Ditemukan 40090 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rani Feriani; Pembimbing: Diah M. Utari
S-3814
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amanda Devianti Sari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Yudaningsih
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, pola makan, dan stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 68 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan metode random klaster. Sampel yang diteliti adalah kelas X dan XI dengan total sampel berjumlah 104 siswa. Data yang dikumpulkan berupa lama siklus menstruasi, IMT/U, persen lemak tubuh, frekuensi makan utama dalam sehari, asupan energi dan makronutrien, dan tingkat stres. Data ini dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner mandiri, wawancara recall 3x24 jam, pengukuran antropometri untuk berat dan tinggi badan dan pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 43 responden (41,3%) mengalami siklus menstruasi tidak teratur dan terdapat hubungan yang signifikan antara persen lemak tubuh dan stres dengan siklus menstruasi (nilai p<0,05).
This study aimed to identify the association between nutritional status,food pattern, and stress with menstrual cycle on female student of SMA Negeri 68 Jakarta. This study used the cross sectional design by using cluster random sampling method. The observed sample in this study was the 10th and 11th grader consisting 104 students. The collected data were menstrual cycle length, BAZ, percent of body fat mass, frequency of main eating per day, energy and macronutrient intake, and stress level. These data were collected by using self administered questionnaire, 3x24 hours recall interview, antropometric measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. This study used chi-square test analysis. The result of this study showed that there are 43 respondents (41,3%) had irregular menstrual cycle and there is significant correlation between percent of body fat mass and stress with menstrual cycle. (p value < 0,05).
Read More
This study aimed to identify the association between nutritional status,food pattern, and stress with menstrual cycle on female student of SMA Negeri 68 Jakarta. This study used the cross sectional design by using cluster random sampling method. The observed sample in this study was the 10th and 11th grader consisting 104 students. The collected data were menstrual cycle length, BAZ, percent of body fat mass, frequency of main eating per day, energy and macronutrient intake, and stress level. These data were collected by using self administered questionnaire, 3x24 hours recall interview, antropometric measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. This study used chi-square test analysis. The result of this study showed that there are 43 respondents (41,3%) had irregular menstrual cycle and there is significant correlation between percent of body fat mass and stress with menstrual cycle. (p value < 0,05).
S-8032
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ingee Dhita Agustin; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Muktia Wahyudi
S-6349
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sofiyeti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Iskari Ngadiarti
S-5968
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maulida Awaliya Fitri; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Andri Mursita
Abstrak:
Anemia merupakan kondisi konsentrasi hemoglobin (hb) darah lebih rendah dari normal, dan telah memengaruhi berbagai populasi termasuk remaja putri. Remaja putri usia 10-14 tahun memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan motorik seperti gangguan kapasitas fisik dan kinerja dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang berhubungan berdasarkan status menstruasi, perilaku konsumsi makanan hewani, perilaku konsumsi makanan berlemak, status gizi, perilaku konsumsi tablet tambah darah, status pendidikan, status pekerjaan ayah, dan daerah tempat tinggal pada remaja putri usia 10-14 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2018 dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menyatakan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10-14 tahun di Indonesia sebesar 25,4%. Variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada penelitian ini adalah status menstruasi (p value= 0,035) dan konsumsi makanan hewani (p value= 0,002). Perlu adanya program edukasi dan konseling remaja putri mengenai kesehatan seperti gizi seimbang dan anemia agar remaja putri lebih sadar akan kesehatannya.
Kata kunci: Anemia, remaja putri
Anemia is a condition of hemoglobin (hb) concentration lower than normal, and has affected various populations including adolescent girls. Adolescent girls ages 10-14 years have a high risk for anemia which can affect cognitive and motoric development such as impaired physical capacity and work performance. This study aims to determine the prevalence of anemia and related factors based on menstrual status, consumption of animal foods behavior, consumption of fatty food behavior, nutritional status, iron supplements consumption behavior, education status, father's employment status, and area of residence in adolescents girls ages 10-14 years in Indonesia. This study uses secondary data obtained from Riskesdas 2018 with a cross sectional study design. The results of the study stated that the prevalence of anemia in adolescent girls ages 10-14 years in Indonesia was 25.4%. Variables that have a significant relationship with the incidence of anemia in this study are menstrual status (p value = 0.035) and consumption of animal foods (p value = 0.002). It needs educational programs and counseling on health for adolescent girls such as balanced nutrition and anemia, so they can aware for their health.
Keywords: Anemia, adolescent girls
Read More
Kata kunci: Anemia, remaja putri
Anemia is a condition of hemoglobin (hb) concentration lower than normal, and has affected various populations including adolescent girls. Adolescent girls ages 10-14 years have a high risk for anemia which can affect cognitive and motoric development such as impaired physical capacity and work performance. This study aims to determine the prevalence of anemia and related factors based on menstrual status, consumption of animal foods behavior, consumption of fatty food behavior, nutritional status, iron supplements consumption behavior, education status, father's employment status, and area of residence in adolescents girls ages 10-14 years in Indonesia. This study uses secondary data obtained from Riskesdas 2018 with a cross sectional study design. The results of the study stated that the prevalence of anemia in adolescent girls ages 10-14 years in Indonesia was 25.4%. Variables that have a significant relationship with the incidence of anemia in this study are menstrual status (p value = 0.035) and consumption of animal foods (p value = 0.002). It needs educational programs and counseling on health for adolescent girls such as balanced nutrition and anemia, so they can aware for their health.
Keywords: Anemia, adolescent girls
S-10516
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ihda Fitri Auliya Nisa; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setiarini, Triyanti, Sugiatmi
Abstrak:
Read More
Status gizi remaja merupakan hasil interaksi kompleks antara determinan langsung di level individu dan determinan tidak langsung di level rumah tangga. Data SKI 2023 mencatat prevalensi gizi lebih pada remaja usia 16–18 tahun di DKI Jakarta mencapai hampir 20%, sementara gizi kurang masih ditemukan sebesar 6,3%. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara proporsi konsumsi makronutrien, aktivitas fisik, uang saku, jumlah anggota keluarga, dan frekuensi konsumsi mi instan dengan status gizi siswa SMAN 34 Jakarta, serta mengidentifikasi variabel dengan kecenderungan keterkaitan paling kuat. Desain cross-sectional dengan pendekatan analisis data sekunder digunakan, mengintegrasikan tiga dataset primer tahun 2025 pada responden siswa SMAN 34 Jakarta. Status gizi dinilai menggunakan IMT/U berdasarkan WHO AnthroPlus 2007 dan Permenkes No. 2 Tahun 2020, dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden berstatus gizi baik (79,7%), dengan 15,2% tergolong gizi lebih. Seluruh variabel independen tidak menunjukkan keterkaitan bermakna secara statistik dengan status gizi (p > 0,05). Aktivitas fisik menunjukkan kecenderungan keterkaitan paling kuat dengan p-value paling mendekati signifikan (p = 0,076) dan kesenjangan deskriptif terbesar dengan proporsi gizi lebih pada kelompok aktivitas fisik rendah (22,7%) hampir empat kali lipat dibandingkan kelompok cukup (5,7%). Aktivitas fisik direkomendasikan sebagai prioritas utama intervensi gizi di SMAN 34 Jakarta.
Adolescent nutritional status results from complex interactions between immediate determinants at the individual level and underlying determinants at the household level. The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported a prevalence of overweight and obesity among adolescents aged 16–18 years in DKI Jakarta reaching nearly 20%, while undernutrition remained at 6.3%. This study aimed to analyze the associations between macronutrient consumption proportions, physical activity, pocket money, family size, and instant noodle consumption frequency with the nutritional status of students at SMAN 34 Jakarta, and to identify the variable with the strongest association tendency. A cross-sectional study using secondary data analysis was conducted, integrating three primary datasets collected in 2025 from 79 respondents. Nutritional status was assessed using BMI-for-age based on WHO AnthroPlus 2007 and Minister of Health Regulation No. 2 of 2020, and bivariate analysis was performed using the Chi-Square test. The majority of respondents had normal nutritional status (79.7%), with 15.2% classified as overweight. None of the independent variables demonstrated a statistically significant association with nutritional status (p > 0.05). Physical activity showed the strongest association tendency with the closest p-value to significance (p = 0.076) and the largest descriptive gap with the proportion of overweight students in the low physical activity group (22.7%) was nearly four times higher than in the sufficient group (5.7%). Physical activity is recommended as the primary priority for nutritional interventions at SMAN 34 Jakarta.
T-7650
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Oktavia Anindita; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Iskandar Zulkarnaen
S-6217
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farah Farhanah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Andri Mursita
Abstrak:
Anemia merupakan salah satu penyebab dari sebagian permasalahan gizi di seluruh dunia,terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut data Riskesdas,prevalensi kejadian anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 11,7% pada tahun 2007dan meningkat menjadi 22,7% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putriusia 15-18 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yangmenggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Sampel padapenelitian ini adalah seluruh remaja putri yang berusia 15-18 tahun. Jumlah sampelpenelitian sebanyak 1113 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensikejadian anemia pada remaja putri usia 15-18 tahun di Indonesia pada tahun 2018 sebesar28,4%. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizidengan kejadian anemia (p=0,030). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikanantara konsumsi TTD, daerah tempat tinggal, paparan asap rokok, status pekerjaan ayah,pendidikan ibu, pendidikan remaja, dan jumlah anggota keluarga.Kata kunci:Anemia, Remaja Putri, Status Gizi.
Read More
S-10509
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erma Sophia Wulandari; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Iip Syaiful
S-6501
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aulia Ayuandira; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Iih Supasih
S-7107
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
