Ditemukan 34961 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a type of retrovirus that infects and damages immune cells in the body. This virus targets and multiplies within CD4 lymphocyte cells, weakening and eventually destroying the immune system. Untreated HIV leads to acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), which is associated with opportunistic infections such as tuberculosis, diabetes mellitus, and cancer. According to the Indonesian Ministry of Health, in 2022 there were 90,956 HIV cases with 28,501 deaths reported. Cancer is a common disease among HIV patients, who have a 50-200 times higher risk compared to healthy individuals, highlighting the need to reduce cancer incidence through efforts such as providing HIV counselling services, administering ART treatment, and screening for opportunistic infections. This study aims to identify factors associated with cancer incidence in PLHIV using medical record data from Dharmais Cancer Hospital. The research employs a cross-sectional study design. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, with chi-square tests and prevalence ratios (95% CI) presented. Based on the analysis, significant associations were found between total CD4 count, gender, and opportunistic infections. At Dharmais Cancer Hospital, the relative risk (OR) for total CD4 <200 was 3.843 (95% CI 1.741-8.484), for total CD4 200-499 was 0.595 (95% CI 0.348-1.007), for female PLHIV was 0.447 (95% CI 0.271-0.738), and for PLHIV with opportunistic infections was 0.327 (95% CI 0.248-0.431).
tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita 6-59 bulan di provinsi dki jakarta tahun 2016.
metode: penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional ini menggunakan data sekunder yaitu data pemantauan status gizi 2016. penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 1562 balita untuk menganalisis 10 faktor risiko stunting.
hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi stunting dalam penelitian ini sebesar 21.1%. hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian stunting diantaranya adalah usia balita (por = 1.62, 95% ci = 1.23-2.12), jumlah balita dalam rumah tangga (por = 3.24, 95% ci = 1.08-9.71), dan pendidikan ibu (por = 1.52, 95% ci = 1.18-1.95).
kesimpulan: prevalensi stunting di provinsi dki jakarta dalam penelitian ini masih diatas 20% dan hanya ada tiga faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan kejadian stunting.
kata kunci : stunting, gizi, balita.
Penilaian kualitas hidup merupakan kunci dalam memahami dampak AIDS terhadap kehidupan orang yang hidup dengan HIV&AIDS. Orang dengan HIV menjadi rentan terhadap masalah kesehatan, ekonomi dan psikososial yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik Consecutive Sampling terpilih 102 orang responden di 3 Yayasan Kota Kupang yang berusia ≥18 tahun, telah menjalani terapi ARV >1 bulan dan bersedia menjadi responden. Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember 2023. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang dilakukan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji cox regression. Hasil bivariat menunjukan ada hubungan yang signifikan antara depresi (p=0,007; PR= 1,742; 95%CI 1,136 – 2,669), dukungan sosial (p=0,003; PR=1,707; 95%CI 1,210 – 2,407) dan dukungan sebaya (p=0,000; PR=2,380; 95%CI 1,423 – 3,980) dengan kualitas hidup ODHIV sedangkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan, tingkat pendapatan, stigma, lama terapi ARV tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup ODHIV. Berdasarkan uji mulitivariat faktor yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup ODHIV adalah dukungan sebaya (p=0,018; PR=2,15; 95%CI 1,14 – 4,08). Kata Kunci: HIV&AIDS, kualitas hidup, ODHIV.
Quality of life assessment is key in understanding the impact of HIV&AIDS on the lives of people living with HIV&AIDS. People with HIV become vulnerable to health, economic and psychosocial problems that can affect their quality of life. The aim of this research is to analyze the factors that influence the quality of life of PLHIV. This research used a cross sectional study design with Consecutive Sampling technique, selecting 102 respondents from 3 Yayasan Kota Kupang aged ≥18 years who had undergone ARV therapy for >1 month and were willing to be respondents. The research was conducted in November – December 2023. The instrument used in this research was a questionnaire. The data analysis carried out was bivariate analysis using the chi-square test and multivariate analysis using the cox regression test. The research results showed that there was a significant relationship between depression (p=0,007; PR= 1,742; 95%CI 1,136 – 2,669), social support (p=0,003; PR=1,707; 95%CI 1,210 – 2,407), peer support (p=0,000; PR=2,380; 95%CI 1,423 – 3,980) with quality of life for PLHIV, meanwhile, age, gender, education level, marital status, employment status, income level, stigma, duration of ARV therapy do not have a significant relationship with the quality of life of PLHIV. The most dominant factor in the quality of life of PLHIV is peer support PR=2.15 (95%CI 1.14 – 4.08). Key words: HIV&AIDS, quality of life, PLHIV
