Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36695 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fondariesta Wulandini; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Al Asyary, Budi Hartono, Suryana, Adang Mulyana
Abstrak:
Usaha peternakan merupakan usaha yang memberikan peranan penting bagi kehidupan pokok manusia. Menurut data BPS Jawa Barat tahun 2023, memiliki populasi ternak ayam petelur sejumlah 9.496.122. Peternakan menjadi salah satu sumber pencemaran udara melalui bau yang mengandung amonia. Pajanan amonia dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat risiko pajanan NH3 dengan gangguan pernapasan pada masyarakat sekitar peternakan ayam di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur, Kabupaten Bogor tahun 2025. Metode yang digunakan dengan pendekatan ARKL dan EKL (mixed methods) dengan desain studi cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Hasil penelitian ini didapatkan tingkat risiko pajanan NH3 pada efek non karsinogenik pada 4 titik (RQ <1) yang artinya tidak memiliki risiko terhadap kesehatan. Perhitungan RQ dengan konsentrasi 0,021 mg/m3 ≈ 0,03 ppm, pada masyarakat dengan berat badan 58,31 kg dan bermukim di rumahnya selama 24 jam/hari dalam 365 hari selama 38,48 tahun dengan nilai RQ (RQ= 0,014) menunjukkan dalam batas aman. Skor dari gambaran gangguan pernapasan menunjukkan bahwa adanya gangguan pernapasan sedang pada responden (20,50). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara intake dengan gangguan pernapasan (p= 0,490) dengan arah dan kekuatan yang lemah dan berpola searah (r= 0,071).

Livestock business is an effort that plays an important role in human life. According to BPS data from West Java in 2023, it has a population of 9,496,122 laying hens. Farms are one of the sources of air pollution through odors containing ammonia. Ammonia exposure can cause respiratory distress for the community. This study aims to analyze the relationship between the level of risk of NH3 exposure and respiratory disorders in the community around chicken farms in the working area of the Sukamakmur Health Center, Bogor Regency in 2025. The method used was with the ARKL and EKL approaches (mixed methods) with a cross sectional study design  and a sample of 96 people. The results of this study obtained the level of risk of NH3 exposure to non-carcinogenic effects at 4 points (RQ <1) which means that there is no risk to health. The calculation of RQ with a concentration of 0.021 mg/m3 ≈ 0.03 ppm, in people with a body weight of 58.31 kg and living in their homes for 24 hours/day in 365 days for 38.48 years with an RQ value (RQ = 0.014) showed within safe limits. The score from the description of respiratory distress showed that there was moderate respiratory distress in the respondents (20.50). Bivariate analysis showed no significant association between intake and respiratory distress (p= 0.490) and weak and unidirectional direction and strength (r= 0.071). 
Read More
T-7471
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Amirah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Miko Hananto, Didi Purnama
Abstrak: This thesis discusses the risk of SO2 exposure to the respiratory tract. SO2 exposurethrough inhalation can irritate the respiratory tract which triggers respiratory symptoms. SO2 is one of the gases emitted by the steel industry. People who live in industrial areas can be exposed to SO2 more often and experience health impacts.
This study aims to determine the level of risk and influence of SO2 exposure to respiratory tract symptomsin housewives living around the steel industry. This study uses the Environmental Health Risk Assessment (EHRA) approach to estimate the health risk in the area around the steel industry and uses the design of a cross-sectional study to illustrate the effect of intake SO2 on respiratory symptoms carried out in November - December 2019.
Samples in this research numbered 109 housewives obtained by proportional stratified random sampling. SO2 concentrations were measured at 9 points in 3 zones around the steel industry by the pararosanilin method and analyzed by spectrophotometer.
The results showed that Sukadanau Village has an RQ (Risk Quotient) ≤ 1. As many as 39,4% of housewives experience symptoms of respiratory tract disorders and obtained no influence of intake SO2 on respiratory symptoms. Recommendations that can be developed to carry out risk management in areas around the steel industry are monitoring SO2 concentrations on a regular basis so that SO2 remains at safe concentrations <0,201 mg/m3
Read More
T-5856
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meizora Arifima Meza; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Widyawaty, Revi Agustian
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pajanan gas hydrogen sulfida terhadap gejala gangguan pernapasan (mengi) pada Masyarakat di Sekitar TPA Sarimukti, Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode PHA (Public Health Assement) yaitu terdapat dan metode penelitian ARKL (Analisa Risiko Kesehatan Lingkungan) dan EKL (Epidemiologi Kesehatan Lingkungan) dengan desain studi cross ssectional. Hasil penelitian didaptkan tingkata risiko terhadap efek non karsinogonik pada pajanan gas hidrogen sulfida udara ambien sekitar TPA Sarimukti pada 8 titik dari 12 titik penelitian menunjukan RQ real- time > 1 yang artinya berada diatas batas aman (RQ real- time maksimal yaitu 1,94). Hasil dari perhitungan RQ dengan konsentrasi Hidrogen Sulfida (H2S) 0,008 mg/m3, pada warga dengan berat badan 48 kg dan bermukim di rumahnya selama 15 jam/hari dalam 365 hari selama 6,65 tahun, dengan RQ real-time ≤1 (RQ = 0,7467) menunjukan dalam batas aman. Analisa bivariat yang dilakuka antara Intake pajanan hidrogen sulfida di udara ambien dengan gejala gangguan pernapasan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,019) dengan arah korelasi positif (r=0,228). 

This study aims to analyze the risk of hydrogen sulfide gas exposure to symptoms of respiratory disorders (wheezing) in the Community Around the Sarimukti Landfill, in 2025. This study uses the PHA (Public Health Assessment) method, namely the ARKL (Environmental Health Risk Analysis) and EKL (Environmental Health Epidemiology) research methods with a cross-sectional study design. The results of the study obtained the level of risk for non-carcinogenic effects on exposure to ambient air hydrogen sulfide gas around the Sarimukti Landfill at 8 points out of 12 research points showing real-time RQ> 1 which means it is above the safe limit (maximum real-time RQ is 1.94). The results of the RQ calculation with a Hydrogen Sulfide (H2S) concentration of 0.008 mg/m3, in residents weighing 48 kg and living in their homes for 15 hours/day in 365 days for 6.65 years, with a real-time RQ ≤1 (RQ = 0.7467) showed within safe limits. Bivariate analysis conducted between Intake of exposure to hydrogen sulfide in ambient air and symptoms of respiratory disorders showed a significant relationship (p=0.019) with a positive correlation direction (r=0.228).
Read More
T-7316
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miladil Fitra; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Abdur Rahman, Bambang Wispriyono, Inswiasri, Isha Wardhana
Abstrak: Kegiatan penambangan emas skala kecil yang tidak dikelola dengan baik dapat berpotensi meningkatkan mineral logam berat termasuk mineral mangan dan keberadaannya dapat menyebar kewilayah sekitar pertambangan serta berpotensi menimbulkan risiko dan gangguan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengestimasi tingkat risiko kesehatan pajanan mangan (Mn) dari air minum dan makanan terpilih pada populasi penduduk dan bukti-bukti gangguan kesehatannya di Kampung Curug Bitung, Kecamatan Nanggung. Penelitian ini merupakan studi Deskriptif Analitik dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Masyarakat. Pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara dan test konsentrasi mangan pada air minum dan makanan. Tingkat Risiko pajanan mangan dari air minum dan makanan di desa curug bitung tidak berisiko (RQ<1) ini berarti pajanan mangan wilayah Ring-1 area pertambangan emas tradisional Gunung Pongkor belum menyebar ke sekitar atau keluar Ring-1(Curug Bitung). Bagi penduduk yang memiliki aktivitas pengoperasian gelundung dihimbau untuk tidak membuang sisa tanah hasil olahannya didekat rumah, aliran air maupun di dekat lahan pertanian, karena dimungkinkan tanah buangan tersebut masih mengandung cemaran beberapa mineral lainnya yang berbahaya. Tanah sisa olahan bisa dikumpulkan di suatu area yang jauh dari sumber air dan lahan pertanian. Area tersebut bisa ditanami dengan tanaman lokal yang mampu menyerap kandungan logam dalam tanah seperti tanaman genjer.
Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan Masyarakat, Pajanan Mangan dari Air Minum dan Makanan, penambangan emas skala kecil
Read More
T-4337
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mida Arafina Nurdita; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Penyakit Diare merupakan penyakit menular dan menempati urutan kedua penyebab kematian anak balita di dunia. Di Indonesia, khususnya Jawa Barat adalah wilayah endemis untuk diare, Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi diare balita yang cukup tinggi. Puskesmas Purwasari merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi di Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko (karakteristik balita, karakteristik ibu, dan sarana sanitasi) kejadian diare balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwasari Kabupaten Bogor tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kasus-kontrol dengan sampel 53 kasus dan 53 kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI Eksklusif (0,28; 0,11-0,67), pemberian imunisasi campak (0,18; 0,08-0,42), pengetahuan (0,16; 0,07-0,38), perilaku pembuangan tinja balita (0,18; 0,07-0,46), dan sarana jamban (0,32; 0,14-0,72) dengan kejadian diare pada balita. Variabel yang diprediksi paling berpengaruh terhadap terjadinya diare balita di wilayah kerja Puskesmas Purwasari adalah variabel pengetahuan (9,76; 2,78 - 34,21).
Diarrhea is an communicable disease and ranks the second cause of death for children under-five in the world. In Indonesia, especially West Java, which is an endemic area for diarrhea, Bogor is one of the districts with a fairly high prevalence of diarrhea in children under-five. Purwasari Community Health Center is a health center with the highest cases of diarrhea in children under-five in Bogor Regency. This study aims to analyze the risk factors (characteristics of children under-five, characteristics of mothers, and sanitation facilities) for the incidence of diarrhea in children under-five in the Purwasari Public Health Center, Bogor Regency in 2022. This study used a case-control research design with a sample of 53 cases and 53 controls. Data analysis was performed using chi-square test and logistic regression predictive model. The results showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (0,28; 0,11-0,67), measles immunization (0,18; 0,08-0,42), knowledge (0,16; 0,07-0,38), toddler stool disposal behavior (0,18; 0,07-0,46), and latrine facilities (0,32; 0,14-0,72) with the incidence of diarrhea in children under-five. The variable that is predicted to have the most influence on the occurrence of diarrhea under five in the working area of the Purwasari Health Center is the knowledge variable (9,76; 2,78 - 34,21).
Read More
S-11139
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rima Maulida Hidayati; Pembimbing: Suyud; Penguji: Ema Hermawati, Ririn Arminsih, Sri Wahyono, Bagyo Yanuwiadi
Abstrak: H2S merupakan senyawa berbahaya yang tidak berwarna dan mempunyai bau seperti telur busuk. Senyawa ini salah satunya dihasilkan dari proses dekomposisi sampah di TPA. Sistem tubuh yang paling sensitif apabila terpajan senyawa ini adalah sistem pernapasan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intake pajanan H2S terhadap munculnya gejala gangguan pernapasan pada masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Cipayung. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 orang yang tinggal dengan jarak ≤ 500 meter dari TPA. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel H2S ambien di 9 titik yang terletak di sekitar pemukiman masyarakat.

Hasil penelitian ditemukan adanya pengaruh antara intake pajanan H2S terhadap gejala gangguan pernapasan (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). Hasil analisis multivariat ditemukan adanya pengaruh intake pajanan H2S terhadap gejala gangguan pernapasan setelah dikontrol variabel lama bermukim (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). Diperlukan langkah cepat dan upaya pengelolaan yang tepat dari Pemerintah Kota Depok dan TPA Cipayung beserta stakeholder terkait agar dapat mencegah atau mengurangi risiko gangguan kesehatan pada masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Cipayung.

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this
compound source is produced from decomposition process in landfill. The most
sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to
analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the
Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried
out by interview by questionnaire and measure H2S ambient at 9 poimts locate aroundd
community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory
symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat
analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by
duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to
measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper
management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related
stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around
Cipayung landfill.
Read More
T-5855
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Redi Yudha Irianto; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Al Asyrary, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Polusi udara merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematian. NO2 adalah salah satu gas yang berkontribusi meningkatkan polusi udara yang dihasilkan dari kegiatan industri. Salah satu Industri yang menghasilkan emisi gas NO2 adalah Industri baja khususnya dari peralatan boiler dan furnace. Di Cikarang Barat terdapat industri baja yang berpotensi mengeluarkan emisi NO2 dan menyebabkan risiko kesehatan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besar risiko lingkungan akibat pajanan NO2 dan menganalisis pengaruh karakteristik individu terhadap gangguan pernapasan pada masyarakat disekitar industri baja. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan pendekatan ARKL.

Air pollution is a health problem that can cause death. NO 2 is a gas that contributes to increase air pollution resulting from industrial activities. One industry that produces NO 2 gas emissions is the steel industry, especially from boiler and furnace equipment. In West Cikarang there is a steel industry that has the potential to emit NO 2 emissions and cause health risks to the surrounding community. This study aims to look at the large environmental risks due to NO 2 exposure and analyze the effect of individual characteristics on respiratory disorders in the community around the steel industry. The design of this research is Cross Sectional with ARKL approach. The results show that there are 3 respondents living in a radius of <500 meters around the steel industry with a real time RQ> 1. And in the estimated 30 years (life span) there are 6 respondents who have an RQ> 1. The variable that is significantly related is the disease history variable with OR 3.86 95% CI (1,593 -9,351) after being controlled with nutritional status variables. In this study, it is necessary to control the risk of respondents who have a distance of <500 meters from the steel industry.
Read More
T-5873
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Agus Timur Ginting; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih, Oki Kurniawan
Abstrak: Pneumonia menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan jumlah balita penderita pneumonia terbanyak. Puskesmas Bogor Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki kasus pneumonia pada balita yang cukup banyak di tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko pneumonia balita di wilayah kerja Puskesmas Bogor Utara. Penelitian menggunakan desain studi case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah balita usia 12- 59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bogor Utara dengan sampel sebanyak 94 responden terdiri dari 47 orang kasus dan 47 orang kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara berat lahir balita (OR=5,51 ; CI=1,96- 15,48 ); status gizi sebelum sakit (OR=5,06; CI=2,10-12,20); riwayat imunisasi (OR= 4,24; 1,50-11,98); pendidikan ibu (OR=4,76; CI=1,58-14,32; tingkat ekonomi/penghasilan keluarga (OR=9,44 ; CI= 3,57-24,93); kepadatan hunian (OR=18,97; CI=5,80-62,03), dan tingkat kelembaban ruang tidur balita (OR=5,02; CI=1,31-19,21) terhadap kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Bogor Utara. Variabel yang diprediksi paling dominan mempengaruhi kejadian pneumonia pada balita adalah kepadatan hunian ruang tidur balita (OR=12,90; CI=3,26-50,98). Saran, luas kamar tidur minimal 8 m2 tidak digunakan untuk lebih dari 2 orang, kecuali anak di bawah 5 tahun.

Kata Kunci : Pneumonia, Balita, Faktor Risiko

Pneumonia has become one of the highest mortality contributors in the world and And West Java province ranks the first as the largest number of pneumonia that suffered children under five years. Puskesmas Bogor Utara(health center) is one of the areas that have quite a lot cases of pneumonia in children under five in 2016. This study aimed to determine the risk factors associated with the incidence of pneumonia in children under five in the In The Working Area Of Puskesmas Bogor Utara (Community Health Center). This study uses a case control study design with retrospect approach. The population in this study are all of children aged 12 month until 59 months who lived in the working area of Bogor Utara health center with using 94 respondents consisted of 47 cases and 47 people control.The results of this study indicate that there was a significant correlation between history of low birth weight (OR = 5,51; CI=1,96-15,48 ); nutritional status before illness (OR=5,06; CI=2,10-12,20), immunization history (OR= 4,24; 1,50-11,98), knowledge of mothers (OR=4,76; CI=1,58-14,32), a variable degree of Economics/family income (OR=9,44 ; CI= 3,57-24,93), housing crowdedness (OR=18,97; CI=5,80-62,03) and humidity levels (OR=5,02; CI=1,31-19,21) with the incidence of pneumonia among children under five in the region of Bogor Utara health center. The variable that predicted the most dominant cause of pneumonia is the housing crowdedness (OR=12,90; CI=3,26-50,98).Suggestion, minimum bedroom space is 8m2 and should not be used for more than two people, except children under 5 years old.

Key Words: Pneumonia, Children under five years old, Risk Factors
Read More
S-9372
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosyana Lieyanty; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Satria Pratama
S-9722
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariny Rosyada Azmy; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Budi Hartono, Lora Agustina, Wawan Wahyudi
Abstrak: Pembakaran batu bara di pembangkit listrik menghasilkan polutan yang salah satunya sulfur dioksida. Sulfur dioksida dapat menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, mengi, sesak napas, sesak dada hingga menyebabkan edema, bronkopasme, dan pneumonitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besaran risiko kesehatan pada pekerja akibat pajanan konsentrasi SO2 pada pekerja di PLTU Suralaya. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 pekerja yang diambil secara purposive sampling. Hasil pengukuran sulfur dioksida rata-rata di empat titik sebesar 0.0335 mg/m 3 dan masih dibawah baku mutu. Hal penelitian ini menunjukkan nilai intake dari pajanan SO2 pada pekerja didapatkan nilai rata-rata sebesar 0.00047 mg/kg/hari sedangkan nilai besaran risiko yang didapatkan sebesar 0.0187 yang artinya tingkat risiko pada pekerja masuk ke dalam kelompok aman. Hasil proyeksi terhadap tingkat risiko pada tahun ke 5 hingga tahun ke 30 mengalami peningkatan. Pekerja juga mengalami gejala gangguan pernapasan diantaranya batuk, dahak, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan napas berat. Pentingnya upaya preventif pada pekerja di PLTU agar dapat meminimalisir pajanan SO2 dengan menggunakan APD serta pihak PLTU dapat mengembangkan teknologi modern agar meminimalisir polutan akibat pembaran batu bara
Read More
T-6435
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive