Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38266 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Daniel Tafuma; Pembimnbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Tubagus Dwika Yuantoko, Septyani Prihatiningsih
Abstrak:
Studi ini menilai hubungan ekologis antara aktivitas inspeksi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan tingkat cedera dan kematian akibat kerja di Zimbabwe dari tahun 2018 hingga 2023. Inspeksi regulasi secara luas diakui sebagai mekanisme kunci untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja; namun, bukti mengenai efektivitasnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menentukan tren dalam aktivitas inspeksi, tingkat cedera akibat kerja, dan tingkat kematian akibat kerja, dan untuk memeriksa apakah aktivitas inspeksi terkait dengan hasil keselamatan kerja di tingkat nasional. Desain deret waktu ekologis digunakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Otoritas Jaminan Sosial Nasional (NSSA). Tingkat inspeksi tahunan, tingkat cedera akibat kerja, dan tingkat kematian akibat kerja dianalisis untuk periode enam tahun. Analisis tren deskriptif, korelasi Spearman dan Pearson, dan regresi linier sederhana digunakan untuk memeriksa hubungan antara aktivitas inspeksi dan hasil keselamatan kerja. Temuan tersebut mengungkapkan fluktuasi substansial dalam aktivitas inspeksi, tingkat cedera, dan tingkat kematian selama periode studi. Meskipun korelasi positif diamati antara aktivitas inspeksi dan tingkat cedera (r = 0,727) dan antara aktivitas inspeksi dan tingkat kematian (r = 0,640), hubungan ini tidak konsisten dan harus ditafsirkan dengan hati-hati karena jumlah pengamatan yang kecil dan sifat ekologis data. Analisis regresi menunjukkan bahwa aktivitas inspeksi menjelaskan sebagian besar variasi dalam hasil keselamatan kerja; namun, temuan tersebut tidak memberikan bukti ekologis yang konsisten bahwa perubahan dalam aktivitas inspeksi dikaitkan dengan pengurangan yang sesuai dalam tingkat cedera atau kematian. Studi ini menyimpulkan bahwa aktivitas inspeksi saja mungkin tidak cukup untuk menghasilkan peningkatan yang terukur di tingkat nasional dalam hasil keselamatan kerja di bawah kondisi kelembagaan yang ada. Praktik manajemen keselamatan organisasi, sistem pelaporan, kualitas penegakan hukum, dan faktor kontekstual yang lebih luas dapat memainkan peran penting dalam membentuk kinerja keselamatan kerja. Studi ini memberikan bukti dasar tentang regulasi K3 di Zimbabwe dan memberikan rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik regulasi di masa mendatang.

This study assessed the ecological association between occupational health and safety (OHS) inspection activity and occupational injury and fatality rates in Zimbabwe from 2018 to 2023. Regulatory inspections are widely recognised as a key mechanism for improving workplace safety; however, evidence regarding their effectiveness in low- and middle-income countries remains limited. The study sought to determine trends in inspection activity, occupational injury rates, and occupational fatality rates, and to examine whether inspection activity was associated with occupational safety outcomes at the national level. An ecological time-series design was employed using secondary data obtained from the National Social Security Authority (NSSA) annual reports. Annual inspection rates, occupational injury rates, and occupational fatality rates were analysed for the six-year period. Descriptive trend analysis, Spearman and Pearson correlation, and simple linear regression were used to examine associations between inspection activity and occupational safety outcomes. The findings revealed substantial fluctuations in inspection activity, injury rates, and fatality rates over the study period. Although positive correlations were observed between inspection activity and injury rates (r = 0.727) and between inspection activity and fatality rates (r = 0.640), these relationships were inconsistent and should be interpreted cautiously due to the small number of observations and the ecological nature of the data. Regression analyses suggested that inspection activity explained a notable proportion of the variation in occupational outcomes; however, the findings did not provide consistent ecological evidence that changes in inspection activity were associated with corresponding reductions in injury or fatality rates. The study concludes that inspection activity alone may be insufficient to generate measurable national-level improvements in occupational safety outcomes under existing institutional conditions. Organisational safety management practices, reporting systems, enforcement quality, and broader contextual factors may play important roles in shaping occupational safety performance. The study contributes baseline evidence on OHS regulation in Zimbabwe and provides recommendations for future research, policy, and regulatory practice.
Read More
T-7562
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nyaradza Notmah Nemaware; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Eli Sutiawati, Jimmy Tiarlina
Abstrak:
Petugas layanan kesehatan adalah landasan dari setiap sistem layanan kesehatan yang berfungsi, mendedikasikan diri mereka untuk perawatan pasien dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, dedikasi mereka harus dibayar mahal karena lingkungan kerja membuat mereka terpapar banyak bahaya pekerjaan. Studi cross-sectional ini menggunakan metode campuran untuk menilai kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (OHS) di kalangan petugas kesehatan di Distrik Shamva, Zimbabwe. Kuesioner (α=0,773) diberikan kepada 102 petugas kesehatan, ukuran sampel dihitung menggunakan Epi Info berdasarkan populasi 139 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin kesalahan 5%. Wawancara dengan informan kunci melengkapi data kuantitatif. Studi ini mengungkapkan tingginya tingkat kesadaran K3, khususnya mengenai bahaya biologis, namun mengidentifikasi tantangan dalam implementasi karena kurangnya pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan akan program K3 yang komprehensif. Bahaya yang umum terjadi antara lain cedera akibat tertusuk jarum suntik, infeksi, pemicu stres psikososial, pelecehan seksual, jam kerja yang panjang, serta terpeleset dan jatuh. Peserta merasakan program pelatihan keselamatan yang ada bermanfaat dalam mengurangi bahaya dan mengurangi cedera. Studi tersebut merekomendasikan revitalisasi program K3 dengan dukungan manajerial, mengintegrasikan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan melaksanakan pelatihan komprehensif yang mencakup seluruh bahaya K3. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan multifaset untuk meningkatkan K3 di Distrik Shamva, memastikan kesejahteraan tenaga kesehatannya.

Healthcare workers are the cornerstone of any functioning healthcare system, dedicating themselves to patient care and promoting community health. However, their dedication comes at a cost, as their work environment exposes them to a multitude of occupational hazards. This cross-sectional study uses mixed-methods to assess occupational health and safety (OHS) awareness among healthcare workers in Shamva District, Zimbabwe. A questionnaire (α=0.773) was administered to 102 healthcare workers, a sample size calculated using Epi Info based on a population of 139 with a 95% confidence level and a 5% margin of error. Interviews with key informants supplemented the quantitative data. The study revealed a high level of OHS awareness, particularly regarding biological hazards, but identified challenges in implementation due to inadequate training, resource constraints, and the need for comprehensive OHS programs. Common hazards included needle stick injuries, infections, psychosocial stressors, sexual harassment, long working hours, and slips and falls. Participants perceived existing safety training programs as beneficial in mitigating hazards and reducing injuries. The study recommends revitalizing OHS programs with managerial support, integrating infection prevention and control protocols, conducting regular medical examinations, and implementing comprehensive training that covers all OHS hazards. These findings underscore the need for a multifaceted approach to improve OHS in Shamva District, ensuring the well-being of its healthcare workforce
Read More
T-7137
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Faisal Amirul Mukminin; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Samsi Y. Samoeri, Chandra Arif Dermawan
Abstrak:
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek yang paling penting dalam melakukan setiap pekerjaan. Salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat bahaya dan risiko tinggi adalah industri minyak dan gas bumi. Beberapa kali kita melihat kasus kebakaran atau ledakan yang pernah terjadi di depot bahan bakar minyak maupun kilang minyak yang ada di Indonesia. Maka dari itu, pekerjaan inspeksi teknis dan pemeriksaan keselamatan menjadi penting untuk meminimalisir kecelakaan kerja. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis risiko terhadap ketidakeseuaian dari hasil inspeksi teknis dan pemeriksaan keselamatan pada instalasi depot bahan bakar minyak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional melalui pendekatan kualitatif, serta dalam penilaian risiko menggunakan pendekatan semi-kuantitatif dengan menggunakan matriks risiko. Hasil dari penelitian ini terdapat 4 ketidaksesuaian dari hasil inspeksi teknis dan pemeriksaan keselamatan. Diantaranya umur instalasi yang hampir melebihi umur desain, tahanan grounding yang tinggi, terdapat bangunan lain yang berada di dalam instalasi depot, dan rumput liar yang tinggi. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa dari ketidaksesuaian tersebut memiliki tingkat risiko ekstrim, tinggi, dan sedang. Semua analisis tingkat risiko dari ketidaksesuaian sudah dianalisis berdasarkan pengendalian yang sudah dilakukan serta insiden yang pernah terjadi sebelumnya di industri yang sama. Rekomendasi pengendalian yang diberikan oleh penulis, diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko sampai ke tingkat risiko yang dapat diterima.

Occupational safety and health is the most important aspect of every job. One job that has a high level of danger and risk is the oil and gas industry. Several times we have seen cases of fires or explosions that have occurred at fuel oil depots and oil refineries in Indonesia. Therefore, technical inspection work and safety checks are important to minimize work accidents. In this study, a risk analysis of non-conformities from the results of technical inspections and safety checks at fuel oil depot installations will be carried out. This research uses an observational descriptive method through a qualitative approach, beside the risk assessment through a semi-quantitative approach that carried out using a risk matrix. The results of this study found 4 non-conformities from the results of technical inspections and safety checks. Among them are the age of the installation which almost exceeds the design life, high grounding resistance, there are other buildings inside the depot installation, and high weeds. The risk analysis results show that these non-conformities have extreme, high and medium risk levels. All risk level analyses of non-conformities have been analyzed based on the controls that have been implemented as well as incidents that have occurred previously in the same industry. The control recommendations provided by the author are expected to reduce the risk level to an acceptable risk level.
Read More
T-7336
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eske Prativi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
S-7604
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Ismaya; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Muhammad Irwansyah
Abstrak: During the period of 2012 to 2016, marine casualties or incidents that investigated by NTSC (KNKT) had been increased every year. Investigation of incident has been conducted to determine the cause of occurence event in order to avoid the incident with the same causes in the future. The purpose of this research is to describe marine casualties and incident in 2012 until 2016 based on investigation report of The National Transportation Safety Committee (NTSC). Design of this research is descriptive analytic with method of retrospective case study approach.Population and sample of this research are all completed final report of investigation and has been published by KNKT during the period of 2012 to 2016, which is 18 final report of investigation. The results of 18 incidents, that involving 25 vessels, and the contributing factors that casues incident are 45% from liveware, 22% from software, 17% from hardware and 16% from environment. Marine casualties and incident given an effect losses in human, property and environmental. Keyword: Marine casualties, incident, investigation
Read More
S-9386
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Setiadi; Pembimbing: Wawan Irawan; Penguji: Tata Soemitra, Supriyanto
Abstrak:

Peningkatan kompetensi karyawan sekarang menjadi isu penting bagi perusahaan untuk menjaga kemampuan berkompetisi guna menghadapi tantangan bisnis dalam era perdagangan babas yang akan segera datang. Undang-undang Ketenagalistrikan (baru) akan mengatur kompetisi antar pelaku bisnis tenaga listrik seperti PT PLN (Persero), swasta, termasuk koperasi dan BUMN yang lain. Melalui pembahasan bersama institusi terkait, maka Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral secara bertahap mempersiapkan standarisasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Analisis kompetensi K3 pada Pengawas kegiatan penyediaan tenaga listrik di PT PLN (Persero) bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi K3 pada Pengawas pada beberapa Unit pengelola instalasi yang dipilih untuk melakukan penelitian yang dapat mewakili kegiatan penyediaan tenaga listrik di PT PLN (Persero), sekaligus untuk menggambarkan tingkat kompetensi pada kegiatan pembangkitan, transmisi dan distribusi tenaga listrik.Dengan menggunakan referensi elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja dari kompetensi K3 umum (generik) untuk Pengawas (NOHSC, Australia) sebagai instrumen penelitian, dilakukan wawancara kepada para Pengawas serta kuisioner kepada para Pelaksana, kelompok kerja pengelola instalasi dan kepada para Pejabat pengelola instalasi, diperoleh bahwa rata-rata tingkat kompetensi K3 pada Pengawas kegiatan penyediaan tenaga listrik di PT PLN (Persero) dapat diklasifikasikan antara "rendah" sampai "kurang dari cukup", di mana pada kegiatan pembangkitan lebih baik dari pada kegiatan transmisi dan pada kegiatan transmisi lebih baik dari pada kegiatan distribusi.Saran pembinaan untuk meningkatkan kompetensi dengan menambah wawasan pengetahuan, ketrampilan dan sikap K3 pada Pengawas, keharusan terdapatnya komitmen yang kuat terhadap K3 dari top manajemen (dukungan manajemen) dan memperhatikan tempat kerja (tantangan kegiatan atau pengaruh lingkungan).


 

The Analysis on Occupational Safety and Health Competency for Supevisor of Electric Energy Supply in PT PLN (Persero)Employee competency improvement is now becoming the important issues for corporations to maintain its competitive ability to meet business challenges for incoming free trade era. The (new) Electricity Act regulates the competition of electricity business players such as PT PLN (Persero), the private sector including ccoperative and other state owned corporations. Through agreements with related institutions, The Department of Mine and Energy is progressively set the standards to be used for technician competencies in electricity.The analysis on occupational health and safety (OHS) competency for Supervisor of electric energy supply in PT PLN (Persero) aims at identifying the competency level of OHS of Supervisors in a number of units chosen to investigate matters that may represent the activities of electricity supply in PT PLN, while also describing the competency levels in electricity generation, transmission and distribution.With reference to the competency elements and performance criteria for generic OHS c^mnPfencies for Supervisors (NOHSC, Australia) as research tool, interviews were conducted with Supervisors and questionnaires were given to Working groups who directly in charge for instalation maintenance administering installation and the respected Officers. The result obtained indicates that the average competency level of OHS among Supervisor of electric energy supply in PT PLN (Persero) can be classified ranging from "low" to "inadequate", whereas electricity generating activities scored higher than transmission activities, and distribution activities have the lowest score among them.Suggestions to improve competency include supplementary information of OHS knowledge, skill and attitude of Supervisors, need a strong commitment from the top management on OHS (managerial support) and awareness of the work location (in term of challenging activities and or environmental influence).

Read More
T-1355
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Taquadika Hardani; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Adi Zakaria Afiff, Yuni Kusminanti, Ike Pujiriani
T-4439
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Husnul Fitri; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Arie Budianti
S-8592
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ela Nurdiawati; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-4066
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Floren Wahyu Purwanto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Devie Fitri Octaviani
S-8099
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive