Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40358 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Meita chairunnisa; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Tiara Amelia, Dini Dahlia
Abstrak:
Vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan, namun sebagian orang tua masih menolak memberikan persetujuan vaksinasi kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap penerimaan vaksinasi HPV pada siswi kelas 5 sekolah dasar berdasarkan Health Belief Model (HBM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain Rapid Assessment Procedure di salah satu sekolah dasar swasta di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Juni 2026. Delapan orang tua dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, sebagian besar dilakukan melalui telepon, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pendekatan deduktif berdasarkan teori HBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang menerima vaksin memiliki persepsi kerentanan yang tinggi, meyakini manfaat vaksin, serta mampu mengatasi hambatan melalui informasi yang diperoleh dan kepercayaan terhadap tenaga kesehatan. Sebaliknya, kelompok yang menolak memiliki persepsi kerentanan yang rendah, meragukan manfaat vaksin, serta dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap keamanan vaksin, isu kehalalan, pengalaman vaksinasi sebelumnya, dan informasi negatif di media sosial. Persepsi keparahan relatif tinggi pada kedua kelompok sehingga bukan menjadi pembeda utama keputusan vaksinasi. Penerimaan vaksinasi HPV dipengaruhi oleh interaksi persepsi kerentanan, manfaat, hambatan, dan isyarat untuk bertindak. Puskesmas dan sekolah perlu mengadakan sosialisasi interaktif untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan vaksinasi HPV.

Human Papillomavirus (HPV) vaccination through Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) program is a strategy to prevent cervical cancer in women; however, some parents still refuse to provide consent for their daughters to receive the vaccine. This study aimed to explore parents' perceptions of HPV vaccine acceptance among fifth-grade elementary school girls using the Health Belief Model (HBM). A descriptive qualitative study with a Rapid Assessment Procedure design was conducted at a private elementary school in Jagakarsa, South Jakarta, in June 2026. Eight parents were recruited using snowball sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, mostly conducted by telephone, and analyzed using deductive thematic analysis based on the HBM constructs. The findings showed that parents who accepted HPV vaccination had a high perceived susceptibility to HPV infection, believed in the benefits of vaccination, and were able to overcome perceived barriers through information seeking and trust in healthcare professionals. In contrast, parents who refused vaccination had low perceived susceptibility, questioned the vaccine's benefits, and were influenced by concerns about vaccine safety, halal issues, previous vaccination experiences, and negative information on social media. Perceived severity was high in both groups and therefore did not distinguish vaccination decisions. HPV vaccine acceptance was influenced by the interaction of perceived susceptibility, perceived benefits, perceived barriers, and cues to action. Primary healthcare centers and schools should conduct interactive educational sessions to improve knowledge and acceptance of HPV vaccination
Read More
S-12386
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Istaniya Sumantri; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tiara Amelia, Dewi Suhartini
Abstrak: Terdapat pergeseran usia pada penderita diabetes melitus di wilayah Puskesmas Bogor Timur. Pada tahun 2021 diagnosis untuk penderita diabetes melitus termuda yang ditemukan di Puskesmas Bogor Timur adalah pada usia 29 tahun. Sementara pada tahun 2022 sampai bulan Juli, usia penderita diabetes melitus termuda ditemukan pada usia 19 tahun. Penelitian dilakukan untuk mengetahui determinan yang mempengaruhi perilaku pencegahan diabetes melitus pada remaja. Sebuah studi cross-sectional yang dilakukan pada 110 siswa di SMAN 3 Kota bogor yang terpilih sebagai sampel acak. Penelitian ini dilakukan dari November hingga Desember 2022. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur melalui gform. Data dimasukan kedalam SPSS untuk dianalisis secara univariat dan bivariat. Pada analisis bivariat, variabel dengan nilai p=0,05 dianggap berhubungan secara signifikan. Nilai rata-rata yang diperoleh dari perilaku pencegahan diabetes melitus pada remaja sebesar 64,7 (skala 100). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,006), persepsi kerentanan (p=0,002), persepsi tingkat keparahan (p=0,018), persepsi manfaat (p=0,011), persepsi hambatan (p=0,001), dan sumber informasi (p=0,034) dengan perilaku pencegahan diabetes melitus pada remaja. Upaya dalam peningkatan kesadaran dalam melakukan pencegahan diabetes melitus perlu ditingkatkan untuk menghasilkan generasi yang terbebas dari penyakit katastropik khususnya diabetes melitus.
There is an age shift in patients with diabetes mellitus in the East Bogor Health Center area. In 2021 the diagnosis for the youngest person with diabetes mellitus found at the East Bogor Health Center was at the age of 29 years. Meanwhile, in 2022 until July, the age of the youngest patient with diabetes mellitus was found to be 19 years old. This research was conducted to determine the determinants that influence diabetes mellitus prevention behavior in adolescents. A cross-sectional study was conducted on 110 students at SMAN 3 Bogor City who were selected as a random sample. The study was conducted from November to December 2022. Data were collected using a structured questionnaire through gform. Data were entered into SPSS for univariate and bivariate analysis. In bivariate analysis, variables with p=0.05 were considered significantly associated. The mean value obtained from adolescent prevention behavior was 64.7 (scale 100). There are asignificant relationship between knowledge (p=0.006), perceived susceptibility (p=0.002), perceived severity (p=0.018), perceived benefits (p=0.011), perceived barriers (p=0.001), and sources of information (p=0.034) with diabetes mellitus prevention behavior in adolescents. Efforts to increase awareness in preventing diabetes mellitus need to be increased to produce a generation free from catastrophic diseases, especially diabetes mellitus.
Read More
S-11218
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febriana Santhi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Syahrizal Syarif, Ary Sutanti
S-7315
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriani Nur Pratiwi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Hadi Pratomo, Guntur Daryono
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi SMA. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku SADARI siswi ditinjau dari variabel yang ada di dalam teori health belief model, diantaranya riwayat kanker pada keluarga, pengetahuan, persepsi kerentanan dan keseriusan kanker payudara, persepsi manfaat dan hambatan melakukan SADARI, serta sumber informasi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada 100 orang siswi kelas XII di SMA Negeri 1 Tambun Selatan dengan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 34% siswi pernah melakukan SADARI dan 66% siswi lainnya tidak pernah melakukan SADARI. Dari 8 variabel yang diteliti, 3 variabel memiliki hubungan dengan perilaku SADARI siswi. Faktor yang berpengaruh adalah persepsi keseriusan kanker payudara (nilai p=0,040), persepsi hambatan melakukan SADARI (nilai p=0,009), dan sumber informasi (nilai p=0,001). Hasil ini menunjukan perlunya peningkatan kesadaran siswi terhadap kesehatan payudaranya serta adanya pemberian informasi dan konseling terkait dengan kanker payudara dan SADARI.
 

 
This study discusses the behavior of breast self-examination (BSE) in high school students. The objective of this study is to look at BSE behavior among high school students from variables in the theory of health belief models, including a history of cancer in the family, knowledge, perceived seriousness and perceived susceptibility of breast cancer, perceived benefits and barriers to perform BSE, and as well as resources of BSE. In this study using quantitative approaches and cross-sectional study methodes. Data collected through questionnaire to 100 students at SMAN 1 Tambun Selatan using purposive sampling method. Based on the survey results revealed that 34% of students have perform BSE and 66% other never perform BSE. Of 8 variables studied, three variables have a siginificant correlation with BSE behavior. Factors that influence are perceived seriousness of breast cancer (p value= 0.040), perceived barriers to perform BSE (p value= 0.009), and resources (p value= 0.001). These results indicate the need to increase student awareness on breast health as well as the provision of information and counseling related to breast cancer and BSE.
Read More
S-8568
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Sayyidatul Ulfa; Pembimbing: Rita Damayanti, Evi Martha; Penguji: Hanny Handiyani, Sakri Sabatmadja, Pribudiarta Nur Sitepu
Abstrak: Indonesia merupakan peringkat ketiga negara dengan angka perokok tertinggi setelah China dan India. Indonesia juga mengalami kenaikan prevalensi perokok anak dari 7,2% (Riskesdas, 2013) menjadi 9,1% (Riskesdas, 2018) yang secara spesifik ditemukan pula adanya fenomena perokok balita. Munculnya fenomena perokok balita di Indonesia menunjukan adanya pola asuh pembiaran yang dilakukan oleh orang tua terhadap balita yang merokok. Hal tersebut terjadi karena perilaku merokok mendapat penerimaan sosial yang positif, dianggap sebuah kebiasaan yang lumrah di masyarakat, dan juga merupakan bagian dari warisan budaya serta daily life di Indonesia. Pengabaian menjadi bentuk pola asuh orang tua yang menyebabkan kejadian perilaku merokok balita, yang mana balita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sulit mengontrol diri, serta peniru yang baik. Lingkungan sosial yang memberikan rokok, mengolok-olok, dan menganggap lucu juga mendukung terhadap perilaku dan normalisasi merokok balita menjadikan balita dibiarkan merokok, mudah untuk memulai dan mencandu rokok. Diharapkan hal tersebut dapat menjadi landasan bagi pemerintah untuk dapat memperkuat kebijakan pengendalian tembakau khususnya menekan normalisasi perilaku merokok, juga agar melindungi balita dari ancaman adiksi rokok.
Read More
T-6429
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Perwati Ajeng Sari; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Anwar Hasan, Santayana
S-8810
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reza Dara Pertiwi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Ella N. Hadi, Nurwirah Verliyanti, Sri Dewi Hayani
Abstrak:
Anak-anak termasuk dalam kategori rentan terinfeksi COVID-19. Keputusan orang tua untuk memberikan izin kepada anaknya untuk divaksinasi atau tidak, bergantung pada kesediaan orang tua untuk menerima vaksin tersebut. IDAI menetapkan capaian vaksinasi sebesar 100% untuk PTM yang aman, sedangkan WHO menetapkan sebesar 70%. Cakupan vaksinasi COVID-19 untuk anak umur 6-11 tahun di Kecamatan Cakung hanya 65.57% untuk dosis pertama dan 33.59% untuk dosis kedua, angka cakupan ini merupakan yang paling rendah jika dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penerimaan orang tua terhadap pemberian vaksin COVID-19 pada anak sekolah dasar di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Penelitian menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuisioner secara online. Responden penelitian berjumlah 394 orang tua dari murid sekolah dasar yang berada di Kecamatan Cakung. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan 87.3% orang tua menerima pemberian vaksin COVID-19 untuk anak mereka. Persepsi manfaat (pValue: 0.018), persepsi hambatan (pValue: 0.018), dan pemicu bertindak (pValue: 0.001) merupakan variabel yang berhubungan signifikan dengan penerimaan orang tua terhadap pemberian vaksin COVID-19. Pemicu bertindak menjadi variabel dominan yang berhubungan dengan penerimaan orang tua. Orang tua dengan pemicu bertindak yang tinggi cenderung menerima vaksin COVID-19 3,1 kali lebih besar dibanding dengan orang tua dengan pemicu bertindak rendah setelah dikontrol persepsi manfaat dan persepsi hambatan.

Children are in the vulnerable category of COVID-19 infection. Parent’s decision to grant permission for their children to be vaccinated or not, depends on the parental acceptance of COVID-19 vaccination itself. Indonesian Pediatric Association set the vaccination coverage rate at 100% for safe face-to-face learning, while WHO set it at 70%. COVID-19 vaccination coverage for children aged 6-11 years in Cakung district is only 65.57% for the first dose and 33.59% for the second dose, this rate is the lowest compared to other sub-districts in DKI Jakarta. This study aims to find out the determinants of parental acceptance of COVID-19 vaccination in elementary school children in Cakung district, East Jakarta City. The Study used a cross sectional design, data collection was done through filling out online questionnaires. The research respondents were 394 parents of elementary school students in Cakung district. Multivariate analysis using multiple logistic regression risk factor model. The result has shown that 87.3% of parents received the COVID-19 vaccination for their children. Perceived benefits (pValue: 0.018), perceived barriers (pValue: 0.018), and cues to action (pValue: 0.001) were variables that were significantly associated with parental acceptance of the COVID-19 vaccination. Cues to action became the dominant variable in this study. Parents with high-cues to action tend to receive the COVID-19 vaccination 3.1 times more than those with low-cues to action after being controlled by perceived benefits and perceived barriers.
Read More
T-6579
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dzul Fahmi Afriyanto; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Dien Anshari, Mahanani, Puspitasari Whardani
Abstrak:
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh yang dapat terjadi pada populasi berisiko seperti Lelaki Berhubungan Seks Dengan Lelaki (LSL). Kasus LSL yang terinfeksi HIV/AIDS menempati posisi pertama terbanyak di Kabupaten Gresik dibandingkan dengan populasi berisiko lainnya. Hal ini diperlukan tindakan pencegahan HIV/AIDS pada LSL. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi LSL dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan disain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dilaksanakan pada bulan April-Mei 2022 pada 8 informan meliputi 6 LSL, seorang staf Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dan seorang staf Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pencegahan HIV/AIDS yang dilakukan LSL adalah penggunaan kondom saat berhubungan seksual, melakukan pemeriksaan VCT, dan melakukan pengobatan ARV bagi LSL HIV (+). Perilaku tersebut dipengaruhi persepsi kerentanan dan persepsi bahaya/kesakitan terhadap HIV/AIDS, persepsi manfaat dan hambatan untuk melakukan perilaku tersebut, memiliki keyakinan dapat melakukan perilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya yang berasal dari teman dekat, keluarga, pasangan, dan petuhgas kesehatan. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan teori perilaku HBM terhadap petugas puskesmas dan menerapkan pendidikan sebaya kepada komunitas LSL tentang perilaku pencegahan HIV/AIDS.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that infects white blood cells which causes a decrease in immunity that can occur in at-risk populations such as Men Who Have Sex With Men (MSM). MSM cases infected with HIV/AIDS occupy the first position in Gresik Regency compared to other at-risk populations. The purpose of this study was to analyze the perception of MSM in HIV/AIDS prevention in Gresik Regency. This research uses a qualitative approach, with a case study design. Data collection was carried out by in-depth interviews carried out in April-May 2022 with 8 informants including 6 MSM, 1 staff from the Gresik District Health Office, and 1 staff from the Gresik District AIDS Commission. The results showed that HIV/AIDS prevention behaviors carried out by MSM were using condoms during sexual intercourse, conducting VCT examinations, and taking ARV treatment for those who were HIV (+). These behaviors are influenced by perceptions of vulnerability and perceptions of harm/illness to HIV/AIDS, perceptions of the benefits and barriers to performing these behaviors, having the belief that they can perform these behaviors, and the presence of cues to do so from close friends, family, partners, and health workers. Therefore, there is a need for training in the theory of HBM behavior for health workers and applying peer education to the MSM community about HIV/AIDS prevention behavior.
Read More
T-6449
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winda Widyanty; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Penguji: Zarfiel Tafal, Muhammad Hatta
S-6078
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ineu Isnaeni; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Evi Martha, Nita Ita Hernita, Retno Wijayanti
Abstrak:
Sebanyak 45% orang tua yang memiliki anak disabilitas di Kota Depok masih malu, menelantarkan anaknya, dan tidak memberikan kasih sayang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan orang tua yang memiliki anak disabilitas dan determinannya di Kota Depok Jawa Barat tahun 2022. Penelitian menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data melalui pengisian kuesioner online pada 120 orang tua yang memiliki anak disabilitas yang tinggal di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerima anak disabilitas di Kota Depok Jawa Barat Tahun 2022 sudah baik dengan nilai rata-rata 86,79 (skala 100). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, nilai religiusitas, dukungan tenaga kesehatan, dan pendapatan memiliki hubungan bermakna dengan penerimaan orang tua yang memiliki anak disabilitas. Dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerimaan orang tua yang memiliki anak disabilitas di Kota Depok Jawa Barat. Orang tua yang cukup mendapat dukungan dari tenaga kesehatan berpeluang menerima anaknya yang mengalami disabilitas 5,6 kali dibanding dengan orang tua yang kurang mendapat dukungan tenaga kesehatan setelah dikontrol oleh pengetahuan, sikap, nilai religiusitas dan pendapatan. Kata kunci: Penerimaan orang tua, disabilitas, Kota Depok

As many as 45% of parents who have children with disabilities in Depok City are still ashamed, neglect their children, and do not give abundant love. This study aims to determine the acceptance of parents who have children with disabilities and their determinants in Depok City, West Java in 2022. The study used a cross sectional design, collecting data through filling out online questionnaires on 120 parents of children with disabilities living in Depok City. The results showed that parents accepting children with disabilities in Depok City, West Java in 2022 were good with an average score of 86.79 (scale 100). The results showed that knowledge, attitudes, religious values, support from health workers, and income had a significant relationship with the acceptance of parents who had children with disabilities. The support of health workers is the most dominant factor related to the acceptance of parents who have children with disabilities in Depok City, West Java. Parents who have adequate support from health workers have the opportunity to accept their children with disabilities 5.6 times compared to parents who do not receive support from health workers after being controlled by knowledge, attitudes, religious values and income. Key words: Acceptance of parents, disability, Depok City
Read More
T-6384
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive