Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8642 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Inas Farida; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: R. Sutiawan, Sutanto Priyo Hastono, Muhamad Kodir, Walliyana Kusumaningati
Abstrak:
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi 19,8% pada tahun 2024. Penetapan prioritas intervensi umumnya dilakukan pada tingkat populasi sehingga belum mampu mengakomodasi perbedaan profil risiko individu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka penetapan prioritas intervensi penurunan stunting berbasis profil risiko individu menggunakan pendekatan machine learning. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 pada 381.108 balita usia 0–59 bulan. Analisis dilakukan pada tiga subgrup usia (0–5 bulan, 6–23 bulan, dan 24–59 bulan) menggunakan algoritma Logistic Regression, Random Forest, dan XGBoost. Kinerja model dievaluasi berdasarkan ROC-AUC, precision, recall, dan F1-score. Hasil menunjukkan bahwa Logistic Regression merupakan model terbaik pada usia 0–5 bulan (ROC-AUC=0,764), sedangkan XGBoost Tuned menjadi model terbaik pada usia 6–23 bulan (ROC-AUC=0,663) dan 24–59 bulan (ROC-AUC=0,661). Faktor prediktor dominan serta prioritas intervensi berbeda pada setiap subgrup usia. Implementasi model melalui dashboard menghasilkan rekomendasi prioritas intervensi berdasarkan perubahan probabilitas risiko setelah faktor intervensi dimodifikasi pada profil individu. Pendekatan ini menghasilkan kerangka penetapan prioritas intervensi berbasis risiko individu yang berpotensi mendukung pengambilan keputusan penurunan stunting secara lebih presisi, preventif, dan berbasis data.

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, with a prevalence of 19.8% in 2024. Current intervention prioritization is generally conducted at the population level and does not adequately account for individual risk profiles. This study aimed to develop an individual risk-based framework for prioritizing stunting interventions using machine learning approaches. A cross-sectional study was conducted using secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI) and the 2024 Indonesia Nutritional Status Survey (SSGI), involving 381,108 children aged 0–59 months. Analyses were performed across three age subgroups (0–5 months, 6–23 months, and 24–59 months) using Logistic Regression, Random Forest, and XGBoost algorithms. Model performance was evaluated using ROC-AUC, precision, recall, and F1-score. The results showed that Logistic Regression achieved the best performance in the 0–5 months subgroup (ROC-AUC = 0.764), while XGBoost Tuned performed best in the 6–23 months (ROC-AUC = 0.663) and 24–59 months (ROC-AUC = 0.661) subgroups. The dominant predictor factors and intervention priorities differ for each age subgroup. Implementing the model through a dashboard generates intervention priority recommendations based on changes in risk probability after intervention factors are adjusted for an individual's profile. This approach creates a risk-based intervention priority framework that could support more precise, preventive, and data-driven decisions for reducing stunting.
Read More
T-7574
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hafsah Amalia; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Lina Widyastuti, Aulia Rizki Firdawanti
Abstrak:
Latar Belakang: Unmet need keluarga berencana (KB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Intervensi yang tersedia umumnya dirancang secara seragam sehingga belum mempertimbangkan keragaman faktor perilaku dan psikososial yang melatarbelakangi kebutuhan KB yang tidak terpenuhi. Pendekatan segmentasi populasi dapat membantu mengidentifikasi kelompok perempuan dengan karakteristik yang berbeda sehingga program KB dapat dirancang lebih tepat sasaran. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Community Based Survey (CBS) Guttmacher tahun 2018 pada 1.430 perempuan usia 15–49 tahun dengan unmet need KB di enam provinsi di Pulau Jawa. Analisis cluster dilakukan menggunakan Gower Distance dengan metode HDBSCAN dan K-Means, dengan validasi menggunakan average silhouette, PERMANOVA, Betadisper, dan uji Chi-Square/Fisher. Hasil: HDBSCAN menghasilkan tiga cluster (206 responden) dengan 1.224 responden (85,6%) sebagai noise, sedangkan K-Means mengelompokkan seluruh 1.430 responden ke dalam tiga cluster. Meskipun menghasilkan struktur pengelompokan yang berbeda, kedua metode mengidentifikasi tiga profil hambatan yang saling melengkapi. Kelompok pertama tidak memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi namun memiliki otonomi reproduksi tinggi. Kelompok kedua memiliki pengalaman penggunaan kontrasepsi yang luas disertai pengalaman efek samping yang nyata. Kelompok ketiga didominasi oleh rendahnya otonomi reproduksi dan kuatnya penerimaan norma gender tradisional. Secara substantif, kedua metode secara konsisten mengidentifikasi empat pola hambatan utama, yaitu mispersepsi terhadap kontrasepsi, penghentian penggunaan akibat efek samping, minimnya pengalaman penggunaan kontrasepsi, serta rendahnya otonomi reproduksi. Riwayat penggunaan kontrasepsi, pengalaman efek samping, persepsi terhadap metode kontrasepsi, dan otonomi reproduksi merupakan faktor pembeda utama antar kelompok. Implikasi Program: Perempuan dengan unmet need KB bukan merupakan kelompok yang homogen. Segmentasi berbasis perilaku dan psikososial mampu mengidentifikasi perbedaan karakteristik yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui faktor sosiodemografi, sehingga program KB yang mempertimbangkan profil hambatan spesifik tiap kelompok berpotensi menghasilkan intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Background: Unmet need for family planning (FP) remains a public health challenge in Indonesia. Available interventions are generally designed using a uniform approach and have not fully accounted for the diversity of behavioral and psychosocial factors underlying unmet need for family planning. A population segmentation approach may help identify groups of women with distinct characteristics, enabling the development of more targeted family planning programs. Methods: This study used secondary data from the 2018 Guttmacher Community Based Survey (CBS) involving 1,430 women aged 15–49 years with unmet need for family planning across six provinces in Java. Cluster analysis was conducted using Gower Distance with HDBSCAN and K-Means methods, with validation performed using average silhouette, PERMANOVA, Betadisper, and Chi-Square/Fisher tests. Results: HDBSCAN identified three clusters (206 respondents) while 1,224 respondents (85.6%) were classified as noise, whereas K-Means assigned all 1,430 respondents into three clusters. Despite producing different clustering structures, both methods identified three complementary barrier profiles. The first group had no prior contraceptive use history but demonstrated high reproductive autonomy. The second group had extensive contraceptive use experience accompanied by actual side effect experiences. The third group was characterized by low reproductive autonomy and strong acceptance of traditional gender norms. Substantively, both methods consistently identified four major barrier patterns, namely contraceptive misperceptions, discontinuation due to side effects, limited contraceptive experience, and low reproductive autonomy. Contraceptive use history, side effect experiences, perceptions of contraceptive methods, and reproductive autonomy emerged as the primary factors differentiating the identified groups. Program Implications: Women with unmet need for family planning do not constitute a homogeneous population. Behavioral and psychosocial segmentation was able to identify characteristic differences that could not be adequately explained by sociodemographic factors alone, suggesting that family planning programs incorporating specific barrier profiles for each group have the potential to produce more targeted and effective interventions.
Read More
T-7580
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Loveria Sekarrini; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Indah Yuiani
T-4126
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niphi Diah Jumiyanti; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Mamik Jurniati
Abstrak: Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita masih tinggi di Indonesia. Salah satu usaha penurunannya adalah dengan memanfaatan data dan informasi untuk membantu perencanaan program. SP2TP adalah informasi yang potensial dalam membantu perencanaan program di Puskesmas. Di wilayah Puskesmas Tapos masih terjadi kematian ibu, bayi dan balita pada tahun 2013. Dan belum dilakukannya pemanfataan SP2TP di Puskesmas Tapos dalam medukung perencanaan program KIA. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan operational research. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan telaaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari proses analisis situasi masalah dengan cara melihat cakupan dan target, identifikasi masalah dengan pembuatan pohon masalah, prioritas masalah dengan teknik skoring, penetapan tujuan, alternatif pemecahan masalah hingga penyusunan rencana operasional. Dari proses penyusunan perencanaan operasional dengan memanfaatkan SP2TP diketahui masalah di Program KIA Puskesmas Tapos disebabkan oleh masalah kesehatan lingkungan yang masih rendah.
Read More
S-8816
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niphi Diah Jumiyanti; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Mamik Jurniati
Abstrak: Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita masih tinggi di Indonesia. Salah satu usaha penurunannya adalah dengan memanfaatan data dan informasi untuk membantu perencanaan program. SP2TP adalah informasi yang potensial dalam membantu perencanaan program di Puskesmas. Di wilayah Puskesmas Tapos masih terjadi kematian ibu, bayi dan balita pada tahun 2013. Dan belum dilakukannya pemanfataan SP2TP di Puskesmas Tapos dalam medukung perencanaan program KIA. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan operational research. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan telaaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari proses analisis situasi masalah dengan cara melihat cakupan dan target, identifikasi masalah dengan pembuatan pohon masalah, prioritas masalah dengan teknik skoring, penetapan tujuan, alternatif pemecahan masalah hingga penyusunan rencana operasional. Dari proses penyusunan perencanaan operasional dengan memanfaatkan SP2TP diketahui masalah di Program KIA Puskesmas Tapos disebabkan oleh masalah kesehatan lingkungan yang masih rendah.
Read More
S-8816
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niphi Diah Jumiyanti; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Mamik Jurniati
Abstrak: Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita masih tinggi di Indonesia. Salah satu usaha penurunannya adalah dengan memanfaatan data dan informasi untuk membantu perencanaan program. SP2TP adalah informasi yang potensial dalam membantu perencanaan program di Puskesmas. Di wilayah Puskesmas Tapos masih terjadi kematian ibu, bayi dan balita pada tahun 2013. Dan belum dilakukannya pemanfataan SP2TP di Puskesmas Tapos dalam medukung perencanaan program KIA. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan operational research. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan telaaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari proses analisis situasi masalah dengan cara melihat cakupan dan target, identifikasi masalah dengan pembuatan pohon masalah, prioritas masalah dengan teknik skoring, penetapan tujuan, alternatif pemecahan masalah hingga penyusunan rencana operasional. Dari proses penyusunan perencanaan operasional dengan memanfaatkan SP2TP diketahui masalah di Program KIA Puskesmas Tapos disebabkan oleh masalah kesehatan lingkungan yang masih rendah.
Read More
S-8816
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiopan Sipahutar; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Iwan Ariawan, Besral, Anies Irawati, Ning Sulistyowati
Abstrak:

Tesis ini bertujuan untuk melihat model persamaan struktural determinan stunting pada anak bawah dua tahun di Indonesia tahun 2010 dengan menggunakan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2010. Tehnik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model Analysis. Determinan stunting yang memiliki jalur langsung stunting adalah indikator pola asuh (perilaku menyusui), asupan makanan (tablet besi pada ibu, vitamin A pada ibu dan anak) dan sosial ekonomi (lokasi tinggal, jumlah anggota keluarga, pengeluaran per kapita, pendidikan ibu dan rumah sehat). Variabel sosial ekonomi merupakan variabel yang memiliki hubungan statistic yang bermakna terhadap stunting. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan tentang nutrisi ibu sejak hamil. Untuk memperluas cakupan, peningkatan pengetahuan dapat dilakukan di posyandu yaitu pada meja 4. Saran lain adalah melakukan program peningkatan pendapatan rumah tangga, baik oleh pemerintah maupun kerjasama dengan LSM atau lembaga swasta terkait. . Kata Kunci :  Stunting, Structural Equation Model, anak bawah dua tahun


 The thesis is intended to see the structural equation model of determinant stunting of children under two years in Indonesia in 2010 by using data from “Riset Kesehatan Dasar” in 2010. Analysis technique that is used is Structural Equation Model Analysis. Determinants of stunting that has a direct path to the stunting is an indicator of care (breastfeeding), food intake (maternal iron tablets, vitamin A in mother and child) and the socio-economic indicators (location of residence, family size, expenditure per capita, maternal education and healthy house). Socio-economic variable is the only variable that is significantly different toward stunting. It is recommended to improve mother knowledge on nutrition from pregnancy period and to increase the coverage, it can be done through posyandu at table 4. Another suggestion is to create such income generating program. It could be done by government or partnering with NGO or related private institution as well. Key Words:  Stunting, Structural Equation Model, children under two

Read More
T-3321
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Ramadhany Ginting Manik; Pembimbing: Wahyu Septiono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Popy Yuniar, Nirmala Ahmad Ma’ruf, Ari Nurman
Abstrak:
Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi nasional sebesar 19,8% pada tahun 2024. Meskipun prevalensinya menurun, beban kasus masih terkonsentrasi di Pulau Sumatera dan Jawa yang menampung sebagian besar balita Indonesia. Kesenjangan karakteristik antarkabupaten/kota di kedua pulau tersebut sering kali tertutupi oleh rata-rata tingkat provinsi, sehingga intervensi yang diterapkan cenderung bersifat seragam dan kurang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik wilayah berdasarkan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan determinan stunting, mendeskripsikan karakteristik setiap cluster, serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis karakteristik wilayah. Penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisis 273 kabupaten/kota di Pulau Sumatera dan Jawa berdasarkan data SUSENAS dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024. Analisis dilakukan menggunakan metode K-Means Clustering terhadap empat indikator IPM dan enam determinan stunting, sedangkan prevalensi stunting digunakan sebagai variabel pembanding melalui uji ANOVA. Hasil penelitian mengidentifikasi empat cluster dengan karakteristik yang berbeda. Cluster 3 memiliki tingkat pembangunan manusia tertinggi dan prevalensi stunting terendah, sedangkan Cluster 4 memiliki prevalensi stunting tertinggi yang disertai tingkat kemiskinan lebih tinggi serta akses air minum dan sanitasi yang lebih rendah. Temuan penting menunjukkan bahwa Cluster 4 memiliki rasio puskesmas dan bidan yang relatif tinggi, namun tetap mencatat prevalensi stunting tertinggi, mengindikasikan bahwa intervensi layanan kesehatan saja belum cukup tanpa perbaikan determinan sosial dan lingkungan. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan prevalensi stunting yang bermakna antarcluster (p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kebijakan berbasis karakteristik  wilayah diperlukan agar strategi percepatan penurunan stunting dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cluster sehingga menjadi lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Stunting remains a major public health challenge in Indonesia, with a national prevalence of 19.8% in 2024. Although the prevalence has declined, the absolute burden of cases remains concentrated in the islands of Sumatra and Java, which are home to the majority of Indonesia's under-five population. Disparities among regencies and municipalities are often masked by provincial averages, resulting in uniform interventions that may not adequately address local needs. This study aimed to identify regional typologies based on the Human Development Index (HDI) indicators and stunting determinants, describe the characteristics of each cluster, and develop policy recommendations tailored to regional characteristics. An ecological study design was employed using secondary data from 273 regencies and municipalities in Sumatra and Java obtained from the 2024 National Socioeconomic Survey (SUSENAS) and the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI). The K-Means Clustering method was applied to four HDI indicators and six stunting determinants, while stunting prevalence was used as a validation variable through analysis of variance (ANOVA). The analysis identified four distinct regional clusters with different characteristics. Cluster 3 exhibited the highest level of human development and the lowest stunting prevalence, whereas Cluster 4 had the highest stunting prevalence, accompanied by higher poverty rates and lower access to improved drinking water and sanitation. A notable finding was that Cluster 4 had relatively high ratios of primary healthcare centers and midwives despite recording the highest stunting prevalence, indicating that healthcare interventions alone are insufficient without addressing broader social and environmental determinants. ANOVA confirmed significant differences in stunting prevalence among the clusters (p<0.001). This study concludes that a regional typology-based approach is essential for designing more targeted, effective, and sustainable stunting reduction policies that are tailored to the characteristics of each cluster.
Read More
T-7558
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suharmanto; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Tris Eryando, Vivi Silawati
Abstrak: Tesis ini membahas efektifitas terapi musik dalam menurunkan dismenore padasiswi SMK Putra Bangsa Depok tahun 2013, menggunakan desain eksperimenpretest-posttest dengan grup kontrol. Sampel berjumlah 60 orang yang terdiri dari30 orang kelompok kontrol yang mendapat terapi musik pop dan 30 orangkelompok intervensi yang mendapat terapi musik Mozart. Penurunan dismenorediukur menggunakan metode self-reported, wawancara dan observasi dandilakukan sebanyak dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatkonsistensi dalam pengukuran dan tidak ada perbedaan penurunan dismenorepada setiap pengukuran. Terdapat perbedaan rata-rata dismenore sebelum dansesudah terapi musik, baik musik Mozart maupun musik pop. Terapi musik poplebih baik dalam menurunkan dismenore pada remaja. Sehingga dapat disarankanbahwa penggunaan terapi musik pilihan oleh responden (musik pop) pada remajasangat efektif dalam menurunkan dismenore pada remaja dibandingkan denganmusik Mozart.Kata kunci: penurunan dismenore, terapi musik.
Read More
T-4032
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khimatul Ulya; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Hera Nurlita
S-7487
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive