Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14173 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irvan Ramadhie; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Fatimah, Mardalena
Abstrak:
Latar Belakang : Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang citranya berhubungan dengan persepsi masyarakat, termasuk penerimaan dan keterlibatan masyarakat. RSU Pengayoman Cipinang memiliki karakteristik institusi khusus karena historisnya berkaitan dengan pelayanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan. Karakteristik tersebut menjadi konteks penting dalam memahami pembentukan citra rumah sakit di masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan layanan rawat jalan dokter spesialis di RSU Pengayoman Cipinang belum menunjukkan pola yang stabil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat dan citra RSU Pengayoman Cipinang serta peran akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat sebagai variabel mediasi dalam konteks karakteristik historis rumah sakit. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada masyarakat di sekitar yang mengetahui keberadaan rumah sakit. Variabel penelitian meliputi persepsi masyarakat dan citra rumah sakit. serta akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat sebagai variabel mediasi. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dan citra rumah sakit berada pada kategori tinggi. Akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat juga menunjukkan kategori tinggi sebagai variabel mediasi dalam model penelitian. Persepsi masyarakat berhubungan positif dan signifikan terhadap akseptabilitas pelayanan kesehatan (β=0,859; p<0,001) serta citra rumah sakit (β=0,669; p<0,001). Akseptabilitas pelayanan kesehatan berhubungan positif dan signifikan terhadap partisipasi masyarakat (β=0,761; p<0,001), sedangkan partisipasi masyarakat berhubungan positif dan signifikan terhadap citra rumah sakit (β=0,280; p=0,001). Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa akseptabilitas pelayanan kesehatan memediasi hubungan antara persepsi masyarakat dan partisipasi masyarakat (β=0,654; p<0,001), sedangkan partisipasi masyarakat memediasi hubungan antara akseptabilitas pelayanan kesehatan dan citra rumah sakit (β=0,213; p=0,006). Selain itu, terdapat hubungan tidak langsung antara persepsi masyarakat dan citra rumah sakit melalui mediasi berantai akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat (β=0,183; p=0,008). Kesimpulan : Penelitian ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat merupakan faktor yang paling dominan dalam pembentukan citra RSU Pengayoman Cipinang. Akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara persepsi masyarakat dan citra rumah sakit. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan citra rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan persepsi masyarakat, tetapi juga dengan penerimaan terhadap pelayanan kesehatan dan keterlibatan masyarakat terhadap rumah sakit pada institusi yang memiliki karakteristik historis khusus. Secara praktis, hasil penelitian ini mendukung pentingnya penguatan institutional branding, komunikasi publik, dan community engagement dalam memperkuat citra rumah sakit. Kata Kunci : persepsi masyarakat, citra rumah sakit, akseptabilitas pelayanan kesehatan, partisipasi masyarakat

Background : Hospitals function not only as healthcare institutions but also as social institutions whose image is associated with community perceptions, including public acceptance and engagement. Pengayoman Cipinang General Hospital has a unique historical background due to its previous role in providing healthcare services for correctional inmates. This historical characteristic provides an important context for understanding how the hospital's image is formed within the community. In addition, the utilization of outpatient specialist services at Pengayoman Cipinang General Hospital has not yet demonstrated a stable and sustainable pattern. This study aimed to analyze the relationship between community perceptions and the image of Pengayoman Cipinang General Hospital, as well as to examine the mediating roles of healthcare service acceptability and community participation within the context of the hospital's unique historical background. Methods : This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected using questionnaires distributed to community members living around Pengayoman Cipinang General Hospital who were aware of the hospital’s existence. The study variables included community perception, healthcare service acceptability, community participation, and hospital image. Data analysis was conducted using SEM-PLS. Results : The findings indicated that both community perceptions and hospital image were categorized as high. Healthcare service acceptability and community participation also demonstrated high levels as mediating variables in the proposed model. Community perception had a positive and significant relationship with healthcare service acceptability (β=0.859; p<0.001) and hospital image (β=0.669; p<0.001). Healthcare service acceptability had a positive and significant relationship with community participation (β=0.761; p<0.001), while community participation had a positive and significant relationship with hospital image (β=0.280; p=0.001). Mediation analysis demonstrated that healthcare service acceptability mediated the relationship between community perception and community participation (β=0.654; p<0.001), whereas community participation mediated the relationship between healthcare service acceptability and hospital image (β=0.213; p=0.006). In addition, there was a significant indirect relationship between community perception and hospital image through the serial mediation of healthcare service acceptability and community participation (β=0.183; p=0.008). Conclusion : This study indicates that community perceptions are the most influential factor in shaping the image of Pengayoman Cipinang General Hospital. Healthcare service acceptability and community participation serve as mediating variables that strengthen the relationship between community perceptions and hospital image. These findings suggest that the formation of hospital image is associated not only with community perceptions but also with public acceptance of healthcare services and community engagement, particularly in healthcare institutions with distinctive historical characteristics. Practically, the findings highlight the importance of strengthening institutional branding, public communication, and community engagement to enhance the hospital's image. Keywords : community perception, hospital image, healthcare service acceptability, community participation
Read More
B-2611
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Alfiani; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Leni Syafitri
Abstrak: Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang optimal dari rumah sakit terus mengalami peningkatan yang selanjutnya menimbulkan tuntutan untuk mengembangkan kualitas pelayanan atau peningkatan kualitas pelayanan. Melakukan pengembangan investasi pada rumah sakit tentunya tidak dapat dilakukan sembarangan, seorang manajer harus mampu meminimalkan risiko-risiko yang terjadi agar dapat menghasilkan analisa investasi yang baik dan cermat. Adanya rencana pengembangan Rumah Sakit Pengayoman Cipinang untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada Narapidana/Tahanan/Anak Didik Pemasyarakatan/Deteni Imigrasi membutuhkan penambahan sumber daya manusia. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pengembangan Rumah Sakit Pengayoman Cipinang sehingga dapat menjadi informasi berbasis bukti yang dapat digunakan sebagai acuan dan pertimbangan dalam mempersiapkan pengembangan Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan melakukan penelitian terhadap aspek ekternal dan internal Rumah Sakit Pengayoman Cipinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Rumah Sakit Pengayoman perlu dilakukan, agar Narapidana/Tahanan/Anak Didik Pemasyarakatan/Deteni Imigrasi dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, karena mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak setiap masyarakat
Kata kunci: kajian, kelayakan, pengembangan, rumah sakit

Society needs for optimal service from hospitals continue to increase which further raises demands for developing service quality or improving service quality. Developing investments in hospitals certainly can not be done carelessly, a manager must be able to minimize the risks that occur in order to produce a good and accurate investment analysis. The Planning of Pengayoman Cipinang hospital to upgrade its health services for prisonersneed more human resources. The purpose of this study is to analyze the feasibility of Pengayoman Cipinang hospital so that it can be evidence-based information that can be used as a reference and consideration in preparing for hospital quality improvement. This research is an operational research by conducting research on external and internal aspects of Pengayoman Cipinang hospital. The results showed that increasing the class of Pengayoman Cipinang Hospital is necessary, so that their prisonner can get good health services, because getting health services is the right of every community
Key words: study, feasibility, development, hospital
Read More
S-10437
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ella Agnes; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ascobat Gani, Besral, Andrea Indra Sari, Maria Fransisca Antonelly Schoggers
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kualitas layanan dan citra rumah sakit terhadap kesediaan rekomendasi melalui kepuasan pasien pada pelanggan instalasi rawat jalan di rumah sakit swasta di Jakarta. Populasi dalam penelitian adalah pelanggan instalasi rawat jalan periode Januari Juni 2021 dengan pengambilan 100 sampel sebagai responden yang memenuhi kriteria inklusi. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) yang berbasis pada sistem aplikasi statistik Partial Least Square (PLS)3.0 untuk menguji pengaruh secara langsung atau tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung baik dari kualitas layanan dan citra rumah sakit terhadap kepuasan pasien serta pengaruh langsung antara kepuasan pasien terhadap kesediaan rekomendasi dengan variabel citra rumah sakit lebih dominan mempengaruhi kepuasan pasien. Tidak terbukti pengaruh langsung pada hubungan kualitas layanan terhadap kesediaan rekomendasi maupun citra rumah sakit terhadap rekomendasi. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai acuan oleh pihak manajemen rumah sakit khusunya instalasi rawat jalan untuk meningkatkan kualitas layanan serta menjaga citra rumah sakit agar terus meningkatkan kepuasan pasien yang akan meningkatkan kesediaan rekomendasi.
This study aims to find out the influence of service quality and hospital image on the willingness of recommendations through patient satisfaction in outpatient installation customers at private hospitals in Jakarta. The population in the study was an outpatient installation customer from January to June 2021 with the taking of 100 samples as respondents who met the inclusion criteria. The data analysis method uses a Structural Equation Model (SEM) based on the Partial Least Square (PLS)3.0 statistical application system to test the influence directly or indirectly between variables. The results showed the direct influence of both the quality of service and the image of the hospital on patient satisfaction as well as the direct influence between patient satisfaction on the willingness of recommendations with variables of hospital image more dominantly affecting patient satisfaction. There has been no direct effect on the relationship of service quality on the willingness of recommendations or the image of the hospital.
Read More
B-2246
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Francis Johanes; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Cecep Sutisna, Wawang Kuswarso
B-1348
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnes Pratiwi; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Rita Damayanti, Any Kuswardani, Kuntum Cheyra
Abstrak:

Penelitian pada tesis ini berfokus pada para pengunjung website yang membuat janji dengan dokter melalui website RS MH Thamrin Salemba pada bulan Maret - Oktober 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya gambaran mengenai pengalaman pengunjung dengan website rumah sakit dan hubungannya dengan penilaian terhadap citra rumah sakit. Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan strategis pemasaran melalui internet RS MH Thamrin Salemba sehingga diperoleh strategi yang efektif dan efisien dalam menarik pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan (noneksperimental) dimana data diambil secara cross-sectional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tindakan konfirmasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap janji dokter melalui website dengan perubahan penilaian citra terhadap rumah sakit.


This study focused on the website visitors who had made medical appointments with doctors through the website of MH Thamrin Salemba Hospital in March until October 2011. The aim for this study is to get information about their experiences with hospital website and its relationship with the hospital image assessment. This study hopefully can give some considerations in hospital internet marketing planning to attract more consumers. This study is a survey-field (nonexperimental) study where the data was taken in cross-sectional manner. This study concludes that there is relationship between confirmations toward appointments made through the website with the changes in hospital image assessment.

Read More
B-1374
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Audrey Hendriks; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Julianto Laia
B-1744
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Nurul Andini; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wachyu Sulistiadi, Dadang Rukanta S, Moch. Bukhori Muslim
Abstrak:
Latar Belakang : Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di dunia dengan lebih dari 90% total penduduknya beragama Islam. Provinsi Jawa Barat adalah provinsi dengan lebih dari 90% dari total penduduknya beragama Islam sehingga hal itu menjadikanya sebagai Provinsi dengan penduduk mmuslim terbanyak di Indonesia. Provinsi Jawa Barat memiliki wilayah aglomerasi pusat perdagangan, industri, pendidikan yang bernama wilayah Bandung Raya yang terdiri dari Kota Banudng, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang. Dengan tingginya populasi muslim tersebut menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial untuk berbagai produk atau jasa syariah di berbagai sektor salah satunya adalah bidang kesehatan seperti rumah sakit. Rumah Sakit syariah adalah rumah sakit yang menjalankan pelayanan berdasarkan prinsip Maqashid Syariah yang terdiri dari lima penjagaan yaitu penjagaan agama, jiwa, harta, akal dan keturunan. Konsep rumah sakit syariah ini pertama kali digaungkan pada tahun 2016 setelah DSNMUI mengeluarkan fatwa tentang pedoman pelaksanaan rumah sakit syariah. Terdapat 67 rumah sakit di wilayah Bandung Raya dan hanya satu rumah sakit yang bersertifikasi syariah. Tujuan Penelitian :Penelitian ini mengetahui preferensi masyarakat Bandung Raya terhadap rumah sakit syariah dan faktor faktor yang mempengaruhi preferensi. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang menggunakand ata primeryang didapatkan dari kuesioner. Hasil Penelitian : Masyarakat Bandung Raya memiliki preferensi yang tinggi terhadap rumah sakit syariah,dan faktor yang mempengaruhi teradap preferensi adalah Tingkat Pengetahuan, Jenis Kelamin dan Agama. Kesimpulan : Preferensi masyarkat Banudng Raya secara umum tinggi terhadap rumah sakit syariah tetapi perlu adanya kontribusi lebih banyak dari Ormas Islam terhadap Rumah Sakit Syariah pada khususnya di bidang edukasi dan promosi. Kata kunci: Preferensi, Rumah Sakit Syariah, Islam

Background: Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, with more than 90% of its total population adhering to Islam. West Java Province has more than 90% of its population practicing Islam, making it the province with the largest Muslim population in Indonesia. West Java has an agglomeration area known as Greater Bandung, which includes Bandung City, Cimahi City, Bandung Regency, West Bandung Regency, and Sumedang Regency. This area is a hub for trade, industry, and education. With such a high Muslim population, Indonesia becomes a potential market for various Sharia-compliant products and services in many sectors, including healthcare, such as hospitals. A Sharia hospital is one that operates based on the principles of Maqashid Sharia, which includes the protection of religion, life, intellect, wealth, and lineage. The concept of Sharia hospitals was first introduced in 2016 after the DSN-MUI issued a fatwa on guidelines for the implementation of Sharia hospitals. Of the 67 hospitals in the Greater Bandung area, only one is Sharia-certified. Research Objective: This study aims to understand the preferences of the Greater Bandung community towards Sharia hospitals and the factors influencing these preferences. Research Methodology: This research is a quantitative study using a cross-sectional approach with primary data obtained from questionnaires. Research Findings: The Greater Bandung community has a high preference for Sharia hospitals, and the factors influencing this preference include the Level of Knowledge, Gender, and Religion. Conclusion: Generally, the Greater Bandung community has a high preference for Sharia hospitals, but there is a need for more contributions from Islamic organizations, particularly in the areas of education and promotion. Keywords: Preferences, Sharia Hospitals, Islamic
Read More
B-2422
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Gusti Putu Maryanti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun, Iwan Turniawan, Puput Oktamianti
B-1663
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyfani Riftynira; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Vetty Yulianty; Mega Purba Sari
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang persepsi tenaga keperawatan terhadap budaya keselamatan pasien di RSIA SamMarie Basra Tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan deskripsi mengenai persepsi tenaga keperawatan terhadap budaya keselamatan pasien yang dapat mencerminkan tingkatan kualitas implementasi keselamatan pasien di RSIA SamMarie Basra. Penelitian ini merupakkan penelitian kuantitatif dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa 53,1% tenaga keperawatan di RSIA SamMarie Basra memiliki persepsi yang baik terhadap budaya keselamatan pasien. Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik individu terhadap persepsi tenaga keperawatan terhadap budaya keselamatan pasien. Peneliti menyarankan agar semua tenaga kerja di RSIA SamMarie Basra berkomitmen terhadap pelaksanaan respon non-punitive sehingga budaya keselamatan pasien di rumah sakit dapat terus ditingkatkan.
Kata kunci: Budaya Keselamatan Pasien, Persepsi Tenaga Keperawatan, Hospital Survey On Patient Safety Culture (HSOPSC)

This study discusses the perceptions of nursing staff on the patient safety culture at RSIA SamMarie Basra in 2017. The purpose of this study is to get a description of the perceptions of nursing staff on patient safety culture that can reflect the quality level of patient safety implementation at RSIA SamMarie Basra. This research is a quantitative research with survey method and cross sectional approach. The results showed that 53,1% of nursing staff at RSIA SamMarie Basra had a good perception of the patient safety culture. There is no significant relationship between individual characteristics on the nursing staff perceptions on patient safety culture. The researcher recommends that all workers in the hospital commit to the implementation of non-punitive response so that the patient safety culture in hospitals can be improved.
Keywords : Patient Safety Culture, Nursing Staff Perceptions, Hospital Survey On Patient Safety Culture (HSOPSC
Read More
S-9568
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anak Agung Ngurah Budiarta; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan, Junadi, Budi Hartono, Amila Megraini
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan komitmen diantara dokter spesialis di rumah sakit BaliMed yang sebagian besar adalah pemilik saham,   dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan. Kuantitas ditinjau dari jumlah rujukan dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, sedangkan kualitas ditinjau dari kedisiplinan dokter spesialis dalam menjamin mutu pelayanan melalui ketepatan waktu praktek,  visite dan kelengkapan administrasi dalam pelayanan,   dokter spesialis adalah ujung tombak pelayanan di rumah sakit. Pengaruh peran manajerial yaitu Kepemimpinan,  Kompensasi dan Iklim kerja terhadap komitmen dokter spesialis kemudian dinilai ditinjau dari sudut persepsi dokter spesialis yang melakukan praktek di rumah sakit BaliMed. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif   dengan disain cross sectional. Hasil analisis bivariat memperlihatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara peran manajerial dengan komitmen dokter spesialis antara lain Kepemimpinan (p=0, 00),      Kompensasi ( p = 0, 00  ) dan Iklim kerja (p= 0, 00 ). Hasil Analisis Multivariat menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alpha < 0, 05 menunjukkan bahwa  secara bersama-sama Peran manajerial Kepemimpinan,  Kompensasi dan Iklim kerja berpengaruh secara bermakna terhadap Komitmen Dokter spesialis (p=0, 000). Sedangkan secara terpisah variabel kepemimpinan(0, 990) tidak berpengaruh terhadap komitmen dokter sedangkan faktor kompensasi( p= 0, 024) dan iklim kerja (p=0, 000) mempunyai pengaruh yang bermakna terutama iklim kerja mempunyai pengaruh paling besar terhadap komitmen dokter spesialis. Kata kunci : Peran Manajerial Kepemimpinan,  Kompensasi,  Iklim kerja, Komitmen.


 

This research was performed since there was a diferrence in regards of commitment among consulting doctors especially the specialists in BaliMed Hospital,  whereas most of them are owners of the hospital,  in terms of increasing the quality and quantity of service. Quantity is the volume of patients reffered and hospitalized in the hospital,  while quality is the discipline of the specialists in terms of punctuality of their schedule and the administration completeness. These are very important since specialist is the spearhead of hospital service.The influence of managerial roles,  such as Leadership, Compensation,  and Work Climate to the specialists’ commitments observed from the specialists who practice at BaliMed Hospital. This research is a quantitative with cross sectional design. Bivariate analysis result shows that there is significant correlation between Managerial Role with Commitment of specialists such as Leadership (p=0.00), Compensation (p=0.00),  dan Work Climate (p=0.00). Multivariate analysis result using multiple linear regression analysis with alpha < 0.05 shows that Managerial Role,  Leadership,  Compensation,  dan Work Climate simultaneously have a significant influence to the specialist commitment (p=0.000). In the other hand, leadership variable (p=0.990) solely has no influence with specialist commitment, while compensation (p=0.024 and especially work climate (p=0.000) have a significant influence to the commitment of the specialist. Keyword: managerial role,  leadership,  compensation,  work climate, commitment.

Read More
B-1418
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive