Ditemukan 38068 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Female adolescent student in boarding school are vulnerable in having anemia because pesantren’s life style is full of activicities and the students is far from their parents its causes irregular eating habit and lack of nutrition in their meals. This research compared the differences of haemoglobin level after weekly Fe tablet supplementation and weekly Fe tablet plus daily during menstruation Fe supplementation for 8 weeks. This study uses the Quasi Experimental Design The Non Equivalent Control Group. A total of 38 respondents participaten in this study 18 of them received a weekly Fe tablet Supplementation, 20 other respondents got a Fe tablet weekly plus daily during their menstruation cycle. There was a significant increase of haemoglobin level in both groups after the intervention for 8 weeks (group 1 p = 0.0005, group 2 p = 0.0005). This increase did not significant between the first and second group (p = 0.797). This study prove that 8 weeks of supplementation of Fe tablets with the high level of obedience in consuming the supplement is adequate in increasing the level of hemoglobin. The factors that can affects the increased number of hemoglobin are consumption of animal protein, consumption of inhibitors, consumption of enhancers, long menstruation cycle, knowledge, and the type of Fe tabet supplementation program.
Anak sekolah adalah investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Merupakan kelompok usia yang sedang mengalami proses tumbuh kembang fisik dan psikosostal yang pesat. Salah satu masalah gar yang senng terjadi adalah anemia gizt. Anemia gizi best dapat menimbulkan berbagal dampak pada anak sekolah antara lain kesakitan dan kemattan akan meningkat, perkembangan otak dan pertumbuhan tisik teriambat, perkembangan motonk, mental, kecerdasan terhambat, daya tangkap belajar menurun. Revalensi anemia anak sekolah menurut laporan SKK 1 tahun 1995 sebesar 47,2%. Sedangkan hasil SKKRT 2001 menunjukkan prevalensu anemia pada kelompok umur - 14 tahun sebesar 28,3%. Salah satu strategi untuk mencegah dan menanggulangi masalati anemia jangka pendek yang telah dilakukan oleh pemenntah maupun non pemenntah diarahkan untuk membenkan suplementasi tablet besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembenan suplementasi tablet besi dua Kali seminggu selama 12 minggu terhadap perubahan status anemia gizi dan taktor-taktor yang berhubungan dengan status anemia akhir anak SD di SU Jakarta Mara. Data yang digunakan adalah data sekunder dan studs data dasar pembenan suplementasi tablet best yang dilakukan oleh Yayasan Kusuma Buana ( YKB) tahun LUUS pada 6 SD di Jakarta Mara dengan rancangan one group pre post test tanpa ada kelompok kontrol. Sampel berjumlah 144 anak, dengan kriteria siswa yang mendenta anemia dare kelas 111 sampai dengan kelas V, mendapat suplementasi tablet besi, ketika wawancara tidak sakit, dan belum menarche. Hasil penelitian mi menunjukkan baflwa anemia anak sekolah sebelum mendapat suplementasi 144 anak (1 N%) sedangkan anemia setelah suplementasi menurun menjadi 17 anak Hasil analisis bivariat mendapatkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan makan utama, dengan nilai p = 0,006 (nilai RR 1,618; 95% C1: 1,146-2,285), konsumsi sumber zat besi hem dengan nilai p= 0,021 (nilai RR 1,482; 95%CI : 1,075- 2,043 ), besar keluarga dengan nilal p = 0,045 (nilai RR 1,503; 95% 1,0114 - 2,249), pendidikan ibu dengan nilai p = 0,017 (nilai RR 1,538; 95% CI: 1,078- 2,196) terhadap status anemia akhir. Disarankan agar pemenntah (Departemen Kesehatan dan DinasKesehatan Jakarta utara) menjadikan anak sekolah sebagai salali satu prioritas sasaran program penanggulangan anemia mengingat prevalensi anemia anak sekolah masih linggi, melakukan sosialisasi tentang tmgginya prevalensi pada anak sekolah dan dampak yang ditimbulkannya. Yalu dilalcukan penyuluhan terhadap anak sekolah dan orangtua tentang kebiasaan sarapan pagi, makanan jajanan, bahan makanan sumber zat besi, penyebab dan dampak anemia. Diperlukan pula penelitian lebih lanjut mengenai suplementasi zat besi dengan menggunakan kelompok pembanding (kontrol).
Schoolchild is nation investment because they are nation next generation. It was age group that experiencing rapid physical and psychosocial development. One of the nutrition problems that often occur is nutrition anemia. Ferrum anemia could emerge various impacts to schoolchild such as sickness and death will increase, brain development and physical development pursued, motorik, mental and intelligence development pursued, and learning adding capacity decrease. Anemia prevalence of schoolchild according to SKRT 1995 is 47,2%. While SKRT 2001 result shows anemia prevalence on 5-14 years old age group 28,3%. One of the strategy to prevent and overcome short-term anemia problems that conducted by whether government or non-government suggested to give ferrum supplementation. This research was aimed to found the influence of ferrum tablet supplementation distribution twice a week for 12 weeks toward nutrition anemia status change and factors that related with last anemia status of elementary school children in six North Jakarta elementary schools. Data used is secondary data from basic data study of ferrum supplementation distribution that conducted by Kusuma Buana Foundation (YKB) year 2005 on 6 North Jakarta elementary schools using one group pre-post test design without control group. Total research subject are 144 children, using criteria of students who suffer anemia from Ill`d grade to grade, getting ferrum supplementation, when conducting interview not in sick condition and not yet menarche. This research shows that schoolchild anemia cases before getting 144 children supplementation (100%) while anemia cases after supplementation decrease to 77 children (53,5%). From bivariate analysis result obtained significant relation between main eat behavior, with p = 0,006 (RR value 1,618; 95% CI; 1,146-2,285), hem ferrum source consumption with p = 0,045 (RR value 1,503; 95% Cl; 1,004-2,249), mother education with p = 0,017 (RR value 1,538; 95% CI; 1,078-2,196) toward last anemia status. Government suggested (North Jakarta Health Department and Health Official) making schoolchild as one of the anemia prevention program target considering that schoolchild anemia prevalence still high, conducting socialization toward high prevalence of schoolchild and emerged influence. Need conducted counseling toward elementary school child and parents about breakfast behavior, snack food, food substances with ferrum source, anemia cause and impact. Further research also needed toward ferrum supplementation and using control group.
Anemia gizi yang disebabkan karena kekurangan zat besi masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia. SKRT tahun 1995 menunjukkan bahwa 50,9 % ibu hamil menderita anemia, sedangkan pada kehamilan trimester III angkanya sebesar 49,2 %. Hasil survey anemia gizi ibu hamil di kabupaten Donggala tahun 1996, juga menunjukkan angka anemia yang sangat tinggi, yaitu 92,12 %. Hal tersebut menunjukkan bahwa anemia gizi ibu hamil masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan cakupan suplementasi tablet tambah darah (Fe3) ibu hamil dan faktor lainnya yang berhubungan dengan kadar Hb ibu hamil trimester III, yang nantinya dapat dijadikan masukan untuk perencanaan program penanggulangan anemia gizi ibu hamil. Penelitian dilakukan di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, dan sebagai unit analisisnya adalah ibu hamil, yang usia kehamilannya _> 7 bulan pada saat penelitian dilakukan, baik pada wanita primigravida maupun multigravida.Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dan cara pengambilan sampelnya dilakukan dengan pendekatan metode multistage random sampling dengan jumlah sampelnya sebanyak 150 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 63,5 % ibu hamil trimester III di Kabupaten Donggala menderita anemia. Persentase anemia ini lebih tinggi pada daerah dengan cakupan suplementasi tablet tambah darah yang rendah (< 80 %) dibandingkan dengan daerah yang cakupan suplementasi tablet tambah darahnya tinggi (? 80 %).Hasil uji bivariate menunjukkan hubungan bermakna, antara cakupan suplementasi tablet tambah darah (Fe3) ibu hamil, konsumsi tablet tambah darah, tingkat pendidikan ibu, alat kontrasepsi hormonal dan ukuran LILA ibu dengan kadar Hb ibu hamil. Sedangkan variabel lain seperti : umur ibu, tingkat pengetahuan, status pekerjaan, usia kehamilan, dan jarak kehamilan, berbeda tapi tidak bermakna, dan variabel paritas tidak bermakna. Selain itu uji bivariate antara cakupan suplementasi tablet tambah darah dengan konsumsi tablet tambah darah menunjukkan hubungan yang bermakna.Dari hasil uji analisis multivariate, terdapat tiga variabel yang berhubungan bermakna dengan kadar Hb ibu hamil, yaitu variabel konsumsi tablet tambah darah, tingkat pendidikan, dan ukuran lingkar lengan atas (LILA). Dari ketiga variabel tersebut, LILA merupakan variabel yang paling dominan.Karena masih rendahnya konsumsi tablet tambah darah, dimana faktor tersebut merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kadar Hb ibu hamil, maka perlu adanya upaya peningkatan KIE yang berkaitan dengan konsumsi tablet tambah darah. LILA ibu merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kadar Hb ibu hamil, oleh karena itu ukuran lingkar lengan atas ibu dapat dijadikan indikasi anemia. Dengan demikian upaya peningkatan KIE pada ibu yang LILA nya < 23,5 cm perlu dilakukan.Mengingat cakupan suplementasi tablet tambah darah berkaitan dengan konsumsi tablet tambah darah, sementara konsumsi tablet tambah darah berpengaruh terhadap kadar Hb ibu hamil, maka upaya peningkatan cakupan program suplementasi tablet tambah darah harus terus dilakukan, dengan penekanannya pada aspek monitoring program dan diupayakan agar tablet tambah darah diberikan lebih dini kepada ibu hamil.Daftar bacaan : 57 (1972 - 2001)
The Coverage Role of Iron Tablet Supplemental (Fe3) from Pregnant Mother and Other Factors to Mother's Hemoglobin (Hb) Content on the Third Trimesters in Donggala Regency, Central Sulawesi Province Year of 2001Nutritional anemia because of the iron deficiency is still became particular problem of nutrition in Indonesia. SKRT in the year of 1995, shown that of 50,9 percent of mother in pregnancy has suffered of anemia, whereas in pregnancy within the third trimester, it's figure amount of 49,2 percent. Data of survey reported that nutritional anemia of pregnant mother, 1996 in Donggala Regency as well that the number of anemia are very high, that is 92,12 percent. The matter, shown that nutritional anemia of pregnant mother is still remaining a problem seriously.This research has aim to identify the role of coverage of iron tablet supplemental (Fe3) from pregnant mother and other factor in relation to mother's Hb content on the third trimester, for the next it can be made an input for planning program of tackling to nutritional anemia of pregnant mother.The research conducted in Donggala Regency, Province of Central Sulawesi and as analysis unit is pregnant mother with pregnant aged of _> 7 months during research conducted of the both for women in first pregnancy (Primigravida) and multi pregnancy (Multigravida).Design research applied cross sectional and the ways of adopting the sample carried out by approaching multistage random sampling method withtotal of it's samples as many of 150 mother pregnancies on the third trimester. This results of research concluded that 63,5 percent of pregnant mother on the third trimester in Donggala Regency has anemia. This anemia percentage is higher at site with coverage of iron tablet supplemental is low (< 80 percent) than coverage's site of iron tablet supplemental is high (_> 80 percent).The result of bivariate test indicated that value a significant relation among coverage of iron tablet supplemental (Fe3) from pregnant mother, iron tablet consumption, education level of mother, hormone contraception device and mid-upper arm circumference (MUAC) of mother with Hb content of mother age, knowledge-level, occupation status, age of pregnancy, and range of pregnancy were different but no significant, and variable parity has no significant.From the result of multivariate consumption iron tablet supplemental, education Ievel and mid-upper arm circumference measurement (MUAC), from the three of those variables upper hand measurement is the most dominant variables.Due to the consumption for iron tablet supplemental is low remain that the related factor is one of influencing factor to Hb content of pregnant mother, therefore, attempts to increase KIE (Communication, Information and Education) that related with consumption of iron tablet supplemental is apparently needed. The mid-upper arm circumference (MUAC) relating with Hb content of mother pregnant, as a result upper hand measurement of mother can be made anemia indication. Thus, attempts to increase KIE of mother whose mid-upper ann circumference (MUAC) measurement of < 23,5 cm is necessary followed up.Considering that coverage of iron tablet supplemental relating with iron tablet consumption while consume iron tablet impact to Hb content of pregnant mother attempts to increase coverage of iron tablet supplemental must be done continuity by stressing to aspect of monitoring program and attempted that iron tablet is earlier given to pregnant mother.References : 57 (1972 - 2001)
Anemia terjadi diseluruh dunia baik pada negara maju maupun pada negara terbelakang. Dampak anemia pada WUS adalah menurunkan produktivitas kerja, menurunkan imunitas, bahkan pada anemia tingkat berat dapat mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh suplementasi MGM (Multi Gizi Mikro) dibandingkan TTD (Tablet Tambah Darah). MGM mengandung 12 Vitamin dan 4 mineral, kandungan besinya fero fumarat 20 mg. Sedangkan TTD mengandung 60 me fero sulfat dan 0,25 mg Asam folat. Disain penelitian adalah kuasi experimental non blinded, Sampel dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok TTD dan kelompok MGM, masing masing terdiri dari 50 orang. Cara pengambilan sampel pada data primer adalah secara purposive. Analisis data dilakukan dengan uji beda T independen, Dependeden T test, Anova dan regresi linear ganda. Variabel Dependent adalah perubahan kadar Hb, variabel independen adalah umur, status nikah, paritas, jumlah pendapatan.jumlah tanggungan keluarga, asupan zat penghambat dan peningkat besi, asupan energi, protein, Vit A, Vit C, B12, Asam Folat,kepatuhan dan komplhin. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 36 % nakerwan kadar Hbnya berubah menjadi normal. Perubahan kadar Hb sebelum diberikan intervensi dibandingkan setelah diberikan suplementas: TTD mavypun MGM selama 2 bulan terdapat perubahan yang bermakna (P=0,000).Pernbahan kadar Hb pada suplementasi TTD 0,62 ar/dl, sedangkan pada suplementasi MGM 0,64 gr/di.Perbedaan perubahan kadar Hb pada suplementasi TID dan MGM tidak berbeda.P >0,05. Variabel yang paling berpengaruh terhadap perubahan kadar Hb adalah konsumsi zat peningkat besi. Variabel lain yang berpengaruh terhadap perubahan kadar Hb adalah Hb awal dan komplin. Variabel konfonding adalah jumlah tanggungan keluarga, jumlah hari haid, jumlah paritas,asupan protein dan kepatuhan.
Anemia is a common problem that happened in any kind of country, developed or developing country, The impact of anemia in Women Childbearing are the degradation of productivity and immunity. Heavy level of anemia can caused death. Objective of this research is to identification the difference effect between MGM (Multi Micro Nutrient) and TTD (iron tablet) supplementation. MGM contain of !2 vitamins, 4 minerals, and 20 mg Fe Fumarat. TTD contain of 60 mg Fero Sulfate and 0,25 mg Folic Acid, and MGM contain 12 kinds of Vitamin and Fero Fumarat 20 mg also 3 kinds others mineral (yodium, Zink and Selenium). Research design that used in this research is quasi experimenta) non blinded. Samples are classified as 2 classes (TTD and MGM class) with 5Q person each class and totally sampling are 100 persons. As the dependent variable is the changes of Hb concentrate, independence variable are age, marriage status, paritas, total of family income, total intake from the family, intake of prohibit nutrient and precursor of iron supplementation, protein, vitamin A, vitamin c, vitamin BJ2 and folat acid, obedient factors also supplement consumption. Suplementation given for 2 months, TTD given | tablet each week and when menarche period 10 tablets. MGM given for one week 7 sachet, for consumption each day. Analyze data using Test T independent, paired T Test, anova and regretion double linear. In this research, there is no changes of Hb contains which is significant to the group which is given TTD also MGM, p>0.05.The difference of Hb concentrate to TTD supplementation TTD 0.62 gr/dl, to MGM 0.64 gr/dl. The changes of Hb concentrate after given of TTD supplementation and MGM for 2 months there is a changes which is significant.(P=0,000).The most variable influence to changes of Hb concentrate are consumption of Iron supplement. Others variable which are influenced to changed of Hb concentrate are Hb before analyzes and reaction after consumpiion of iron supplement. Confounding variable are total of family responsibility, total of day menarche, paritas, intake of protein and compliance.
