamakan kulit. Persepsi yang baik pada pekerja dikedua tempat ini didapatkan karena : pekerja sudah memiliki pengalaman yang baik terkait kejadian risiko bahaya kimia, sukarela menerima risiko bahaya kimia, memiliki ketakutan terhadap risiko bahaya kimia, pekerja merasa mampu mengendalikan risiko bahaya kimia, menilai risiko bahaya kimia sebagai risiko yang berpotensi katastropik, dan menilai lingkungan kerja sudah aman dari risiko bahaya kimia.
Read More
S-8177
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasmin Maulidias Khairana Anhar; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Sulistyaning Hartatik
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelelahan pada pekerja laundry di wilayah kecamatan Pondok Gede, Bekasi. Penelitian dilakukan pada 97 pekerja laundry di Pondok Gede, Bekasi. Variabel independen pada penelitian ini yaitu faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status gizi, kuantitas tidur, kualitas tidur, commuting times, dan sttus kesehatan) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (masa kerja, durasi kerja, waktu istirahat, lingkungan kerja, dan beban kerja). Desain penelitian adalah cross-sectional dengan menggunakan kuesioner. Subjective Self Rating Test dari IFRC digunakan untuk mengukur kelelahan dan Pittsburg Sleep Quality Index digunakan untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67 pekerja (69,1%) mengalami kelelahan ringan dan 30 pekerja (30,9%) mengalami kelelahan berat. Hasil penelitian menunjukkan kuantitas tidur, kualitas tidur, status kesehatan, lingkungan kerja, durasi kerja memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kelelahan. Faktor yang paling dominan memengaruhi kelelahan adalah status kesehatan (p=0,020), OR = 6,5 dan CI 95%: 1,35031,555.
Read More
S-10784
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yolanda Eka Saputri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Devie Fitri Octraviani
S-7746
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Azizah Sofia; Pembimbing: Hendra; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Eko Pudjadi
S-6538
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitria Ferbiana; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari, Ike Pujriani
S-7736
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fani Handayani; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawati Wulandari
Abstrak: Tidak adanya pelindung (guarding) pada mesin dan peralatan kerja, jarangnya pemeliharaan mesin dan peralatan kerja, cara bekerja yang tidak mementingkan keselamatan, serta pengakuan pekerja yang sering mengalami cedera menandakan bahwa di Indah Jati Furniture memiliki risiko keselamatan dari bahaya mekanik yang terjadi akibat penggunaan mesin dan peralatan kerja. Tujuan dari penelitian adalah untuk melakukan penilaian risiko keselamatan dari bahaya mekanik.
 
Job Hazard Analysis (JHA) digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, sedangkan matriks risiko semi kuantitatif dari Fine digunakan untuk menilai risiko, nilai risiko didapat dari hasil perkalian antara probability, exposure, dan consequences. Hasil penelitian menunjukkan terdapat total enam belas jenis bahaya mekanik yang teridentifikasi pada enam proses pekerjaan dengan berbagai skenario.
 

Machines and work equipments that have no protection (guarding), lack of maintenance, working without concerned about safety, and workers who frequently having occupational injury indicate that in Indah Jati Furniture has safety risk of mechanical hazards arising the use of machinery and work equipment. The purpose of the study is to assess the safety risk of mechanical hazards.
 
Job Hazard Analysis (JHA) is used to identify hazards, while the semi-quantitative risk matrix from Fine used to assess risk, the risk values obtained from the multiplication of probability, exposure, and cconsequences. The results showed there were a total of sixteen mechanical hazards identified in six work processes with various scenarios.
Read More
S-7762
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive