Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35935 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yoli Andra; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Stevan D. Anbiya, Iting Shofwati , Soca Gumpalawan
Abstrak:
Pengujian emas di laboratorium mineral menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya bagi kesehatan pekerja baik metode Fire Assay, metode aqua regia dan metode leaching sianida. Sehingga perlu diketahui risk rating dari bahan kimia dan metode pengujian yang dilakukan agar dapat ditentukan langkah-langkah pencegahan dari potensi terpajan dengan bahan kimia dan bahkan terjadinya penyakit akibat kerja. Di Laboratorium Mineral XYZ sudah menjalankan penilaian risiko secara general melalui formulir HIRADC namun belum dilakukan penilaian secara komprehensif dengan metode yang tepat terhadap risiko kesehatan pekerja. Metode CHRA DOSH Malaysia (2018) sangat tepat dipilih dalam melakukan penilian bahaya bahan kimia melalui rute inhalasi dan dermal.  risiko kesehatan pengujian emas dilaboratorium Mineral XYZ   didapatkan bahwa risk rating pajanan inhalasi secara kualitatif dalam pengujian emas dengan metode aqua regia lebih rendah dibandingkan dengan pengujian emas dengan metode fire assay dan metode leaching sianida. metode fire assay memiliki risk rating = 25 (High Risk) metode digestion aqua regia = 9 (Moderate Risk), dan metode leaching sianida = 15 (High Risk). Hal ini sejalan dengan penilaian hazard   setiap bahan kimia yang digunakan pada pengujian emas dengan metode fire assay, metode aqua regia digestion dan metode leaching sianida yang paling tinggi nilai Hazard Rating (HR) pengujian emas dengan metode metode fire assay dengan nilai 5.  Sedangkan penilaian risk rating pajanan dermal di dapatkan nilai 3= H2 (high Risk) terhadap ketiga metode pengujian emas tersebut. Pengendalian bahaya dan risiko kesehatan pengujian emas di Laboratorium mineral XYZ berjalan cukup baik, namun untuk pengujian emas dengan metode aqua regia digestion dan metode leaching sianida diharapkan dapat menjadi prioritas dalam pengendaliannya


Gold testing in mineral laboratories uses chemicals that are hazardous to workers' health, both the Fire Assay method, the aqua regia method and the cyanide leaching method. So it is necessary to know the risk rating of the chemicals and the testing methods used so that preventive measures can be determined from the potential for exposure to chemicals and even occupational diseases. In the XYZ Mineral Laboratory, a general risk assessment has been carried out through the HIRADC form, but a comprehensive assessment has not been carried out with the right method for worker health risks. The CHRA DOSH Malaysia (2018) method is very appropriate to be chosen in assessing the hazards of chemicals through inhalation and dermal routes. The health risks of gold testing in the XYZ Mineral Laboratory found that the qualitative inhalation exposure risk rating in gold testing with the aqua regia method was lower than gold testing with the fire assay method and the cyanide leaching method. The fire assay method has a risk rating = 25 (High Risk) the aqua regia digestion method = 9 (Moderate Risk), and the cyanide leaching method = 15 (High Risk). This is in line with the hazard assessment of each chemical used in gold testing with the fire assay method, the aqua regia digestion method and the cyanide leaching method which has the highest Hazard Rating (HR) value for gold testing with the fire assay method with a value of 5. While the risk rating assessment of dermal exposure obtained a value of 3 = H2 (high Risk) for the three gold testing methods. Control of hazards and health risks of gold testing at the XYZ Mineral Laboratory is running quite well, but for gold testing with the aqua regia digestion method and the cyanide leaching method, it is expected to be a priority in its control
Read More
T-7424
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ryan Rachmawan; Pembimbing: Penguji Tejamaya, Doni Hikmat Ramdhan, Fatma Lestari, Hanafi, Elsye As Safira
Abstrak: Berbagai macam pelarut organik digunakan di laboratorium pengujian PT SCI, termasuk benzene, toluene dan xylene (BTX). BTX diketahui sebagai bahan kimia yang berbahaya dan dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan baik dampak akut maupun kronis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian risiko Kesehatan terkait pajanan BTX guna menilai kecukupan metode pengendalian yang telah diimplementasikan di laboratorium PT SCI. Penelitian ini menilai risiko Kesehatan terkait inhalasi pajanan BTX dengan metode CHRA DOSH Malaysia secara kualitatif dan kuantitatif; dibandingkan dengan metode SQRA Singapura secara kuantitatif, tingkat risiko terkait pajanan benzene masuk ke dalam kategori tinggi, sedangkan pajanan toluene dan xylene memiliki risiko moderat. Secara kuantitatif (CHRA), pajanan benzene (TWA pengukuran = 0,025 ppm) memiliki risiko moderat (RR=5), sedangkan toluene (TWA pengukuran = 0,104 ppm) dan xylene (TWA pengukuran = 0,077 ppm) memiliki tingkat risiko rendah (RR=2). Dengan menggunakan metode SQRA diperoleh nilai tingkat risiko moderate untuk benzene, dan rendah untuk toluene, serta xylene. Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif CHRA overestimate metode kuantitatif CHRA; dan metode kuantitatif CHRA dan SQRA memperlihatkan hasil yang sebanding
A various of organic solvents are used in PT SCI's testing laboratory, including benzene, toluene, and xylene (BTX). BTX is known as a hazardous chemical and can pose a health risks, both acute and chronic. Therefore, it is necessary to conduct a health risk assessment related to BTX exposure in order to assess the adequacy of the control methods that have been implemented in the PT SCI laboratory. This study assessed the health risks associated with inhalation of BTX exposure with the CHRA DOSH Malaysia method qualitatively and quantitatively and compared to the Singapore quantitative method SQRA, the level of risk associated with benzene exposure is in the high category, while exposure to toluene and xylene has a moderate risk. CHRA in quantitatively, benzene exposure (TWA measurement = 0.025 ppm) had a moderate risk (RR=5), while toluene (TWA measurement = 0.104 ppm) and xylene (TWA measurement = 0.077 ppm) had a low risk level (RR=2). By using the SQRA method, the risk level is moderate for benzene, and low for toluene and xylene. It can be concluded that the CHRA qualitative method overestimates the CHRA quantitative method; and quantitative methods CHRA and SQRA showed comparable results.
Read More
T-6256
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riris; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Abdul Kadir, Indri Hapsari Susilowati, Ade Kurdiman, Ali Syahrul Choiruman
Abstrak:

Latar Belakang: Gangguan Muskuloskeletal (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di kalangan pekerja, terutama perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Perawat IGD sering melakukan aktivitas fisik intens seperti mendorong dan mengangkat pasien, yang meningkatkan risiko MSDs. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko keluhan MSDs pada perawat IGD di Rumah Sakit XYZ. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 15 perawat IGD di Rumah Sakit XYZ. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Risiko postur kerja dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9011:2021. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa keluhan MSDs tertinggi terjadi pada pinggang, bahu, dan leher. Aktivitas mendorong dan mengangkat pasien dengan teknik yang tidak ergonomis merupakan faktor risiko utama. Kesimpulan: Penelitian ini mengidentifikasi faktor risiko MSDs pada perawat IGD dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan ergonomi guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja. Kata Kunci: Gangguan Muskuloskeletal, Perawat IGD, Risiko Ergonomi, Rapid Entire Body Assessment, SNI 9011:2021.


Background: Musculoskeletal Disorders (MSDs) are common health issues among workers, particularly nurses in hospital Emergency Departments (ED). ED nurses often engage in physically demanding activities such as pushing and lifting patients, increasing the risk of MSDs. Objective: This study aims to evaluate the risk of MSD complaints among ED nurses at XYZ Hospital. Methods: This is a descriptive study with a cross-sectional approach, involving 15 ED nurses at XYZ Hospital. Data were collected through observations, interviews, and the questionnaire. Work posture risk was assessed using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Indonesian National Standard (SNI) 9011:2021. Results: The results indicated that the highest MSD complaints occurred in the lower back, shoulders, and neck. The main risk factors were improper ergonomics in pushing and lifting patients. Conclusion: This study identified the risk factors for MSDs among ED nurses and provided recommendations for ergonomic improvements to enhance occupational safety and health. Keywords: Musculoskeletal Disorders, Emergency Room Nurses, Ergonomic Risk, Rapid Entire Body Assessment, SNI 9011:2021.

Read More
T-7139
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neni Yuniyati; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Yulianto S. Nugroho
S-6158
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Regina Pinkan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Dyah Eka Prasadjati
Abstrak: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu secara global. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan, prevalensi tertinggi untuk penyakit kardiovaskular di Indonesia adalah penyakit jantung koroner, yakni sebesar 1,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko penyakit jantung koroner (PJK) pada pekerja di perusahaan tambang emas PT Cibaliung Sumberdaya, Pandeglang tahun 2017 berdasarkan faktor risiko tekanan darah, indeks massa tubuh, merokok, diabetes melitus, aktivitas fisik, kolestrol dan kebiasaan makan. Desain studi penelitian ini adalah cross sectional yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 88 pekerja dengan metode quota sampling. Tingkat risiko PJK dihitung dengan menggunakan metode scoring Skor Kardiovaskular Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39 orang pekerja (44,3%) memiliki tingkat risiko PJK rendah, 31 pekerja (35,2%) memiliki risiko PJK sedang dan 18 orang pekerja (20,5%) memiliki tingkat risiko PJK tinggi. Oleh karena itu, perlu melakukan penanganan dengan segera pada pekerja yang memiliki tingkat risiko tinggi dan melakukan tindakan antisipasi pada pekerja yang memiliki tingkat risiko sedang sebagai wujud tindakan promotif dan preventif untuk mencegah pekerja terkena penyakit jantung koroner.

Cardiovascular disease is the first leading cause of death globally. Riskesdas data of 2013 shows that the highest prevalence of cardiovascular disease in Indonesia is coronary heart disease, which is 1.5%. This study aims to analyze the risk level of coronary heart disease (CHD) in workers at gold mining company PT Cibaliung Sumberdaya, Pandeglang 2017 based on risk factors of blood pressure, body mass index, smoking habit, diabetes mellitus, cholesterol, physical activity, and eating habits. The study design used in this research is descriptive cross sectional study with quantitative and qualitative approach. The sample of this study were amounted to 88 workers with quota sampling method. The risk level of CHD was calculated using the scoring method of Jakarta Cardiovascular Score. The results showed that 39 workers (44.3%) had low risk of CHD, 31 workers (35.2%) had medium risk of CHD and 18 workers (20.5%) had a high risk of CHD. Therefore, it is necessary to conduct treatment promptly on workers who have a high risk level and take anticipatory action on workers who have medium risk level as a form of promotive and preventive measures to prevent workers from coronary heart disease. 
Read More
S-9610
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Sapto Priyono; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Dadan Erwandi, Muthia Ashifa, Yuni Kusminanti
Abstrak: Data MCU nampak adanya faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada karyawan PT X yang perlu mendapat perhatian sehingga dapat dicegah timbulnya penyakit kardiovaskuler. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh intervensi promosi kesehatan terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada pekerja tambang emas PT X di Pandeglang tahun 2017. Desain penelitian adalah kuasi eksperimental dengan pre and post test controlled group design dengan 2 kelompok yaitu kelompok workshop dan flyer dan kelompok flyer. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi program promosi kesehatan pada tekanan darah, IMT, glukosa darah dan skor aktifitas fisik, namun tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi program promosi kesehatan pada skor merokok. Perusahaan disarankan mengembangkan program promosi kesehatan secara komprehensif sesuai dengan Ottawa Charter.

MCU data show the presence of risk factors for cardiovascular disease in PT X employees who need attention so that prevented the incidence of cardiovascular disease. The purpose of this study was to determine the effect of health promotion intervention on cardiovascular disease risk factors in gold mine worker PT X in Pandeglang 2017.The research design was quasi experimental with pre and post test controlled group design with 2 groups ie workshop and flyer group and flyer group.The results showed significant differences before and after intervention of health promotion programs on blood pressure, BMI, blood glucose, physical actifity, but there were no significant differences before and after intervention of health promotion program on score smoking. The company is advised to develop a comprehensive health promotion program in accordance with Ottawa Charter.
Read More
T-4985
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarifah Nur Beti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-5995
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Stephani Kristantri Hutabarat; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Radyan Prasetyo
Abstrak:
Fatigue pada pekerja tambang memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat absenteisme, produktivitas yang menurun, biaya kesehatan, kecelakaan, dan biaya terkait kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat fatigue pada pekerja di PT. XYZ Jobsite Y serta menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan. Faktor risiko yang diteliti meliputi faktor terkait pekerjaan (faktor fisik pekerjaan, shift kerja, lingkungan kerja, beban kerja, hubungan interpersonal, waktu perjalanan, dan masa kerja) dan faktor tidak terkait pekerjaan (usia, status merokok, indeks massa tubuh, kualitas tidur dan kuantitas tidur). Untuk mengukur kelelahan digunakan kuesioner Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER), untuk mengukur faktor fisik pekerjaan digunakan kuesioner The Self-administered Questionnaire, untuk mengukur kualitas tidur digunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan untuk mengukur beban kerja dan hubungan interpersonal digunakan kuesioner NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ). Penelitian ini dilakukan kepada 82 pekerja tambang di PT. XYZ dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Pekerja terdiri dari karyawan kontrak dan tetap yang terbagai kedalam 3 departemen yaitu departement mining, plant, dan support. Untuk melihat hubungan antara faktor independen dengan dependen digunakan analisis inferensial dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 responden (26%) mengalami kelelahan kronis, dan sebanyak 23 responden (29%) mengalami kelelahan akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya faktor usia dan indeks massa tubuh (IMT) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat fatigue akut pada pekerja sedangkan faktor lainnya tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat fatigue kronis maupun akut

Fatigue in mining workers has a significant impact on absenteeism rates, decreased productivity, medical costs, accidents, and fatigue-related costs. This study aims to describe the level of fatigue in workers at PT. XYZ Jobsite Y and analyze the associated risk factors. The risk factors studied included work-related factors (work physical factors, work shifts, work environment, workload, interpersonal relationships, travel time, and years of service) and non-work related factors (age, smoking status, body mass index, sleep quality and sleep quantity). To measure fatigue, the Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) questionnaire was used, the Self-administered Questionnaire was used to measure the physical factors of work, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure sleep quality, and to measure workload and interpersonal relationships a questionnaire was used. NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ). This research was conducted on 82 mining workers at PT. XYZ by using a cross-sectional research design. A total of 73 respondents (89%) were male and 9 respondents (11%) were female. Workers consist of contract and permanent employees who are divided into 3 departments, namely the mining, plant, and support departments. To see the relationship between independent and dependent factors used inferential analysis using the chi square test. The results showed that 21 respondents (26%) experienced chronic fatigue, and 23 respondents (29%) experienced acute fatigue. The results showed that only age and body mass index (BMI) had a significant relationship with acute fatigue levels in workers while other factors did not have a significant relationship with chronic or acute fatigue levels
Read More
S-11159
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Bagus Riyanto; Pembimbing: Hendra; Penguji: Franky H. Sitinjak, Baiduri Widanarko
Abstrak: Aktivitas di dalam ruang kantor seperti menggunakan komputer merupakan pekerjaan yang paling sering dilakukan. Penggunaa komputer yang terus-menerus setiap harinya akan menimbulkan risiko pekerja mengalami musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi dan keluhan subjektif MSDs pada pekerja pengguna komputer di kantor PT XYZ. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat risiko ergonomi, usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, dan keluhan subjektif MSDs. Penelitian ini dilakukan kepada 26 pekerja dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan antara indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, serta kebiasaan olahraga terhadap keluhan subjektif MSDs.
Read More
S-9637
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Anggarawati Putri; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Prihono Sapto Atmodjo
S-9741
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive