Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30356 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mida Arafina Nurdita; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Penyakit Diare merupakan penyakit menular dan menempati urutan kedua penyebab kematian anak balita di dunia. Di Indonesia, khususnya Jawa Barat adalah wilayah endemis untuk diare, Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi diare balita yang cukup tinggi. Puskesmas Purwasari merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi di Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko (karakteristik balita, karakteristik ibu, dan sarana sanitasi) kejadian diare balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwasari Kabupaten Bogor tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kasus-kontrol dengan sampel 53 kasus dan 53 kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI Eksklusif (0,28; 0,11-0,67), pemberian imunisasi campak (0,18; 0,08-0,42), pengetahuan (0,16; 0,07-0,38), perilaku pembuangan tinja balita (0,18; 0,07-0,46), dan sarana jamban (0,32; 0,14-0,72) dengan kejadian diare pada balita. Variabel yang diprediksi paling berpengaruh terhadap terjadinya diare balita di wilayah kerja Puskesmas Purwasari adalah variabel pengetahuan (9,76; 2,78 - 34,21).
Diarrhea is an communicable disease and ranks the second cause of death for children under-five in the world. In Indonesia, especially West Java, which is an endemic area for diarrhea, Bogor is one of the districts with a fairly high prevalence of diarrhea in children under-five. Purwasari Community Health Center is a health center with the highest cases of diarrhea in children under-five in Bogor Regency. This study aims to analyze the risk factors (characteristics of children under-five, characteristics of mothers, and sanitation facilities) for the incidence of diarrhea in children under-five in the Purwasari Public Health Center, Bogor Regency in 2022. This study used a case-control research design with a sample of 53 cases and 53 controls. Data analysis was performed using chi-square test and logistic regression predictive model. The results showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (0,28; 0,11-0,67), measles immunization (0,18; 0,08-0,42), knowledge (0,16; 0,07-0,38), toddler stool disposal behavior (0,18; 0,07-0,46), and latrine facilities (0,32; 0,14-0,72) with the incidence of diarrhea in children under-five. The variable that is predicted to have the most influence on the occurrence of diarrhea under five in the working area of the Purwasari Health Center is the knowledge variable (9,76; 2,78 - 34,21).
Read More
S-11139
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Welly Faruli; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ema Hermawati, Dedi Haryadi
Abstrak: Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Selama tiga tahun berturut-turut menduduki urutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi partikulat (PM10) udara dalam rumah dengan infeksi saluran pernafasan akut di wilayah kerja Puskesmas Karawang Kabupaten Karawang. PM10 diukur di ruangan balita sering tidur dan dilakukan satu kali di setiap rumah responden. Waktu pelaksanaan penelitian antara bulan Pebruari-Mei 2014. Rancangan penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 130 orang. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 82,3% balita yang diteliti mengalami ISPA dan83,1% balita tinggal di dalam rumah dengan konsentrasi PM10> 70 μg/m3. Risiko balita untuk mengalami ISPA adalah sebesar 1,44 kali pada balita denganPM10>70 μg/m3; 2,39 kali pada balita dengan dinding rumah tidak memenuhi syarat;2,29 kali balita dengan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat; 10,10 kali pada balita yang terdapat penderita ISPA serumah; dan 1,47 kali pada balita yang tidak mendapat imunisasi lengkap. Kata kunci : Balita, ISPA, PM10
Acute Respiratory Infection is one of the causes of morbidity and mortality ininfants. For three consecutive years ranked first of the ten most diseases in PHCFalkirk.This study aims to determine the relationship between the concentrated ofparticulate matter (PM10) in the air with acute respiratory tract infections inPuskesmas Karawang, Karawang regency. PM10 was measured at room toddlersoften sleep and performed once in each respondent's house. The timing of thestudy between the months of February-May 2014. This study designed using crossdesign sectional by sample size of 130 people. The results show that 82.3% oftoddler were studied experienced ISPA and 83.1% of toddler living in homes withconcentrations of PM10> 70 μg/m3. Toddler risk for experiencing ISPA is 1.44times the toddler with a PM10> 70 μg/m3; 2.39 times the toddler with a wall of thehouse does not qualify; 2.29 times with a density the occupancy toddler does notqualify; 10.10 times in toddlers ISPA patients who are at home; and 1.47 times intoddler who do not get complete immunization.Keywords: Toddler, ARI, PM10
Read More
S-8262
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isti Suistiandari; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Zakianis, Tina Sumirah
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Latar belakang. Kejadian diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cisaat terhitung masih tinggi dengan total kejadian diare yang terjadi pada tahun 2017 adalah 1924 kasus. Kejadian diare di Desa Cisaat dengan 245 kasus, Desa Sukamanh 534 kasus, Desa Cibatu 274 kasus, Desa Sukasari 306 kasus, Desa Nagrak 260 kasus, dan Desa Sukaresmi 305 kasus. Presentase kepemilikan jamban di willayah UPTD Puskesmas Cisaat tahun 2017 60,9 , ketersediaan tempat sampah 79,6 , dan sarana air bersih 78,4 . Metode.Penelitin ini menggunakan desain studi cross sectional untuk melihat hubungan variabel dependen dan independen dan menggunakan data primer yang diambil dalam waktu bersamaan. Subyek penelitian sebanyak 100 responden yang merupakan ibu rumah tangga. Data dianalisis secara bivariat dengan chi square. Hasil. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel karakteristik individu yang terdiri dari pendidikan, pendapatan, pengetahuan, dan perilaku hidup bersih dan sehat PHBS tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cisaat. Selain itu variabel lingkungan yang juga diteliti meliputi pewadahan sampah, pengangkutan sampah, air bersih, dan sarana jamban keluarga juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Simpulan. Tidak ada hubungan pengetahuan, pendidikan, pendapatan, phbs, pewadahan sampah, pengangkutan sampah, air bersih dan sarana jamban.
 

 
ABSTRACT
 
 
Background. As the largest waste producer, households have a potential health risks that caused by unstructured waste management behavior. The objective of this research is to analyze the association between respondent characteristic and environment factors towards the incidence of diarrhea in UPTD Puskesmas Cisaat working area. Methods. The design of this study is cross sectional to analyze the association between dependent and independent variables using primary data taken at the same time. The subjects of the study are 100 respondents who are housewifes. The data collected in this research are analyzed bivariate using chi square. Result. The result of this research shows that individual characteristic variable which consist of education, income, knowledge, and also clean and healthy living behavior PHBS has no significant association with the incidence of diarrhea in UPTD Puskesmas Cisaat working area. In addition, environmental variables including waste collection, waste transportation, clean water, and family toilet facilities are also has no significant association with the incidence of diarrhea. Conclusion. There is no have a significant relationship between education, knowladge, salary, health behaviour, waste management, and sanitation with the incidence of diarrhea in the UPTD Puskesmas Cisaat working area 2018.Keywords waste, household, diarrhea
Read More
S-9836
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shafira Raudhati Putri; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Sukanda
Abstrak: Kondisi sanitasi dasar yang buruk akan meningkatkan risiko terjangkit penyakit menular seperti diare. Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh diare terutama oleh bayi dan balita Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cross sectional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara kondisi sanitasi dasar dan air minum dengan kejadian diare di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke 6 variabel kondisi santasi dasar (sumber air bersih, kepemilikan jamban, kondisi jamban, sarana pengelolaan air limbah, ketersediaan tempat sampah, pengelolaan sampah) dan 2 variabel air minum (pengolahan dan kualitas air minum) tidak ada yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian diare dengan p-value > 0,05. Dari hasil uji regresi logistik dapat dilihat bahwa variabel kondisi jamban yang buruk merupakan variabel yang dominan terhadap kejadian diare karena memiliki nilai OR = 0,315 dan p-value 0,122 yang lebih tinggi dari variabel lainnya. Langkah yang perlu dilakukan diantaranya adalah dengan mengadakan sosialisasi terhadap masyarakat Desa Sedari terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat dan memberikan edukasi terkait kondisi sanitasi yang baik agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Sedari agar memperbaiki kondisi sanitasi yang sudah tidak layak. Sedangkan untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel penelitian dan melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air dan tanah oleh masyarakat Desa Sedari.
Kata Kunci: Air Minum, Diare, Sanitasi Dasar

Poor sanitary conditions will increase the risk of contracting infectious diseases such as diarrhea. Diarrhea is one of the most common health problems in Indonesia. This is due to the high rate of morbidity and mortality caused by diarrhea, especially by infants and toddlers. This study is a cross-sectional study with the occurrence of diarrhea in Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, West Java.
The results show that the basic condition of variables (clean water sources, latrine ownership, latrine conditions, wastewater management facilities, garbage availability, waste management) and 2 variables of drinking water (processing and drinking water quality) none have significant relationship with diarrhea occurrence with p-value> 0,05. From the regression test result it can be accepted that the poor condition of latrine condition is the dominant variable to the occurrence of diarrhea because it has the value OR = 0.315 and p-value 0.122 which is higher than the other variables. Steps that need to be done is to hold socialization to the community. disposing of garbage in any place and providing education related to good condition in order to improve health in Desa Sedari to improve sanitation condition which is not feasible For further research to improve the variable and conduct analysis on air and land quality by the people of Desa Sedari.
Key words: Drinking Water, Diarrhea, Basic Sanitation
Read More
S-9815
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajaria Nurcandra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
Abstrak: Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup seriusdi Kabupaten Karawang. Angka kejadian diare di wilayah ini termasuk tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2012, kasus diare di Kabupaten Karawang pada tahun 2012 sebanyak 75.892 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko diare di DesaSedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Disain penelitian adalah kasuskontrol. Kasus merupakan ibu dari anak usia di bawah 12 tahun yang menderitadiare selama sebulan terakhir dan kontrol merupakan ibu dari anak usia di bawah12 tahun di Desa Sedari yang tidak menderita diare selama sebulan terakhir.Jumlah sampel kasus yaitu 29 responden dan kontrol 116 responden. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kegiatan assessment Program DesaBinaan CSR Pertamina dan FKM UI. Variabel pada penelitian ini ialah jumlah anggota keluarga, umur ibu, pendidikan ibu, sarana air bersih, jamban, dan pengelolaan sampah keluarga. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kejadian diare (nilai p<0,1) danOdds Ratio1,435 (CI 95% 0,248-2,980) untuk kategori tidak sekolah / tidak lulusSD serta Odds Ratio 0,552 (CI 95% 0,102-2,980) untuk kategori lulus SD / lulus SMP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko yang paling dominan adalah pendidikan ibu.
Kata kunci : diare, kasus kontrol, anak-anak, faktor risiko
Diarrhea is still a public health problem that is serious enough inKarawang district. The incidence of diarrhea in this region is high in recent years.In 2012 , cases of diarrhea in Karawangdistrict in 2012 as many as 75 892 cases.This study aims to analyze the risk factors for diarrhea in Sedari Village ,District Cibuaya , Karawangdistrict . The design was a case-control study . Thecase is a mother of a child under 12 years of age suffering from diarrhea for thepast month and control the mother of children aged under 12 years in the villageof Sedari that does not suffer from diarrhea during the past month . The number ofsample cases are 29 respondents and controls are 116 respondents . The data usedare secondary data from assessment activities CSR Pertamina Village ProgramPatronage and FKM UI . Variable in this study is the number of family members ,maternal age , maternal education , clean water , latrines , and waste managementfamily. The results of the bivariate analysis showed a significant associationbetween maternal education with incidence of diarrhea ( p < 0.1 ) and Odds Ratio1.435 ( 95% CI 0.248 to 2.980 ) for the category of no school / no pass elementaryand Odds Ratio 0.552 ( 95 % CI 0.102 to 2.980 ) for the category of graduatingelementary / junior high school graduation. The conclusion of this study is themost dominant risk factor is maternal education.
Keywords : diarrhea, case-control, children, risk factors
Read More
S-8106
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ema Hermawati, Didik Supriyono
S-7339
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafika Syulistia; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Ema Herawati, Didi Purnama, Didik Supriyono
Abstrak: Buruknya kondisi sanitasi dapat berdampak negatif pada kehidupan masyarakat dan meningkatkan jumlah penyakit lingkungan seperti kejadian diare. Dalam hal ini, balita memiliki resiko jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa karena dipengaruhi beberapa faktor seperti, status pemberian asi eksklusif maupun imunisasi campak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sanitasi total berbasis masyarakat terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional, sampelnya adalah rumah tangga yang memiliki balita dengan besar sampel 186. Hasil penelitian menunjukkan ada enam variabel yang berhubungan terhadap kejadian diare pada balita yaitu : variabel buang air besar sembarangan (OR= 3,333 CI=95% 1,733-6,267), cuci tangan pakai sabun (OR= 3,928 CI=95% 1,981-7,789), pengelolaan air minum & makanan rumah tangga (OR= 6,613 CI=95% 3,483-12,558), pengamanan limbah cair rumah tangga (OR= 3,609 CI=95% 1,894-6,876), pendapatan keluarga (OR= 6,827 CI=95% 3,541-13,162), dan asi eksklusif (OR= 2,455 CI=95% 1,095-5,505). Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistic ganda didapatkan variabel pengelolaan air minum & makanan rumah tangga yang dominan/berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita dengan nilai OR = 13,568 yang artinya adalah rumah tangga yang memiliki balita dan pengelolaan air minum & makanan rumah tangganya buruk beresiko untuk menderita diare 13,568 lebih besar dibandingkan dengan rumah tangga yang memiliki balita dan pengelolaan air minum & makanan rumah tangganya baik.
Kata kunci: Diare, Balita, Sanitasi, STBM, Kampar, Riau

Poor sanitation conditions can have a negative impact on people's lives and increase the number of environmental diseases such as diarrhea. In this case, toddlers have a much greater risk than adults because it is influenced by several factors such as, exclusive breastfeeding status and measles immunization. The purpose of this study was to determine the relation of total community based sanitation on the incidence of diarrhea in under-five children in the working area of Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Riau Province. The research method used is cross sectional, the sample is household with toddler with big sample 186. Result of research indicate there are six variables that related to diarrhea occurrence in balita that is: indiscriminate defecation (OR = 3,333 CI = 95% 1,733-6,267), hand washing with soap (OR= 3,928 CI=95% 1,981-7,789), drinking water management & household food(OR= 6,613 CI=95% 3,483-12,558),household wastewater safety (OR = 3,609 CI = 95% 1,894-6,876), family income (OR = 6,827 CI = 95% 3,541-13,162), and exclusive ation (OR = 2,455 CI = 95% 1,095-5,505). The result of multivariate analysis using multiple logistic regression test showed that the dominant / influential variable of drinking water and household food management on the occurrence of diarrhea in underfives with OR = 13,568 which means that households with toddlers and drinking water and household food management are at risk for suffering from diarrhea 13,568 larger than households with toddlers and good drinking water and food housekeeping. Key words: Diarrhea, Toddler, Sanitation, STBM, Kampar, Riau
Read More
T-5238
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zainudin; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Sugeng Rahardjo
T-1629
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurholis Majid; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Iwan Suwarsa, Dian Roslan Hidayat
Abstrak:

Angka kesakitan diare di Indonesia tahun 2003 diperkirakan sebesar 374 per 1.000 penduduk dan angka kesakjtan diare di Propinsi Jawa Barat tahun 1999 pada kelompok umur 1-4 tahun diperkirakan 188 per 1000 penduduk. Sedangkan angka kesakitan diare di Kabupaten Garut pada tahun 2004 diperkirakan 103 per 1000 penduduk. Kejadian diare di Puskesmas Cisurupan Kabupaten Garut dengan prevalen rate: 160 per 1000 balita. Penelitian ini merupakan kajian epidemiologi kesehatan lingkungan dengan fokus penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare yaitu variabel karakteristik ibu balita, karakteristik balita, kondisi sarana air bersih, tingkat kepadatan Ialat dan kondisi jamban dengan kejadian diare pada balita (12-59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Cisurupan Kabupaten Garut tahun 2006. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol dengan menggunakan data primer. Kasus adalah balita yang telah didiagnosis dengan gejala diare dan datang ke puskesmas serta bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Cisurupan. Kontrol adalah balita yang tidak menderita diare paling Iama 2 mingu terakhir dan bertempat tinggal sama dengan kasus. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kondisi sarana air bersih (OR=2,077 C195% : 1.066-4.045), kepadatan lalat (OR=2,139 C195%:1.137-4.021) dan kondisi jamban (OR=2,1 11CI95%:1.103-4.040) dengan kejadian diare pada balita. Sedangkan hasil uji interaksi melalui analisis regresi logistik menunjukkan tidak ada interaksi. Dari hasil penelitian terlihat faktor lingkungan merupakan faktor dominan terhadap kejadian diare. Untuk itu diperlukan peningkatan upaya-upaya inovatif dalam pengendalian lingkungan yang dilakukan bersama baik oleh masyarakat, puskesmas Cisurupan, dinas kesehatan Garut dan sektor terkait lainnya. Misalnya, upaya pemberdayaan masyarakat di bidang higyene and sanitation melalui pengembangan program klinik sanitasi dan methodology partisipatory assessment- partisipatory hygiene and sanitation transformations (MPA-PHAST). Diharapkan dengan peningkatan upaya tersebut target pencapaian IPM 80 pada tahun 2010 dapat-tercapai.

Read More
T-2431
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mahmud Yunus; Pembimbing: Sumengen Sutomo, Syahrizal Syarif
T-1641
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive