Ditemukan 16040 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yane Margaretha Antonio: Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Hendy Kurniawan, Jaslis Ilyas
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Penurunan jumlah kunjungan pasien di Poliklinik Rawat Jalan RSU Hermina Kabupaten Sukabumi pada periode 2024-2025 menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan loyalitas pasien di tengah meningkatnya persaingan rumah sakit swasta. Minat kunjungan ulang pasien merupakan indikator penting keberlanjutan rumah sakit karena mencerminkan kepuasan, kepercayaan, serta persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Poliklinik rawat jalan sebagai pintu masuk utama pelayanan rumah sakit memiliki peran strategis dalam membentuk pengalaman awal pasien yang berpengaruh terhadap keputusan kunjungan ulang. Tujuan penelitian: Secara umum penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan minat kunjungan ulang pasien di Poliklinik Rawat Jalan RSU Hermina Kabupaten Sukabumi. Secara khusus, penelitian ini menganalisis hubungan kualitas pelayanan, kepuasan pasien, kepercayaan pasien, word of mouth, serta aspek pre-service dan post-service terhadap minat kunjungan ulang pasien, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi minat kunjungan ulang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur kepada pasien poliklinik rawat jalan yang telah menerima pelayanan di RSU Hermina Kabupaten Sukabumi. Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik ordinal untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel penelitian. Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kepuasan pasien, kepercayaan pasien, dan word of mouth memiliki hubungan yang signifikan dengan minat kunjungan ulang pasien. Namun, pada analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal, hanya word of mouth, kepuasan pasien, dan kepercayaan pasien yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan ulang. Word of mouth merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi minat kunjungan ulang pasien di Poliklinik Rawat Jalan RSU Hermina Kabupaten Sukabumi. Kesimpulan: Minat kunjungan ulang pasien dipengaruhi terutama oleh faktor sosial dan psikologis, yaitu word of mouth, kepuasan, dan kepercayaan pasien. Kualitas pelayanan, serta aspek pre-service dan post-service, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan setelah dikontrol bersama variabel lain. Selain faktor internal tersebut, minat kunjungan ulang juga tidak dapat dilepaskan dari pengaruh faktor eksternal, khususnya dinamika regulasi dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berpotensi membatasi fleksibilitas pasien dalam menentukan rumah sakit tujuan. Oleh karena itu, penguatan pengalaman pasien yang bermakna, pembangunan kepercayaan, serta pengelolaan komunikasi positif antar pasien perlu diimbangi dengan strategi adaptif terhadap kebijakan sistem kesehatan guna meningkatkan loyalitas pasien dan daya saing rumah sakit secara berkelanjutan. Kata kunci: minat kunjungan ulang, kualitas pelayanan, kepuasan pasien, kepercayaan pasien, word of mouth.
Background: The decline in the number of patient visits to the Outpatient Clinic of Hermina General Hospital, Sukabumi Regency, during the 2024–2025 period indicates challenges in maintaining patient loyalty amid increasing competition among private hospitals. Patient revisit intention is an important indicator of hospital sustainability, as it reflects patient satisfaction, trust, and perceptions of service quality. As the main entry point of hospital services, the outpatient clinic plays a strategic role in shaping patients’ initial experiences, which significantly influence their decision to revisit. Research objectives: In general, this study aims to analyze factors associated with patient revisit intention at the Outpatient Clinic of Hermina General Hospital, Sukabumi Regency. Specifically, it examines the relationships between service quality, patient satisfaction, patient trust, word of mouth, as well as pre-service and post-service aspects and patient revisit intention, and identifies the most dominant factors influencing revisit intention. Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected through structured questionnaires administered to outpatients who had received services at Hermina General Hospital, Sukabumi Regency. Data analysis was conducted using bivariate and multivariate analyses with ordinal logistic regression to determine the relationships and effects among research variables. Results: Bivariate analysis showed that service quality, patient satisfaction, patient trust, and word of mouth were significantly associated with revisit intention. However, multivariate ordinal logistic regression revealed that only word of mouth, patient satisfaction, and patient trust remained significantly associated with revisit intention. Word of mouth was identified as the most dominant factor influencing revisit intention at the Outpatient Clinic of Hermina General Hospital, Sukabumi Regency. Conclusion: Patient revisit intention is primarily influenced by social and psychological factors, particularly word of mouth, patient satisfaction, and trust. Service quality, as well as pre-service and post-service aspects, were not statistically significant after adjustment for other variables. In addition to these internal factors, revisit intention may also be shaped by external influences, particularly the regulatory framework of the National Health Insurance (JKN) system, which can limit patients’ flexibility in choosing healthcare facilities. Therefore, strengthening meaningful patient experiences, building trust, and fostering positive patient-to-patient communication should be complemented by adaptive strategies toward health system regulations to enhance patient loyalty and hospital competitiveness in a sustainable manner. Keywords: revisit intention, service quality, patient satisfaction, patient trust, word of mouth
B-2581
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Tsany Saadi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Adang Bachtiar, Masyitoh, Friana Asmely, Sandry Tri Sumarni
Abstrak:
Read More
Pertumbuhan rumah sakit yang pesat dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan semakin ketatnya persaingan antar rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit perlu bertahan dan memiliki keunggulan kompetitif, salah satunya adalah dengan memenuhi ekspektasi pelanggan dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga dapat mengarah pada terjadinya kunjungan berulang. Tesis ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS Rawa Lumbu melalui pendekatan kuantitatif analitik observasional menggunakan uji statistik PLS-SEM, serta menggunakan consensus decision making group untuk memformulasikan strategi berbasis bukti untuk meningkatkan kunjungan ulang pasien rawat jalan. Hasil dari penilitian ini menunjukkan tingkat kepuasan pasien mencapai 98%, dengan dimensi SERVQUAL tangible dan reliability paling memengaruhi kepuasan. Analisis Theory of Planned Behavior (TPB) menunjukkan bahwa perceived behavioral control memiliki pengaruh terbesar terhadap minat kunjungan ulang, diikuti oleh attitude dan subjective norm. Kepuasan berkontribusi signifikan pada word of mouth positif dan skor Net Promoter Scale (NPS), meskipun tidak berhubungan langsung dengan minat kunjungan ulang. Akses menunjukkan pengaruh tidak langsung melalui perceived behavioral control. Penelitian ini merekomendasikan fokus pada peningkatan kepuasan di dimensi tangible dan reliability seperti modernisasi fasilitas rumah sakit, peningkatan kebersihan, serta reduksi waktu tunggu layanan dan waktu tunggu obat. Perbaikan layanan melalui konstruk TPB terutama pada penguatan konstruk perceived behavioral control seperti sistem penjadwalan pasien yang optimal, konstruk attitude melalui pemberian pelayanan yang berkualitas dan berkesan, dan subjective norm melalui peningkatan WOM positif untuk meningkatkan minat kunjungan ulang pasien.
The rapid growth of hospitals in recent years has led to increasingly intense competition among healthcare facilities. Consequently, hospitals need to sustain themselves and achieve competitive advantages, one of which is by meeting customer expectations through the provision of high-quality healthcare services, thereby increasing repeat visits. This thesis examines the factors associated with outpatient repeat visit intentions at RS Rawa Lumbu using a quantitative, observational-analytic approach with PLS-SEM statistical testing, complemented by a consensus decision-making group to formulate evidence-based strategies to increase outpatient repeat visits. The study's findings reveal a patient satisfaction level of 98%, with the SERVQUAL dimensions of tangible and reliability having the most significant impact on satisfaction. The Theory of Planned Behavior (TPB) analysis indicates that perceived behavioral control exerts the greatest influence on repeat visit intentions, followed by attitude and subjective norm. Satisfaction contributes significantly to positive word of mouth and the Net Promoter Score (NPS) but is not directly related to repeat visit intentions. Access demonstrates an indirect effect through perceived behavioral control. This research recommends focusing on improving satisfaction in the tangible and reliability dimensions, such as modernizing hospital facilities, increasing cleanliness, and reducing service and medication waiting times. Service improvements through TPB constructs should prioritize strengthening perceived behavioral control, such as implementing an optimal patient scheduling system; enhancing attitude through the provision of high-quality and memorable services; and improving subjective norm through increased positive word of mouth to boost outpatient repeat visit intentions.
B-2499
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Brenda Carolinsia; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Angga Pradian, Yessy Wirani
Abstrak:
Read More
Salah satu dampak dari pandemi COVID-19 adalah penurunan jumlah angka kunjungan pasien di rumah sakit. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan bagi sakit. Di sisi lain, mutu pelayanan yang diselenggarakan oleh rumah sakit dapat memengaruhi persepsi pasien akan pelayanan rumah sakit, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang ke rumah sakit tersebut. Populasi pada penelitian ini adalah rata-rata jumlah kunjungan ulang pasien rawat jalan di Poliklinik RS Santo Antonio Baturaja periode Januari-Juni 2021 yaitu sebanyak 724 orang dan sampel sebanyak 270 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, uji statistik menggunakan uji Chi Square. Untuk analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara dimensi tangible (P Value = 0,000, IK95% = 11,467-469,81), reliability (P Value = 0,006, IK95% = 4,561-231,59), responsiveness (P Value = 0,000, IK95% = 7,155-258,41), emphaty (P Value = 0,014, IK95%=2,869-117,45) dan assurance (P Value = 0,000, IK95%=8,320-322,49) dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di poliklinik RS Santo Antonio Baturaja pada masa pandemi COVID-19. Dimensi yang paling dominan adalah tangible (P Value = 0,001). Mayoritas persepsi responden sudah baik tentang mutu pelayanan kesehatan di Poliklinik Spesialis RS Santo Antonio pada masa Pandemi COVID-19. Namun, ada respons negatif pada dimensi Tangible terkait sterilitas, kelengkapan alat medis serta kebersihan kamar mandi pasien. Respons negatif pada dimensi Reliability berupa keluhan terhadap alur proses pendaftaran, ketepatan waktu mulai praktik dokter dan waktu tunggu pelayanan. Sehingga, rumah sakit perlu meningkatkan promosi pendaftaran rawat jalan secara Online, penambahan loket pendaftaran, menambah nurse station, dan mengupayakan peningkatan kepatuhan waktu mulai pelayanan spesialis oleh dokter spesialis melalui pemberian Reward and Punishment sebagai strategi jangka pendek untuk meningkatkan minat kunjungan ulang. Adapun strategi jangka panjang berupa program kerjasama rujukan dengan FKTP dan penambahan Poliklinik Geriatri.
One of the impact of the COVID-19 pandemic is the decrease in hospital patient visit. This will in turn decrease the hospital?s income. On the other hand, the quality of the hospital services may affect the patient?s perception on the hospital?s quality of service, which will eventually affect the patient?s intent to revisit the hospital. This study aims to analyze the correlation between hospital service quality on outpatients? intent to revisit the specialist polyclinic of Santo Antonio Hospital Baturaja. The population was the average number of outpatients revisiting the specialist polyclinic of Santo Antonio Hospital Baturaja for the January-June 2021 period, namely 724 patients. The number of samples were 270 respondents. This is a quantitative study using a cross-sectional design, with statistical tests using the Chi Square test. For multivariate is using multiple logistic regression analysis. The results showed that there was a relationship between tangible (P Value = 0.000, CI95% = 11.467-469.814), reliability (P Value = 0.006, CI95% = 4.561-231.590), responsiveness (P Value = 0.000, CI95% = 7.155- 258,411), empathy (P Value = 0.014, CI95%=2,869-117,453) and assurance (P Value = 0,000, CI95%=8,320-322,492) with the intent to revisit outpatient in Specialist Polyclinic of Santo Antonio Hospital during the COVID-19 Pandemic. The most dominant dimension is tangible (P Value = 0.001). The majority of respondents had a good perception of the quality of hospital services. However, there was negative responses on the Tangible dimension related to the sterility and completeness of medical devices in the examination room and the patient's bathroom. Negative responses on the Reliability dimension related to registration process, the timeliness of starting doctor practice and the waiting time for services. Hospitals need to make improvements to improve quality of hospital services. Thus, hospital need to increase the promotion of online registration, add registration counters, add nurse stations, and give specialist doctors rewards/punishment as a short-term strategy to increase outpatients? intent to revisit. The long-term strategy is in the form of a referral collaboration program with general practitioners and the addition of a Geriatric Polyclinic.
B-2318
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuli Susanti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf; Tabrani Kasbir
S-6082
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggraina Widiyanti; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Rakhmad Hidayat, Nana Mulyana, Sri Kuswahyuni
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Pencapaian kinerja Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) Hermina Tangerang mengalami fluktuatif, belum mencapai target yang ditentukan dan trendlinenya cenderung mengalami penurunan pada periode tahun 2018-2023. Penilaian google review RS Hermina Tangerang adalah 4,1 dari 5, dimana masih didapatkan banyak keluhan mengenai kualitas pelayanan rawat inap di RS Hermina Tangerang. Hal ini mungkin menjadi penyebab rendahnya kunjungan ulang pasien ke RS Hermina Tangerang. Sehingga pencapaian Rawat Jalan, IGD dan BOR di RS Hermina Tangerang tidak mencapai target yang telah ditentukan. Apabila pencapaian tersebut dibiarkan terjadi terus menerus, akan berdampak signifikan pada pendapatan Rumah Sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methode, dengan tahap pertama survey, dan tahap kedua dengan action research.. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pasien rawat inap di RS Hermina Tangerang dan wawancara dengan informan kunci. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan model persamaan struktural (SEM) dengan pendekatan partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Word Of Mouth (WOM) dan minat kunjungan ulang pasien. Dimensi kualitas pelayanan yang meliputi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, semuanya berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan WOM dan minat kunjungan ulang. Selain itu, WOM juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan ulang pasien. Kesimpulan: Kualitas pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Hermina Tangerang sudah baik. Namun masih ada nilai dalam dimensi kualitas pelayanan yang kecil, menjadi ruang untuk RS Hermina Tangerang melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan. Saran bagi manajemen rumah sakit adalah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna meningkatkan loyalitas pasien dan keberhasilan bisnis rumah sakit. Kata Kunci: Kualitas pelayanan, Word of Mouth, Minat Kunjungan Ulang
Background: The performance achievements in Outpatient Services, Emergency Department (ED), and Bed Occupancy Rate (BOR) at Hermina Hospital Tangerang have been fluctuating, not reaching the set targets, and the trendline has tended to decline during the period 2018-2023. The Google review rating for Hermina Hospital Tangerang is 4.1 out of 5, where there are still many complaints regarding the quality of inpatient services at Hermina Hospital Tangerang. This may be the cause of the low rate of revisit intention patient to Hermina Hospital Tangerang. As a result, the achievements in Outpatient Services, ED, and BOR at Hermina Hospital Tangerang do not meet the predetermined targets. If this situation is allowed to continue, it will have a significant impact on the hospital's revenue. Methode: The research method used is a mixed method, with the first stage being a survey, and the second stage involving CDMG (Consensus Decision Making Group). Data were collected through questionnaires distributed to inpatients at Hermina Hospital Tangerang and interviews with key informants. Quantitative data analysis was conducted using structural equation modeling (SEM) with a partial least square (PLS) approach. Result: The research results show that service quality has a positive and significant influence on Word Of Mouth (WOM) and revisit intention. The dimensions of service quality, including tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, all contribute significantly to the increase in WOM and revisit intention. Moreover, WOM also has a proven positive and significant influence on revisit intention. Conclusion: The quality of inpatient services at Hermina Hospital Tangerang is already good. However, there are still low scores in certain service quality dimensions, providing an opportunity for Hermina Hospital Tangerang to make improvements and enhance service quality. The recommendation for hospital management is to continuously improve service quality to increase patient loyalty and business success of the hospital. Keywords: Service Quality, Word of Mouth, Revisit Intention
B-2480
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reallyani; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
Abstrak:
Instalasi rawat jalan khususnya poliklinik spesialis merupakan bagian strategis bagi rumah sakit. Oleh karena itu, pelayanan poliklinik spesialis tetap saja merupakan produk andalan yang harus dipertahankan agar dapat membangun citra untuk rumah sakit. Penurunan jumlah kunjungan pasien instalasi rawat jalan khususnya poliklinik spesialis akan berpengaruh pada pendapatan rumah sakit. Poliklinik spesialis instalasi rawat jalan RSUD Kayuagung mempunyai angka kunjungan yang masih rendah bila dibandingkan dengan rumah sakit yang setingkat di Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mendapatkan intormasi tentang faktor-faktor penentu minat berkunjung ulang di Poliklinik Spesialis Instalasi Rawat Jalan RSUD Kayu Agung, dengan harapan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk upaya meningkatan kunjungan pasien di Poliklinik Spesialis Instalasi Rawat Jalan RSUD Kayu Agung. Penelitian ini merupakan studi analitik secara kuantitatif, dengan observasi, dan pendekatan potong lintang (cross-sectional), dengan menggunakan kuesioner terhadap pasien yang dipilih sebagai responden yang diambil dari semua poliklinik spesialis dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Beberapa faktor konsumen atau pasien yang mempunyai hubungan bermakna dengan minat pasien untuk berkunjung ulang ialah jenis kelamin, pekerjaan, frekuensi kunjungan, lama waktu tempuh, penanggung jawab pembayaran, dan pengetahuan pasien. Sedangkan, beberapa faktor rumah sakit yang mempunyai hubungan bermakna dengan minat pasien untuk berkunjung ulang ialah informasi, sarana, dan kualitas pelayanan. Dari keseluruhan faktor yang diteliti, informasi Poliklinik spesialis instalasi rawat jalan RSUD Kayuagung merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap minat pasien untuk berkunjung ulang di Poliklinik Spesialis Instalasi Rawat Jalan RSUD Kayu Agung. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada pihak manajemen RSUD Kayu Agung untuk melakukan upaya peningkatan jumlah kunjungan rawat jalan dengan memperhatikan faktor-faktor yang berhubungan erat dengan minat pasien untuk berkunjung ulang. Daftar Kepustakaan : 33 (1975 -- 2002)
Read More
B-669
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Acintya Wika Sitakusuma; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Cornelia Jaqualina, Sonny Sutanto
Abstrak:
Read More
Penerapan healing architecture yang berkembang sejak era tahun 1980-an di rumah sakit di dunia mulai masuk ke Indonesia pada kelas rumah sakit premium dan semakin berkembang hingga 20 tahun kemudian. Penerapan desain healing architecture juga termasuk dalam peningkatan konsep pelayanan rumah sakit sehingga bertujuan untuk menjaga pasar dan konsumen rumah sakit. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui penerapan desain healing architecture terhadap tingkat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta, sebagai tanggapan akan penjagaan pasar dan konsumen rumah sakit terhadap konsep pelayaan rumah sakit yang terus diperbaharui. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain non eksperimental. Analisis univariat menunjukkan bahwa responden cukup puas dengan pengalaman yang dirasakan di RS MMC Jakarta, sementara analisis bivariat menunjukkan adanya masing-masing hubungan antara faktor healing architecture dan kualitas pelayanan pasien rawat jalan, faktor healing architecture dan kepuasan pasien rawat jalan, dan faktor healing architecture dan kepercayaan pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta yang kuat, signifikan, dan searah, ditandai dengan adanya tingkat hubungan di angka 0,707; 0,727; dan 0,715. Lalu secara multivariat pun, ketiga faktor kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, maupun kepercayaan pelanggan secara simultan berpengaruh terhadap adanya tingkat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta. Oleh karena itu, adanya desain healing architecture di rumah sakit memberikan dampak terhadap tingkat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta, yang ditunjukkan oleh adanya setiap faktor kenaikan tingkat kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, dan kepercayaan pelanggan yang telah dipengaruhi adanya desain healing architecture akan meningkatkan minat kunjungan ulang pasien sebesar 0,036; 0,056; 0,023 untuk setiap satu faktor kenaikan.
The implementation of healing architecture that has been developed since the 1980s in hospitals around the world began to enter Indonesia in the premium hospital class and continued to grow until 20 years later. The implementation of the healing architecture design is also incorporated in improving the concept of hospital services so that it aims to preserve the hospital market and consumers. This research intends to find out the analysis of implementation of the healing architecture design to the rate of outpatient return visits at the MMC Hospital Jakarta, as a response to market and hospital consumers' care for the concept of hospital services that are continuously being updated. This study uses a quantitative method with a non-experimental design. Univariate analysis showed that respondents were quite satisfied with their experiences at MMC Jakarta Hospital, while bivariate analysis showed that there was a relationship between the healing architecture factor and outpatient service quality, the healing architecture factor and outpatient satisfaction, and the healing architecture factor and the trust of outpatients at the Jakarta MMC Hospital which are strong, significant, and unidirectional, indicated by the relationship rate at 0,707; 0,727; dan 0,715. Then even in a multivariate manner, the three factors of service quality, customer satisfaction, and customer trust simultaneously influence the level of returning visits of outpatients at MMC Hospital Jakarta. Therefore, the existence of a healing architecture design in the hospital has an impact on the rate of outpatient returning visits at the MMC Jakarta Hospital, which is indicated by the presence of each increasing the level factor of service quality, customer satisfaction, and customer trust which has been influenced by the presence of a healing architecture design that increase the patient's interest in repeat visits by 0.036; 0.056; 0.023 for every one factor increase.
B-2417
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Defiardi; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-729
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mutia Muliawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Eva Minerva, Indri Ansyori
Abstrak:
Read More
Kunjungan Pasien di RSU Sriwijaya Palembang belum mencapai target kunjungan. RSU Sriwijaya Palembang adalah RS Swasta Tipe C perkembangan dari RS Khusus Mata dengan nama Sriwijaya Eye Center, dengan branding yang telah dikenal masyarakat sebagai Eye Center, mayoritas pasien yang berkunjung masih didominasi pasien mata, hal ini juga membuat kunjungan di poliklinik spesialis lain sangat kurang, diharapkan dengan penerapan bauran pemasaran atau marketing mix yang tepat dapat meningkatkan angka kunjungan pasien rawat jalan di poliklinik spesialis RSU Sriwijaya. Bauran pemasaran dalam penelitian ini dengan 7 P yaitu: product, price, place, promotion, people, process dan physical evidence. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara bauran pemasaran dengan minat layanan ulang ke poliklinik spesialis RSU Sriwijaya Palembang. Penelitian ini dilakukan di 8 poliklinik spesialis RSU Sriwijaya Palembang dengan menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif, pada penelitian kuantitatif sampel dari pasien poliklinik spesialis berjumlah 341 sampel dan pada penelitian kualitatif sampel adalah informan dari management berjumlah 4 sampel. Instrumen pada penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuisioner dan instrumen pada penelitian kualitatif dengan daftar pertanyaan. Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran process, place, promotion dan product terhadap minat kunjungan ulang secara berurutan elemen bauran pemasaran yang memiliki hubungan dengan minat kunjungan ulang pasien poliklinik spesialis RSU Sriwijaya adalah process, place, promotion dan product. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Minat Kunjungan Ulang, Rumah Sakit
Patient visits at RSU Sriwijaya Palembang have not reached the visiting target. RSU Sriwijaya Palembang is a Type C Private Hospital. That is the development of the Sriwijaya Eye Center under the name Sriwijaya Eye Center, with a branding that has been known to the public as Eye Center, the majority of patients who visit are still dominated by eye patients, this also makes visits at other specialist polyclinics very lacking. It is hoped that the application of the mix marketing can increase the number of outpatient visits at the specialist polyclinic of RSU Sriwijaya. The mix marketing in this study used the 7 Ps, namely: product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. The purpose of this study was to analyze the relationship between the mix marketing and the interest in repeat services to the specialist polyclinic of RSU Sriwijaya Palembang. This research was conducted in 8 specialist polyclinics of RSU Sriwijaya Palembang and also using a mix of quantitative and qualitative methods, in quantitative research the samples from specialist polyclinic patients totaling 341 samples and in qualitative research, the samples were informants from management totaling 4 samples. Instruments in quantitative research using questionnaires and instruments in qualitative research with a list of questions. The results of this study proved that there was a significant relationship between the mix marketing of process, place, promotion, and product on the interest in repeat visits in sequence. The elements of the mix marketing that have a relationship with the interest of repeat visits to specialist polyclinic patients at Sriwijaya Hospital were process, place, promotion, and product. Key Word: Mix Marketing, The Interest Of Patients Visiting, Hospital
B-2278
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Astuti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Masnir Alwi, Welly Refnealdy
Abstrak:
Pengukuran mutu pelayanan dan kepuasan pasien merupakan hal yang samapentingnya bagi penyedia layanan kesehatan karena hal tersebut konsep yangterintegrasi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasanterhadap mutu pelayanan dengan minat beli ulang pasien rawat jalan umum RSKDr. Rivai Abdullah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan pendekatan cross sectional. Analisis yang digunakan meliputi univariat ,bivariat, dan IPA (Importance Performance Analysis) dengan diagram kartesius.Hasil penelitian diperoleh tingkat kepuasan cenderung tidak puas dari tiapdimensi maupun kepuasan secara keseluruhan. Hasil uji bivariat menunjukkanadanya hubungan yang signifikan antara kepuasan dengan minat beli ulang (pvalue = 0,014 ). Dari diagram kartesius diperoleh gambaran yang menjadiprioritas utama yang harus diperbaiki yaitu dimensi tangibles yaitu yang berkaitandengan kebersihan WC dan ketersedian obat, serta dimensi reliability yaitu yangberkaitan dengan dokter datang sesuai jadwal dan tepat waktu dalam memulailayanan. Implikasi dalam penelitian ini agar rumah sakit dapat meningkatkanmutu pelayanan rawat jalan umum RSK Dr. Rivai Abdullah Palembang.
Kata kunci : kepuasan, minat beli ulang
Measurement of quality of service and patient satisfaction is equally important forhealth care providers because it is an integrated concept. The purpose of this studywas to determine the level of satisfaction with the quality of service with purchaseintention outpatient hospital leprosy Dr. Rivai Abdullah Palembang. This researchis a quantitative research with cross sectional approach. The analysis includes theunivariate, bivariate, and IPA (Importance Performance Analysis) with theCartesian diagram. The results were obtained satisfaction levels tend to besatisfied of each dimension and overall satisfaction. Bivariate test results showeda significant relationship between satisfaction with the purchase intention (pvalue = 0.014). Cartesian diagram obtained a description of the main prioritiesthat must be improved, namely tangibles dimension is related to the cleanliness ofthe toilets and the availability of drugs, as well as the dimensions of reliability thatis associated with the doctor arrives on schedule and on time in starting theservice. The implications of this research so that hospitals can improve the qualityof service of general outpatient hospital leprosy Dr. Rivai Abdullah Palembang.
Key word : satisfaction, purchase intention
Read More
Kata kunci : kepuasan, minat beli ulang
Measurement of quality of service and patient satisfaction is equally important forhealth care providers because it is an integrated concept. The purpose of this studywas to determine the level of satisfaction with the quality of service with purchaseintention outpatient hospital leprosy Dr. Rivai Abdullah Palembang. This researchis a quantitative research with cross sectional approach. The analysis includes theunivariate, bivariate, and IPA (Importance Performance Analysis) with theCartesian diagram. The results were obtained satisfaction levels tend to besatisfied of each dimension and overall satisfaction. Bivariate test results showeda significant relationship between satisfaction with the purchase intention (pvalue = 0.014). Cartesian diagram obtained a description of the main prioritiesthat must be improved, namely tangibles dimension is related to the cleanliness ofthe toilets and the availability of drugs, as well as the dimensions of reliability thatis associated with the doctor arrives on schedule and on time in starting theservice. The implications of this research so that hospitals can improve the qualityof service of general outpatient hospital leprosy Dr. Rivai Abdullah Palembang.
Key word : satisfaction, purchase intention
B-1728
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
