Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35595 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agus Priyanto; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
S-3499
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masdalina Pane; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Krisnawati Bantas; Rahmatsyah Said; Ratna Mardiati
Abstrak:

Masalah penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan salah satu masalah besar dan kebanyakan terjadi pada kelompok usia produktif yang sampai saat ini belum dapat diatasi. Pada tahun 2001 pengguna Napza di Indonesia mencapai lebih dari 2 juta jiwa dengan kematian akibat Over Dosis sebanyak 17.16 %. Sebagian besar pengguna yaitu 1.3 juta jiwa tinggal di wilayah Jakarta dan diperkirakan 35 % siswi SMU dari 64 sekolah di Jabotabek ditemukan sebagai pengguna berat dan pengedar Napza.Penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa besar kontribusi penggunaan tehnik parenteral terhadap kejadian terpapar virus Hepatitis B dan C pada populasi pengguna Napza di Pusat Pemulihan Napza di wilayah Jabotabek. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel 201 orang di dapat dari catatan medis penderita yang dirawat dari Januari - November 2001.Hasil penelitian didapatkan Prevalensi kejadian terpapar virus Hepatitis B sebesar 43.6% dan prevalensi kejadian terpapar virus Hepatitis C sebesar 69.1%, untuk hubungan kejadian terpapar virus Hepatitis B didapatkan hasil: Tidak ada hubungan bermakna antara penggunaan tehnik parenteral dengan kejadian terpapar virus Hepatitis B setelah dikontrol variabel lain dengan risiko 2A68 (CI 0.893-5.262). Untuk Hepatitis C ada hubungan bermakna secara statistik antara penggunaan tehnik parenteral dengan kejadian terpapar virus Hepatitis C setelah dikontrol variabel lain dengan risiko lebih tinggi yaitu 37.334 kali lebih tinggi (CI 12.455 - 11L911). Dapat disimpulkan bahwa tehnik parenteral memberikan kontribusi sebesar 44.7 % untuk menyebabkan kejadian terpapar virus Hepatitis B dan 92 % untuk menyebabkan kejadian terpapar virus Hepatitis C.Saran yang diberikan berupa : informasi tentang bahaya penggunaan Napza dan bahaya tambahan dari penggunaan jarum suntik dan alat sayat (tehnik parenteral) bersama-sama, gerakan lintas sektor untuk meminimasi distribusi dan utilisasi Napza, saat ini kita mungkin harus mulai terbuka untuk membuat klinik-klinik khusus yang dapat mengakomodasi kepentingan pengguna melalui kontrol terhadap pemakaian dan tehnik penggunaan terutama untuk pengguna lama yang sulit direhabilitasi dan untuk pengguna kambuhan. Tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah memperkuat fungsi dan peran keluarga agar keluarga dapat melakukan deteksi dini terhadap tanda-tanda penggunaan Napza untuk mencegah penggunaan berlanjut.Daftar bacaan: (1976 - 2001)


 

Contribution of Parenteral Technique due to Hepatitic B and Hepatitic C Viral Expose at Drug Users in Centre of Rehabilitation 2001Narcotics, Psychotropic and others addictives (NAPZA) abuse problem is one of the biggest problems and it's happen  to productive period in life and have not solved yet. In 2001 there is more than 2 million people use NAPZA with 17.16% mortality caused over dose. A lot of drug users about 1.3 million people live in Jakarta and estimated at 35% of them are SMU students from 64 schools in Jabotabek as chronic users and seller.Objective for this research to know contribution of parenteral technique due to Hepatitic B and C Viral expose at drug users population whom rehabilized in centre of rehabilitation in Jabotabek. This research use cross sectional design, sample size 201 users have been rehabilized, collecting data come across Laboratories examinations and justify with medical diagnose in medical records.Results from this research are Prevalence rate for Hepatitic B viral expose occur to 43.6% and Prevalence rate for Hepatitic C viral expose occur to 69.1%. There are not significant relationships between parenteral techniques to be Hepatitic B Viral expose after controlled by another variables with 2.168. 95% CI (0.893-5.262) and There are a significant relationships between parenteraI technique to be Hepatitic C Viral expose after controlled by another variables with 37. 95% CI (12.55-111.911). Conclusion for this research are : Parenteral technique gives 44.7 % contribute to Hepatitic B viral ekspose and 92% contribute to Hepatitic C viral expose.Suggestion of this research are: Give right information about effect using NAPZA and addictive hazard from use parenteral technique and laserate aids together. Intersector action to minimize distribution and utilization drugs. Today we must be make specialize clinics to accommodate users by control about using and parenterel technique to chronical users and relapse users. But one of very important thing are makes family function and role to early detection the symptom of using drugs to prevent chronic users.References: 30 (1976-2001)

Read More
T-1249
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Richa Haryanti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Widjajastuti, Tarcisia
S-7605
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Santoso; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo
S-3176
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selfitriana; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji:Lhuri Dwianti Rahmartani, Tri Yunis Miko Wahyono, Retno Henderiawati
Abstrak:
Hepatitis C merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Sejak ditemukan tahun 1989, HCV telah menjadi salah satu penyebab utama penyakit hati kronik di Indonesia. Prevalensi hepatitis C di Indonesia terlihat mengalami fluktuasi dari 2,1% di tahun 2007 menjadi 2,5% di tahun 2013 dan turun ke 1,0% di tahun 2014. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit hepatitis C di poli perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) RSUD Tebet Jakarta tahun 2017-2022. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan besar sampel sebanyak 718 responden (usia di atas 15 tahun) yang diambil dari catatan rekam medis pasien di poli PDP RSUD Tebet. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini antara lain usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, pengguna narkotika suntik, transfusi darah, kontak seksual, riwayat HIV dan hepatitis B. Berdasarkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik didapatkan variabel yang berasosiasi dengan peningkatan prevalensi hepatitis C antara lain usia >=60 tahun (prevalence odd ratio (POR) 2,42; 95% confidence interval (CI): 1,19-4,96), berstatus menikah (POR 4,74; 95% CI: 2,70-8,33), memiliki riwayat HIV (POR 1,94; 95% CI: 1,13-3,33), pengguna narkotika suntik (POR 28,16; 95% CI: 15,87-49,96) dan memiliki riwayat transfusi darah sebelumnya (POR 10,60; 95% CI: 4,54-24,75). Variabel yang berasosiasi dengan penurunan risiko hepatitis C adalah pendidikan rendah (POR 0,51; 95% CI: 0,26-0,99) dan tempat tinggal di DKI (POR 0,20; 95% CI: 0,12-0,33).

Hepatitis C is an inflammatory disease of the liver caused by infection with the hepatitis C virus (HCV). Since its discovery in 1989, HCV has become one of the main causes of chronic liver disease in Indonesia. The prevalence of hepatitis C in Indonesia seems to have fluctuated from 2.1% in 2007 to 2.5% in 2013 and fell to 1.0% in 2014. The study aims to determine the risk factors associated with hepatitis C in polyclinics care, support and treatment polyclinic (PDP) Tebet Jakarta Hospital in 2017-2022. This study used a cross-sectional design with a total sample of 718 respondents (aged over 15 years) taken from the patient's medical records at the PDP polyclinic at Tebet Hospital. The variables examined in this study included age, gender, marital status, education, occupation, place of residence, injecting drug users, blood transfusions, sexual contact, history of HIV and hepatitis B. Based on multivariate analysis with logistic regression test, it was found that variables were associated with an increased prevalence of hepatitis C, included age >= 60 years (prevalence odds ratio (POR) 2.42; 95% confidence interval (CI): 1.19-4.96), married status (POR 4.74; 95% CI: 2.70-8.33), has a history of HIV (POR 1.94; 95% CI: 1.13-3.33), injecting drug users (POR 28.16; 95% CI: 15.87-49.96) and having a history of previous blood transfusions (POR 10.60; 95% CI: 4.54-24.75). Variables associated with a reduced risk of hepatitis C were low education (POR 0.51; 95% CI: 0.26-0.99) and residence in DKI (POR 0.20; 95% CI: 0.12-0.33).
Read More
T-6656
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Nugroho; Pembimbing: Tri Yunis Miko
S-3456
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Nugroho; Pembimbing: Tri Yunis Miko
S-3456
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadhila Nafilah Azzahra; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Putri Bungsu, Ida Kurniawati
S-9912
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desfalina Aryani; Pembimbing: Nuning Mari Kiptiyah; Penguji: Helda, Jeanne Uktolseja
S-7715
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resa Ana Dina; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Moch. Iqbal
S-5814
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive