Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39931 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Resky Dwi Deswita Iqbal; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Abdul Kadir, Yunita Setiarsih
S-12160
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bella Azalia; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Anisa Sawu Dwi Astuti
Abstrak:
Kelelahan merupakan masalah yang sering terjadi di tempat kerja, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas kerja. Pekerja shift pada industri manufaktur merupakan kelompok yang rentan untuk mengalami kelelahan karena gangguan ritme sirkadian dan pola tidur alami. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan dan menganalisis faktor risiko kelelahan pada pekerja shift di Departemen Produksi perusahaan manufaktur PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel non-probability sampling. Terdapat 112 data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner OFER, NASA-TLX, PSS-10, dan PSQI yang dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik sederhana. Hasil menunjukkan 32,1% mengalami kelelahan kronis, 19,6% mengalami kelelahan akut, 34,8% memiliki pemulihan kelelahan yang kurang. Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis adalah masa kerja (p-value=0,002), kualitas tidur (p-value=0,001), dan riwayat penyakit (p-value=0,034). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan akut adalah masa kerja (p-value=0,002) dan kualitas tidur (p-value=0,001). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan pemulihan kelelahan adalah kualitas tidur (p-value=0,006) dan riwayat penyakit (p-value=0,007). Faktor risiko beban kerja, durasi kerja, shift kerja, stres kerja, usia, kuantitas tidur, status gizi, konsumsi kafein, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, pekerjaan sampingan, dan waktu perjalanan tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis ataupun akut.

Fatigue is a common problem in the workplace, which can increase the risk of workplace accidents and reduce work productivity. Shift workers in the manufacturing industry are a group that is vulnerable to fatigue due to circadian rhythm and natural sleep patterns disturbances. This study aims to determine the level of fatigue and analyze the risk factors for fatigue among shift workers in the Production Department of PT X manufacturing company in 2025. This study used a cross-sectional design with quantitative methods and non-probability sampling. A total of 112 data were collected using the OFER, NASA-TLX, PSS-10, and PSQI questionnaire and analyzed using the Chi-square test and simple logistic regression test. The results showed that 32.1% experienced chronic fatigue, 19.6% experienced acute fatigue, and 34.8% had poor fatigue recovery. Risk factors significantly associated with chronic fatigue were length of service (p-value=0,002), sleep quality (p-value=0,001), and history of illness (p-value=0,034). Risk factors significantly associated with acute fatigue were length of service (p-value=0,002) and sleep quality (p-value=0,001). Risk factors significantly associated with fatigue recovery were sleep quality (p-value=0,006) and history of illness (p-value=0,007). Risk factors such as workload, work duration, work shifts, work stress, age, sleep quantity, nutritional status, caffeine consumption, smoking habits, exercise habits, side jobs, and commuting time were not significantly associated with both chronic and acute fatigue.
Read More
S-12191
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maura Wilona Andanari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Fachrul Suarli
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai gambaran penerapan sistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen kebakaran pada Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan kualitatif. Objek pada penelitian ini adalah fasilitas sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen kebakaran Rumah Sakit X. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, serta menggunakan instrumen berupa checklist. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan standar dan peraturan yang berlaku. Standar dan peraturan yang digunakan dalam penelitian ini adalah NFPA dan Pedoman Teknis Di Bidang Bangunan dan Sarana Rumah Sakit, Kemenkes RI 2012. Hasil akhir data merupakan presentase tingkat pemenuhan standar dan kategori penilaian menurut Balitbang Departemen Pekerjaan Umum. Berdasarkan hasil penelitian, sistem proteksi kebakaran aktif memiliki nilai presentase tingkat pemenuhan 53% dengan kategori kurang, sistem proteksi kebakaran aktif memiliki nilai presentase tingkat pemenuhan 42% dengan kategori kurang, sarana penyelamatan jiwa memiliki nilai presentase tingkat pemenuhan 66,7% dengan kategori cukup baik, dan manajemen kebakaran memiliki nilai presentase tingkat pemenuhan 81% dengan kategori baik.
Kata kunci: Sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sarana penyelamatan jiwa, manajemen kebakaran, rumah sakit

This study discusses about implementation of fire protection system, means of escape, and fire management at X Hospital. The design of this study is a qualitative study with observative research method. The object of this study is active fire protection system facilities, passive protection system facilities, means of escape facilities, and fire management at X Hospital. Data collection is obtained by observation, interviews, and document review, also this study use an instrument in the form of checklist. Data analysis is perform by comparing actual condition with applicable standards and regulations. The standards and regulations used in this study is NFPA and Pedoman Teknis Di Bidang Bangunan dan Sarana Rumah Sakit, Ministry of Health Republic Indonesia 2012. The final result of this data are precentage of standards compliance and assessment categoreis according to Reasearch and Development Agency of Public Works Department. Based on the result of the study, active fire protection system has a precentage value of 53% fulfillment rate with deficient category, passive fire protection system has a precentage value of 42% fulfillment rate with deficient category, means of escape has a precentage value of 66,7% fulfillment rate with fairly good category, and fire management has a precentage value of 81% fulfillment rate with good category.
Key words: Active fire protection system, passive fire protection system, means of escape, fire management, hospital
Read More
S-10464
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ary Putra Ramadhan/ Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Syahrul Effendi
Abstrak:
Skripsi ini membahas terkait gambaran sistem proteksi kebakaran dan manajemen kebakaran di RS X Cibinong. Desain penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Objek pada penelitian ini yaitu fasilitas sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, dan manajemen kebakaran Rumah Sakit X. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen,serta menggunakan instrumen berupa checklist. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan kondisi actual dengan standar dan peraturan yang berlaku. Standar dan peraturan yang digunakan pada penelitian ini antara lain adalah NFPA, Permen PU No. 26/PRT/M/2008, dan Pedoman Teknis Di Bidang Bangunan dan Sarana Rumah Sakit, Kemenkes RI 2012. Hasil akhir data berupa persentase tingkat pemenuhan standar dan kategori penilaian menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum. Berdasarkan hasil penelitian, sistem proteksi kebakaran aktif memiliki nilai persentase tingkat pemenuhan 83% dengan kategori baik,sistem proteksi kebakaran pasif memiliki nilai persentase tingkat pemenuhan 71% dengan kategori cukup baik, dan manajemen kebakaran memiliki nilai persentase tingkat pemenuhan 77% dengan kategori cukup baik.

This study discusses the description of the fire protection system and fire management at Hospital X Cibinong. The design of study is qualitative study with descriptive observative research method. The objects in this study is active fire protection system facilities, passive fire protection systems, and Hospital X fire management. Data collection in this study is obtained by observation, interviews, and document review, also this study using instruments in the form of checklists. Data analysis is perform by comparing actual conditions with applicable standards and regulations. The standards and regulations used in this study include the NFPA, Permen PU No. 26/PRT/M/2008, and Technical Guidelines for Hospital Buildings and Facilities, Ministry of Health Republic of Indonesia 2012. The final result of the data is in the form of the percentage level of standard fulfillment and assessment categories according to the Research and Development Agency of the Ministry of Public Works. Based on the results of the study, the active fire protection system has a fulfillment rate percentage value of 83% in the good category, the passive fire protection system has a 71% fulfillment rate percentage value in the fairly good category, and fire management has a 77% fulfillment level percentage value in the fairly good category.
Read More
S-11464
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samiyah Salim; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Tyagita Meyril Rahmadhani, Hendra
Abstrak: Sektor perkantoran yang berada pada bangunan bertingkat tinggi memiliki potensi bahaya dan risiko kebakaran yang signifikan. Penelitian ini memiliki fokus pada analisis sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen keselamatan kebakaran di Kantor Pusat PT XYZ. Desain penelitian menggunakan studi observasional dengan pendekatan semi kuantitatif. Pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, telaah dokumen, serta menggunakan instrumen lembar checklist. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual terhadap Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008, Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 Tahun 2009, dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Berdasarkan hasil penelitian, sistem proteksi kebakaran aktif memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 85,2% dengan kriteria baik, sistem proteksi kebakaran pasif memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 66,6% dengan kriteria cukup, sarana penyelamatan jiwa memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 91,5% dengan kriteria baik, serta manajemen keselamatan kebakaran memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 91,8% dengan kriteria baik. Secara umum, elemen sistem proteksi kebakaran dan manajemen keselamatan kebakaran di Kantor Pusat PT XYZ telah memenuhi peraturan dan standar dengan persentase rata-rata yaitu 83,7%.
The office sector located in high-rise buildings has the potential for significant fire hazards and risks. This study focuses on the analysis of active protection systems, passive protection systems, means of escape, and fire safety management at PT XYZ Head Office. The research design uses an observational study with a semi-quantitative approach. Data collecting is gathered through direct observation, interviews, document review, and using the checklist sheet instrument. Data analysis is performed by comparing the actual conditions with Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008, Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 Tahun 2009, and Standar Nasional Indonesia (SNI). According to the results of the study, the active fire protection system obtained a percentage level of conformity of 85,2% with good criteria, the passive fire protection system obtained a percentage level of conformity of 66,6% with sufficient criteria, means of escape obtained a percentage level of conformity of 91,5% with good criteria, and fire safety management obtained the percentage of conformity level of 91,8% with good criteria. In general, the elements of fire protection systems and fire safety management at PT XYZ Head Office have complied with regulations and standards with an average percentage of 83,7%.
Read More
S-11104
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niken Rahmawati; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Hendra Jaya, Frik Mick Febby
Abstrak: Latar Belakang: Dalam pabrik pembuatan produk coating/ cat berbasis pelarut, terakumulasinya muatan listrik statis tidak dapat dihindari, sedangkan proses pembuatan cat melibatkan bahan bahan mudah terbakar yang sifat nya volatil dan mudah terbakar. Kasus kebakaran yang terjadi di pabrik cat berbasis solvent PT XYZ paint factory secara global yang disebabkan oleh muatan listrik statis juga tercatat kerap kali terjadi. Tercatat ada 5 incident kebakaran yang disebabkan oleh listrik statis sejak tahun 2007. Metode: Metode penelitian ini menggunakan identifikasi menggunakan Bow Tie Analysis , dan Risk Assesment dengan standar yang dipakai ASSE Z590. Lokasi penelitian di pabrik pembuatan cat berbasis solvent di PT XYZ berada di Provinsi Jawa Barat merupakan perusahaan multi national. Hasil : Dari penelitian ini kami menemukan bahwa di pabrik cat PT XYZ hanya 22% perlindungan yang memadai untuk mencegah electrostatik, 7% threat masih dikategorikan bereisiko sangat tinggi, 40% berisiko tinggi, dan 31% risiko sedang. Dari hasil penelitian disimpulkan beberapa rekomendasi yang dapat digunakan untuk meminimalisir risiko listrik statis. Kesimpulan: Dari hasil disimpulkan bahwa proteksi kebakaran di PTXYZ masih belum cukup untuk memberian perlindungan terhadap bahaya listrik statis
Introduction: Major fire accident involving static electricity still become serious latent problem (1), this similar to PT XYZ which still experience serious fire incident caused by static electric. This study intend to do the analysis of the adequacy of the protection to fire and explosion caused by electric static at hazardous process at paint production. Methode: This analysis is using bow tie analysis and risk assasment matrix, Bow Tie analysis describe and visualize the correlation between what caused rsik, top event, and control that used to anticipate the incident happened and also mitigation barrier that can prevent from further escalation, then risk assasment matrix give semiquantitative risk calculation to reflect the level of risk. From this determination than we decide recommended control base on best practice and standard which is relevant. Results: From this study we found that at paint manufacture PT XYZ only 22% of protection is adequate to prevent from electrostatic, than 7% of threat still categorized very high , 40% is high risk , and 31% is moderate risk. Base on best practice and literature study than we recommend some of action that need to be taken to improve the barrier. Conclution: The recommendation basicly is to improve the visibility of grounding performance using lam indicator, improve visibility of flammable atmosphere using LEL detection , to reduce electrostatic discharge during process by control the liquid flow, to improve charge relaxation by selecting the tools properly, and to prevent fire during cleaning by inerting and reduce the solvent mist, also to increase the conductivity of non conductive solvent by adding conductivity agent
Read More
T-5746
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Affan Nurrohman Wiguna; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Mila Tejsmaya, Triyono Rakhmadi
Abstrak: Sistem Proteksi Kebakaran Aktif merupakan suatu bentuk penanggulangankebakaran menggunakan sarana manual atau otomatis yang bertujuan untukmencegah atau meminimalkan kerugian akibat kebakaran. Penelitian kualitatif mengenai sistem proteksi kebakaran aktif dilakukan di PT X dengan pendekatan deskriptif analitik. Gambaran sistem proteksi kebakaran aktif dilihat darikesesuaian pelaksanaan dengan Permen PU No. 2006 PRT/M/2008, SNI 03-1745-2000, SNI 03-3985-2000, SNI 03-3989-2000, SNI 03 6570-2001, dan NFPA 15 melalui observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Alarm Kebakaran, Detektor Kebakaran, Hidran,dan Water Spray Fixed System telah sesuai, namun masih terdapat beberapa ketidak sesuaian pada Titik Panggil Manual, Springkler, Alat Pemadam Api Ringan(APAR), dan Pompa Pemadam Kebakaran yang diakibatkan oleh kurangnyapersonil safety dan pemeliharaan sara proteksi kebakaran yang belum optimal. Olehkarena itu, diperlukan upaya perbaikan dengan menambah jumlah personil safetydan perbaikan pada kualitas pemeliharaan sarana proteksi kebakaran aktif.Kata kunci :Analisis, Sistem Proteksi Kebakaran
Active Fire Protection System is one of fire prevention using manual or automatedfacilities intended to prevent or minimize losses due to fire. Qualitative research onactive fire protection systems conducted at PT X was performed by descriptiveanalytic approach. Overview of active fire protection systems seen fromcompliance of implementation with Permen PU No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1745-2000, SNI 03-3985-2000, SNI 03-3989-2000, SNI 03 6570-2001, and NFPA15 through field observations, interviews, and document review. The resultsshowed that the implementation of Fire Alarm, Fire Detector, Hydrant, and WaterSpray Fixed System are compliant, but there are still some discrepancy in theManual Call Point, Sprinkler, Portable Fire Extinguisher, and Fire Pump caused bya lack of safety personnel and maintenance of fire protection facilities was notoptimal. Therefore, improvement efforts needed by adding the number of safetypersonnel and improvement in the maintenance quality of active fire protection.Keywords :Analysis, Fire Protection System
Read More
S-7649
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriza Hanifah Wulandari; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Rijal Noor Al-Ghiffari
Abstrak:

Kelelahan merupakan masalah multifaktor yang dialami pekerja sektor manufaktur dan
berdampak pada kecelakaan kerja, kesehatan, serta ekonomi. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja sales
perusahaan manufaktur di PT X tahun 2025. Faktor risiko yang diteliti meliputi faktor
risiko terkait pekerjaan (durasi kerja, masa kerja, beban kerja, waktu istirahat, waktu
perjalanan, dan lingkungan kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status
gizi, kuantitas tidur, kualitas tidur, konsumsi alkohol, dan konsumsi kafein). Penelitian
ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari
hingga Juni 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi kuesioner
karakteristik individu dan pekerjaan, OFER, PSQI, NASA-TLX, dan persepsi terhadap
lingkungan kerja. Terdapat 136 data responden yang dianalisis menggunakan analisis
deskriptif dan inferensial dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa
56.6% pekerja mengalami kelelahan kronik dan 79.4% kelelahan akut. Hasil
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko terkait kerja
yaitu masa kerja (p value = 0.047), lingkungan kerja bising (p value = 0.033) dan faktor
risiko tidak terkait kerja, yaitu kualitas tidur (p value = 0.044) dengan kelelahan kronik.
Hasil juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko
terkait kerja yaitu beban kerja (p value = 0.033) dengan pemulihan kelelahan.


Fatigue is a multifactorial problem experienced by workers in the manufacturing sector  and has an impact on work accidents, health, and the economy. This study aims to analyze  the risk factors associated with fatigue in sales workers of manufacturing companies at  PT X in 2025. The risk factors studied include work-related risk factors (duration of work,  length of service, workload, rest time, commuting time, and work environment) and non work-related risk factors (age, nutritional status, sleep quantity, sleep quality, alcohol  consumption, and caffeine consumption). This study used a cross-sectional study design  conducted from February to June 2025. Data were collected through online  questionnaires, including individual and job characteristics questionnaires, OFER, PSQI,  NASA-TLX, and perceptions of work environment. 136 respondent data analyzed using  descriptive and inferential analysis with the chi-square test. The results of the analysis  showed that 56.6% of workers experienced chronic fatigue and 79.4% acute fatigue. The  results showed that there was a significant relationship between work-related risk factors,  namely work period (p value = 0.047), noisy work environment (p value = 0.033) and  non-work-related risk factors, namely sleep quality (p value = 0.044) with chronic fatigue.  The results also showed that there was a significant relationship between work-related  risk factors, namely workload (p value = 0.033) with fatigue recovery.

Read More
S-12100
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dayana Al Amin; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Rifaudi Hidayanto
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang analisis sistem proteksi kebakaran, saranapenyelamatan jiwa, serta manajemen kebakaran di Asrama Haji X. Desain penelitian yangdigunakan merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Objekpenelitian ini adalah sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, sarana penyelamatan jiwa,serta manajemen kebakaran di gedung D3 Asrama Haji X. Pengumpulan data didapatkanmelalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, serta menggunakan instrumenberupa checklist. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual denganstandar NFPA, Permen PU No. 26 tahun 2008, Permen PU No 20 tahun 2009, dan PerdaDKI Jakarta No 8 tahun 2008. Hasil akhir data merupakan persentase tingkat pemenuhandari standar dan peraturan yang berlaku. Hasil akhir menunjukkan rata-rata pemenuhansistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen kebakaran diGedung D3 Asrama Haji X yaitu sebesar 34,2%. Hal ini menunjukkan bahwa gedung D3Asrama Haji X belum memneuhi standar dan peraturan yang berlaku.
Kata kunci: Sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sarana penyelamatan jiwa, manajemen kebakaran, gedung D3 Asrama Haji X
This study discusses about the analysis of fire protection systems, means of escapefacilities, and fire management in Hajj X Building. The design of this study is adescriptive analytic with qualitative approach. The objects of this study are active andpassive fire protection systems, means of escape facilities, and fire management in D3Hajj X Building. Data collection is obtained by observation, interviews and documentreview, and using instruments in the form of checklist. Data analysis is performed bycomparing the actual conditions with NFPA, Permen PU No. 26 tahun 2008, Permen PUNo 20 tahun 2009, and Perda DKI Jakarta No 8 tahun 2008 standards. The final result ofthe data is a percentage of the level of compliance with the applicable standards andregulations. The final results showed an average of 34,2% fulfillment of the fire protectionsystem, means of escape facilities, and fire management in the D3 Hajj X Building. Thisshows that the D3 Hajj X Building has not met the requirements in applicable standards.
Key words:Active fire protection system, passive fire protection system, means of escape, firemanagement, D3 Hajj X Building.
Read More
S-10282
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Listia Annisa; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Laksita Ri Hastiti, Adrianus Pangaribuan, Alfajri Ismail
Abstrak: Data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2020 mencatat jumlah penduduk wanita pada usia subur sebanyak 74,06 juta jiwa. Menjadikan Indonesia merupakan salah satu pasar pembalut wanita yang besar dengan rata-rata pertumbuhan 14% di Tahun 20182019.Disisi lain, pertumbuhan ekonomi di sektor Pergudangan dan Transportasi pada Triwulan II 2020 yang mengalami konstraksi sebesar -30,84% akibat Pandemi COVID19. Dengan kondisi tersebut, PT X merencanakan membangun Gudang Sementara sebagai pengganti sewa gudang eksternal untuk penyimpanan barang jadi kebutuhan ekspor dan domestik dengan biaya sewa mencapai 114,446$ USD/tahun. Gudang Sementara akan dibangun pada bekas area produksi dengan masa pakai 3 tahun. Tesis ini bertujuan untuk menentukan desain fire sprinkler system yang paling tepat untuk dapat diimplementasikan di Gudang Sementara PT X, dengan mempertimbangkan pemenuhan standar keselamatan serta nilai investasi dan masa pakai. Penelitian ini menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Read More
T-6190
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive