Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21253 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Rakhmawati; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-2659
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasmi; Pemb. Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Budi Setiawan
S-5191
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shabrina Khairani; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Zakianis, Dura Vendela
S-9997
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Surianti; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-7205
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adzra Dhiya Jannati; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Bambang Wispriyono, Azri Dwi Mahfudzi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara tingkat kebisingan dengan kejadian tekanan darah tinggi (hipertensi) pada pekerja di unit water pump PT X tahun 2020. Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Read More
S-10552
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Kusumawati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-7405
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Hasna; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Heri Nugroho
Abstrak: Kesehatan dan keselamatan dalam bekerja merupakan hak bagi setiap pekerja. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi fisik lingkungan di tempat kerja yang biasa menjadi tempat para pekerja beraktivitas sehari-hari masih berpotensi menimbulkan banyak bahaya, Salah satunya adalah bahaya kebisingan. Kebisingan dapat terjadi di tempat kerja baik itu industri maupun non-industri. Pajanannya yang terjadi terus-menerus dan tidak sesuai dengan ketentuan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan baik itu auditory maupun non-auditory. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui hubungan tingkat pajanan kebisingan dengan keluhan subjektif (non-auditory) yang meliputi penilaian gangguan fisiologis, psikologis dan komunikasi pada 84 pekerja di area unit produksi pabrik tepung PT.X Cilegon, Banten. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara masa kerja, usia, kebiasaan merokok, penggunaan alat pelindung telinga, kebiasaan menggunakan earphone, kebiasaan mendengarkan musik bersuara keras, dan juga pelatihan dengan gangguan fisiologis, psikologis dan komunikasi. Namun, angka kejadian gangguan fisiologis, psikologis dan komunikasi pada pekerja menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu sebanyak 26,2% pekerja mengalami gangguan fisiologis, 47,6% pekerja mengalami gangguan psikologis, dan sebanyak 48,8% pekerja mengalami gangguan komunikasi. Oleh karena itu, perusahaan tetap perlu menindaklanjuti terkait permasalahan kebisingan ini agar tidak menimbulkan risiko dan juga masalah kesehatan yang lebih besar kedepannya.
Kata kunci : Kebisingan, gangguan non-auditory, gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi.

Health and safety at work are rights of every worker. However, it cannot be denied that the physical condition of the environment in the workplace which is used to be a place for workers to do their daily activities is still potential to cause many hazards, one of which is the danger of noise. Noise can occur in the workplace both industrial and non-industrial. Exposure that occurs continuously and not in accordance with the provisions can cause various health problems both auditory and non-auditory. Therefore, this study wants to find out the relationship between the level of noise exposure and subjective (non-auditory) complaints which include assessment of physiological, psychological and communication disorders of 84 workers in the production unit area of the flour mill PT.X Cilegon, Banten. The results of this study indicate that there is no statistically significant relationship between years of service, age, smoking habits, use of ear protection equipment, habit of using earphones, habit of listening to loud music, and also training with physiological, psychological and communication disorders. However, the incidence of physiological, psychological and communication disorders among workers showed a fairly high rate, namely as many as 26.2% of workers experiencing physiological disorders, 47.6% of workers experiencing psychological disorders, and as many as 48.8% of workers experiencing communication disorders. Therefore, companies still need to follow up related to this noise problem so as not to pose risks and also greater health problems in the future.
Keywords : Noise, non-auditory disorders, physiological disorders, psychological disorders, communication disorders
Read More
S-10241
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joanna Helena Meijer; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Emanuel Eko Haryanto
Abstrak: Kebisingan menjadi faktor risiko dari penyebab penyakit akibat kerja dengan proporsi sebesar 30-50% di Indonesia. Salah satu dampak kesehatan yang disebabkan oleh kebisingan di tempat kerja adalah penyakit hipertensi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan kebisingan di tempat kerja dengan kejadian hipertensi pada pekerja mesin produksi lemari es di PT LGElectronics Indonesia, Tangerang tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desainstudi cross sectional. Jumlah sampel sebesar 344 pekerja mesin produksi lemari esyang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dari kebisingan, penentuan jumlah sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan kebisingan di tempat kerja dengan kejadian hipertensi (p < 0,05), dan dipengaruhi juga oleh faktorrisiko lainnya, yaitu umur, riwayat penyakit hipertensi pada keluarga, Indeks Masa Tubuh (IMT), dan kebiasaan merokok.
Kata kunci : Kebisingan, kejadian hipertensi, tempat kerja
Noise becomes a risk factor of causing occupational disease with the proportion of30-50% in Indonesia. One of the health effects caused by noise in the workplaceis hypertension. This study aims to determine the relationship between noiseexposure in the workplace with incidence of hypertension in the refrigeratorproduction machine workers at PT LG Electronics Indonesia, Tangerang in 2013.This research used a cross-sectional study design. Number of samples 344workers production machine refrigerator that exceeds Threshold Limit Value(TLV) of noise, determining the number of samples by using purposive samplingmethod. The results showed a significant relationship between noise exposure inthe workplace with incidence of hypertension (p < 0.05), and also affected byother risk factors, namely age, family history of hypertension, Body Mass Index(BMI), and smoking habits.
Keywords:Noise, incidence of hypertension, workplace
Read More
S-8281
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fairus; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Zaenal Arifin
S-4581
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Si Gede Wayan Suamba Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
S-1208
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive