Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36727 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Martina Hanifah Maulida; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Zakianis, Yustinus Maladan
S-12126
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laura Dwi Pratiwi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ema Hermawati, Sukanda, Rr. Dian Novianti
Abstrak:
Di Kota Depok, diare merupakan 4 penyakit teratas diderita oleh balita. Salah satu faktor risiko penyakit diare adalah mengonsumsi air minum yang terkontaminasi tinja. Kontaminasi tinja dapat dilihat dari jumah kandungan bakteri E. coli dalam air minum rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan Escherichia coli (E. coli) dalam air minum rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Kota Depok Penelitian merupakan studi cross-sectional dengan 300 responden di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Bojong Sari. Pengambilan sampel adalah total sampling dari data engambilan sampel air minum rumah tangga menggunakan metode SNI 3554:2015. Kandungan E. coli pada air minum rumah tangga diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Kejadian diare yang dirasakan dalam 6 bulan terakhir pada balita didapatkan dengan wawancara terhadap ibu. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengetahui sanitasi, higiene dan karakteristik ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan E. coli dalam air minum rumah tangga yang tidak memenuhi syarat sejumlah 174 Sarana jamban keluarga, kondisi sumber air bersih, penyimpanan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan menerapkan CTPS berisiko 0,9 kali mengalami diare pada balita. Rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan tidak menerapkan CTPS berisiko 3,7 kali mengalami diare pada balita

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this compound source is produced from decomposition process in landfill. The most sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried out by interview by questionnaire and measure  H2S ambient at 9 poimts locate aroundd community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around Cipayung landfill.

Read More
T-5909
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Yunita; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Agustin
Abstrak:
Keamanan pangan pada makanan siap saji merupakan aspek penting dalam pencegahan foodborne disease. Pangan yang aman harus terbebas dari cemaran biologis seperti Escherichia coli serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kontaminasi B3 dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat paparan zat kimia, sedangkan Escherichia coli dapat memicu penyakit bawaan pangan akibat cemaran biologis. DKI Jakarta sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan perkembangan usaha kuliner yang pesat memiliki risiko keamanan pangan yang kompleks. Pada tahun 2023, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus keracunan makanan tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 370 kasus (31,78%), serta terjadi peningkatan kasus diare sebesar 3,35% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sanitasi dan perilaku higiene penjamah terhadap keamanan pangan pada gerai makanan siap saji di Lima Kota Administrasi DKI Jakarta tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan menggunakan data sekunder dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 138 gerai makanan siap saji. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 76,8% gerai memenuhi syarat keamanan pangan. Faktor risiko yang paling banyak tidak memenuhi syarat adalah higiene penjamah (86,2%), metode pencucian alat makan dan masak (84,8%), tempat sampah (76,1%), dan penggunaan sumber air bersih non-perpipaan (55,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan (p-value >0,05) antara seluruh faktor higiene penjamah dan sanitasi dengan keamanan pangan. Meskipun demikian, penerapan higiene dan sanitasi pangan tetap perlu ditingkatkan untuk mencegah risiko cemaran biologis maupun kimia pada makanan siap saji.

Food safety in ready-to-eat foods is a crucial component in the prevention of foodborne diseases. Safe food must be free from biological contaminants, such as Escherichia coli, as well as hazardous and toxic substances (B3). Exposure to hazardous chemicals in food may lead to adverse health effects due to chemical toxicity, whereas contamination by Escherichia coli may result in foodborne illnesses caused by biological hazards. DKI Jakarta, characterized by its high population density and rapid growth of the culinary industry, faces increasingly complex food safety challenges. In 2023, DKI Jakarta recorded the highest number of food poisoning cases in Indonesia, totaling 370 cases (31.78%), accompanied by a 3.35% increase in diarrhea cases in 2024. This study aimed to analyze the association between sanitation and food handler hygiene behavior and food safety among ready-to-eat food stalls across the Five Administrative Cities of DKI Jakarta in 2023. An analytical observational study was conducted using secondary data obtained from the Center for Public Health Laboratory (BBLKM) Jakarta. The study involved 138 ready-to-eat food stalls as research samples. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods with the chi-square test. The findings indicated that 76.8% of food stalls met food safety standards. The most prevalent risk factors that failed to meet the required standards included food handler hygiene (86.2%), washing practices of eating and cooking utensils (84.8%), waste bin conditions (76.1%), and the use of non-piped clean water sources (55.1%). Statistical analysis demonstrated no significant association (p-value >0.05) between sanitation and food handler hygiene factors and food safety. Nevertheless, strengthening food hygiene and sanitation practices remains essential to minimize the risk of biological and chemical contamination in ready-to-eat foods.
Read More
S-12246
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Dwi Septiani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Sifa Fauzia
Abstrak: Jajanan minuman dingin merupakan salah satu jenis jajanan ringan yang didinginkanataupun ditambah dengan es, cukup digandrungi oleh anak-anak. Jenis jajanan ini dapatdijumpai dengan mudah di lingkungan sekitar termasuk instusi Pendidikan. Kota Depoksendiri, memiliki penduduk dengan rerata usia berada pada usia pertumbuhan. Namunsalah satu permasalahan yang dihadapi setiap tahun di Kota Depok adalah gangguankesehatan pencernaan, salah satunya penyakit Diare. Diare umumnya disebabkan olehbakteri Escherichia coli dan umumnya menyerang individu anak usia 5-14 tahun. Anakusia pertumbuhan memiliki imun tubuh yang rentan dan masih sensitif. Penelitian inimenggunakan data sekunder dari hasil tesis saudara Nurina Vidya Ayuningtyas.Menggunakan desain studi cross sectional dengan metode observasi lapangan danwawancara di 141 Sekolah Dasar di Kota Depok pada tahun 2019. Hasil dari penelitianini menunjukkan sebanyak 16,2% dari 99 sampel terkontaminasi E. coli. Adapunvariabel higiene sanitasi makanan yang dibandingkan menunjukkan tidak ada hubunganantara kebersihan peralatan makan dengan kontaminasi E. coli (p=0,448), tidak adahubungan antara personal higiene penjamah dengan kontaminasi E. coli (p=0,411),tidak ada hubungan antara distribusi dan penyajian makanan dengan kontaminasi E. coli(p=5,569).Kata kunci: bakteri, Escherichia coli, Jajanan Minuman Dingin, Kontaminasi Pangan.
Read More
S-10495
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Wina Syahira; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Diare merupakan gangguan gastrointestinal yang setiap tahunnya terdapat sekitar 1 juta orang meninggal melalui air minum dan sanitasi tidak aman. Rumah tangga dengan akses sumber air minum layak pada 2025 hanya 93,22% dari target nasional 100% pada 2024. Diare konsisten berada dalam 10 penyakit tertinggi di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan (kualitas mikrobiologi E. coli, jenis sumber air minum, lokasi sumber air minum, jarak sumber air minum dengan sumber pencemar, dan jenis tempat penyimpanan air minum), faktor perilaku (pengolahan air minum), dan faktor sosiodemografi (pendidikan, usia, dan pekerjaan) dengan kejadian diare di Kota Depok 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT). Analisis data mencakup univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik. Ditemukan hubungan antara kualitas mikrobiologis (E. coli) (p=0,026) dan jarak sumber air dengan septik tank (p=0,030) terhadap kejadian diare di Kota Depok. Kualitas mikrobiologis merupakan faktor dominan berpengaruh terhadap kejadian diare. Rumah tangga dengan kualitas mikrobiologi air yang tidak memenuhi syarat memiliki peluang kejadian diare 1,97 kali dibandingkan dengan rumah tangga dengan kualitas mikrobiologi yang memenuhi syarat (95%CI:1,133–3,435). Diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam penyelenggaraan edukasi, pengawasan kualitas air minum, serta sanitasi aman.

Diarrhea is a gastrointestinal disorder that claims the lives of approximately 1 million people each year due to unsafe drinking water and sanitation. By 2025, only 93.22% of households have access to safe drinking water, falling short of the national target of 100% by 2024. Diarrhea consistently ranks among the top 10 diseases in Depok City. This study aims to analyze the relationship between environmental factors (microbiological quality of E. coli, drinking water source, location of the drinking water source, distance between the drinking water source and pollution sources, and drinking water storage), behavioral factors (drinking water treatment), and sociodemographic factors (education, age, and occupation) and the incidence of diarrhea in Depok City in 2025. The study used a cross-sectional design with secondary data from the Household Drinking Water Quality Surveillance (SKAMRT). Data analysis included univariate, bivariate analysis using the Chi-Square test, as well as multivariate analysis using logistic regression. Results showed an association between microbiological quality (E. coli) (p=0.026) and the distance between water source and the septic tank (p=0.030) and the incidence of diarrhea in Depok City. Microbiological quality was the most dominant factor influencing the incidence of diarrhea. Households with microbiological quality that do not meet standards had 1.97 times higher odds of experiencing diarrhea compared to households with microbiological quality that meets the standards (95%CI:1,133–3,435). Collaboration among various stakeholders is needed to provide education, monitor drinking water quality, and ensure safe sanitation regarding septic tanks.
Read More
S-12259
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tegar Rezavie Ramadhan; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Zakianis; Rina Fithri Anni Bahar
S-5994
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Istiqma Azmi Ardina Noor; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Umi Zakiati
Abstrak: Telepon seluler menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan manfaat serta kemudahan yang diperoleh dari penggunaan telepon seluler. Namun, dengan semua manfaat yang ditawarkan, telepon seluler memiliki peran potensial dalam transmisi mikroorganisme yang berbahaya terhadap kesehatan dengan berperan sebagai pembawa sejumlah mikroorganisme yang hidup di setiap inchi permukaan telepon seluler, salah satunya adalah Escherichia coli. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada telepon seluler mahasiswa sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat sebuah Universitas Negeri. Pengambilan data dilakukan kepada 98 responden mahasiswa kesehatan masyarakat tingkat sarjana, baik reguler maupun ekstensi angkatan 2015-2018, dengan menggunakan kuesioner mengenai perilaku kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler oleh mahasiswa. Responden diperoleh menggunakan teknik sampling aksidental. Sedangkan sampel bakteri pada telepon seluler diambil dengan teknik swab menggunakan larutan Buffered Pepton Water pada bagian layar, samping, dan belakang telepon seluler. Bakteri dari sampel kemudian diidentifikasi di laboratorium menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan media Chromocult Coliform Agar (CCA). Hasil pemeriksaan laboratorium pada 98 sampel telepon seluler adalah negatif atau tidak terdapat bakteri Escherichia coli pada sampel. Kondisi kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler mahasiswa kesehatan masyarakat masing-masing sebesar 53.1%, 70.4%, dan 60.2%. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler mahasiswa termasuk ke dalam kategori baik.
Read More
S-10212
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Arsyina; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Ririn Arminsih; Penguji: Ema Hermawati, Dian Novianti, Sukanda
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan antara faktor higiene dan sanitasi yakni sarana pembuangan tinja, penyaluran tinja, sumber air bersih, kondisi sumber air bersih, sumber air minum, tempat penyimpanan air minum, tempat sampah di dapur, dan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan kandungan bakteri Escherichia coli (E.coli) dalam air minum rumah tangga yang ada di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melakukan analisis data sekunder yang berasal dari hasil penelitian Survei Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Kota Depok Tahun 2019 milik PKKLI FKM UI. Hasil penelitian yakni ada hubungan yang signifikan antara tempat penyimpanan air minum (OR=2,60; CI 95%: 1,18-5,71) dan perilaku CTPS (OR=1,65; CI 95%: 1,04-2,62) dengan kandungan E.coli dalam air minum rumah tangga. Faktor dominan yang mempengaruhi kandungan E.coli dalam air minum rumah tangga adalah tempat penyimpanan air minum. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, disarankan bagi masyarakat untuk menggunakan tempat penyimpana air minum yang tertutup dan dijaga kebersihannya. Terkait perilaku CTPS, disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota Depok melalui puskesmas setempat untuk lebih menggalakkan kampanye CTPS terutama di sekolah-sekolah agar dapat membentuk sebuah kebiasaan CTPS sejak dini.
Read More
T-5789
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helda Dinasari S; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sukanda
S-9058
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Astrika Fardani; Pembimbing: Suyud; Penguji: Ririn Arminsih, Kuratul Aini
S-7728
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive