Ditemukan 36771 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Euis Komalasari; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-2268
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Susanna, Budi Hartono
MSK Vol.7, No.1
Depok : LP UI, 2003
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Listyawati' Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami
S-2290
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Grace Via Dolorosa; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak:
Read More
Rumah makan Padang merupakan salah satu tempat pengolahan pangan (TPP) yang banyak diminati masyarakat Depok, namun rentan terhadap risiko kontaminasi akibat karakteristik makanannya yang bersantan, berkuah, dan disajikan pada suhu ruang dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran penerapan higiene sanitasi makanan dan kualitas bakteriologis Escherichia coli pada Rumah Makan Padang X di Depok Tahun 2026. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode observasi menggunakan formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2024, wawancara kepada tiga penjamah makanan, serta pemeriksaan laboratorium terhadap 20 sampel yang meliputi usap tangan penjamah makanan, usap peralatan makanan, dan makanan siap saji berisiko tinggi menggunakan metode CFU mengacu pada SNI ISO 16649. Hasil observasi menunjukkan skor IKL sebesar 81 dari 100 (kategori memenuhi syarat). Namun, terdapat ketidaksesuaian pada aspek bangunan dan ventilasi, penyajian makanan tanpa penutup, pengendalian suhu pangan berkuah, pengendalian vektor, serta ketidaklengkapan penggunaan APD penjamah makanan. Tingkat pengetahuan penjamah makanan berada pada 75% dan perilaku higiene sanitasi sebesar 81,82%, dengan 66,67% penjamah belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh 20 sampel memenuhi baku mutu Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023, dengan kadar E. coli 0 CFU/25 cm² pada tangan penjamah dan seluruh peralatan makanan, serta 0 CFU/gram pada sampel daun singkong rebus, rendang, dan gulai ayam pada jam ke-0, ke-2, dan ke-4 setelah makanan dipajang di etalase. Hasil yang baik ini didukung oleh praktik cuci tangan konsisten, penggunaan bahan baku segar harian, proses pemasakan suhu tinggi, serta karakteristik antimikroba rempah masakan Padang. Meskipun demikian, peningkatan kepatuhan terhadap seluruh aspek higiene sanitasi tetap diperlukan untuk menjamin keamanan pangan secara berkelanjutan.
Rumah makan Padang merupakan salah satu tempat pengolahan pangan (TPP) yang banyak diminati masyarakat Depok, namun rentan terhadap risiko kontaminasi akibat karakteristik makanannya yang bersantan, berkuah, dan disajikan pada suhu ruang dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran penerapan higiene sanitasi makanan dan kualitas bakteriologis Escherichia coli pada Rumah Makan Padang X di Depok Tahun 2026. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode observasi menggunakan formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2024, wawancara kepada tiga penjamah makanan, serta pemeriksaan laboratorium terhadap 20 sampel yang meliputi usap tangan penjamah makanan, usap peralatan makanan, dan makanan siap saji berisiko tinggi menggunakan metode CFU mengacu pada SNI ISO 16649. Hasil observasi menunjukkan skor IKL sebesar 81 dari 100 (kategori memenuhi syarat). Namun, terdapat ketidaksesuaian pada aspek bangunan dan ventilasi, penyajian makanan tanpa penutup, pengendalian suhu pangan berkuah, pengendalian vektor, serta ketidaklengkapan penggunaan APD penjamah makanan. Tingkat pengetahuan penjamah makanan berada pada 75% dan perilaku higiene sanitasi sebesar 81,82%, dengan 66,67% penjamah belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh 20 sampel memenuhi baku mutu Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023, dengan kadar E. coli 0 CFU/25 cm² pada tangan penjamah dan seluruh peralatan makanan, serta 0 CFU/gram pada sampel daun singkong rebus, rendang, dan gulai ayam pada jam ke-0, ke-2, dan ke-4 setelah makanan dipajang di etalase. Hasil yang baik ini didukung oleh praktik cuci tangan konsisten, penggunaan bahan baku segar harian, proses pemasakan suhu tinggi, serta karakteristik antimikroba rempah masakan Padang. Meskipun demikian, peningkatan kepatuhan terhadap seluruh aspek higiene sanitasi tetap diperlukan untuk menjamin keamanan pangan secara berkelanjutan.
S-12271
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ali Isha Wardhana; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi
S-2085
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rusna Meswari; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Hera Ganefi
S-5058
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Clarissa Zefanya; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Fitri Kurnia Sari, Didik Supriyono
Abstrak:
Read More
Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam kesehatan masyarakat karena makanan yang terkontaminasi dapat menjadi sumber penyakit bawaan pangan (foodborne disease). Warung makan sebagai salah satu Tempat Pengolahan Pangan (TPP) kategori A1 memiliki risiko terjadinya kontaminasi mikrobiologis akibat praktik higiene dan sanitasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi higiene dan sanitasi serta keberadaan bakteriologis Escherichia coli pada Warung Makan X di wilayah Kukusan, Kota Depok Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), wawancara terhadap penjamah makanan, serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan, tangan penjamah makanan, peralatan makan, dan peralatan masak menggunakan metode Colony Forming Unit (CFU) sesuai standar SNI ISO 16649. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa aspek higiene sanitasi yang belum memenuhi persyaratan, terutama pada pengolahan makanan, sanitasi fasilitas, perilaku penjamah makanan, serta pengendalian risiko kontaminasi silang. Pemeriksaan bakteriologis menunjukkan adanya kontaminasi Escherichia coli pada beberapa media pangan yang mengindikasikan rendahnya penerapan higiene sanitasi pangan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya penyakit bawaan pangan pada konsumen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penerapan higiene personal, sanitasi fasilitas, serta edukasi keamanan pangan bagi penjamah makanan untuk meminimalkan risiko kontaminasi pangan di warung makan. Kata Kunci: higiene sanitasi makanan, keamanan pangan, Escherichia coli, warung makan, kontaminasi pangan, foodborne diseases
Food safety is an essential aspect of public health because contaminated food may become a source of foodborne diseases. Food stalls as Category A1 Food Processing Facilities (Tempat Pengolahan Pangan/TPP) are vulnerable to microbiological contamination due to inadequate hygiene and sanitation practices. This study aimed to describe the hygiene and sanitation conditions and the presence of bacteriological contamination by Escherichia coli at Food Stall X located in Kukusan, Depok City, in 2026. This study employed a descriptive observational design. Data were collected through environmental health inspection observations, interviews with food handlers, and laboratory examinations of food samples, food handlers’ hands, eating utensils, and cooking equipment using the Colony Forming Unit (CFU) method based on the SNI ISO 16649 standard. The findings indicated that several aspects of food hygiene and sanitation had not met the required standards, particularly in food processing practices, sanitation facilities, food handler behavior, and cross-contamination control. Bacteriological examinations revealed the presence of Escherichia coli contamination in several food-related media, indicating inadequate implementation of food hygiene and sanitation practices. These conditions may increase the risk of foodborne diseases among consumers. Therefore, improvements in supervision, personal hygiene practices, sanitation facilities, and food safety education for food handlers are necessary to minimize the risk of food contamination in food stalls. Keywords: food hygiene and sanitation, food safety, Escherichia coli, food stall, food contaminations, foodborne diseases
S-12272
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hanna Pratiwi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Atang Saputra
Abstrak:
Bandara memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah transmisi berbagai penyakit yang mungkin terjadi. Salah satu fasilitas penunjang di Bandara berupa restoran. Higiene perorangan dan sanitasi pengelolaan makanan restoran di Bandara perlu mendapatkan pengawasan untuk mencegah kejadian foodborne disease. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi higiene perorangan dan sanitasi pengelolaan makanan terhadap kualitas bakteriologis makanan (Escherichia coli) restoran di Bandara Soekarno-Hatta tahun 2014. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan total sampel sebanyak 90 restoran di Bandara Soekarno-Hatta. Hasil penelitian menujukan bahwa sebagian besar makanan restoran tidak terkontaminasi E. coli (95,6 %). Dari sembilan variabel dalam sanitasi fisik, terdapat tujuh variabel yang memenuhi syarat, yaitu lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, gudang bahan makanan, dapur, dan ruang makan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, serta penyajian makanan. Variabel sanitasi alat sebagian besar memenuhi syarat, sesuai dengan kualitas bakteriologis alat yang tidak terkontaminasi E. coli pada sebagian besar sampel usap alat. Sedangkan, variabel higiene tenaga kerja sebagian besar tidak memenuhi syarat, namun tidak ditemukan E. coli pada sebagian besar sampel usap tangan penjamah. Berdasarkan analisis bivariat tidak ditemukan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Kata kunci : Sanitasi, higiene, Escherichia coli, makanan
Read More
Kata kunci : Sanitasi, higiene, Escherichia coli, makanan
S-8772
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mayumi Nitami; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-8132
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elke Sunarta; Pembimbing: Siti A. Pudjonarti
S-1331
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
