Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30080 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muthia Ayu Aztari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Farhannudin, Fiena Fithriah
Abstrak:
Instalasi Farmasi Rumah Sakit RSUD ciapyung menghadapi paradoks logistik berupa stock out dan kedaluwarsa terjadi bersamaan, mencerminkan disfungsi sistemik pada pengelolaan persediaan farmasi. Penelitian bertujuan menganalisis implementasi manajemen logistik menggunakan kerangka 5 M, serta merumuskan rekomendasi berbasis bukti. Desain non eksperimental mixed method dilaksanakan Januari – Mei 2026 menggunakan data operasional 2025, melalui wawancara mendalam (6 informan), observasi, checklist, serta analisis kuantitatif ABC-VEN, ITR, fill rate, dan stock out time tracer. Dari 12 indikator kinerja, hanya 3 yang tercapai, dan 3 outcome krusial justru tidak mencapai target; fill rate obat 79,9%, stock-out time tracer 101,8 hari, dan expire rate 7,08% (Rp 64,9 juta/42 item). Terdapat dua akar masalah yang teridentifikasi; SDM terbatas → inakurasi SIMRS → ketidakakuratan RKO → stock out; dan over procurement antidiabetik (+Rp 141 juta) → kegagalan FIFO/FEFO → kedaluwarsa. Kegagalan tersebut bersifat struktural sehingga perbaikan prosedural saja tidak cukup. Rekomendasi prioritas dengan optimalisasi SIMRS (ROP otomatis, alarm kedaluwarsa bertingkat), penerapan MMSL untuk 43 item Katergori Prioritas, pembaruan formularium melalui penguatan KFT, redistribusi tugas SDM, dan penggantian infrastruktur penyimpanan cold chain.

The Pharmacy Installation of RSUD Cipayung faces a logistics paradox in which stock out and medicine expiry occur simultaneously, reflecting systemic dysfunction in pharmaceutical inventory management. This study aimed to analyze the implementation of logistics management using the 5M framework and to formulate evidence-based recommendations. A non-experimental mixed methods design was conducted from January to May 2026 using 2025 operational data, through in-depth interviews (6 informants), observation, checklists, and quantitative analyses of ABC-VEN, ITR, fill rate, and stock out time tracer. Of 12 performance indicators, only 3 were met, while 3 critical outcome indicators failed to reach their targets: fill rate 79.9%, stock-out time tracer 101.8 days, and expire rate 7.08% (Rp 64.9 million/42 items). Two root causes were identified: limited human resources → SIMRS inaccuracy → inaccurate RKO → stock-out; and anti-diabetic over-procurement (+Rp 141 million) → FIFO/FEFO failure → expiry. These failures are structural, making procedural fixes alone insufficient. Priority recommendations include SIMRS optimization (automated ROP, tiered expiry alerts), MMSL implementation for 43 Priority Category items, formulary renewal through strengthened KFT, internal task redistribution, and replacement of cold chain storage infrastructure.
Read More
B-2597
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Fransiska Uba Lamak; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Roni Kurniawan
S-6357
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewvi Lo; Pemb: Hendrik M. Taurany; Penguji: Purnawan Junadi, Dumilah Ayuningtyas, Muslikah, Eli
Abstrak:

Masalah logistik Instalasi Bedah Sentral di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang adalah tidak berfungsinya fasilitas penyimpanan dengan baik. Tesis ini bertujuan untuk membuat rencana fasilitas penyimpanan logistik Intalasi Bedah Sentral di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Rencana fasilitas penyimpanan meliputi rencana ruang penyimpanan dan prosedur serta sistem informasi yang mendukung fasilitas penyimpanan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian menemukan ruang penyimpanan steril dan depo farmasi yang tidak memenuhi persyaratan dan pelaksanaan prosedur dan sistem informasi yang tidak maksimal. Berdasarkan penggabungan teori logistik dan peraturan mengenai kamar bedah, instrumen bedah, linen dan farmasi, maka disusun perencanaan  yang menyarankan suatu rencana yaitu pemisahan ruang penyimpanan barang steril dengan non steril dan pengaturan depo farmasi dengan tata letak, alur proses barang, area fungsional dan perlengkapan pergudangan yang memenuhi persyaratan penyimpanan yang baik; sebagai pendukung ruang penyimpanan, diatur juga prosedur penyimpanan dan pengambilan, pencatatan dan pelaporan serta perangkat lunak yang sesuai dengan teori penyimpanan dan kebutuhan di lapangan. Kata Kunci: Fasilitas Penyimpanan, Logistik Instalasi Bedah, Ruang Penyimpanan, Prosedur dan Sistem Informasi


 Logistical problems of the Central Surgical Installation in Karawang Regional General Hospital is not functioning properly the storage facility. This thesis aims to make the plan for storage facilities of the Installation Central Surgery logistics at Karawang Regional General Hospital. Planning of storage facilities include storage space plans and procedures and information systems that support the storage facility. This study is a qualitative research design with descriptive analytic. The results found that sterile storage room and pharmaceutical depots that do not meet the requirements and implementation of procedures and information systems are not optimal. Based on combining of logistics theory and regulations concerning the operating room, surgical instruments, linen and pharmaceuticals, then prepared a draft plan recommends the separation of storage room for non-sterile and sterile materials, and pharmaceutical depot arrangements with the layout, process flow of materials, functional areas and warehousing equipment which meet the storage requirements of materials; as a supporter of storage room, well arranged storage and retrieval procedures, record keeping and reporting as well as the software in accordance with the theory of storage and needs in the field. Keyword: Storage Facilities, Logistics of Installation Surgery, Storage Room, Procedures and Information Systems

Read More
B-1382
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafni Pamela Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamiati, Wirda Saleh
Abstrak:
lnstalasi farmasi di Rumah sakit pcrlu mendapatkan pengelolaan yang baik, karena instalasi ini bcrperan penting dalam menenlukan baik tidaknya pclayanan Rumah Sakit dan juga pengeluaran Rumah Sakit unluk lnstalasi ini cukup besar. Di Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi pengeluaran unmk Instalasi Faxmasi Tahun 2008 sebesar 36,24 % dari total pengeluaran Rumah Sakil, dan dari jumlah tersebut 46,19 % adalah untuk obat, sedangkan jumlah item obat adalah 11733. Dcngan jumlah investasi yang sangat besar tersebut (Rp. 8.000.000.000,-) dengan jumlah item obat yang cukup banyak memerlukan suatu sistem perencanaan yang akurat. Pengawasan obat dengan jumlah item yang banyak akan lebih mudah dilakukan apabila dibuat pengelompokkan obat tcrsebut menurut tingkat pemakaian, tingkat invcstasi dan tingkat kckritisannya. Sedangkan perencanaan dapat dilakukan dengan melakukan forecasiing menggunakan data tahun yang lalu. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bckasi dan merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan operation research. Melalui pendekatan kualitatif diharapkan diperoleh informasi tentang Manajemen Farmasi, khususnya perencanaan. Sedangkan dengan operation research didapatkan bahwa dengan suatujumlah persedian yang optimal akan mengcluarkan biaya yang lebih rendah dan sekaligus dapat mengoptimalkan pelayanan. Objek yang akan cliteliti adalah obat golongan antibiotik, karena obat golongan ini banyak dipakai 30,55 % dari total pemakaian obat dan investasi umuk obat ini cukup besar yaitu 24,05 % dari total investasi obat selama tahun 2008. Dilakukan Analisis ABC indeks kritis untuk obat golongan ini dan dihitung prakiraanjumlah kebutuhan bulan januari, Februari dan Maret 2009 untuk antibiotik kelompok A dalam analisis ABC indeks kritis dengan metodc Sinynle Exponenfial Smoothing dengan dengan 0. = 0,3 dan patokan perhitungan adalah MAD. Selanjutnya dibandingkan dengan perencanaan yang dilakukan Rumah Sakit dengan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Untuk antibiotik kelompok Ajuga dilakukan perhitunganjumlah pemesanan optimal. Hasil yang dipcrolch dari pcnclitian ini dikctahui bahwa lnstalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi. Dalam melakukan perencanaan memakai metode Moving Average dan pemesanan dengan Order Cyrcle Sysrem namun tidak diperolch alasan yang jelas mcngcnai pcmilihan metode ini. Dari analisis ABC indeks kritis diperoleh I2 item antibiotik yang termasuk kelompok A, 50 kelompok B dan 222 kelompok C. Ke-I2 item antibiotik yang termasuk kelompok A tersebut merupakan 51,99 % dari total pemakaian dan 20,73 % dari total invcstasi. Hasil jzrecastmg terhadap kelompok A setelah dibandingkan dengan perencanaan yang dibuat Rumah Sakit ternyata tidak ada perbedaan yang bermakna. Mengacu pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan melakukan pengelompokan antibiotik menurut analisis ABC indeks kritis dapat mcmpcmwdah pcngawasan karena dapat ditentukannya prioritas pengawasan, untuk itu disarankan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat pengelompokkan semua obat menurut analisis ABC indeks kritis untuk mcmudahkan pcngawasan. Dari hasil _/brecasiing yang dilakukan dan setelah diuji ternyala tidak ada pcrbedaan yang bermakna dengan yang telah dilakukan Rumah Sakit, artinya metode perencanaan yang dilakukan Rumah Sakit telah cukup baik, disarankan untuk dipcrtahankan.

Pharmacy unit should have good management in relation to its role in detemmining the quality of service in the hospital and the cost of this unit is quite high indeed. In Bekasi Public Hospital City 2008, the cost of this unit is about 36,24 % of total cost ofthe hospital from such amount 46,19 % is paid for |.733 items of medicine. Referring a large amount of such invest beside a large number of medicine (Rp. 8.000.000.000,-), the accurate planning is required. Managing of large number of medicine could be simplified by grouping the medicine according to level of use, level of invest and level of critical point. Therefore, the planning could be done by forecasting using the last data. This reseach was conducted in pharmacy unit of Bekasi Public Hospital City by qualitative and quantitative approach with operation research. By quantitative approach, we expect the information about pharmaceutical management especially planning. More over, operation research could be define that optimal amount of stock would cost less even optimize the sen/ice. Object the research are antibiobics, because the using of this kind of medicine is 30.55 % of total number of all kind of medicine and the invest of antibiotics is quite large number, namely 24.05 % of total invest all kind of medicine a long 2008. Critical index ABC analysis is carried out. Requirement in January, February and March 2009 have been estimated for A group of antibiotics by this analysis using Simple Exponential Smoothing method with U. = 0.3 and calculation point is MAD. Futhennore, the value were compared with the data of planning which done by the hospital by wilcoxon signed ranks test. The result showed that phamiaceutical instalation in Bekasi Public Hospital City, planning was carried out by Moving Average Method, meanwhile ordering was carried out by Order Cycle System, unfortunately there are no definitive reason in choosing these methods. Critical index ABC analyses found that I2 items of antibiotics were belonging A groups, 50 were belonging B groups and 222 were belonging C groups. All of I2 items of antibiotics belonging A groups were 35.90 % of total using and 28.46 % of total invest. The result of forecasting to A groups compared with planning carried out by hospital showed no significant difference. The data showed that grouping the antibiotics according to critical index ABC analyses could simply the controlling because the priority of controlling could be determined. Therefore, it could be adviced to the Bekasi Public Hospital City to grouping all the medicine according to the critical index ABC analyses. The result of foreecasting and test showed no significant difference with those carried out by the hospital. It meaned that planning method carried out by hospital is good enough and could be continue. File Digital: 1
Read More
B-1163
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sariaman Sitanggang; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Hamonangan Sirait
Abstrak:
Rumah Sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan gabungan alat ilmiah khusus dan rumit, dan diiimgsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modem, yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Instalasi farmasi rumah sakit adalah salah satu unit di rumah sakit, yang berfimgi sebagai tempat menyelenggarakan semua kegiatan pekeljaan kefarmasian yang ditujukan untuk kcperluan rumah sakit. Sebanyak 52% dari total pengeluaran rumah sakit dipergunakan untuk barang farmasi. Hal ini terlihat dari data keuangan rumah sakit Budhi Asih tahun 2007 di mana total belanja rumah sakit sebanyak Rp 28.?l78.580.633,- sedangkan untuk pengeluaran barang farmasi adalah sebesar Rp I5.060.666.858,-. Pengeluaran barang farmasi ini khusus untuk obat dan alat kesehatan habis pakai. Jumlah item obat di instalasi farmasi sebanyak 1500 item. Pengendalian obat adalah suatu kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan stmtegi dan program yang telah ditetapkan sehingga tidak teljadi kelebihan dan kekurangan atau kekosangan obat di unit-unit pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah rmtuk menganalisis jenis persediaan obat antibiotika yang ada di instalasi Farmasi dan melihat berapa besamya invwtasi serta indeks kritis agar tercapai persediaan yang optimum. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Budhi Asih Jakarta dcngan rancangan pcnclitian deskriptif kualitatif dan lcuantitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai proses pengendalian obat antibiotika dan analisis kebutuhan obat berdasarkan ABC indeks lcritis. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan kepala instalasi farmasi. Hasil analisis berdasarkan nilai pemakaian didapatkan Kelompok A terdapat I8 item obat antibiotika yang merupakan 8,33% dari keseluruhan item dengan pemakaian sebanyak 348.219 (70% dari pemakaian keseluruhan), kelompok B terdiri dari 34 item obat antibiotika yang merupakan l5,74% dari keseluruhan item dengan jumlah pemakaian sebanyak 100.992 ( 20% dari pemakaian keseluruhan), kelompok C terdiri dari 164 item obat antibiotika yang merupakan 75,93% dari keseluruhan item dengan jumlah pemakaian 49.360 (10% dari pemakaian keseluruhan). Sedangkan hasil Analisis ABC berdasarkan nilai investasi terhadap obat antibiolika didapatkan kelompok A dengan nilai investasi 70% dengan biaya Rp 2.081.l06.832,- (dua milyar delapan puluh satu juta seratus enam ribu delapan ratus tigapuluh dua Rupiah) dengan jumlah item 32 dan merupakan 14,8l% dari jumlah item, kelompok B dengan nilai investasi Rp 60l.738.539,~ (enam ratus satu juta tujuh ratus tigapuluh delapan ribu lima rams tiga puluh sembilan Rupiah) dengan jumlah item 32 dan mempakan l4,81% dari jumlah item, kelompok C dcngan nilai investasi 10% dengan biaya Rp 304.129.346,- (tiga ratus empat juta seratus duapuluh sembulan ribu tiga ratus empatpuluh enam Rupiah) dengan jumlah item 152 dan merupakan 70,38% darijumlah item. Hasil yang didapat berdasarkan nilai kritis adalah kelompok A adalah 8 item obat antibiotika atau 3,70 % dari total item antibiotika, sedangkan kelompok B sebanyak 164 item atau 75,93 % dari seluruh item dan kelompok C sebanyak 44 item atau 20,37% dari seluruh item obat antibiotika

Hospital is a complex organization, that apply the unification of special and complicated scientidc equipment, implemented by vary skilled and educated personal team to strive the solution for current medical issues, all together bounded in one goal to do health maintenance and recovery for the customers. Pharmacy Department is one unit ofthe Hospital that has limction to perform all pharmacy issues for hospital concern. As much 52% of total hospital spending budget has utilized for pharmacy goods. It described by Budhi Asih Hospital financial report year 2007 where the total spending budget is as much IDR. 28.778.580.633, - and for pharmacy goods they spend as much IDR. 15.060.666.858,-. The spending budget for pharmacy goods at the hospital was especially for drug and single use equipment. Total item of drugs at phannacy department as much 1500 items. Drugs controlling is an activity to ensure intended target achievement with established strategy and programme so that not affected to sufficiency and insufficiency of drugs supply at health services units. The objectives of the study are to analyses vary antibiotic drugs supply at pharmacy department and to observes how much invest and critical index that atiected to the optimum supply. The study conducted at Pharmacy Department of Budhi Asih General Hospital jakarta with study design descriptive qualitative and quantitative and case study approach that aim to obtain the description of antibiotic dmgs controlling process and analyses of drugs demand based on ABC critical index. Data collected by interview with head of pharmacy department. Analyses output based on usage value that obtain of Group A that has 18 items of antibiotic drugs is 8, 33 % of total item with utilize as much 348.219 (70% of total usage), Group B consist of 34 antibiotic drug items is 15, 74% of total item with utilize as much 100.992 (20% of total usage), Group C consist of 164 antibiotic drug items is 75, 93% of total item with utilize as much 49.360 (10% of total usage). Meanwhile analyses of ABC based on invest value regarding antibiotic drug that obtained by Group A with infestation value 70 % with cost IDR. 2.081.106.832, - (Two billion eighty one million and one hundred six thousand eight hundred and thirty two rupiahs) with total 32 items is 14, 81 % of total item, Group B with invest value IDR. 60l.738.539,- (Six hundred and one million seven hundred thirty eight thousand Eve hundred and thirty nine Rupiahs) with total 32 items is 14,81% of total items, Group C with invest value I0 % with cost lDR.304.l29.346,- (Three hundred four million one htmdred and twenty nine thousand three htmdred and forty six Rupiahs) with total 152 items is 70,38% of total items. The study output that obtained based on critical value is Group A with 8 antibiotic drug items or 3,70 % of total antibiotic item, meanwhile Group B as much 164 items or 75,93 % of total item and Group C as much 44 items or 20,37% of total antibiotic drug item.
Read More
B-1136
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadri Pramono; Pembimbing: Pujiyanto
B-758
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Andriani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Kemal Imran, Endang Adriyani
Abstrak: Pengelolaan obat adalah salah satu aspek manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam usaha pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan selama ini belum berjalan dengan baik terlihat dari masih tingginya angka kekosongan obat pada tahun 2017 yaitu 7,6% dari 421 jenis obat setiap bulannya dan jumlah obat kadaluwarsa yaitu sebesar 10,45% yang seharusnya 0%. Perencanaan dengan memprioritaskan pembelian kelompok VA, EA dan NA perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekosongan obat. Untuk mencegah tingginya jumlah obat kadaluwarsa adalah dengan penghitungan jumlah obat yang dipesan berdasarkan penghitungan ROP dan Safety Stock. Kelompok VA merupakan kelompok dengan prioritas utama dalam pengadaan terdiri dari 10 macam obat dengan NS 500cc infus sebagai obat terpenting dalam kelompok. NS 500 cc infus membutuhkan Safety Stock 23.400 sebesar dengan nilai ROP 34.860.
Kata Kunci : Penglolaan, pengendalian, farmasi, obat

Drug management is one important aspect of hospital management. This study is aiming at analysing drug management in pharmacy unit National Stroke Hospital Bukittinggi. This case study was using qualitative approach. The study revealed that drug management and monitoring controlling were not well performed. A high percentage of drug stock out in 2017 was found 7,6% out of 421 drugs item each month, while number of expired drugs was high, reaching 10,45% compared to 0% as target.. Planning to prioritize purchasing of drugs using VA, EA and NA drug need to implement in order to prevent stock out. To avoid expired drug, hospital need to purchased based on ROP and Safety Stock. VA group is the highest priority that include 10 drug item where NS 500 cc infusion fluid is the top one in the group. NS 500 cc infusion fluid would need Safety Stock as much as 23.400 number as Safety Stock and ROP 34.860.
Keywords : Management, control, pharmacy, drug
Read More
B-2036
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titania Nur Shelly; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Purnawan Junadi, Sjahrul Amri, Takdir Mustovam
Abstrak:

Sejak kebijakan SIMRS di bagian rawat jalan diimplementasikan, SIMRS di RSU Bhakti Yudha belum pernah di evaluasi. Padahal, kebijakan harus diawasi, dan salah satu mekanisme pengawasan tersebut adalah evaluasi. Berdasarkan timing implementasi (Nugroho, 2011), seharusnya evaluasi dilakukan antara tahun ke-3 atau ke-5 sejak implementasi penuh suatu kebijakan, sedangkan saat ini implementasi kebijakan SIMRS Bhakti Yudha telah mencapai  tahun ke-8. Penelitian mengenai evaluasi implementasi kebijakan SIMRS di bagian rawat jalan RSU Bhakti Yudha tahun 2012 menggunakan desain kualitatif interpretatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan informan yang berjumlah 10 orang informan dari staf pelayanan rawat jalan hingga direktur rumah sakit. Dari hasil triangulasi sumber, metode, dan analisis diperoleh hasil bahwa saat ini kualitas sistem informasi manajemen secara keseluruhan masih belum efektif. Dari analisis Fit/Gap didapatkan hanya 11% dari aplikasi software yang digunakan yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit, dan 56% masih mengalami kesenjangan. Pada analisis QSPM yang didahului dengan menggunakan matriks EFAS dan IFAS serta SWOT, diperoleh bahwa rekomendasi kebijakan bagi sistem informasi manajemen RSU Bhakti Yudha adalah dengan meminimalisir kelemahan internal, yaitu dengan mengganti sistem informasi yang ada dengan sistem vendor, namun dengan penetapan rumusan kebijakan akan sistem informasi manajemen terlebih dahulu. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Evaluasi, Kebijakan, Implementasi, Rekomendasi.


 The implementation of management information system policy in the outpatient ward in the RSU Yudha Bhakti has never been evaluated. In fact, the policy should be monitored, and one of these control mechanisms are evaluated. Based on the timing of implementation, the evaluation should be conducted between the third or the fifth since the full implementation of a policy, while the current policy implementation of management information system Yudha Bhakti has achieved year 8. This research on the evaluation of policy implementation in the outpatient Bhakti Yudha Hospital in 2012 wasa using an interpretive qualitative design with in-depth interviews, observation, and document review. This study used 10 informants from the operational staff of outpatient services, IT manager, hospital consultant, and the director of the hospital. From the sources, methods, and analyzes triangulation, the results obtained that the current quality of management information systems as a whole is still not effective. From the analysis of Fit / Gap, the research showed thatd only 11% of software applications used in accordance with the hospital needs, and 56% still have gaps. In the analysis that preceded QSPM by using matrix EFAs and IFAs, and SWOT, this research result in the recommendation that the management of information system in the outpatient ward of Bhakti Yudha RSU need to minimize its internal weaknesses, by replacing the existing information systems with vendor development, but with the determination of policy formulation for a system of information managementi in advance. Key words: Hospital Management Information Systems, Evaluation, Policy, Implementation, Recommendations

Read More
B-1427
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurkasna Wahyuni; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Faiq Bahfen, Dumilah Ayunigtyas
B-1214
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Azwar; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Tris Eryando, R. Sutiawan, Maria Fransisca Antonelly Schoggers, Bambang Suberkah
Abstrak: Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, profesionalisme, kinerja, serta akses dan pelayanan pada rumah sakit. Informasi pada sistem tersebut digunakan oleh manajemen rumah sakit sebagai alat pendukung dalam pengambilan keputusan dan administrasi di rumah sakit. Evaluasi SIMRS diperlukan untuk memahami kinerja sistem agar dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan dan biayanya, serta untuk menentukan keamanan dan efektivitas SIMRS. Keberhasilan implementasi SIMRS dipengaruhi oleh faktor manusia, faktor lingkungan, dan faktor teknologi. Metode evaluasi manfaat SIMRS terhadap faktor manusia, organisasi, dan kesesuaian teknologi (HOT-Fit) mampu dan berguna dalam melakukan studi evaluasi SIMRS secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi SIMRS yang dianalisis menggunakan model Human Organization Technology (HOT) ? Fit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Muhammad Jamaludin I. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih dengan cara purposive sampling sebanyak 6 orang, terdiri dari 5 orang yang berasal dari unit pelayanan dan 1 orang dari staf Informasi dan Teknologi (IT) di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan secara umum implementasi penerapan SIMRS di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I telah berjalan baik dengan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Faktor Manusia menunjukkan bahwa penggunaan SIMRS telah bejalan baik dan kepuasan pengguna dirasakan terhadap sistem, namun masih dirasakan kurang dalam hal pemberian pelatihan kepada seluruh pengguna. Faktor Organisasi menunjukkan bahwa struktur organisasi dan lingkungan telah mendukung untuk pelaksanaan SIMRS, tetapi belum ada jadwal pemeliharaan rutin dan antivirus pada komputer dan jaringan SIMRS, dan kurangnya perangkat komputer serta belum ada Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk pelaksanaan SIMRS di unit-unit. Faktor Teknologi pada kualitas sistem masih terkendala gangguan koneksi jaringan akibat kendala sinyal internet dan belum dimanfaatkannya fitur keamanan, kualitas informasi yang dihasilkan telah sesuai dengan kebutuhan pengguna, dan kualitas layanan yang diberikan telah dirasakan baik namun belum disebarnya panduan dan buku pedoman penggunaan SIMRS di unit-unit. Faktor Manfaat SIMRS telah menunjukkan adanya efektivitas dan efisiensi bagi pengguna dan rumah sakit dalam pelaksanaannya. RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I disarankan untuk membuat SPO dan menambah perangkat komputer dalam pelaksanaan SIMRS, meningkatkan pelatihan dan membagikan modul penggunaan SIMRS kepada seluruh pegawai di unit, serta menerapkan sistem keamanan di SIMRS.
Hospital Management Information System (SIMRS) implementation aims to improve efficiency, effectiveness, professionalism, performance, access and services at hospitals. Information on the system is used by hospital management as a supporting tool in decision making and administration at the hospital. SIMRS evaluation is needed to understand system performance in order to help improve the quality of care and costs, as well as to determine the safety and effectiveness of SIMRS. Successful implementation of SIMRS is influenced by human factors, environmental factors, and technological factors. Evaluation method of the SIMRS benefits on human factors, organization, and technology suitability (HOT-Fit) is capable and useful in conducting a comprehensive SIMRS evaluation study. The purpose of this study was to find out the results of SIMRS implementation with analyzed using the Human Organization Technology (HOT) ? Fit model at the Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital. This research method was a qualitative research with a descriptive approach. Informants were selected by purposive sampling as many as 6 people, consisting of 5 people from the service unit and 1 person from Information and Technology (IT) staff at the hospital. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation, and document review. The results of the study found that in general the implementation of SIMRS at Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital has been going well with several obstacles encountered in its implementation. Human factors indicate that the use of SIMRS has been running well and user satisfaction have been felt with the system, but there is still a lack of training in providing training to all users. Organizational factors indicate that the organizational structure and environment have supported the implementation of SIMRS, but there is no routine maintenance schedule yet and no antivirus on SIMRS computers and networks, and there is a less of computer equipment and there is no Standard Operating Procedure for SIMRS implementation in units. Technological factors, system quality is constrained by network connection disturbances caused by internet signal problems and the security features has not utilized, the quality of information is in accordance with user needs, the quality of service has be perceived as good but the guidelines and manuals for the use of SIMRS in units have not been disseminated. SIMRS Benefit Factor has shown effectiveness and efficiency for users and hospitals in its implementation. Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital recomended to make an SOP and add computer equipment number in the implementation of SIMRS, improve training and distribute SIMRS usage modules to all employees in the unit, and implement a security system in SIMRS.
Read More
B-2326
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive