Ditemukan 39966 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Misriati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari
S-1730
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), Vol.34, No.1, Mar. 2009, hal. 34-40. ( ket. ada di bendel 1994-2009 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), Vol.34, No.1, Mar. 2009, hal. 34-40. (ket. ada di bendel majalah campuran No. 20 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Nuraini Mahesa; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Zakianis; Didik Supriyono
S-8384
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahma Yunita; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Agustin
Abstrak:
Read More
Keamanan pangan pada makanan siap saji merupakan aspek penting dalam pencegahan foodborne disease. Pangan yang aman harus terbebas dari cemaran biologis seperti Escherichia coli serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kontaminasi B3 dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat paparan zat kimia, sedangkan Escherichia coli dapat memicu penyakit bawaan pangan akibat cemaran biologis. DKI Jakarta sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan perkembangan usaha kuliner yang pesat memiliki risiko keamanan pangan yang kompleks. Pada tahun 2023, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus keracunan makanan tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 370 kasus (31,78%), serta terjadi peningkatan kasus diare sebesar 3,35% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sanitasi dan perilaku higiene penjamah terhadap keamanan pangan pada gerai makanan siap saji di Lima Kota Administrasi DKI Jakarta tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan menggunakan data sekunder dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 138 gerai makanan siap saji. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 76,8% gerai memenuhi syarat keamanan pangan. Faktor risiko yang paling banyak tidak memenuhi syarat adalah higiene penjamah (86,2%), metode pencucian alat makan dan masak (84,8%), tempat sampah (76,1%), dan penggunaan sumber air bersih non-perpipaan (55,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan (p-value >0,05) antara seluruh faktor higiene penjamah dan sanitasi dengan keamanan pangan. Meskipun demikian, penerapan higiene dan sanitasi pangan tetap perlu ditingkatkan untuk mencegah risiko cemaran biologis maupun kimia pada makanan siap saji.
Food safety in ready-to-eat foods is a crucial component in the prevention of foodborne diseases. Safe food must be free from biological contaminants, such as Escherichia coli, as well as hazardous and toxic substances (B3). Exposure to hazardous chemicals in food may lead to adverse health effects due to chemical toxicity, whereas contamination by Escherichia coli may result in foodborne illnesses caused by biological hazards. DKI Jakarta, characterized by its high population density and rapid growth of the culinary industry, faces increasingly complex food safety challenges. In 2023, DKI Jakarta recorded the highest number of food poisoning cases in Indonesia, totaling 370 cases (31.78%), accompanied by a 3.35% increase in diarrhea cases in 2024. This study aimed to analyze the association between sanitation and food handler hygiene behavior and food safety among ready-to-eat food stalls across the Five Administrative Cities of DKI Jakarta in 2023. An analytical observational study was conducted using secondary data obtained from the Center for Public Health Laboratory (BBLKM) Jakarta. The study involved 138 ready-to-eat food stalls as research samples. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods with the chi-square test. The findings indicated that 76.8% of food stalls met food safety standards. The most prevalent risk factors that failed to meet the required standards included food handler hygiene (86.2%), washing practices of eating and cooking utensils (84.8%), waste bin conditions (76.1%), and the use of non-piped clean water sources (55.1%). Statistical analysis demonstrated no significant association (p-value >0.05) between sanitation and food handler hygiene factors and food safety. Nevertheless, strengthening food hygiene and sanitation practices remains essential to minimize the risk of biological and chemical contamination in ready-to-eat foods.
S-12246
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kamarul Wahdi; Pembimbing: I Made Djaja
S-2972
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bukroanah Amir Makkau; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Hartono; Penguji: Dian Ayubi, Beben Saiful Bahri, Rahpirn Yuswani
Abstrak:
Makanan merupakan kebutuhan pokok namun dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian dan sangat berisiko bagi anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di sekolah. Sehingga mempersiapkan dan menjual makanan yang aman, penting di lakukan di kantin sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan kantin sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada 73 tempat penjualan makanan di kantin sekolah di Jakarta Timur pada bulan Maret-Juli Tahun 2019. Uji stastisik yang digunakan adalah chi square. Kontaminasi positif bakteri Escherichia coli pada makanan sebesar 30 (41,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan jenis makanan dengan nilai p = 0,045 dan OR = 2,642. Disarankan untuk melakukan program Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses pembuatan makanan untuk mengetahui titik kontaminasi, penyuluhan atau pelatihan higiene sanitasi, serta melengkapi fasilitas sanitasi
Read More
T-5562
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Izzah Fajrina Afani; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Edwin Nasli
Abstrak:
Faktor risiko utama keamanan pangan di restoran adalah personal hygiene penjamah makanan dimana hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas sanitasi di restoram berupa air bersih, jumlah ketersediaan fasilitas cuci tangan, fasilitas pelengkap pada fasilitas cuci tangan, dan pengetahuan penjamah makanan. Menganalisis hubungan ketersediaan fasilitas dan pengetahuan dengan perilaku personal hygiene penjamah makanan restoran di Jakarta Selatan. Desain studi cross-sectional dengan unit analisis restoran di Jakarta Selatan. Jumlah sample sebanyak 115 restoran yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan. Digunakan data sekunder berupa form hygiene sanitasi restoran milik puskesmas tingkat kecamatan yang tertera pada Kepmenkes no 1098 tahun 2003. Data diolah dengan analisis univariat dan bivariat kemudian disajikan dalam bentuk table.
Read More
S-10600
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sinta Ainun Rahma; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Beben Saiful Bahri
Abstrak:
Makanan jajanan merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Akan tetapi, makanan jajanan sangat rentan terjadi kontaminasi salah satunya bakteri. Makanan yang terkontaminasi bakteri khususnya Escherichia coli dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan di kawasan street food Koja, Jakarta Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel yang digunakan sebesar 35 penjamah makanan yang berjualan di sekitar Jalan Semangka dan Jalan Labu, Lagoa, Koja, Jakarta Utara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan uji laboratorium yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2022. Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count), menunjukkan sebanyak 10 makanan jajanan positif terkontaminasi Escherichia coli. Berdasarkan hasil uji Chisquare didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi peralatan (p=0,027) dan penyajian makanan (p=0,008) dengan kontaminasi Escherichia coli pada makanan jajanan di Kawasan Street food Koja, Jakarta Utara. Oleh karena itu, penjamah makanan perlu memperhatikan sanitasi peralatan dan penyajian makanan dengan cara memperhatikan kebersihan air yang digunakan untuk mencuci peralatan dan kebersihan kain lap yang digunakan untuk berjualan supaya dapat mengurangi kemungkinan kontaminasi.
Snack food is one of the foods that are often consumed by the community. However, street food is very susceptible to contamination, one of which is bacteria. Food contaminated with bacteria, especially Escherichia coli, can cause health problems. This study aims to determine the relationship between food sanitation hygiene and Escherichia coli bacterial contamination in street food in the street food area of Koja, North Jakarta. This research was conducted using a cross sectional study design with a sample of 35 food handlers selling around Jalan Semangka and Jalan Labu, Lagoa, Koja, North Jakarta. Data collection was carried out using questionnaires and laboratory tests carried out in May until June 2022. The results of laboratory tests using the TPC (Total Plate Count) method showed that as many as 10 snacks were positively contaminated with Escherichia coli. Based on the results of the Chisquare test, it was found that there was a significant relationship between equipment sanitation (p = 0.027) and food presentation (p = 0.008) with Escherichia coli contamination in street food in the Street food area of Koja, North Jakarta. Therefore, food handlers need to pay attention to the sanitation of equipment and food presentation by paying attention to the cleanliness of the water used for washing equipment and the cleanliness of the cloth used for selling in order to reduce the possibility of contamination.
Read More
Snack food is one of the foods that are often consumed by the community. However, street food is very susceptible to contamination, one of which is bacteria. Food contaminated with bacteria, especially Escherichia coli, can cause health problems. This study aims to determine the relationship between food sanitation hygiene and Escherichia coli bacterial contamination in street food in the street food area of Koja, North Jakarta. This research was conducted using a cross sectional study design with a sample of 35 food handlers selling around Jalan Semangka and Jalan Labu, Lagoa, Koja, North Jakarta. Data collection was carried out using questionnaires and laboratory tests carried out in May until June 2022. The results of laboratory tests using the TPC (Total Plate Count) method showed that as many as 10 snacks were positively contaminated with Escherichia coli. Based on the results of the Chisquare test, it was found that there was a significant relationship between equipment sanitation (p = 0.027) and food presentation (p = 0.008) with Escherichia coli contamination in street food in the Street food area of Koja, North Jakarta. Therefore, food handlers need to pay attention to the sanitation of equipment and food presentation by paying attention to the cleanliness of the water used for washing equipment and the cleanliness of the cloth used for selling in order to reduce the possibility of contamination.
S-10968
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Daniaty Rosaria; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Dewi Susana, Rina Fitriani Bahar
S-6407
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
