Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29300 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anissatul Fathimah; Pembimbing: Kemal N. Siregar
S-2631
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elda Suswita; Pembimbing: Tri Krianto
S-3173
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sholihat; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Martha Rahmaniati Makful, Harni Pujiastuti
Abstrak: Pertumbuhan penduduk merupakan peristiwa terjadinya perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah, baik bertambah maupun berkurang. Indonesia merupakan negara yang memiliki laju pertumbuhan penduduk yang masih tinggi. BKKBN menyebutkan bahwa rata-rata Wanita Usia Subur melahirkan 2,6 anak dan laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan jika rata-rata Wanita Usia Subur melahirkan 2,1 anak. Kelompok usia remaja merupakan komponen yang berada pada usia produktif. Kelompok usia muda adalah paling dominan di antara kelompok usia lainnya. SDKI tahun 2002/2003 menunjukkan penurunan menjadi 10,4% remaja yang sudah pernah melahirkan atau sedang mengandung anak pertama, pada tahun 2007, terdapat 8,5% remaja sudah pernah melahirkan dan sedang mengandung anak pertama yaitu sebesar 6,6% remaja sudah pernah melahirkan dan 1,9% remaja sedang mengandung anak pertama (BKKBN, 2008). Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah yang kompleks terkait dengan pendidikan, kemiskinan, norma sosial budaya, dan geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas remaja kawin di Indonesia, analisis lanjut data SDKI tahun 2012 dengan pedoman kuesioner WUS (Wanita Usia Subur). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi crossectional. Pengolahan data dilakukan pada bulan Februari-Juni 2017 dengan sampel yang diambil berjumlah 2176 responden memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang didapat adalah usia kawin pertama, usia pertama melakukan hubungan seksual, dan usia pertama melahirkan memiliki nilai estimasi resiko terbesar dibandingkan dengan variabel lain. Remaja yang berumur 2 anak dibandingkan dengan remaja yang berumur ≥20 tahun saat kawin pertama. Terdapat beberapa responden yang berusia kurang dari 20 tahun saat kawin pertama, melakukan hubungan seksual pertama kali, dan saat melahirkan pertama xi kali. Oleh karena itu, penguatan sosialisasi pendewasaan kehamilan, penguatan program PKPR, dan sosialisasi serta penguatan program KB dalam penjarangan kehamilan yang dapat disampaikan melalui KUA kepada para calon pengantin sangat diperlukan untuk menekan permasalahan yang terjadi pada usia remaja. Kata Kunci: Anak lahir hidup, faktor-faktor, fertilitas, Indonesia, wanita usia subur Population growth is the occurrence of changes in the number of people in a region, either increased or decreased. Indonesia is a country that has a high population growth rate. BKKBN mentioned that the average Fertile Women gave birth to 2.6 children and the rate of population growth can be suppressed if the average of Women Aged Fertile gave birth to 2.1 children. The adolescent age group is a component that resides in the productive age. The younger age group is the most dominant among other age groups. IDHS in 2002/2003 showed a decrease to 10.4% of teenagers who had given birth or being pregnant with the first child, in 2007, there were 8.5% of teenagers had given birth and were pregnant with the first child that is 6.6% Childbirth and 1.9% of teenagers being pregnant with the first child (BKKBN, 2008). This can lead to complex problems related to education, poverty, socio-cultural norms, and geography. This study aims to determine the factors affecting the fertility of adolescents mating in Indonesia, further analysis of data SDKI 2012 with guidelines questionnaire WUS (Female Age Fertile). This research uses a quantitative approach with cross sectional study. Data processing conducted in February-June 2017 with the sample taken amounted to 2176 respondents with inclusion criteria. The results obtained are the first marriage age, the first age of sexual intercourse, and the first age of birth has the greatest risk estimation value compared with other variables. Teenagers 2 children compared with ≥20 years of age at first marriage. There are some respondents who are less than 20 years old during the first marriage, first sexual intercourse, and the first time of childbirth. Therefore, strengthening the socialization of the maturation of pregnancy, the strengthening of PKPR program, and the socialization and strengthening of family planning program in pregnancy spacing which can be delivered through KUA to the bride and groom is very necessary to suppress the problems that occur in adolescence. Keywords: Total children ever born, factors, fertility, Indonesia, women in childbearing age.
Read More
S-9556
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Utari; Pembimbing: Sudijanto Kamso
S-2509
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fikria Nur Ramadani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Ika Lastyaningrum, Eriati
Abstrak:
Di Indonesia, kontrasepsi diatur dan diselenggarakan dalam program Keluarga berencana yang bertujuan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dan tercapai kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan penggunaan alat kontrasepsi modern ke tradisional pada wanita berstatus kawin di Indonesia berdasarkan data SDKI 2017. Metode pengambilan datanya adalah cross sectional dan dianalisis dengan model regresi logistik. Gambaran jenis kontrasepsi modern yang digunakan adalah metode kontrasepsi jangka pendek, sedangkan alasan responden melakukan perpindahan karena alasan efek samping, permasalahan akses dan ketersediaan, serta tidak adanya dukungan dari suami. Hasil bivariat menyatakan bahwa faktor predisposisi (umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan,Sosio ekonomi , dan keinginan memiliki anak), faktor penguat (pengambil keputusan, kunjungan dan penyuluhan KB, dan keterpaparan media) serta faktor pemungkin yaitu kualitas pelayanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan perpindahan kontrasepsi modern. Berdasarkan analisis multivariat, variabel tingkat pendidikan merupakan variabel yang paling kuat mempengaruhi perpindahan kontrasepsi modern dibandingkan variabel lainnya. Program KB perlu lebih berfokus kepada faktor demografi klien dengan memberikan pelayanan dan penyuluhan yang luas dan berkualitas sehingga tujuan program KB dapat tersampaikan dengan efektif dan tepat sasaran

Contraception is an effort to prevent pregnancy. This effort can be temporary or permanent by means of certain methods, tools and medicines. In Indonesia, contraception is regulated and implemented in the family planning program which aims to create quality families and achieve community welfare. This study aims to analyze the factors that influence the shift in the use of modern to traditional contraceptives among currently married women in Indonesia based on the 2017 IDHS data. The data collection method is cross sectional and analyzed with a logistic regression model. The description of the type of modern contraception used is the short-term contraceptive method, while the reasons for the respondents moving were due to side effects, problems of access and availability, and the absence of support from their husbands. The bivariate results state that predisposing factors (age, education level, level of knowledge, socioeconomics, and desire to have children), reinforcing factors (decision makers, family planning visits and counseling, and media exposure) and enabling factors, namely service quality have a significant relationship with displacement. modern contraception. Based on mutivariate analysis, the variable level of education is the variable that has the strongest influence on the transfer of modern contraception compared to other variables. Family planning programs need to focus more on client demographic factors by providing broad and quality service and counseling so that the objectives of the family planning program can be delivered effectively and on target.

Read More
T-5932
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maiyanti Aziz; Pembimbing: Trini Sudiarti
S-2455
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titi Nuryati; Pembimbing: Toha Muhaimin
S-2292
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuridista Putri Pratiwi; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Anindita dyah Sekarputri
Abstrak: Tingkat fertilitas merupakan salah satu indikator yang menjadi prioritas utama pencapaian MDGs Indonesia. Tingkat fertilitas di Jawa Barat merupakan yang tertinggi di Indonesia. Tingkat fertilitas di dalam data survei dapat diukur dengan menggunakan jumlah anak lahir hidup (ALH). Umur kawin pertama merupakan salah satu faktor terpenting yang dapat mempengaruhi tingkat fertilitas.Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur kawin pertama terhadap tingkat fertilitas wanita usia subur di Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012. Penelitian menggunakan kriteriainklusi wanita usia subur usia 15-49 tahun yang pernah menikah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan pada wanita yang pernah penikah di Provinsi Jawa Barat, mereka yang menikah di usia ≤ 18 tahun memiliki risiko 2,5 kali lebih tinggi untuk memiliki tingkat fertilitas tinggi dibandingkan yang menikah di usia > 18 tahun setelah variabel lain dikendalikan. Variabellain yang turut berperan dalam tingkat fertilitas wanita usia subur yaitu umur, tempat tinggal,tingkat pendidikan istri, status pekerjaan istri, norma tentang besarnya keluarga, dan penggunaan alat kontrasepsi saat ini. Oleh karena itu, kegiatan KIE terkait program KB dan pendewasaan usia perkawinan, pemberdayaan wanita, serta pembukaan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan status ekonomi diperlukan sebagai upaya mencegah dan mengatasi permasalahan terkait fertilitas di kalangan wanita usia subur di Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci : Fertilitas, anak lahir hidup, wanita usia subur, Jawa Barat, pengaruh, umur kawin pertama.
Read More
S-8267
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maula Salsabiela; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono
S-2692
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive