Ditemukan 26099 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rumah Sakit Pusat Raden Said Sukanto yang disebut Rumah Sakit Sukanto adalah badan pelaksana pada dinas kedokteran dan kesehatan Polri. Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan perawatan pasien rawat inap dan rawat jalan. Selama periode triwulan II/2002 telah melayani perawatan pasien rawat inap untuk anggota dinas dan keluarga sebanyak 3.512 orang dan pasien rawat jalan sebanyak 26.611 orang. Dalam kegiatan operasionalnya, RS. Sukanto belum dapat mencukupi kebutuhan obat-obatan untuk anggota dan keluarga.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata beban biaya obat untuk anggota dinas dan keluarga di rawat inap dan rawat jalan serta total beban biaya obat-obatan yang selama ini dikeluarkan oleh pasien dinas dan anggota keluarga. Desain penelitian ini adalah survei untuk menghitung total beban biaya obat di rawat inap dan rawat jalan selama periode triwulan II/2002.Teknik pengumpulan data adalah dengan abstrasi catatan medik selama 6 hari (15 April -20 April 2002) selanjutnya analisa dilakukan melalui uji t atau uji Anova dan uji Kai Kuadrat dengan bantuan perangkat lunak (SPSS).Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata beban biaya obat rawat jalan sebesar Rp.39.587 dirawat inap sebesar Rp.110.171 sehingga total beban biaya obat di rawat inap dan rawat jalan pada triwulan II/2002 adalah sebesar Rp. l. 440.370.209,- dukungan anggaran dinas untuk obat-obatan sebesar Rp.798.249.900,-(55%) sisanya Rp.640.120.309,-(45%) ditanggung oleh pasien dinas sendiri.Dari keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlu adanya penyempurnaan pengolahan dan perencanaan obat baik ditingkat MABES (DISDOKKES) maupun Rumah Sakit Sukanto, serta peninjauan kembali perhitungan proporsi DPK yang selama ini dipotong 2% dari setiap anggota POLRI.
Raden Said Sukanto Police Department General Hospital is working committee on Medical and Health Service of Indonesian Police Department (POLRI), which one activity organizing health care, for ambulatory patient and in-patient.This hospital on second quarterly 2002 had been serving member ships of police office and their families for staying care around 3.512 person and ambulatory care as much as 26.611 patients. Sukanto Hospital could not fulfill the over drugs for policemen and their families.The objective of research is to knowing the cost charge average and total cost of medical supply that Police Department spends for policemen and their families at ambulatory care and room care.Research design is taking survey for calculating the total cost and the cost average of medical supply at ambulatory care and room care on second quarterly 2002. While, medical record abstraction have required for collecting of data, as long as six days, in the middle of April until 20 th April 2002. Furthermore, the researcher carried our univariat analysis by t-test or anova or chi-square with assisting SPSS.From those analysis was found that the cost charge average of medical supply in ambulatory care was Rp.39.587,- whereas in room care was Rp. 1.440.370.209,-, with the result that, the total cost both of its, on second quarterly 2002 was Rp.1.743.613.511,-. The department just only could expensed Rp.798.249.900, - (55%), and less of fund, about Rp.612.120.309, - (45%) became responsible for patients.Conclusion of these research could explained that MABES or Sukanto Hospital necessary to make conduct preparation of medical supply with good planning, and the hospital has to make judgment in medical cost by implementation of reference system in main level or region level. Finally, in order to the membership of police office and their families didn't have much charge, the hospital has to increase quality of service and has to rise good image, as good hospital for membership of police office.
Obesitas sentral merupakan salah satu masalah kesehatan utama secara global. Obesitas sentral merupakan penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut yang berhubungan dengan beragam masalah kesehatan, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan obesitas sentral pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 150 orang menggunakan metode simple random sampling yang dilakukan di Kepolisian Resort X Jawa Timur pada bulan Mei-Juni 2024. Penelitian ini mengolah data primer yang didapatkan dari pengukuran antropometri dan wawancara. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Proporsi kejadian obesitas pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X sebanyak 76%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status pernikahan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan asupan serat terhadap kejadian obesitas sentral pada anggota polisi. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, riwayat obesitas, tingkat pendidikan, pangkat pekerjaan, durasi tidur, tingkat stress, dan asupan protein terhadap kejadian obesitas sentral. Sedangkan berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan energi berkontribusi besar terhadap kejadian obesitas sentral dengan OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) yang berarti asupan energi berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas sentral sebesar 26,2 kali daripada responden dengan tingkat asupan karbohidrat yang cukup.
Central obesity is the accumulation of fat in the abdominal part of the body which is associated with various health problems, such as diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease and several types of cancer. The aim of this study is to determine the dominant factors associated with central obesity toward male police officers at Resort X Police. This research used a cross-sectional design with a sample size of 150 people using a simple random sampling method which conducted at Police Resort X East Java in May-June 2024. This research processed primary data obtained from anthropometric measurements and interviews. Data were analyzed bivariately using the chi-square test and multivariately using multiple logistic regression. The proportion of obesity among male police officers at Resort X Police is 76%. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between marital status, physical activity, smoking habits, energy intake, carbohydrate intake, fat intake, and fiber intake toward central obesity among police officers. Meanwhile, there was no significant relationship between age, history of obesity, education level, job rank, sleep duration, stress level, and protein intake on the incidence of central obesity. On the other hand, based on multivariate analysis, it shows that carbohydrate intake contributes greatly to the occurence of central obesity with OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) which means that excessive carbohydrate intake can increase the risk of central obesity by 26,27 times compared to respondents with sufficient levels of carbohydrate intake. Keywords: Central Obesity; Sociodemography; Lifestyle; Nutritional Intake; Police
