Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35763 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wulansari Rosyta Indah; Pembimbing: Adang Bachtiar
S-3644
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarif Rahman Hasibuan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Chandra Istanti Prasetyo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kontrol ulang pasien JKN dengan diagnosis primer kode Z ke rawat jalan tingkat lanjut di wilayah kerja BPJS Kesehatan Pematangsiantar tahun 2018. Desain penelitian ini adalah kuantatif cross sectional menggunakan data sekunder yaitu Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2018. Sampel yang diperolah sebanyak 3.114 kunjungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol ulang mendominasi kunjungan rawat jalan tingkat lanjut (82.7%).
Read More
S-10693
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Duta Rahmawati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Masyitoh; Marlius Warti
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kunjungan rawat jalan di RS Ananda Bekasi pada tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kunjungan pasien rawat jalan di RS Ananda tahun 2017. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari tiga faktor eksternal (pasien), hanya dua faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kunjungan rawat jalan di RS Ananda, yaitu faktor pendapatan (p=0,010) dan faktor kepesertaan asuransi kesehatan (p=0,006). Sedangkan faktor internal (rumah sakit) sebagai penyedia layanan kesehatan terbukti tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kunjungan rawat jalan di RS Ananda. Selain itu, didapatkan pula bahwa faktor pendapatan dapat mempengaruhi kepesertaan asuransi kesehatan (p=0,000). Kata Kunci : Kunjungan rawat jalan; Faktor eksternal; Faktor internal This thesis discusses the factors related to the level of outpatient visits at RS Ananda Bekasi in 2017. This research type is quantitative research with cross sectional design. This study aims to determine the related factors of outpatient visit rates in Ananda Hospital in 2017. The results of this study found that from three external factors (patients), only two factors have a significant relationship with the level of outpatient visits in RS Ananda, income factor (p = 0,010) and health insurance participation factor (p = 0,006). While the internal factors (hospital) as providers of health services proved not to have a significant relationship with the level of outpatient visits in RS Ananda. In addition, it was also found that income factors may affect the participation of health insurance (p = 0.000). Key words: Outpatient visits; External factors; Internal factors
Read More
S-9412
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firly Lizarni; Pembimbing: Anwar Hasan
T-826
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosephine Chrismayanti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Anggita Petrareni
Abstrak:
Latar Belakang: Pelayanan farmasi merupakan komponen yang penting dalam layanan kesehatan di rumah sakit. Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terdapat dalam Kepmenkes RI Nomor: 129/ Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Minimal Rumah Sakit, menetapkan standar minimal waktu tunggu farmasi yang meliputi obat jadi (non racikan) kurang dari 30 menit dan obat racikan kurang dari 60 menit. Tingginya angka keluhan terhadap layanan instalasi farmasi menunjukkan adanya masalah yang perlu ditangani. Berdasarkan hal tersebut, kajian ini disusun untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu di instalasi rawat jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan utnuk menganalisis waktu tunggu dan faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Siloam TB Simatupang. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui tarikan data SIMRS Hasil Penelitian: Analisis bivariat pada resep racikan menunjukkn faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu adalah jumlah item obat (OR= 2,002; 95% CI: 1,469–2,728; p-value <0,001), cara bayar (OR = 5,704; 95% CI: 4,923–6,608; p < 0,001), jam kunjung (OR = 0,330; 95% CI: 0,279–0,389; p < 0,001), dan jumlah kunjungan poli (OR = 2,098; 95% CI: 1,354–3,249; p < 0,001). Sedangkan pada analisis bivariat resep non racikan, faktor yang berpengaruh adalah jumlah item obat (OR = 2,119; 95% CI: 1,877–2,391; p < 0,001), cara bayar (OR = 2,270; 95% CI: 2,052–2,510; p < 0,001), tipe obat (OR = 0,698; 95% CI: 0,617–0,790; p < 0,001), dan jam kunjung (OR = 0,602; 95% CI: 0,538–0,673; p < 0,001). Analisa multivariat ditemukan faktor yang paling berpengaruh terhadap waktu tunggu farmasi adalah cara bayar, pada resep racikan (OR = 5,568; 95% CI: 4,785–6,480; p < 0,001) dan resep non racikan (OR = 2,162; 95% CI: 1,951–2,396; p < 0,001)

Background: Pharmaceutical services are an important component of hospital healthcare services. The Minimum Service Standards (SPM) contained in the Indonesian Minister of Health Decree Number: 129/Menkes/SK/II/2008 concerning Minimum Hospital Standards, stipulates minimum waiting times for pharmacy services, which include less than 30 minutes for ready-made (non-compounded) drugs and less than 60 minutes for compounded drugs. The high number of complaints about pharmacy services indicates that there are problems that need to be addressed. Based on this, this study was conducted to determine the factors related to waiting times in outpatient facilities. Objective: This study aims to analyze waiting times and factors related to prescription waiting times at the Siloam TB Simatupang Hospital Outpatient Pharmacy. Research Methodology: This study uses quantitative methods. Research data was collected through SIMRS data extraction. Research Results: Bivariate analysis of prescription formulas indicates that the factor associated with waiting time is the number of drug items (OR = 2.002; 95% CI: 1.469–2.728; p-value <0.001), payment method (OR = 5.704; 95% CI: 4.923–6.608; p < 0.001), visiting hours (OR = 0.330; 95% CI: 0.279–0.389; p < 0.001), and number of clinic visits (OR = 2.098; 95% CI: 1.354–3.249; p < 0.001). Meanwhile, in the bivariate analysis of non-compounded prescriptions, the influencing factors were the number of drug items (OR = 2.119; 95% CI: 1.877–2.391; p < 0.001), payment method (OR = 2.270; 95% CI: 2.052–2.510; p < 0.001), drug type (OR = 0.698; 95% CI: 0.617–0.790; p < 0.001), and visit time (OR = 0.602; 95% CI: 0.538–0.673; p < 0.001). Multivariate analysis found that the most influential factor on pharmacy waiting time was payment method, for compounded prescriptions (OR = 5.568; 95% CI: 4.785–6.480; p < 0.001) and non-compounded prescriptions (OR = 2.162; 95% CI: 1.951–2.396; p < 0.001).
Read More
S-12194
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ishak Daud; Pembimbing: Luknis Sabri
T-1181
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Bimo Satrio R; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Pujiyanto, Ede Surya Darmawan, Lucky Cahyono, Masni Asbudin
Abstrak:
Masalah kepuasan pelanggan, menjadi isu penting pada era persaingan bisnis pelayanan yang semakin kompetitif dewasa ini. Tanpa memperhatikan kebutuhan konsumen (pasien dan keluarganya), maka pelayanan kesehatan akan ditinggalkan oleh konsumen. Dengan melihat kondisi di Kecamatan Bantar Gebang dimana kepadatan penduduk yang tinggi, heterogenitas masyarakat tinggi. Puskesmas masih menjadi alternatif pilihan berobat bagi masyarakat, meskipun semakin banyak pelayanan kesehatan swasta. Meskipun Puskesmas masih tetap menjadi pilihan berobat masyarakat, tetapi masih sering muncul keluhan dari masyarakat tentang pelayanan yang tidak menyenangkan diantaranya petugas datang siang, dokter tidak memeriksa pasien kalaupun memeriksa hanya sekedarnya, tidak ada informasi yang jelas untuk pasien Puskesmas kotor dan sebagainya yang pada intinya pasien merasa kurang puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas. Dari hasil survei sesaat dari 10 responden yang ditanya 4 responden menyatakan tidak puas. Melihat kenyataan ini penulis ingin meneliti karakteristik kepuasan pasien di Puskesmas Bantar Gebang I Bekasi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap pasien rawat jalan di Puskesmas Bantar Gebang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2003 sampai dengan bulan Agustus 2003. Populasi target penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat jalan di Poliumum Puskesmas Bantar Gebang Bekasi, sedangkan populasi studinya adalah pasien rawat jalan di poli umum, dimana pasien dibawah umur 15 tahun tidak disertakan, karena dikwatirkan belum dapat memberikan penilaian yang baik akan tetapi apabila di antar oleh orang tuanya maka dapat diwakilkan oleh orang tuanya dalam mengisi kuesioner tersebut. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah secara Systematic sampling size dan jumlah sampel yang diambil sesuai dengan rumus Lamesow sebanyak 97 orang. Dari hasil penelitian didapatkan pasien yang puas terhadap pelayanan rawat jalan Puskesmas Bantar Gebang Bekasi sebesar 53 %. Hasil uji bivariat pada P = 0,05 dari 4 variabel yang diuji terhadap kepuasan menunjukan hasil yang bermakna, sehingga dapat dikatakan ada hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan kepuasan dengan nilai P = 0,001, antara umur dengan kepuasan dengan nilai P = 0,002, antara tingkat pendidikan dengan kepuasan dengan nilai P =0,028 dan jenis pekerjaan dengan kepuasan dengan nilai P = 0,001 . Sedangkan hasil uji multivariat. Model yang dihasilkan adalah : Tingkat Kepuasan = - 0,7538 - 0,3989 (Umur) + 2,3630 (Jenis Kelamin) - 2,0858 (Umur*Jenis Kelamin). Sebagai akhir dari penelitian ini saran yang diberikan adalah, Pasien yang tidak puas terhadap kehandalan, dimana pada poin pertanyaan nomor 8 dan 9 pasien umumnya menyatakan tidak puas sehingga diharapkan dokter dan paramedis dapat memberitahukan diagnosa penyakit dan tindakan pengobatan yang akan diberikan menurut kode etik kedoktelan. Pasien yang tidak puas terhadap tanggapan, dimana pada poin nomor 13 dan 16 pasien umumnya menyatakan tidak puas sehingga diharapkan dokter dan paramedis dalam keadaan gawat darurat dapat memberikan bantuan dengan cepat dan tepat kepada pasien. Perlunya pendidikan tambahan bagi tenaga puskesmas dalam meningkatkan pelayanan yang lebih professional.
Read More
T-1828
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melati Amanah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Donni Hendrawan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi rawat jalan di Rumah Sakit atau FKRTL yang dilakukan oleh Peserta JKN di Wilayah Provinsi Banten Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2015-2016. Sampel yang diperoleh sebesar 41.181 peserta. Uji hubungan dianalisis dengan menggunakan Chi-square.
Read More
S-10575
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Nabiyla Zhafiirah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Yusuf Subekti
Abstrak: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menimbulkan beban pembiayaan yang tinggi, sehingga pemanfaatan layanan Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) menjadi krusial, terutama bagi peserta JKN. Penelitian ini  menggunakan desain cross-sectional pada 498 pasien PGK pengguna RJTL tahun 2023. Hasil menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmentasi kepesertaan, hak kelas rawat, dan kepemilikan fasilitas berhubungan signifikan dengan utilisasi RJTL (p<0,05). Usia ≥65 tahun menjadi faktor paling dominan (AOR: 1,48; 95% CI: 1,29–1,69). Seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pemanfaatan layanan RJTL pada pasien PGK. 
Chronic Kidney Disease (CKD) poses a significant financial burden, making the utilization of Advanced  Outpatient Services (AOS) crucial, especially for National Health Insurance (JKN) participants. This cross sectional study involved 498 CKD patients who used AOS in 2023. The results showed that age, sex, marital  status, membership segmentation, class of care entitlement, and facility ownership were significantly  associated with AOS utilization (p<0.05). Age ≥65 years was the most dominant factor (AOR: 1.48; 95%  CI: 1.29–1.69). All variables had a significant influence on the utilization of AOS among CKD patients. 
Read More
S-11971
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Torry Duet Irianto; Pembimbing: Sandi Iljanto, Mieke Savitri
T-1810
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive