Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33436 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mundlofar; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih
S-3116
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Aminah Waluyo; Pembimbing: Nasrin Kodim
T-1069
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mona Safitri Fatiah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Mieke Savitri, Nining Sriningsih
S-8161
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahdah Nurmiladiah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak:
Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia 48,9% lebih tinggi dibandingkan prevalensi global sebesar 40%. Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dikaitkan dengan peningkatan kejadian perdarahan post partum yang menjadi penyebab kematian ibu dan kelahiran bayi dengan BBLR yang menjadi penyebab kematian bayi. Banten merupakan provinsi terbesar keempat penyumbang kematian ibu, dimana kabupaten Tangerang menyumbang kejadian kematian yang signifikan. Puskesmas Cisoka mencatat sebesar 84,6% dari penderita anemia di wilayahnya adalah ibu hamil.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar prevalensi anemia pada ibu hamil dan gambaran kejadian anemia pada Ibu hamil di Puskesmas Cisoka Tahun 2022 hingga 2025 berdasarkan variabel usia ibu, paritas, KEK, usia kehamilan, pekerjaan, dan pendidikan. Desain studi cross sectional deskriptif dengan analisis univariat menggunakan data sekunder yang berasal dari register, kohort dan rekam medis ibu hamil. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1.465 tahun 2022, 1.628 tahun 2023, 1.404 tahun 2024, 1.648 tahun 2025. Hasil Penelitian menunjukkan prevalensi anemia menurun tiap tahunnya, 46% pada 2022, 35% pada 2023, 24% pada 2024, 21% pada 2025. Berdasarkan persentase anemia tertinggi konsisten terjadi tiap tahun pada kategori usia 35 tahun, nullipara dan primipara, ibu hamil dengan LILA <23,5, dan ibu hamil trimester 3, Sedangkan pada variabel pendidikan tahun 2022 persentase tertinggi pada pendidikan tinggi, 2023-2025 pada pendidikan rendah. Pada variabel pekerjaan anemia dengan persentase tertinggi 2022 pada ibu bekerja, 2023-2025 pada ibu hamil tidak bekerja. Saran agar puskemas dapat melakukan edukasi yang intensif pada kelompok berisiko, bekerja sama dengan kader setempat untuk melakukan pemantauan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil serta memaksimalkan kelas ibu hamil sebagai cara untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anemia.

The prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia is 48.9%, which is higher than the global prevalence of 40%. Anemia remains a significant public health problem because it is associated with an increased incidence of postpartum hemorrhage a leading cause of maternal mortality and the birth of low birth weight (LBW) infants, a leading cause of infant mortality. Banten is the fourth largest province in terms of maternal mortality, with Tangerang Regency accounting for a significant number of these deaths. The Cisoka Community Health Center (Puskesmas) reports that 84.6% of anemia cases in its service area are among pregnant women. The objective of this study is to determine the prevalence of anemia among pregnant women and to describe the incidence of anemia among pregnant women at the Cisoka Community Health Center from 2022 to 2025 based on the variables of maternal age, parity, energy nutrient deficiency (KEK), gestational age, occupation, and education. A descriptive cross sectional study design with univariate analysis was employed, using secondary data derived from registries, cohorts, and medical records of pregnant women. The sample sizes for this study were 1,465 in 2022, 1,628 in 2023, 1,404 in 2024, and 1,648 in 2025. The results showed that the prevalence of anemia decreased each year: 46% in 2022, 35% in 2023, 24% in 2024, and 21% in 2025. Based on the data, the highest prevalence of anemia consistently occurred each year in the age categories 35 years, among nulliparous and primiparous women, pregnant women with a mid-upper arm circumference (MUAC) <23.5, and pregnant women in their third trimester. Meanwhile, for the education variable, the highest percentage in 2022 was among those with a higher education, while from 2023 to 2025, it was among those with a lower level of education. Regarding the occupation variable, the highest percentage of anemia in 2022 was among working mothers, while from 2023 to 2025, it was among non-working pregnant women. It is recommended that community health centers (puskesmas) conduct intensive education for at-risk groups, collaborate with local health volunteers to monitor compliance with iron tablet intake among pregnant women, and maximize the use of prenatal classes as a means to increase knowledge about anemia.
Read More
S-12314
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisah Zahrah; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Toha Muhaimin, Heru Herdiawati
S-6547
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sonia Harlin Pratiwi; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji; Mieke Savitri, Windi Nur Rejeki
Abstrak: ANEMIA PADA IBU HAMIL ADALAH KEADAAN KADAR HEMOGLOBIN (HB)DALAM DARAH PADA IBU HAMIL < 11GR%. PROPORSI ANEMIA DI PUSKESMAS SINDANG BARANG KOTA BOGOR TAHUN 2016 MASIH TINGGI YAITU 50% LEBIH TINGGI DARI ANGKA ANEMIA NASIONAL 37,1%. ANEMIA PADA IBU HAMIL HARUS DI TANGANI KARENA BERDAMPAK MENURUNNYA KUALITAS HIDUP GENERASI YANG DILAHIRKAN. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGUKUR KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN MEMPELAJARI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG BARANG KOTA BOGOR TAHUN 2017. METODOLOGI PENELITIAN YANG DIGUNAKAN IALAH POTONG LINTANG. POPULASI BERJUMLAH 407 ORANG, DENGAN SAMPEL 110 IBU HAMIL.

DARI HASIL PENELITIAN INI DIDAPAT ANGKA 55,5% (95% CI: 47%-67%). TEMUAN INI MENUNJUKKAN BAHWA PROPORSI ANEMIA MASIH TETAP TINGGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG BARANG. DALAM PENELITIAN INI FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL ADALAH UMUR IBU, UMUR KEHAMILAN, DAN JUMLAH KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH. PENELITIAN INI JUGA MENEMUKAN FAKTOR MENDASAR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL YAITU PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN KELUARGA. DISARANKAN AGAR PERAN BIDAN PUSKESMAS MELAKUKAN KONSELING DAN PROMOSI PENCEGAHAN ANEMIA. KEAKTIFAN KADER DIPERLUKAN SEBAGAI FASILITATOR UNTUK MENGAWASI KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH.

KATA KUNCI : ANEMIA, IBU HAMIL, PUSKESMAS
Read More
S-9518
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadra Anniswah; Pembimbing: Besral; Milla Herdayati; Penguji: Ahmad Syafiq, Muhammad Rizal Naukoko, Nida Rohmawati
Abstrak: Latar Belakang: KEK pada ibu hamil menyebabkan mortalitas dan morbiditas bagi ibu maupun anak yang dilahirkan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status KEK perlu diketahui agar dapat ditentukan intervensi dalam penurunan prevalensi KEK.
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil di Kabupaten Buol Tahun 2021.
Metode Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilakukan di Kabupaten Buol. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 239 ibu hamil. Variabel terikat berupa status KEK sedangkan variabel bebas berupa karakteristik ibu, pendapatan keluarga, umur pertama menikah, jarak kehamilan, pengetahuan gizi ibu hamil, frekuensi dan asupan makanan (karbohidrat, energi, protein), akses layanan kesehatan (ANC, K1, dan PMT). Analisis yang dilakukan berupa uji univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi square, dan multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Prevalensi KEK dalam penelitian ini adalah sebesar 23.4%. Variabel yang berhubungan dengan status KEK (p<0.05) dalam penelitian ini adalah jarak kehamilan, umur pertama menikah, dan PMT.
Simpulan dan saran: faktor yang paling mempengaruhi KEK adalah usia pertama menikah. Diperlukan pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil megenai pentingnya nutrisi saat kehamilan serta terkait sumber dan cara yang tepat mengolah pangan lokal alami untuk mencukupi asupan nutrisi. Selain itu dibutuhkan edukasi untuk menunda usia pernikahan dan kehamilan agar mencapai usia ideal, serta mengatur jarak kelahiran ideal untuk meminimalisasi risiko KEK serta komplikasi kehamilan dan persalinan. Peningkatan pengetauan juga perlu didampingi dengan perubahan sikap, intensi dan ketersediaan akses untuk dapat mencapai perubahan perilaku masyarakat. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis (KEK), ibu hamil
Background: Chronic energy deficiency in pregnancy can cause mortality and morbidity in both maternal and her children. Factors associated with chronic energy deficiency to be known to determine an intervention for decreasing prevalence chronic energy deficiency.
Objectives: To analyze the factors associated with chronic energy deficiency in Buol Regency.
Methods: Design study was cross-sectional conducted in Buol Regency. Total sample was 239 pregnant women. The dependent variables was chronic energy deficiency status while the independent variable were subject characteristic, family income, age of first marriage, pregnancy distance, antenatal care, supplementary feeding, maternal nutrition knowledge, eating behavior, carbohydrate, energy, and protein intake . Statistical analysis were univariate, bivariate analysis using Chi Square, and multivariate analysis using logistic regression.
Results: The prevalence of chronic energy deficiency in this study was 23.4%. Variables associated with chronic energy deficiency (p<0.05) was pregnancy distance, age of first marriage, and supplementary feeding.
Conclusions and suggestions: age of first marriage is the strongest associated factor to CED. Nutritional education is needed to increase the knowledge of pregnant women to meet the importance of nutrition during pregnancy, related sources and ways to properly process natural local food to meet nutritional intake. In addition, education is needed to delay the age of marriage and pregnancy in order to reach the ideal age, and set the ideal birth distance to minimize the risk of CED and complications of pregnancy and childbirth. Increasing knowledge also needs to be accompanied by changes in attitudes, intentions and availability of access to be able to achieve changes in people's behavior.
Read More
T-6291
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulis Hana Pratiwi; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Lilysiana
Abstrak: Permasalahan gizi seperti anemia pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. 40 % kematian ibu di dunia berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Laporan Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia sebesar 37,1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sumber data pada penelitian ini adalah kohort ibu dan register ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 195 ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Bogor tahun 2017 sebesar 24,1 %. Berdasarkan hasil analisis didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan adalah umur kehamilan (nilai P: 0,048) dan kekurangan energi kronik (nilai P: 0,013). Sedangkan faktor umur ibu, paritas dan jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan. Berdasarkan penelitian ini, perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenaik kebutuhan zat gizi terutama zat besi selama kehamilan dan pembentukan program pengawasan minum tablet tambah darah untuk memantau semua ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.

Kata kunci: Anemia, Ibu hamil, Faktor-faktor

Nutrition problems such as anemia in pregnant women are still the focus of attention in health development in Indonesia. 40% of maternal deaths in the world are associated with anemia in pregnancy. The Riskesdas report of 2013 states that the prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is 37.1%. This study aims to determine the prevalence of anemia and factors affecting the incidence of anemia in pregnant women in the Working Area of Merdeka Healt Centers 2017. This research is a quantitative research using cross sectional design. Sources of data in this study were maternal cohorts and maternal registers. The sampling technique used was total sampling with the number of 195 pregnant women.

The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Work Area of Merdeka Health Center Bogor City in 2017 was 24.1%. Based on the analysis results obtained factors associated with the incidence of anemia in pregnancy is the age of pregnancy (P value: 0.048) and chronic energy deficiency (P value: 0.013). While the maternal age, parity and birth spacing factors were not associated with the incidence of anemia in pregnancy. Based on this research, it is necessary to increase the knowledge of pregnant mother about requirement of nutrient especially iron during pregnancy and establishment of supervision program of tablet consumption to all pregnant woman consume tablets added blood as needed during pregnancy.

Keywords: Anemia, pregnant women, factors
Read More
S-9721
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satryana Devy Pamungkas; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Mery Ramadani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi anemia pada ibu hamil dan hubungan junlah pemberian tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2020. Metodologin penelitian ini menggunakan potong lintang dengan jumlah populas 1038 ibu hamil dan sample 774 ibu hamil. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan anemia pada ibu hamil adalah umur, paritas, jarak kehamilan, tablet tambah darah, pendidikan, dan pekerjaan.
Read More
S-10587
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debby Rosita; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Asih Setiarini, Kurnia Agustini, Julina
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Debby Rosita Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Pengaruh Pemberian Tablet Zat Besi ( Fe ) Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu  Hamil di Puskesmas Karang Asam  Kota  Samarinda  Tahun 2015 - 2017 Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia. Anemia pada wanita hamil dapat menimbulkan dampak sejak  kehamilan, setelah lahir, usia sekolah hingga masa dewasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet zat besi ( Fe ) pada ibu hamil terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas karang Asam Kota Samarinda Tahun 2015 – 2017. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif (mix method). Adapun penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Kohort Retrospektif penelitian kuantitatif difokuskan pada pengambilan data pemberian tablet zat besi (Fe), kejadian anemia, usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dan kunjungan ANC. Sedangkan jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah penelitian eksplanatory sekuensial. Dalam penelitian ini data penelitian kualitatif melengkapi data kuantitatif. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chisquare (bivariat). Hasil uji statistik variabel umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan kunjungan ANC menunjukkan hasil tidak berhubungan dengan anemia secara statistik. Sedangkan secara kualitatif hal tersebut mempengaruhi anemia. Dari hasil terlihat  gambaran kejadian anemia pada ibu hamil setelah diberikan Tablet Fe berdasarkan pemeriksaan HB 2 menunjukkan proporsi ibu  yang masih anemia setelah di beri tablet Fe adalah 26,9%. Saran: diharapkan petugas meningkatkan mutu pelayanan KIA dan pemantauan minum tablet Fe. Kata kunci: Pemberian Tablet Fe, anemia, Ibu Hamil


ABSTRACT Name : Debby Rosita Study Program: Magister Of Public Health Title : The Influence of Iron Tablet (Fe) on Anemia in Pregnant Women at Puskesmas Karang Asam of Samarinda City 2015 – 2017 One of the most common nutritional problems in pregnant women is nutritional anemia, which is the largest and most difficult micronutrient problem resolved worldwide. Anemia in pregnant women can have an impact from pregnancy, after birth, school age to adulthood. The purpose of this research is to know the effect of giving iron tablet (Fe) on pregnant mother to the occurrence of anemia in pregnant woman at Puskesmas Kayu Asam Samarinda in 2015 - 2017. The research is done by qualitative and quantitative method (mix method). The quantitative research using the research design Cohort Retrospective quantitative research focused on taking data of iron tablet (Fe), anemia, age, education, occupation, parity and ANC visit. While the type of qualitative research used is sequential eksplanatory research. In this study qualitative research data complement the quantitative data. Processing and data analysis using chi-square test (bivariate). The result of statistic test of ANC age, education, work, parity and visit variables showed that the results did not correlate with anemia statistically. While qualitatively it affects anemia. From the results seen the picture of the incidence of anemia in pregnant women after given Fe tablet based on HB 2 examination showed the proportion of anemic mothers after giving Fe tablet was 26,9%. Suggestion: it is expected that the officer will improve the quality of KIA service and monitor the drinking of Fe tablets. Keywords: Giving of tablet Fe, anemia, Pregnant mother

Read More
T-5394
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive