Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41009 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Masni Nurrahmadini; Pembimbing: Asih Setiarini
S-3450
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henry Tri Purwati; Pembimbing: Asih Setiarini
S-3067
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dipo Wicaksono; Pembimbing: Sandra Fikawati
S-6288
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mindo Lupiana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni, Sandra Fikawati, Ida Ruslita, Hera Nurlita
T-3225
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emalia Suryani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksminingsih, Anies Irawati, Yosnelli
Abstrak: Rekomendasi angka kecukupan gizi menunjukan lebih tingginya kebutuhan energi dan protein saat laktasi dibandingkan saat hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi energi dan protein pada ibu menyusui di Kecamatan Beji Depok tahun 2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari studi intervensi gizi (Fikawati, 2015) yang menggunakan design penelitian kohort prospective pada ibu menyusui di Kota Depok. Sampel penelitian berjumlah 201 ibu menyusui yang dipantau hingga 6 bulan postpartum sejak Juni 2015-Juli 2016. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional menggunakan analisis uji chi-square. Variabel yang diteliti adalah usia ibu, paritas, jumlah balita, frekuensi menyusui, konsumsi energi ibu saat hamil, status gizi ibu postpartum, pendidikan, status bekerja ibu, dan pengeluaran biaya makanan keluarga. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan bermakna antara konsumsi energi ibu hamil dengan konsumsi ibu menyusui dan konsumsi protein ibu hamil dengan konsumsi ibu menyusui. Ibu yang konsumsi energi saat hamilnya rendah beresiko 6 kali lebih besar untuk mengonsumsi energi yang rendah selama menyusui setelah dikontrol dengan variabel status gizi ibu postpartum dan status ibu bekerja ibu yang konsumsi protein saat hamilnya rendah beresiko 2 kali lebih besar untuk mengonsumsi protein yang rendah selama menyusui. Direkomendasikan perlunya informasi kepada ibu tentang pentingnya konsumsi energi dan protein saat menyusui karena kebutuhannya yang tinggi penting dalam produksi ASI selama periode menyusui. Kata kunci : konsumsi energi dan protein, ibu menyusui Recommended nutritional adequacy rates show higher energy and protein requirements during lactation than during pregnancy. In fact, lactating mothers consumed lower energy and protein. This study aims to determine factors related to energy and protein consumption in lactating mothers in Beji Depok sub-district in 2016. This study used secondary data from a nutrition intervention study (Fikawati, 2015) using a prospective cohort study design in lactating mothers in Kota Depok. The sample of the study were 201 breastfeeding mothers who were monitored for up to 6 months postpartum from June 2015-July 2016. This study was conducted cross sectional using chi-square test analysis. The variables studied were maternal age, parity, number of infants, breastfeeding frequency, maternal energy consumption during pregnancy, postpartum maternal nutritional status, education, mother's working status, and family food expenses. The results showed a significant relationship between energy consumption of pregnant women with the consumption of breastfeeding mothers and protein consumption of pregnant women with breastfeeding mothers consumption. Mothers with low energy consumption during pregnancy are 6 times more likely to consume low energy during breastfeeding after controlled by maternal postpartum status variables and maternal working mother status when protein consumption at low pregnancy is twice as likely to consume low protein during breastfeeding . It is recommended that mother be informed of the importance of energy and protein consumption while breastfeeding because of the high importance of breast milk production during the breastfeeding period. Keywords : energy and protein consumption, lactating mothers
Read More
T-4991
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pipim Oktaviani Kirana; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Tri Hadiah
S-5124
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samiyah Nida Al Kautsar; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sahruna
Abstrak:
Malnutrisi pada anak sering disebabkan kurangnya variasi makanan yang dikonsumsi, sehingga asupan zat gizi tidak adekuat (UNICEF, 2020). Tingginya keragaman konsumsi pangan berhubungan dengan rendahnya kejadian stunting dan underweight pada balita (Modjadji et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi pangan dan faktor dominan terhadap keragaman konsumsi pangan pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara tahun 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 188 anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok selama bulan Juni 2023 menggunakan teknik simple random sampling di tiga kelurahan, yaitu Kebon Bawang, Sunter Jaya, dan Warakas. Skor keragaman konsumsi pangan diambil menggunakan food recall 1x24 jam berdasarkan 9 kelompok pangan dan dikategorikan menjadi tidak beragam (< 5 kelompok pangan) dan (≥ 5 kelompok pangan). Analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ayah, pengetahuan gizi ibu/pengasuh, dan ketahanan pangan dengan keragaman konsumsi pangan anak. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status pekerjaan ayah memiliki nilai OR tertinggi, yaitu 2,9. Status pekerjaan ayah menjadi faktor dominan keragaman konsumsi pangan anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara tahun 2023.

Malnutrition in children is often caused by a lack of variety of foods consumed, resulting in inadequate intake of nutrients (UNICEF, 2020). The high diversity of food consumption is related to the low incidence of stunting and underweight in toddlers (Modjadji et al., 2020). This study aims to determine the factors associated with the diversity of food consumption and the dominant factors for the diversity of food consumption in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta in 2023. The study used a cross-sectional design with a sample size of 188 children aged 24 -59 months in Tanjung Priok District during June 2023 using a simple random sampling. Food consumption diversity scores were taken using a 1x24 hour food recall based on 9 food groups and categorized into non-diverse (< 5 food groups) and (≥ 5 food groups). The result showed a significant relationship between father's employment status, mother/caregiver's nutritional knowledge, and food security with children's food consumption. Multivariate analysis showed that the father's employment status had the highest OR value. Father's employment status is the dominant factor in the diversity of food consumption for children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta in 2023.
Read More
S-11430
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Alpita Silva; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Trini Sudiarti, Sahruna
Abstrak:
Prevalensi wasting di DKI Jakarta mencapai 8% pada tahun 2022. Menurut data SSGI tahun 2022, Jakarta Utara memiliki prevalensi wasting tertinggi sebesar 9,4% (mendekati batas angka 10% masalah gizi kesehatan masyarakat berat) dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta. Usia 24-59 bulan merupakan usia rentan mengalami kejadian wasting karena kebutuhan gizi anak yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan cepat sehingga dibutuhkan asupan gizi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang berhubungan (asupan gizi, penyakit infeksi, karakteristik keluarga, dan karakteristik anak) dan faktor dominan kejadian wasting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik simple random sampling. Subjek penelitian balita usia 24-59 bulan di wilayah Kecamatan Tanjung Priok berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan chi-square dilanjutkan dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian wasting adalah asupan energi (p-value= 0,023), dan asupan lemak (p-value=0,05), sedangkan yang paling dominan adalah asupan energi OR = 4,026 (95%, CI: 1,211-13,385). Perlu adanya deteksi dini dan pencegahan wasting pada anak harus ditingkatkan melalui program pemantauan tumbuh kembang anak pada saat kegiatan penimbangan setiap bulan oleh posyandu dengan dukungan pihak puskesmas.

The prevalence of wasting in DKI Jakarta reached 8% in 2022. According to SSGI data in 2022, North Jakarta has the highest prevalence of wasting at 9.4% (close to the 10% limit for severe public health nutrition problems) compared to other regions in DKI Jakarta. Age 24-59 months is a vulnerable age to experience the incidence of wasting due to the high nutritional needs of children to support rapid growth so that adequate nutritional intake is needed. This study aims to determine and analyze related factors (nutritional intake, infectious diseases, family characteristics, and child characteristics) and dominant factors of wasting incidence in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta 2023. The study used a cross-sectional design with simple random sampling technique. Subjects of research toddlers aged 24-59 months in the District of Tanjung Priok amounted to 188 people. Data was collected through interviews and anthropometric measurements. Data analysis using chi-square followed by logistic regression. The results showed that the factors significantly associated with the incidence of wasting are energy intake (p-value= 0.023), and fat intake (p-value=0.05), while the most dominant is energy intake OR = 4.026 (95%, CI: 1.211-13.385). The need for early detection and Prevention of wasting in children must be improved through a child growth and Development Monitoring program during monthly weighing activities by posyandu with the support of the public health center.
Read More
S-11302
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qoriatusholihah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Syahidah Asma Amani
Abstrak:
KEK merupakan tidak tercukupinya zat gizi yang dibutuhkan tubuh akibat kekurangan makanan dalam jangka waktu lama yang ditandai dengan ukuran LiLA <23,5 cm. Remaja perempuan merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami KEK. Menurut Riskesdas (2018), remaja perempuan menjadi kelompok dengan prevalensi KEK tertinggi di Indonesia (36,3%) yang jika dikategorikan berdasarkan klasifikasi masalah kesmas menurut WHO termasuk prevalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok serta faktor dominannya. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan total sampel 240 responden. Data dianalisis menggunakan uji bivariat chi-square dan uji multivariat regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44,6% remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok berisiko KEK. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi, asupan zat gizi makro, pendapatan orang tua, pengetahuan terkait gizi, body image, dan pengaruh media sosial dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok. Namun tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pekerjaan orang tua dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok. Pengetahuan terkait gizi merupakan faktor dominan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok (OR=10,294)

CED) is a condition of insufficient nutrients needed by the body due to long-term food shortage, characterized by an MUAC <23.5 cm. Adolescent girls are one of the groups vulnerable to CED. According to the 2018 Riskesdas, adolescent girls have the highest prevalence of CED in Indonesia (36.3%), which, when categorized based on WHO's classification of public health problems, is considered a high prevalence. This study aims to determine the factors associated with the risk of CED in female high school students in Depok City and its dominant factor. This study used a cross-sectional design with a total sample of 240 respondents. Data were analyzed using chi-square and multiple logistic regression. The results showed that 44.6% of female high school students in Depok City were at risk of CED. There were significant relationships between energy intake, macronutrient intake, parental income, nutrition-related knowledge, body image, and social media influence with the risk of CED in female high school students in Depok City. However, there was no significant relationship between parental education and occupation with the risk of CED in female high school students in Depok City. Nutrition-related knowledge was the dominant factor for CED risk in female high school students in Depok City (OR=10.294).

Read More
S-11572
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raisha Azizahra Syafruddin; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Tria Astika Endah Permatasari, Sandra Fikawati
Abstrak: Underweight atau berat badan kurang adalah berat badan yang terlalu rendah untuk anak normal yang sehat1. Underweight masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Prevalensi underweight di Kabupaten Lebak tahun 2018, mencapai angka 18.61% dimana angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka prevalensi nasional (17.7%) dan Provinsi Banten (16.22%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan dengan menggunakan data primer dari penelitian ?Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecacingan pada Balita di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Tahun 2020?. Sampel penelitian ini adalah 208 balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan. Analisis data univariat dan bivariat berupa uji Chi-square dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan mengalami kejadian underweight sebanyak 10.6%. Selanjutnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian underweight pada balita, diantaranya: usia balita (p-value =0,000), riwayat penyakit ISPA (p-value =0,003), asupan protein (p-value =0,044), dan kebiasaan konsumsi protein nabati (p-value =0,006).
Underweight is a body weight that is too low for a normal healthy child1. Being underweight is still a significant health problem in Indonesia. The prevalence of underweight in Lebak Regency in 2018, reached 18.61%, which is higher than the national prevalence rate (17.7%) and Banten Province (16.22%). 2. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of underweight in children under five in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency in 2020. This study used a cross-sectional design which was carried out by analyzing primary data from the study ?Factors that Related to the Incidence of Helminthiasis in Toddlers in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Sub-disctrict in 2020?. The sample of this study was 208 children aged 24-59 months in Karangkamulyan Village. Univariate and bivariate data analysis was conducted by using SPSS version 22 application. Study results showed that 10.6% of children of Karangkamulyan Village have an incidence of underweight. Also, this study showed that four variables were significantly associated with the age of children (p-value =0,000), history of upper respiratory tract infection (p-value =0,003), protein intake (p-value =0,044), and plant protein (p-value =0,006).
Read More
S-11098
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive