Ditemukan 36105 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nindito Kresnamukti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Puput Oktamianti, Syafik Ahmad, Jaslis Ilyas
Abstrak:
Read More
Program Jaminan Kesehatan Nasional menuntut rumah sakit menyelenggarakan proses klaim yang akurat, lengkap, dan tepat waktu agar pembiayaan pelayanan berjalan berkelanjutan. Dalam praktiknya, klaim pending BPJS Kesehatan masih menjadi masalah karena ketidaksesuaian dokumen, koding, indikasi medis, dan koordinasi antarunit dapat menunda pembayaran serta mengganggu arus kas rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerja tim casemix dalam menangani klaim pending BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus melalui telaah dokumen klaim periode Agustus–Desember 2025 dan wawancara terstruktur dengan informan dari casemix, rekam medis, IGD, rawat inap, dan unit terkait. Analisis menggunakan kerangka Donabedian yang mencakup struktur, proses, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim casemix berperan sebagai pengendali utama koding, verifikasi internal, klarifikasi dokumen, dan tindak lanjut klaim pending. Rawat inap memberikan beban finansial terbesar karena menyumbang 77,8% dari total nominal pending, meskipun jumlah kasusnya lebih sedikit daripada rawat jalan. Penyebab pending meliputi kelengkapan bukti penunjang, ketepatan koding, indikasi rawat inap, lama rawat, readmisi, episode layanan, dan konsul internal. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan audit pra-klaim berbasis risiko, integrasi sistem informasi, dan forum evaluasi lintas unit diperlukan untuk menurunkan klaim pending. Rekomendasi tersebut diharapkan meningkatkan mutu administrasi klaim, kepastian pendapatan, dan akuntabilitas pelayanan JKN di rumah sakit.
The National Health Insurance program requires hospitals to manage claims accurately, completely, and on time to support sustainable healthcare financing. In practice, pending BPJS Health claims remain a significant issue because document discrepancies, coding errors, medical indication problems, and weak interdepartmental coordination may delay payment and disrupt hospital cash flow. This study aimed to analyze the work of the casemix team in handling pending BPJS Health claims at Pertamina Central Hospital. This study used a case study approach through a review of claim documents from August to December 2025 and structured interviews with informants from the casemix unit, medical records, emergency department, inpatient unit, and related work units. The analysis used Donabedian’s framework, which includes structure, process, and outcome. The findings showed that the casemix team played a central role in coding control, internal verification, document clarification, and follow-up of pending claims. Inpatient claims created the largest financial burden because they contributed 77.8% of the total pending claim value, although the number of inpatient cases was lower than outpatient cases. The causes of pending claims included incomplete supporting evidence, inaccurate coding, inpatient indication issues, length of stay, readmission, service episodes, and internal consultations. This study concluded that risk-based pre-claim audits, information system integration, and regular cross-unit evaluation forums are needed to reduce pending claims and improve claim accountability.
T-7718
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Winona Maritza Arianty; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adhika Putra Marsaban
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) berperan penting sebagai garda terdepan dari rumah sakit sehingga harus terus mempertahankan mutu pelayanannya. Tingginya angka kunjungan IGD seringkali didominasi oleh pasien triase hijau. Hal ini menunjukkan bahwa pasien telah menjadi konsumen aktif yang terbentuk dari serangkaian faktor preferensi. Aspek preferensi perlu dianalisis untuk menentukan strategi yang tepat dalam memasarkan serta meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini menganalisis hubungan antara preferensi pasien dengan faktor-faktornya. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data yang terkumpul merupakan data primer dengan menyebarkan kuesioner. Hasil Penelitian: Pasien memiliki preferensi tinggi terhadap IGD RSPP. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor lingkungan fisik, lokasi, kualitas pelayanan, SDM, reputasi RS berhubungan signifikan dengan preferensi. Sementara itu, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor lokasi, kualitas pelayanan, dan asuransi kesehatan berhubungan signifikan dengan preferensi. Faktor yang berpengaruh paling kuat adalah kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan mutu dengan memerhatikan preferensi pasien agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.
Background: The Emergency Department (ED) plays an important role as the front line of a hospital and must therefore maintain the quality of its services. The high number of ER visits is often dominated by green triage patients. This shows that patients have become active consumers shaped by a series of preference factors. Preference aspects need to be analyzed to determine the right strategy in marketing and improving service quality. Research Objective: This study analyzes the relationship between patient preferences and their factors. Research Methodology: This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The data collected is primary data obtained by distributing questionnaires. Research Results: Patients have a high preference for the RSPP ED. Bivariate analysis shows that physical environment, location, service quality, human resources, and hospital reputation are significantly related to preferences. Meanwhile, multivariate analysis shows that location, service quality, and health insurance are significantly related to preferences. The most influential factor is service quality. These findings emphasize the importance of improving quality by paying attention to patient preferences to meet their needs and expectations.
S-12175
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nessie Komala Haty; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Tri Budiastuti Lestari
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisiskasus rujukan peserta jaminan kesehatan nasional di klinik pratama wilayah kerjaBPJS Kesehatan KCU Jakarta Pusat tahun 2017 yang memiliki angka rujukan diatas 15% dan di bawah 15%. Penelitian ini dilakukan dengan melihat penyebabkasus rujukan yang dilihat dari sisi dokter, pasien JKN, dan karakteristik klinik.Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kasus rujukan disebabkan olehpengetahuan pasien tentang prosedur rujukan, diagnosis pasien yang berkunjungke klinik, pengetahuan dokter terhadap peran gatekeeper, pengalaman dokterterhadap kasus rujukan, ketersediaan dokter, serta ketersediaan fasilitas, sarana,dan prasarana klinik.Kata Kunci: Kasus rujukan, Klinik Pratama, Dokter, Pasien JKN.
Read More
S-9336
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahtu Karin; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Widya Cornelia Alcina Sianturi
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit yang mencerminkan efisiensi dan ketepatan waktu layanan. Keterlambatan discharge dapat menyebabkan penumpukan tempat tidur, meningkatnya waktu tunggu pasien baru, dan menurunnya kepuasan pasien. Standar pelayanan minimal waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap menurut Kementerian Kesehatan RI adalah kurang dari 2 jam. Pada tahun 2025, capaian waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pusat Pertamina masih belum memenuhi standar tersebut dan hasil observasi peneliti pada saat PBL 3 rata-rata waktu tunggu mencapai 4 Jam 18 Menit. Tujuan: Menganalisis proses pemulangan pasien rawat inap menggunakan pendekatan Lean Six Sigma untuk mengidentifikasi waste, variasi proses, akar masalah, serta merumuskan usulan perbaikan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan time motion study dan wawancara mendalam terhadap informan terpilih. Sampel dipilih secara purposif pada pasien rawat inap reguler berdasarkan lantai perawatan dan jenis penjaminan. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata lead time pemulangan pasien rawat inap di RSPP sebesar 5 Jam 08 Menit 02 Detik. Aktivitas non-value added (69,4%) didominasi oleh waste of waiting selama 2 Jam 14 Menit 22 Detik. Bottleneck terletak pada menunggu perawat mengantarkan obat pulang dan edukasi pasien, menunggu perawat mengisi resume keperawatan, menunggu pasien keluar kamar, menunggu DPJP dan dokter GP mengisi e-prescribing, serta menunggu perawat lapor pulang ke petugas administrasi. Usulan perbaikan mencakup penyempurnaan SPO, Sosialisasi terstruktur, Cheat Sheet daftar formularium dan cakupan penjamin, checklist board discharge, reminder batas waktu keluar kamar, Integrasi SIMRS, penyediaan discharge lounge. Kesimpulan: Proses pemulangan pasien rawat inap di RSPP masih belum memenuhi standar nasional. Pendekatan Lean Six Sigma mampu mengidentifikasi sumber inefisiensi dan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang terukur untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
Background: The discharge process for inpatients is one of the indicators of hospital service quality that reflects the efficiency and timeliness of care. Delayed discharges can lead to bed occupancy, increased wait times for new patients, and decreased patient satisfaction. According to the Indonesian Ministry of Health, the minimum service standard for the wait time for inpatient discharge is less than 2 hours. In 2025, the discharge waiting time at Pertamina Central Hospital still did not meet this standard, and the researchers’ observations during PBL 3 showed that the average waiting time reached 4 hours and 18 minutes. Objective: To analyze the inpatient discharge process using the Lean Six Sigma approach to identify waste, process variation, root causes, and formulate improvement proposals. Methods: This study used a cross-sectional design with quantitative and qualitative approaches. Data were collected through observation using a time-motion study and in-depth interviews with selected informants. The sample was purposively selected from regular inpatients based on care floor and type of insurance coverage. Results: The study found that the average lead time for discharging inpatients at RSPP was 5 hours, 8 minutes, and 2 seconds. Non-value-added activities (69.4%) were dominated by waiting time, totaling 2 hours, 14 minutes, and 22 seconds. Bottlenecks included waiting for nurses to deliver discharge medications and provide patient education, waiting for nurses to complete nursing summaries, waiting for patients to vacate their rooms, waiting for attending physicians and general practitioners to complete e-prescriptions, and waiting for nurses to report discharges to administrative staff. Proposed improvements include refining SPOs, structured training sessions, a cheat sheet listing the formulary and insurance coverage, a discharge checklist board, reminders regarding room exit deadlines, SIMRS integration, and the provision of a discharge lounge. Conclusion: The inpatient discharge process at RSPP still does not meet national standards. The Lean Six Sigma approach was able to identify sources of inefficiency and generate measurable improvement recommendations to enhance service efficiency.
S-12328
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eliza Dwi Agustina; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dwi Zarlis
S-9739
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Charles Erens Kellen; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Doni Arianto, Amir Suudi
Abstrak:
Dalam pengelolaan berkas klaim BPJS Kesehatan di RSUD kabupaten Bulungan, ditemukan beberapa kesalahan yang dapat menyebabkan penundaan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses administrasi klaim pada pasien rawat inap dilaksanakan dan apa faktor hambatan manajerial yang dapat menyebabkan permasalahan dan penundaan pembayaran di RSUD kabupaten Bulungan. Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berkas klaim rawat inap BPJS Kesehatan pada periode tersebut dianalisis untuk mengetahui adanya ketidak sesuaian. Ini termasuk faktor dalam proses selama pengisian resume medis, mengumpulkan berkas penunjang klaim, pengkodingan diagnosa dan tindakan medis, dan pengentrian data/grouping INA-CBGs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa berkas klaim masih belum tepat dikelola sesuai dengan kelengkapan administrasi klaim BPJS Kesehatan, berdasarkan pengisian resume medis hingga pengentrian data/grouping INA-CBGs. Permasalahan yang ditemukan disebabkan oleh berbagai faktor: jumlah dan kompetensi sumber daya manusia (man), terbatasnya kemampuan finansial (money), kebijakan manajemen (method), fasilitas yang terbatas untuk mendukung berkas dan proses elektronik (material), serta keterbatasan sumber daya (machine). RSUD kabupaten Bulungan diharapkan melakukan pemantauan berkala dan evaluasi terhadap proses administrasi klaim rawat inap BPJS Kesehatan dan meningkatkan proses manajemen klaimnya
Kata kunci: kesesuaian dan ketidak sesuaian, berkas klaim, rawat inap, BPJS Kesehatan
In managing claim documents for the BPJS Kesehatan in Bulungan District hospital, there are some errors have been found that may lead to delays in payment. This study aims to determine how claim administration process among inpatients is implemented and what are managerial bottleneck factors that may cause problem and delay in paymentt in Bulungan district hospital. This case study was using qualitative approach. The inpatient claim documents of BPJS Kesehatan on that period was analyzed to learn any discrepancies. This included factors in the process during medical resume filling, collecting the supporting claim documents, diagnose and procedures coding, and data entry/INA-CBGs grouping. The study revealed that some claim documents were still not appropriately administered in accordance with BPJS Kesehatan claim equired procedures, based on medical resume filling to the data entry/INA-CBGs grouping. Problems were found caused by various factors: number and competence of human resources (man), financial constrained (money), the management policies (method), limited facilities to support e-file and e-process (material), as well as limited resources (machine). Bulungan District Hospital is expected to have a regular monitoring and evaluation for the inpatient claim administration process of BPJS Kesehatan and improve its claim management process
Keywords: conformity and discrepancies, claim documents, inpatient, BPJS Kesehatan
Read More
Kata kunci: kesesuaian dan ketidak sesuaian, berkas klaim, rawat inap, BPJS Kesehatan
In managing claim documents for the BPJS Kesehatan in Bulungan District hospital, there are some errors have been found that may lead to delays in payment. This study aims to determine how claim administration process among inpatients is implemented and what are managerial bottleneck factors that may cause problem and delay in paymentt in Bulungan district hospital. This case study was using qualitative approach. The inpatient claim documents of BPJS Kesehatan on that period was analyzed to learn any discrepancies. This included factors in the process during medical resume filling, collecting the supporting claim documents, diagnose and procedures coding, and data entry/INA-CBGs grouping. The study revealed that some claim documents were still not appropriately administered in accordance with BPJS Kesehatan claim equired procedures, based on medical resume filling to the data entry/INA-CBGs grouping. Problems were found caused by various factors: number and competence of human resources (man), financial constrained (money), the management policies (method), limited facilities to support e-file and e-process (material), as well as limited resources (machine). Bulungan District Hospital is expected to have a regular monitoring and evaluation for the inpatient claim administration process of BPJS Kesehatan and improve its claim management process
Keywords: conformity and discrepancies, claim documents, inpatient, BPJS Kesehatan
T-4707
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Himala Azzahra Putri; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Dewi Lestarini
Abstrak:
Waktu tunggu pasien Rawat Jalan Reguler RSUP Fatmawati masih melebihi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu ≤ 60 menit. Waktu tunggu menjadi faktor yang menyebabkan ketidakpuasan pasien pada pelayanan pasien rawat jalan. Pada bulan Desember tahun 2016, RSUP Fatmawati membuka pelayanan rawat jalan eksekutif bagi pasien BPJS di Instalasi Griya Husada. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator yang paling penting dan luas dalam mengukur kualitas dan hasil dari pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui determinan faktor kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan eksekutif di Instalasi Griya Husada RSUP Fatmawati. Penelitian inimenggunakan desain cross sectional dengan pengambilan data melalui penyebaran kuesioner skala likert kepada 100 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 95% pasien BPJS yang merasa puas pada pelayanan rawat jalan eksekutif di Instalasi Griya Husada RSUP Fatmawati. Adapun faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah tangibles (OR=11,2 dan nilai p=0,024). Oleh sebab itu, rumah sakit disarankan untuk melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang ada di pelayanan rawat jalan eksekutif.
Kata kunci : Kepuasan, rawat jalan eksekutif, tangibles
Waiting times on regular outpatient at Fatmawati Central Hospital still exceeds minimun healthcare service standard (≤ 60 minute). Waiting times can becontributing factor influence outpatient dissatisfaction. In December 2016, Fatmawati Central Hospital opened excevutive outpaient for BPJS patients. Patient satisfaction can be one of the indicators for measurement health care service and evaluation. The purpose of this research is to know determinant factor on BPJS patient satisfaction in Griya Husada executive outpatient at Fatmawati Central Hospital 2018. This research uses cross sectional design with questionnare based on likert scale from 100 respondent. The result shows that patient satisfaction on BPJS patient is 95%. Factor that influence patient satisfaction is tangibles (OR=11,2 and p-value=0,024). Therefore, it is important for Fatmawati Central Hospital to improve in facilities and infrastructure in executive outpatient.
Keywords : Executive outpatient, satisfaction, tangibles
Read More
Kata kunci : Kepuasan, rawat jalan eksekutif, tangibles
Waiting times on regular outpatient at Fatmawati Central Hospital still exceeds minimun healthcare service standard (≤ 60 minute). Waiting times can becontributing factor influence outpatient dissatisfaction. In December 2016, Fatmawati Central Hospital opened excevutive outpaient for BPJS patients. Patient satisfaction can be one of the indicators for measurement health care service and evaluation. The purpose of this research is to know determinant factor on BPJS patient satisfaction in Griya Husada executive outpatient at Fatmawati Central Hospital 2018. This research uses cross sectional design with questionnare based on likert scale from 100 respondent. The result shows that patient satisfaction on BPJS patient is 95%. Factor that influence patient satisfaction is tangibles (OR=11,2 and p-value=0,024). Therefore, it is important for Fatmawati Central Hospital to improve in facilities and infrastructure in executive outpatient.
Keywords : Executive outpatient, satisfaction, tangibles
S-9678
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Riri Shafira; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Ascobat Gani, Wahyu Sulistiadi, Heidy Agustin, Yune Laukati
Abstrak:
Read More
Rumah sakit mempunyai peran dalam sistem pelayanan kesehatan dengan menyediakan perawatan medis untuk masyarakat yang terdampak sehingga kesiapan rumah sakit sangat penting dalam merespon pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan rumah sakit dalam penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan dan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan. Penelitian ini menggunakan desain metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada bulan Juni ? November 2022. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam terhadap 20 informan dari Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan dan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan dan juga dengan cara telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan 4 dari 12 komponen belum mendapatkan capaian 100% di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan. Sedangkan di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan terdapat 1 dari 12 komponen yang belum tercapai 100% berdasarkan Rapid Hospital Readiness Checklist WHO. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk membuat pedoman atau protokol dokumen terkait pengendalian COVID-19 di rumah sakit dan pelaksanaan pelatihan pertolongan psikologi pada staf rumah sakit.
Hospital has a role in the health service system by providing medical care for affected communities so hospital readiness is very important to respond COVID-19 pandemic. This study aims to find out hospital readiness in dealing COVID-19 pandemic at Dr. Suharto Heerdjan Mental Hospital and Persahabatan Central General Hospital. This study used a qualitative method design with a case study approach in June - November 2022. Data was collected by using in- depth interview with 20 informants from Dr. Suharto Heerdjan Mental Hospital and Persahabatan Central General Hospital and documents review. The results showed that 4 of the 12 components had not achieved 100% at the Dr. Suharto Heerjan Mental Hospital. While at Persahabatan Central General Hospital, there is 1 out of 12 components that have not reached 100% based on the WHO Rapid Hospital Readiness Checklist. Based on this study?s results, it is suggested to make guidelines or protocols related to controlling COVID-19 in hospitals and implementing psychological assistance training for hospital staff.
T-6548
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dimas Ragil Paramadhika; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Masyitoh, Arimurni Pardoko
Abstrak:
SISTEM RUJUK KELUAR (DITUJUKAN KE RUMAH SAKIT LAIN) DIWAJIBKAN BAGI PASIEN DENGAN KONDISI DARURAT DAN STABIL, SETELAH DI REKOMENDASIKAN OLEH DOKTER. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGANALISIS FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR RUJUK KELUAR DI RSUP FATMAWATI TAHUN 2017. PENGUMPULAN DATA STUDI OBSERVASIONAL DENGAN PENDEKATAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF INI DILAKUKAN SECARA RETROSPEKTIF.
HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DOKTER DALAM MENGISI FORMULIR RUJUK KELUAR RUMAH SAKIT ADALAH FAKTOR PENGETAHUAN DOKTER, BEBAN KERJA DOKTER, KETERSEDIAAN SOP, FAKTOR PENGAWASAN DAN SISTEM PENGHARGAN DAN SANKSI. SESUAI SOP KETERLIBATAN PERAWAT DAPAT MEMBANTU PENGISIAN FORMULIR RUJUK KELUAR.
KATA KUNCI : RUJUKAN, KEPATUHAN, DOKTER, FORMULIR REFERRAL
SYSTEMS (TRANSFERRING PATIENT) FROM ONE HOSPITAL TO THE OTHER HOSPITAL HAS BEEN SET UP AND USING A SPECIAL FORM TO BE FILLED OUT BY ASSIGNED DOCTOR. THIS STUDY AIMS TO ANALYZE THE FACTORS RELATED TO THE COMPLETION OF THE FORM FILLED OUT BY THE DOCTORS IN FATMAWATI HOSPITAL. THIS OBSERVATIONAL STUDY WAS DONE USING QUALITATIVE AND QUANTITATIVE APPROACH .
THE STUDY REVEALED THAT FACTORS RELATED TO PHYSICIAN COMPLIANCE TO FILL OUT THE FORM WERE KNOWLEDGE OF PHYSICIAN ON THE IMPORTANCE OF THE COMPLETENESS OF THE FORM, WORKLOAD, NO STANDARD PROCEDURE, NO SYSTEMATIC MONITORING PROCESS. ACCORDING TO THE PROCEDURE, THE NURSE IS EXPECTED TO HELP IN COMPLETING THE FORM
KEYWORDS : REFERRAL, COMPLIANCE, DOCTORS, FORMS
Read More
HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DOKTER DALAM MENGISI FORMULIR RUJUK KELUAR RUMAH SAKIT ADALAH FAKTOR PENGETAHUAN DOKTER, BEBAN KERJA DOKTER, KETERSEDIAAN SOP, FAKTOR PENGAWASAN DAN SISTEM PENGHARGAN DAN SANKSI. SESUAI SOP KETERLIBATAN PERAWAT DAPAT MEMBANTU PENGISIAN FORMULIR RUJUK KELUAR.
KATA KUNCI : RUJUKAN, KEPATUHAN, DOKTER, FORMULIR REFERRAL
SYSTEMS (TRANSFERRING PATIENT) FROM ONE HOSPITAL TO THE OTHER HOSPITAL HAS BEEN SET UP AND USING A SPECIAL FORM TO BE FILLED OUT BY ASSIGNED DOCTOR. THIS STUDY AIMS TO ANALYZE THE FACTORS RELATED TO THE COMPLETION OF THE FORM FILLED OUT BY THE DOCTORS IN FATMAWATI HOSPITAL. THIS OBSERVATIONAL STUDY WAS DONE USING QUALITATIVE AND QUANTITATIVE APPROACH .
THE STUDY REVEALED THAT FACTORS RELATED TO PHYSICIAN COMPLIANCE TO FILL OUT THE FORM WERE KNOWLEDGE OF PHYSICIAN ON THE IMPORTANCE OF THE COMPLETENESS OF THE FORM, WORKLOAD, NO STANDARD PROCEDURE, NO SYSTEMATIC MONITORING PROCESS. ACCORDING TO THE PROCEDURE, THE NURSE IS EXPECTED TO HELP IN COMPLETING THE FORM
KEYWORDS : REFERRAL, COMPLIANCE, DOCTORS, FORMS
S-9529
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Joan Xaveria Mahulae; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Pujiyanto, Sandi Iljanto, Dintar Hutabalian, Elsa Novelia
Abstrak:
ABSTRAK Stroke merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia dan pembiayaan penyakit stroke oleh BPJS menduduki peringkat kedua terbesar setelah penyakit jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dominan yang paling berhubungan dengan biaya klaim pasien stroke rawat inap peserta JKN yang dilakukan di RSU Tarutung dengan melakukan analisis multivariat dengan metode regresi linear. RSU Tarutung merupakan satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Tapanuli Utara. Karakteristik yang berhubungan adalah kelas perawatan, jenis kepesertaan, umur, lama hari rawat dan tingkat keparahan. Ditemukan bahwa RSU Tarutung masih belum optimal dalam memberikan pelayanan akan penyakit stroke. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan tenaga ahli neurovaskular dan penyediaan peralatan diagnostik yang membantu dalam menetapkan diagnosa sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat. Kata Kunci: penyakit stroke, biaya klaim penyakit stroke rawat inap, pengadaan alat medis ABSTRACT Stroke is one of the cause of high mortality rate in Indonesia and the funding for stroke by BPJS ranks second after heart disease. This study aims to determine the most dominant characteristics associated with the cost of claims of stroke patients covered by JKN that use inpatient (rawat inap) service at Tarutung Hospital by doing multivariate analysis with variable linear regression method. The most related characteristics are type of health care, type of membership, age, length of stay age, and level of severity. It was found that Tarutung Hospital is still not optimal in providing services for stroke. Some feasible efforts that can be considered are increasing the neurovascular experts and providing better diagnostic equipments in order to deliver the necessary treatment. Keywords: stroke, cost of claims of inpatient stroke, providing of better diagnostic equipments
Read More
T-5030
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
